Makanan penyebab kanker usus bisa berasal dari makanan yang tidak sehat, seperti gorengan, daging olahan, daging merah, makanan tinggi gula, hingga alkohol. Jenis makanan ini tidak mengandung gizi yang cukup dan bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kronis lainnya.

Makanan dan Minuman Penyebab Kanker Usus
Kanker usus adalah jenis kanker ganas yang terjadi dan berkembang di usus. Kanker ini biasanya menyerang orang dewasa yang lebih tua, namun dapat juga terjadi pada segala usia. Makanan dan minuman tertentu dipercaya bisa menjadi salah satu faktor penyebab seseorang mengalami kanker usus. Inilah makanan dan minuman penyebab kanker usus yang perlu Anda waspadai:
1. Daging Merah
Daging merah seperti daging sapi, daging domba, dan babi merupakan sumber protein, vitamin dan mineral yang baik. Namun, mengonsumsi daging merah secara berlebihan dapat menjadi penyebab kanker usus besar.
Para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi 50 gram daging merah setiap hari dapat meningkatkan risiko kanker usus sebesar 18% hingga 30%. Bukan hanya porsi berlebihan, yang menyebabkan daging merah berisiko menyebabkan kanker usus juga dipengaruhi oleh cara mengolahnya.
Misalnya, daging merah yang dipanggang atau dibakar dengan suhu tinggi dapat mengubah zat pada daging menjadi zat karsinogenik. Zat karsinogenik inilah yang menyebabkan kanker usus jika dikonsumsi secara terus menerus.
Agar konsumsi daging tetap menyehatkan tubuh, pastikan Anda tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Batasi jumlah porsi daging merah menjadi 4 ons seminggu. Selain itu, pilihlah daging merah yang tidak mengandung lemak serta hindari membakar daging merah di atas panggangan.
Baca juga: Makanan Pemicu Kanker yang Berbahaya
2. Daging Olahan
Selain daging merah, makanan penyebab kanker usus lainnya adalah daging olahan. Daging olahan adalah daging yang diasapi, diasinkan atau diawetkan dengan bahan kimia tambahan.
Contoh daging olahan yang tidak baik bagi kesehatan adalah bacon, ham, kornet, dan burger. Bila mengonsumsi makanan ini lebih dari 700 gram dalam seminggu, maka dapat meningkatkan risiko kanker usus.
Sebuah studi di Eropa juga menemukan mereka yang banyak mengonsumsi 5 ons atau lebih per hari daging olahan akan meningkatkan risiko kanker usus besar. Selain dapat menyebabkan kanker usus, daging olahan yang dikonsumsi secara berlebihan juga berisiko menyebabkan kanker perut.
Daging olahan seperti sosis yang dijual bebas umumnya mengandung natrium nitrit sebagai bahan pengawetnya. Kandungan ini dapat berubah menjadi senyawa nitrosamin dalam tubuh, yaitu senyawa yang berpotensi memicu kanker.
3. Biji-Bijian Olahan
Sama seperti daging olahan, biji-bijian yang melewati proses olahan juga dapat meningkatkan risiko kanker usus. Beberapa produk dari biji-bijian olahan antara lain roti putih, mie instan, sereal, dan makanan yang terbuat dari tepung terigu.
Berbagai biji-bijian olahan tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah serta memicu terjadinya resistensi insulin. Jika Anda biarkan, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus serta kanker lainnya seperti kanker ginjal.
Anda dapat mengganti biji-bijian olahan dengan biji-bijian minim pemrosesan dan kaya serat seperti roti gandum, pasta, dan oat yang dapat meningkatkan asupan serat.
4. Makanan Tinggi Gula
Makanan dengan kandungan gula tinggi seperti permen, cake, dan minuman manis memberikan sedikit nutrisi ketimbang makanan bergizi seperti buah-buahan atau sayuran.
Kandungan gula tinggi jika Anda konsumsi dengan jumlah berlebihan, dapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas. Menurut penelitian, mengalami kelebihan berat badan atau obesitas termasuk dalam risiko penyebab penyakit kanker usus.
