Ditulis oleh Tim Konten Medis
Ada berbagai penyebab lama hamil setelah pasangan menikah, mulai dari kebiasaan merokok pada pria, menderita PCOS pada wanita, hingga mengalami varikokel. Kondisi ini kerap menimbulkan rasa frustasi dan kewalahan bagi sebagian orang. Bahkan, ketika Anda telah melakukan segalanya untuk merencanakan kehamilan.

Merokok dapat memengaruhi kesuburan.
Proses hamil memang bukan hal yang mudah. Anda mungkin bertanya-tanya mengalami belum hamil, padahal sudah tidak menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan intim secara teratur.
Ada banyak hal yang memengaruhi kesuburan setiap orang, seperti gaya hidup dan kondisi kesehatan tertentu. Lantas, apa saja penyebab susah hamil yang dapat dialami oleh sebagian orang? Mari simak pembahasan di bawah ini.
Penyebab Susah Hamil
Adapun sejumlah penyebab belum hamil, sebagai berikut:
1. Kebiasaan Merokok
Salah satu faktor penyebab lama hamil adalah memiliki kebiasaan merokok. Bahaya merokok dapat menurunkan peluang hamil karena memengaruhi kualitas sperma dan sel telur di dalam tubuh.
Rokok juga mengandung berbagai zat berbahaya, seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar. Meskipun begitu, banyak orang merasa kesulitan untuk berhenti merokok. Anda bisa meminta dukungan kepada orang terdekat, seperti teman dan keluarga, serta bantuan profesional untuk menghentikan kebiasaan merokok secara bertahap.
Baca Juga: Apa Itu Infertilitas pada Pria? Penyebab, Gejala, Pengobatan
2. Minum Alkohol Berlebihan
Bahaya minum alkohol secara berlebihan bisa berdampak buruk pada reproduksi wanita dan pria. Hal ini dapat memengaruhi kesuburan sehingga meningkatkan risiko sulit untuk hamil.
Penelitian membuktikan bahwa pria dengan konsumsi alkohol jangka panjang bisa mengalami penurunan produksi testosteron dan sperma. Akibatnya, tubuh mengalami disfungsi ereksi dan masalah pada ejakulasi.
Sementara itu, minum alkohol berlebihan bisa menurunkan cadangan ovarium dan kesuburan pada wanita. Kondisi ini memicu peningkatan infertilitas sehingga berisiko pada kemampuan mereka untuk hamil.
3. Mengalami Stres
Ada banyak ciri-ciri wanita sulit hamil, salah satunya adalah mengalami stres. Ada studi melaporkan bahwa wanita yang mengalami infertilitas cenderung merasa cemas dan depresi yang sama dengan penderita penyakit kronis, seperti kanker, gangguan jantung, dan HIV.
Meskipun kecil kemungkinan stres menyebabkan kemandulan, stres juga dapat mengganggu kemampuan wanita untuk hamil. Penelitian membuktikan bahwa wanita dengan riwayat depresi 2 kali lebih mungkin mengalami kemandulan. Bahkan, rasa cemas juga bisa menurunkan peluang untuk hamil.
4. Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)
PCOS adalah kondisi ketika tubuh mengalami gangguan hormon yang terjadi selama masa reproduksi. Kondisi ini ditandai dengan berbagai gejala, seperti siklus haid tidak teratur, pertumbuhan rambut tidak normal, dan terdapat kista ovarium yang tampak lebih besar.
Gangguan PCOS sering kali menimbulkan kekhawatiran karena bisa memicu ketidaksuburan pada wanita. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan wanita sulit hamil.
5. Kontrasepsi Hormonal
Jika Anda baru saja berhenti menggunakan alat kontrasepsi hormonal, akan butuh waktu sebelum siklus haid kembali normal. Penelitian membuktikan bahwa beberapa alat kontrasepsi hormonal, seperti suntikan KB dikaitkan dengan penundaan kesuburan yang lebih lama dibandingkan dengan jenis alat lainnya.
Banyak wanita membutuhkan waktu sekitar 6 bulan atau lebih untuk mengalami siklus haid teratur saat pertama kali berhenti menggunakan kontrasepsi sama sekali. Sebab, ovulasi kemungkinan tidak akan terjadi sampai menstruasi menjadi lebih teratur.
Baca Juga: Cara Berhubungan Intim agar Cepat Hamil
6. Obesitas
Obesitas diartikan sebagai Indeks Massa Tubuh (IMT) yang sangat tinggi. Kondisi ini bisa memengaruhi kemampuan wanita untuk hamil dan menghambat proses ovulasi di dalam tubuh.
