Ditulis oleh Tim Konten Medis
Penderita kanker boleh berpuasa, asalkan kondisi tubuh sehat dan stabil. Panduan puasa yang baik untuk penderita kanker adalah pastikan makan makanan bergizi seimbang untuk sahur dan berbuka, minum air putih yang cukup, dan hindari makanan manis.

Pasien kanker diperbolehkan puasa asalkan kondisi kesehatannya baik dan sudah stabil.
Saat memasuki bulan Ramadhan, penderita kanker sering menghadapi dilema dalam menunaikan kewajiban ibadah puasa. Meskipun sudah dinyatakan sembuh, penderita kanker tetap berisiko mengalami kambuh.
Oleh karena itu, penting bagi penderita kanker untuk memahami panduan puasa yang tepat agar tetap bisa menjalankan ibadah dengan aman.
Bolehkah Pasien Kanker Puasa?
Bagi pasien kanker yang ingin menjalani ibadah puasa, pertanyaan yang sering muncul adalah “Apakah pasien kanker boleh berpuasa?” Jawabannya, ya, dengan syarat kondisi pasien sudah membaik dan stabil.
Selama berpuasa, tubuh tidak memperoleh kalori atau cairan selama kurang lebih 13 jam. Ini sebabnya puasa dapat merubah pola makan. Kondisi ini juga bisa memengaruhi fisik seseorang, terutama penderita kanker yang membutuhkan asupan nutrisi.
Meski begitu, penelitian membuktikan bahwa puasa mampu menghambat perkembangan sel-sel kanker dalam tubuh. Dalam penelitian tersebut, puasa memiliki pengaruh terhadap:
- Menurunkan risiko kanker kambuh
- Mengurangi tingkat perkembangan insulin
- Melindungi sel-sel normal
- Autofagi, mengganti sel yang rusak menjadi sel baru yang sehat
Baca Juga: Bibir Kering Saat Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Panduan Puasa untuk Pasien Kanker
Puasa memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, tidak semua penderita kanker diperbolehkan berpuasa. Hal ini tergantung pada kondisi kesehatan dan status gizi mereka.
Sebaiknya, penderita kanker berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan. Adapun panduan puasa yang baik untuk penderita kanker, sebagai berikut:
1. Memenuhi Gizi Seimbang
Pasien kanker harus menerapkan pola hidup sehat dengan memenuhi asupan gizi seimbang dan menerapkan diet kanker. Misalnya, mengonsumsi buah, sayur, kacang, dan biji-bijian yang mengandung antioksidan. Hal ini membantu tubuh pasien tetap kuat melawan sel-sel kanker.
Jika diperbolehkan puasa, pasien kanker dilarang mengonsumsi makanan yang dapat memicu kanker seperti makanan berlemak, tinggi gula, dan dibakar.
2. Minum Air Putih yang Cukup
Biasanya pasien kanker kerap mengalami dehidrasi ringan. Hal ini dapat menyebabkan cairan tubuh tidak bekerja sebagaimana mestinya. Anda dapat memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih saat sahur, berbuka, dan malam hari.
3. Cukup Istirahat
Pasien kanker mengalami kesulitan tidur akibat efek samping dari obat-obatan yang digunakan. Padahal penderita kanker memerlukan istirahat yang cukup selama menjalani pengobatan.
Istirahat cukup sangat penting untuk mencegah penyebaran sel-sel kanker dan mempertahankan sistem kekebalan tubuh.
Tidur lebih awal membantu Anda untuk menjaga keseimbangan hormon. Anda juga dapat meluangkan waktu sebentar untuk beristirahat di siang hari.
4. Tidak Memaksakan Diri
Puasa Ramadhan berlangsung selama kurang lebih 30 hari. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pasien kanker. Namun, Anda tidak diperbolehkan untuk memaksakan diri untuk berpuasa sampai akhir.
Jika gejala kanker muncul saat sedang berpuasa, Anda dapat segera membatalkannya. Gejala kanker bisa terjadi, seperti demam, wajah pucat, nyeri, dan tubuh melemah.
Memaksakan diri berpuasa tidak memberikan manfaat bagi pasien kanker. Justru menghambat proses penyembuhan dan berisiko tinggi mengalami kanker kambuh.
