Ditulis oleh Tim Konten Medis
Penyakit yang ditangani dokter penyakit dalam meliputi gangguan kronis, infeksi, gangguan pencernaan, gangguan kesehatan mental, gangguan sistem endokrin, dan gangguan sistem saraf. Dengan pendekatan menyeluruh, tugas dokter penyakit dalam untuk pasien yaitu memberikan pelayanan medis secara menyeluruh, koordinasi perawatan pasien, pencegahan penyakit, pemantauan janga panjagng, dan penanganan kasus yang kompleks.

Dokter spesialis penyakit dalam adalah dokter yang menangani berbagai penyakit pada organ dalam, seperti jantung, paru-paru, ginjal, hati, dan saluran pencernaan. Dokter ini merupakan lulusan dokter umum yang melanjutkan pendidikan khusus di bidang penyakit dalam.
Anda dapat periksa ke dokter spesialis penyakit dalam jika mengalami keluhan yang tidak kunjung membaik, seperti demam lama, mudah lelah, nyeri dada, atau gangguan pencernaan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan agar penyebab keluhan diketahui dan ditangani dengan tepat.
Penyakit yang Ditangi Dokter Sepsialis Penyakit Dalam
Dokter spesialis penyakit dalam berperan penting dalam menangani berbagai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan organ dalam tubuh. Mereka tidak hanya fokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga membantu pasien dalam menjaga kondisi agar tidak berkembang menjadi lebih parah.
Melalui pemeriksaan menyeluruh dan perencanaan perawatan yang sesuai, dokter spesialis penyakit dalam membantu pasien mengelola kondisi kronis, mengatasi infeksi, serta menjaga kesehatan secara menyeluruh melalui pencegahan dan perawatan jangka panjang.
1. Penyakit Kronis (Chronic Conditions)
Kondisi kronis umumnya melibatkan organ dalam dan memerlukan perawatan jangka panjang. Dokter spesialis penyakit dalam membantu merancang rencana pengobatan serta memberikan panduan gaya hidup agar kondisi tetap terkendali. Beberapa penyakit kronis yang dokter tangani meliputi:
- Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
- Diabetes Melitus (Tipe 1 dan Tipe 2)
- Gangguan Tiroid
- Penyakit Jantung
- Asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
- Arthritis
Baca Juga: Penyakit yang Ditangani oleh Dokter Bedah Saraf, Apa Saja?
2. Penyakit Infeksi (Infectious Diseases)
Penyakit infeksi bisa menyerang siapa saja dan dapat bersifat akut maupun berulang. Dokter penyakit dalam menangani infeksi ini dengan pengobatan yang tepat dan perubahan gaya hidup agar pemulihan lebih cepat. Jenis penyakit infeksi yang umum dokter tangani antara lain:
- Infeksi Saluran Pernapasan (flu musiman, bronkitis, hingga pneumonia)
- Infeksi Saluran Kemih (ISK)
- Infeksi Saluran Pencernaan (keracunan makanan atau infeksi bakteri)
- Infeksi Kulit (selulitis, jamur, ruam, dan lainnya)
- COVID 19 dan penyakit virus lainnya
3. Gangguan Pencernaan dan Saluran Cerna (Digestive and Gastrointestinal Issues)
Kesehatan pencernaan sangat penting karena menjadi dasar bagi kebugaran tubuh secara keseluruhan. Dokter penyakit dalam membantu menilai kondisi pasien berdasarkan pola makan, gaya hidup, serta pemicu yang menyebabkan gangguan pencernaan. Beberapa gangguan yang dokter tangani meliputi:
- Lambung
- Irritable Bowel Syndrome (IBS)
- Tukak Lambung (Peptic Ulcer)
- Penyakit Hati (sering membutuhkan kerja sama dengan dokter spesialis lain)
4. Gangguan Kesehatan Mental dan Saraf (Mental Health and Neurological Conditions)
Selain menangani organ dalam, dokter penyakit dalam juga dapat membantu pasien yang mengalami gangguan mental ringan dan saraf. Penanganan untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Gangguan yang biasanya dokter tangani meliputi:
- Depresi dan Kecemasan
- Insomnia dan Gangguan Tidur
- Sakit Kepala dan Migrain
- Neuropati Perifer
5. Perawatan Pencegahan dan Pemeliharaan Kesehatan (Preventive Care and Health Maintenance)
Fokus utama dokter penyakit dalam tidak hanya mengobati, tetapi juga mencegah timbulnya penyakit melalui pemeriksaan dan edukasi gaya hidup sehat. Tujuannya agar pasien tetap sehat dan terhindar dari penyakit serius. Layanan pencegahan mencakup:
- Pemeriksaan Kesehatan Rutin (Medical Check-Up)
- Vaksinasi (flu, tetanus, COVID-19, dan lainnya)
- Skrining Kanker (payudara, usus besar, prostat, dan serviks)
- Konseling Gaya Hidup (pola makan, olahraga, berhenti merokok, dan alkohol)
6. Gangguan Sistem Endokrin (Endocrine System Disorders)
Sistem endokrin berperan menghasilkan hormon yang mengatur berbagai fungsi tubuh, seperti metabolisme, pertumbuhan, dan reproduksi. Gangguan pada sistem ini dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh. Beberapa gangguan endokrin yang dokter tangani antara lain:
- Diabetes
- Gangguan Tiroid
- Gangguan Kelenjar Adrenal
- Gangguan Kelenjar Pituitari
- Gangguan Ovarium dan Testis
7. Gangguan Sistem Saraf (Neurological Disorders)
Dokter spesialis penyakit dalam juga dapat membantu mendiagnosis dan menangani gangguan yang memengaruhi otak, saraf tulang belakang, dan sistem saraf perifer. Pengobatan bertujuan mengurangi gejala serta mencegah kerusakan saraf lebih lanjut. Beberapa gangguan saraf yang sering dokter tangani meliputi:
Baca Juga: Mengenal Endokrinologi dan Penyakit yang Ditanganinya
Tugas Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Dokter spesialis penyakit dalam memiliki peran penting dalam menjaga dan memantau kesehatan orang dewasa secara menyeluruh. Mereka tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga pada pencegahan, pemantauan jangka panjang, dan pengelolaan berbagai kondisi medis yang kompleks.