Gangguan obesitas dapat menimbulkan resistensi insulin yang berkaitan dengan kegagalan wanita dalam memproduksi sel telur dari ovarium setiap bulannya. Kondisi ini menyebabkan perubahan hormon seks dan peningkatan hormon androgen.
7. Gangguan Tiroid
Gangguan tiroid adalah kondisi umum yang memengaruhi fungsi tiroid seseorang. Kondisi ini menyebabkan kelenjar tiroid tidak mampu memproduksi hormon dalam jumlah yang cukup sehingga dapat mempercepat atau memperlambat metabolisme tubuh.
Gangguan tiroid sering terjadi pada wanita usia reproduksi. Kondisi ini mengakibatkan ketidakseimbangan hormon seks, masalah pada siklus anovulasi, dan kadar prolaktin yang tinggi. Akibatnya, tubuh mengalami kesulitan untuk hamil.
8. Endometriosis
Tanda-tanda tidak bisa hamil dapat diketahui saat Anda mengalami endometriosis. Kondisi ini sering kali menyebabkan rasa nyeri yang ditandai dengan pembentukan jaringan di luar rahim.
Endometriosis menjadi salah satu penyebab wanita tidak subur sehingga menimbulkan masalah kesehatan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pengobatannya cenderung bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya, seperti konsumsi obat medis dan operasi.
9. Gangguan Sperma
Pria bisa mengalami jumlah sperma yang rendah atau berbentuk tidak normal. Terkadang, sperma juga memiliki motilitas yang rendah sehingga sulit bergerak cepat atau efisien menuju sel telur.
Meskipun jarang terjadi, beberapa pria kerap tidak memiliki sperma dalam air mani mereka. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal dengan sebutan azoospermia yang bisa menurunkan peluang kehamilan.
10. Mengalami Varikokel
Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah vena di skrotum. Kondisi ini biasanya menimbulkan gejala ringan, seperti rasa nyeri, muncul benjolan kecil, dan mengecilnya testis.
Gangguan varikokel dapat mengganggu kesuburan pada pria sehingga menyebabkan sulit hamil. Kondisi ini bisa diobati dengan perawatan mandiri di rumah hingga penanganan medis.
Baca Juga: Makanan untuk Kesuburan Wanita agar Cepat Hamil
Apa yang Harus Dilakukan Saat Lama Hamil Setelah Menikah?
Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi sulit hamil yang bisa dilakukan setelah menikah:
1. Pemeriksaan Kesuburan
Langkah cepat hamil yang bisa pasangan ambil sebelum atau segera setelah menikah adalah melakukan pemeriksaan kesuburan. Cek kesuburan menjadi salah satu cara terbaik untuk mengetahui kemandulan dan penyebabnya. Tes ini biasanya meliputi pemeriksaan fisik pada bagian panggul dan analisis air mani.
Pemeriksaan panggul pada wanita memerlukan alat USG untuk mengetahui kondisi kesehatan ovarium dan rahim. Pemeriksaan ini juga disertai dengan tes darah yang berkaitan dengan masalah hormon dan pemicu sulit hamil.
Sementara itu, analisis air mani pada pria dilakukan untuk menguji jumlah, pergerakan, dan ukuran sperma. Jika terdapat tanda sperma abnormal, dokter dapat merekomendasikan perawatan infertilitas yang mencakup kombinasi perubahan gaya hidup, obat-obatan, terapi hormon, dan prosedur pembedahan.
2. Program Bayi Tabung
Fertilisasi in vitro yang juga disebut IVF atau bayi tabung adalah serangkaian prosedur rumit yang bisa menghasilkan kehamilan di luar rahim. Prosedur ini melibatkan pengambilan sel telur matang dari ovarium, lalu dibuahi oleh sperma di laboratorium.
Tingkat keberhasilan program bayi tabung bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari usia hingga pola hidup pasien. Prosedur ini mampu menangani gangguan kesuburan pada wanita dan pria yang ingin memiliki anak.
Jika Anda mengalami kesulitan untuk hamil, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Anda bisa kunjungi Ciputra IVF terdekat untuk konsultasi kesehatan.
Ciputra IVF menyediakan berbagai layanan, seperti pemeriksaan kesuburan, program hamil, inseminasi buatan (IUI), dan bayi tabung. Selain itu, periksakan diri Anda dengan melakukan medical check up di Ciputra Hospital agar mencegah penyakit sebelum menjadi parah.
Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat. Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.
Telah direview oleh dr. Surya. S. Pratama
Source:
- John Hopkins Medicine. Why Can’t I Get Pregnant?. September 2024.
- Mayo Clinic. Polycystic ovary syndrome (PCOS). September 2024.
- Mayo Clinic Health System. Infertility and Stress. September 2024.
- National Library of Medicine. Alcohol and Fertility: How Much is Too Much?. September 2024.