Baca juga: Makanan Pantangan Kanker Ovarium
5. Makanan yang Digoreng
Menggoreng dan memasak makanan pada suhu di atas 400°F ternyata bisa menghadirkan risiko tersembunyi bagi kesehatan usus besar. Pada suhu setinggi ini, makanan bertepung dapat membentuk akrilamida, senyawa karsinogenik yang dikaitkan dengan naiknya risiko kanker kolorektal.
Selain itu, daging merah yang Anda panggang, bakar, atau goreng pada suhu sangat tinggi memicu terbentuknya amina heterosiklik dan PAH akibat reaksi antara asam amino dan gula di dalamnya. Kedua senyawa ini berpotensi merusak DNA dan memicu pertumbuhan tumor, dengan risiko yang semakin besar saat daging Anda masak hingga gosong atau terlalu matang.
6. Alkohol
Alkohol termasuk minuman yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker usus. Sebuah studi tahun 2018 menunjukkan bahwa alkohol adalah salah satu kontributor bagi perkembangan kanker usus. Minuman ini juga tidak baik untuk kesehatan jantung dan otak.
7. Minuman Mengandung Kafein
Kafein dapat memperburuk gejala seperti mual dan diare. Selain itu, mengonsumsi kafein dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan produksi asam di perut yang dapat menyebabkan refluks asam. Seiring waktu, kondisi tersebut dapat memicu terjadinya kanker usus.
8. Makanan Ultra Proses
Makanan cepat saji, camilan olahan, dan kue-kue panggang umumnya sarat dengan lemak tidak sehat, kalori berlebih, gula tambahan, serta natrium tinggi. Konsumsi yang terlalu sering dapat memicu kenaikan berat badan, yang pada gilirannya turut meningkatkan risiko kanker usus besar. Beberapa contoh makanan ultra proses yang perlu Anda waspadai antara lain:
- Kentang goreng dan ayam goreng dari gerai makanan cepat saji
- Camilan kemasan seperti keripik dan biskuit
- Aneka kue kering, cake, dan biskuit panggang
Lemak jahat dalam makanan-makanan ini dapat memicu peradangan kronis di dalam tubuh, dan kondisi ini menjadi salah satu jalur yang mendorong munculnya sel kanker. Konsumsi berlebihan juga dapat mengacaukan keseimbangan bakteri baik di usus sekaligus memperparah peradangan pada usus besar, sehingga menciptakan lingkungan yang justru mendukung pertumbuhan sel-sel abnormal. Beberapa mekanisme yang berperan di antaranya:
- Memicu peningkatan produksi zat pro-inflamasi dalam tubuh
- Mengganggu fungsi normal sel-sel pada dinding usus besar
- Meningkatkan resistensi insulin, kondisi yang berkaitan erat dengan risiko kanker
Menghindari makanan dan minuman penyebab kanker usus adalah hal penting. Terutama bagi Anda yang memiliki faktor risiko terkena kanker usus. Sebab, kanker usus yang kondisinya sudah parah dapat mengancam jiwa penderitanya.
Baca Juga: 6 Makanan Penyebab Kanker Serviks Ini Perlu Dihindari
Oleh karena itu, memiliki pola hidup yang sehat adalah langkah awal untuk terhindar dari penyakit ini. Anda dapat memulainya dengan memiliki pola makan yang sehat. Jika mengalami gejala kanker, segera berkonsultasi dengan dokter.
Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk berkonsultasi langsung dengan dokter. Yuk, percayakan kesehatan Anda dan keluarga bersama Ciputra Hospsital.
FAQ
Apakah semua daging merah harus dihindari sepenuhnya?
Tidak semua daging merah harus Anda hindari sepenuhnya karena didalamnya masih ada nutrisi penting seperti vitamin B12, protein, dan zat besi.
Apa pengganti yang lebih sehat untuk biji-bijian olahan?
Anda dapat mengganti biji-bijian olahan dengan yang lebih sehat seperti oat, beras merah, dan quinoa.
Apakah pola makan sehat bisa mencegah kanker usus sepenuhnya?
Tidak, Anda tidak dapat mencegah kanker usus sepenuhnya dengan melakukan pola makan sehat, walaupun hal ini dapat menurunkan risiko tersebut.