Baca Juga: Tips Puasa yang Aman dan Sehat untuk Lansia
5. Olahraga Rutin
Rutin melakukan aktivitas fisik bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengatasi stres, dan menjaga berat badan ideal. Olahraga yang dianjurkan biasanya bersifat ritmik, yaitu olahraga dengan gerakan sama berulang-ulang.
Mulai dari menggerakan kaki, pinggang, tangan, pundak, dan leher secara perlahan. Kemudian, gerakan ini dapat ditingkatkan intensitasnya seiring waktu.
Hindari olahraga renang apabila Anda sedang menjalani pengobatan radioterapi. Efek samping dari pengobatan ini menyebabkan luka dan iritasi kulit.
6. Menjaga Kelembapan Kulit
Pasien kanker rentan mengalami infeksi luka pada kulit. Saat bulan puasa, kulit mengalami dehidrasi karena kekurangan asupan air dari dalam tubuh. Kulit pun menjadi kering dan gatal.
Sebab itu, Anda perlu menjaga dan merawat kelembapan kulit. Misalnya menggunakan pelembap dan tabir surya untuk melembapkan dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
7. Kelola Stres
Puasa umumnya mengubah pola makan penderita kanker. Sebab, mereka harus menahan lapar dan haus dalam waktu tertentu. Dalam beberapa kasus, hal ini tentu menimbulkan stres bagi penderita kanker.
Pada tubuh pasien, stres dapat memengaruhi perkembangan sel-sel kanker sehingga berdampak buruk bagi kesehatan, terutama mengalami kanker kambuh.
Ada beberapa cara untuk mengatasi stres yang mudah dan efektif selain berpuasa, yaitu mengikuti terapi konseling, latihan meditasi, mengonsumsi makanan sehat, berpikir positif, dan menjalani hobi.
Manfaat Puasa untuk Penderita Kanker
Puasa memiliki manfaat bagi penderita kanker, antara lain:
Dapat meningkatkan kesehatan dengan cara menurunkan stres oksidatif dan inflamasi
- Menghambat proses penuaan
- Memperbaiki mekanisme sel-sel tubuh
- Meningkatkan fungsi otak dan jantung
- Meminimalisir efek samping dari pengobatan kanker
- Respon tubuh semakin meningkat terhadap kemoterapi
- Meningkatkan sel-sel imun untuk melawan sel abnormal di dalam tubuh
- Menyebabkan penghancuran glikogen sehingga baik untuk otak, otot, hati, dan sel lemak
- Mengurangi hormon insulin dan meningkatkan glukagon
- Sel kanker semakin sulit tumbuh dan berkembang

Hindari konsumsi gorengan karena menghambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko gejala kanker.
Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Penderita Kanker Saat Puasa
Ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari penderita kanker jika ingin mejalankan puasa, yaitu:
1. Makan dan Minuman Manis
Hindari minum dan makanan terlalu manis saat waktu berbuka puasa. Misalnya, martabak manis, pisang coklat, es buah, kolak biji salak, dan sebagainya. Makanan manis mengandung glukosa, yang apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat memicu lebih cepat perkembangan sel kanker.
Baca Juga: Cegukan Saat Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
2. Mengonsumsi Gorengan
Pasien kanker sebaiknya menghindari makanan berlemak tinggi seperti gorengan. Jenis makanan ini dapat menghambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko gejala kanker pada tubuh pasien. Selain itu, gorengan juga dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi dan penyakit jantung.
Itulah informasi mengenai panduan puasa untuk penderita kanker yang dapat Anda ketahui. Jika ingin memastikan kondisi kesehatan pasien kanker, Anda dapat berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.
Rumah Sakit Ciputra Hospital menyediakan beragam layanan kesehatan mulai dari konsultasi dengan dokter umum hingga Medical Check Up (MCU). Anda dapat memeriksa jadwal dokter di Ciputra Hospital dan membuat janji lebih mudah dan cepat melalui layanan WhatsApp. Mari percayakan kesehatan Anda dan keluarga Anda di Ciputra Hospital!
Telah direview oleh Dr Sony Prabowo, MARS
Source:
- Healthline. Fasting and Cancer. Juni 2024.
- Medical News Today. Can Fasting Help Fight Cancer?. Juni 2024.
- Verywell Health. Intermittent Fasting and Cancer. Juni 2024.