Melalui pendekatan menyeluruh dan penanganan yang terintegrasi, dokter spesialis penyakit dalam membantu pasien memahami kondisi kesehatannya, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup dengan perawatan yang tepat dan berkelanjutan.
1. Pelayanan Medis yang Komprehensif
Salah satu tugas dokter spesialis penyakit dalam adalah memberikan pelayanan medis secara menyeluruh bagi pasien dewasa. Mereka mendiagnosis dan menangani berbagai kondisi medis yang melibatkan organ tubuh bagian dalam serta merancang rencana perawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
Pendekatan ini memastikan setiap pasien mendapatkan terapi yang sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahan penyakitnya. Dengan begitu, pasien dapat memperoleh hasil pengobatan yang lebih efektif dan cepat pulih dari gangguan kesehatannya.
2. Koordinasi Perawatan Pasien
Dokter penyakit dalam juga berperan dalam mengoordinasikan perawatan bagi pasien dengan kondisi medis yang kompleks. Mereka bekerja sama dengan dokter spesialis lain untuk memastikan setiap aspek kesehatan pasien mendapatkan perhatian yang tepat.
Hal ini sangat penting terutama bagi pasien lansia atau yang memiliki lebih dari satu penyakit kronis, karena dokter penyakit dalam membantu menyatukan semua perawatan agar tidak saling bertentangan dan hasilnya tetap optimal.
3. Perawatan Pencegahan (Preventive Care)
Selain menangani penyakit, tugas dokter spesialis penyakit dalam juga mencakup upaya pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan rutin dan vaksinasi. Mereka membantu pasien menjaga gaya hidup sehat agar terhindar dari risiko penyakit kronis di kemudian hari.
Dengan bimbingan dokter, pasien dapat membentuk kebiasaan seperti pola makan seimbang, olahraga teratur, serta manajemen stres yang efektif untuk menjaga daya tahan tubuh dan keseimbangan metabolisme.
4. Pemantauan Jangka Panjang (Continuity of Care)
Dokter spesialis penyakit dalam biasanya membangun hubungan jangka panjang dengan pasiennya. Hubungan ini memungkinkan mereka untuk memantau perkembangan kesehatan pasien secara berkala dan menyesuaikan rencana perawatan bila Anda perlukan.
Pendekatan berkelanjutan ini sangat bermanfaat bagi penderita penyakit kronis, seperti diabetes atau hipertensi karena membantu menjaga kondisi tetap stabil dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
5. Penanganan Kasus Medis yang Kompleks
Dokter penyakit dalam juga memiliki keahlian dalam menangani kasus medis yang sulit atau melibatkan banyak sistem tubuh sekaligus. Mereka sering menjadi rujukan bagi dokter lain ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan analisis mendalam.
Dengan kemampuan analitis yang kuat, dokter spesialis penyakit dalam membantu memastikan pasien mendapatkan diagnosis yang tepat dan pengobatan terbaik sesuai kondisi kesehatannya. Rata-rata biaya konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit berkisar antara Rp200.000 hingga Rp500.000, tergantung pada lokasi dan fasilitas yang Anda pilih. Kabar baiknya, layanan ini biasanya dapat BPJS kesehatan tanggung sesuai ketentuan yang berlaku, terutama untuk kasus rujukan dari faskes tingkat pertama.
Baca Juga: Mengenal Peran Dokter Radiologi dan Kondisi Medis yang Ditangani
Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source
- HJ HOSPITALS. Common Conditions Treated By Internal Medicine Physicians. Januari 2026
- ACCES HEALTH CARE. What does an internal medicine doctor treat. Januari 2026



