Ditulis oleh Tim Konten Medis
Kanker anus adalah pertumbuhan sel tak terkendali yang abnormal di area dubur atau anus. Biasanya, sel kanker ini berasal dari lapisan dalam lubang anus yang disebut mukosa, meskipun dalam beberapa kasus, kanker anus dapat disebabkan oleh penyebaran dari kanker usus besar. Orang yang sering berganti pasangan seksual, berusia 50 tahun ke atas, hingga terinfeksi HPV lebih berisiko terkena jenis kanker ini.

Gejala kanker anus, umumnya menimbulkan perdarahan, nyeri, perubahan buang air besar, dan benjolan di sekitar anus.
Kanker anus adalah penyakit serius yang memengaruhi saluran pencernaan bagian bawah. Artikel ini akan membahas gejala, faktor risiko, diagnosa, pengobatan, dan langkah pencegahan terkait dengan penyakit kanker anus. Dengan pemahaman yang lebih baik, kita dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan kesadaran tentang penyakit ini.
Apa Itu Kanker Anus?
Kanker anus adalah jenis sel kanker yang berkembang di daerah anus, yang merupakan bagian dari saluran pencernaan bagian bawah. Penyakit ini ini terjadi ketika sel-sel di sekitar anus mengalami pertumbuhan yang tidak terkendali dan menjadi ganas.
Dalam banyak kasus, penyakit kanker anus berhubungan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV). Namun, faktor risiko lain seperti merokok, sistem kekebalan tubuh yang lemah, riwayat keluarga dengan kanker, dan riwayat pengobatan kanker lain juga dapat berperan.
Gejala kanker anus bisa termasuk perdarahan rektal, nyeri atau ketidaknyamanan, perubahan dalam pola buang air besar, dan benjolan di sekitar anus. Penting untuk mendeteksi penyakit ini sejak dini melalui pemeriksaan medis rutin dan menjalani perawatan sesuai panduan dokter guna meningkatkan peluang kesembuhan.
Baca Juga: Apakah Kanker Usus Menular atau Tidak?
Penyebab Kanker Anus
Kanker anus terjadi karena adanya perubahan genetik (mutasi) pada sel-sel anus, yang mengakibatkan sel-sel tersebut berubah menjadi sel ganas. Sel-sel ini tumbuh dengan cepat dan tidak terkendali, merusak jaringan di sekitarnya, dan berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis).
Sebagaimana telah dijelaskan, penyakit kanker anus sering kali dikaitkan dengan infeksi HPV (human papillomavirus). Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak semua orang yang terinfeksi HPV akan mengembangkan kanker anus.
Infeksi virus HPV menghasilkan protein yang dapat menonaktifkan protein penghambat tumor dalam sel-sel normal, sehingga sel-sel tersebut dapat tumbuh tidak terkendali.
Faktor Risiko Kanker Anus
Adapun faktor yang meningkatkan risiko kemungkinan seseorang terkena kanker anus adalah:
1. Usia 50 Tahun ke Atas
Risiko penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia. Kanker ini lebih umum terjadi pada orang yang berusia 50 tahun ke atas.
2. Berganti Pasangan Seksual
Aktivitas seksual yang melibatkan banyak pasangan seksual atau pasangan seksual yang sering berganti dapat meningkatkan risiko infeksi HPV, yang dapat menjadi faktor risiko untuk penyakit ini.
Baca juga: Fungsi Tes STD pada Penyakit Menular Seksual
3. Merokok
Merokok dapat meningkatkan risiko kanker anus. Zat-zat berbahaya dalam rokok dapat merusak sel-sel anus dan meningkatkan kemungkinan perkembangan kanker.
4. Seks Anak
Terlibat dalam hubungan seksual dengan orang yang masih di bawah umur (seks anak) adalah tindakan ilegal dan dapat meningkatkan risiko infeksi HPV serta penyakit ini.
5. Riwayat Kanker
Jika seseorang memiliki riwayat kanker tertentu, terutama kanker terkait HPV seperti kanker serviks, maka mereka mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kanker anus.
6. Infeksi HPV
HPV adalah faktor risiko utama dalam perkembangan kanker anus. Infeksi HPV, terutama jenis-jenis tertentu, dapat meningkatkan risiko penyakit ini.
7. Efek Samping Obat Imunosupresan
Beberapa kondisi medis memerlukan penggunaan obat imunosupresan untuk menekan sistem kekebalan tubuh. Efek samping dari obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko infeksi HPV dan penyakit ini.
8. Mengidap HIV/AIDS
Orang dengan HIV/AIDS memiliki sistem kekebalan yang lemah, yang membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi HPV. Ini meningkatkan risiko mereka untuk mengembangkan penyakit ini.
Gejala Kanker Anus
Kanker anus bisa menunjukkan berbagai gejala, seperti:
- Perdarahan saat BAB.
- Nyeri atau ketidaknyamanan di sekitar anus atau perut bagian bawah.
- Perubahan dalam pola buang air besar.
- Pemuaian atau benjolan di sekitar anus.
- Perasaan tidak selesai setelah buang air besar.
- Penurunan berat badan yang tidak dijelaskan.
- Kelelahan yang berlebihan.
- Gangguan pencernaan, seperti mual atau muntah.
- Perubahan bentuk tinja.
Baca Juga: Cara Mengobati Kanker Usus Tanpa Operasi

Operasi kanker anus dapat mencakup pengangkatan tumor (reseksi), rektum (reseksi rektum), atau bahkan kolostomi pada stadium lanjut.
Diagnosis Kanker Anus
Diagnosis kanker anus biasanya melibatkan beberapa langkah evaluasi medis dan berikut adalah informasi umum mengenai tiga komponen utama dalam proses diagnosis:
1. Biopsi
Biopsi adalah langkah penting dalam diagnosis penyakit ini. Selama biopsi, sejumlah kecil jaringan dari daerah yang mencurigakan diambil untuk dianalisis di bawah mikroskop.
Proses ini membantu dokter mengonfirmasi apakah sel-sel tersebut ganas atau tidak. Biopsi bisa dilakukan dengan berbagai metode, termasuk biopsi jarum atau pembedahan kecil.
2. Kolonoskopi
Kolonoskopi adalah prosedur di mana dokter memeriksa rektum dan kolon (usus besar) dengan menggunakan endoskop, yaitu tabung fleksibel yang dilengkapi dengan kamera. Ini memungkinkan dokter untuk melihat langsung kondisi dalam usus besar dan anus.
Selama kolonoskopi, dokter juga dapat mengambil sampel jaringan untuk biopsi jika ada area yang mencurigakan.
3. Tes Pencitraan
Tes seperti CT scan, MRI (Magnetic Resonance Imaging), atau PET scan (Positron Emission Tomography) dapat digunakan untuk menilai sejauh mana kanker telah menyebar ke jaringan di sekitarnya atau bahkan ke bagian tubuh lain. Pemeriksaan ini membantu dalam penentuan stadifikasi kanker dan membantu dokter merencanakan pengobatan yang sesuai.
Baca juga: Tanda dan Gejala Kanker yang Perlu Diwaspadai
Cara Mengobati Kanker Anus
Setelah terdiagnosis kanker anus, dokter akan memberikan pengobatan. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Kombinasi Kemoterapi dan Radioterapi
Pengobatan kanker anus yang paling umum adalah dengan kombinasi kemoterapi dan radioterapi. Radioterapi menggunakan sinar radiasi untuk merusak sel-sel kanker, sedangkan kemoterapi melibatkan penggunaan obat-obatan yang ditujukan untuk membunuh sel kanker.
Kombinasi ini dapat membantu mengecilkan tumor sebelum operasi atau sebagai pengobatan utama jika operasi tidak memungkinkan.
2. Operasi
Jenis operasi yang digunakan untuk mengobati kanker tergantung pada sejauh mana sel kanker telah menyebar. Operasi dapat melibatkan pengangkatan tumor (reseksi), pengangkatan rektum (reseksi rektum), atau bahkan kolostomi jika kanker telah mencapai stadium lanjut.
Kolostomi adalah pembuatan lubang buatan pada perut yang digunakan untuk mengeluarkan tinja dari tubuh ketika fungsi usus besar terganggu.
3. Imunoterapi
Imunoterapi adalah pengobatan yang bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan kanker. Ini melibatkan penggunaan obat-obatan yang dapat mengaktifkan respons kekebalan tubuh terhadap sel-sel kanker. Imunoterapi telah menjadi terapi yang menjanjikan dalam beberapa jenis sel ganas, meskipun masih dalam pengembangan untuk penyakit ini.
4. Terapi Paliatif atau Terapi Pendukung
Terapi paliatif ditujukan untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker anus, terutama pada stadium lanjut atau ketika pengobatan kuratif tidak memungkinkan. Ini dapat mencakup pengobatan nyeri, manajemen gejala, dukungan psikologis, dan perawatan untuk menjaga kenyamanan pasien.
Baca juga: Bagaimana Cara Menghindari Penyakit Kanker?
Cara Mencegah Kanker Anus
Terdapat banyak cara untuk mencegah terkena kanker anus, seperti:
- Vaksinasi HPV.
- Praktik seks aman.
- Hindari merokok.
- Menjaga kebersihan anus.
- Pantau kesehatan secara berkala.
- Konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
- Hindari konsumsi alkohol berlebihan.
Demikian informasi mengenai kanker anus. Jika Anda mengalami gejala tersebut dan tidak ada perbaikan, segera kunjungi dokter. Anda bisa mengunjungi rumah sakit terdekat seperti Ciputra Hospital untuk mendapatkan konsultasi kesehatan.
Di Ciputra Hospital, Anda dapat menikmati berbagai layanan kesehatan mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU). Selain itu, Anda juga bisa memeriksa jadwal dokter dan membuat janji konsultasi dengan lebih mudah dan cepat melalui layanan WhatsApp. Ayo, jaga dan periksa kesehatan keluarga Anda di Ciputra Hospital.
Telah direview oleh dr Steven Irving.
Source:
- American Society of Colon and Rectal Surgeons. Anal Cancer. Diakses 2024.
- Cancer Research UK. Stages and Types of Anal Cancer. Diakses 2024.
- Cleveland Clinic. Anal Cancer. Diakses 2024
- WebMD. What Is Anal Cancer?. Diakses 2024.