Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Beranda
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Cari Dokter
  • Center of Excellence
  • Artikel
  1. Beranda
  2. ›
  3. Artikel Kesehatan
  4. ›
  5. Apa Itu Alzheimer? Penyebab, Gejala, Pengobatan
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Apa Itu Alzheimer? Penyebab, Gejala, Pengobatan
Riva
Rabu, 25 September 2024 / Published in Artikel Kesehatan

Apa Itu Alzheimer? Penyebab, Gejala, Pengobatan

Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan perubahan perilaku, dan paling sering dialami orang berusia 65 tahun ke atas. Penyebab pastinya belum diketahui, namun diduga terkait penumpukan protein beta-amiloid di otak. Gejala Alzheimer berkembang secara bertahap, mulai dari gejala ringan seperti sering lupa percakapan baru hingga gejala berat seperti kehilangan kemampuan bicara dan mengenali orang terdekat. Belum ada obat yang menyembuhkan Alzheimer secara total, tapi pengobatan dan terapi dapat memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

lansia terkena penyakit Alzheimer

Alzheimer adalah jenis gangguan demensia.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Alzheimer?
  • Jenis Alzheimer
    • 1. Alzheimer Early Onset
    • 2. Alzheimer Late Onset
  • Penyebab Alzheimer
  • Faktor Risiko Penyebab Alzheimer
  • Gejala Alzheimer
    • Tahap Awal Alzheimer
    • Tahap Menengah Alzheimer
    • Tahap Lanjut Alzheimer
  • Diagnosis Penyakit Alzheimer
  • Komplikasi Alzheimer
  • Cara Mengatasi Alzheimer
    • 1. Mengelola Perubahan Perilaku
    • 2. Konsumsi Obat Medis
  • Cara Mencegah Alzheimer
  • Pengobatan Alzheimer ke Dokter
  • FAQ
    • Apakah Alzheimer bisa disembuhkan?
    • Apa beda Alzheimer dan demensia?
    • Di usia berapa Alzheimer biasanya muncul?
    • Apakah Alzheimer bisa dicegah?
    • Apakah Alzheimer bisa diturunkan secara genetik?

Apa Itu Alzheimer?

Penyakit Alzheimer adalah kondisi kelainan otak yang menyebabkan penurunan progresif, seperti ketidakmampuan mengingat, berpikir, belajar, dan mengatur sesuatu. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalani kegiatan sehari-hari.

Alzheimer menjadi salah satu penyebab paling umum dari demensia. Kondisi Alzheimer membuat penderitanya mengalami penumpukan plak dan penyusutan otak. Selain itu, Alzheimer juga terjadi akibat hilangnya koneksi antar sel saraf atau neuron di otak.

Baca juga: Mengenal Penyakit Amnesia, Jenis hingga Penyebabnya

Jenis Alzheimer

Terdapat 2 jenis utama penyakit Alzheimer, sebagai berikut:

1. Alzheimer Early Onset

Umumnya, penyakit alzheimer sering kali menyerang lansia atau usia di atas 65 tahun. Namun, jenis Alzheimer early onset dapat dialami oleh orang yang berusia 30-40 tahun.

Sampai saat ini, para ahli belum mengetahui penyebab utama dari munculnya Alzheimer jenis ini. Kondisi ini diduga berasal dari kerusakan protein yang membunuh sel saraf di otak.

2. Alzheimer Late Onset

Penyakit Alzheimer late onset adalah bentuk umum demensia yang muncul setelah usia 65 tahun. Kondisi ini menyebabkan penderita sulit mengingat, tidak dapat memahami bahasa, dan ketidakmampuan memecahkan suatu masalah.

Alzheimer late onset biasanya dimulai dari gejala ringan dan semakin buruk seiring berjalannya waktu. Kondisi ini terbagi atas beberapa tahapan, seperti:

  • Praklinis: Tidak memiliki gejala yang signifikan tetapi perubahan otak dapat terlihat melalui CT scan atau pencitraan.
  • Ringan atau tahapan awal: Penderita mungkin merasa sehat tetapi mengalami kesulitan dalam berpikir dan mengingat.
  • Sedang: Kondisi ini membutuhkan bantuan profesional dan rekan terdekat, seperti anggota keluarga untuk mengurangi risiko penyakit yang semakin parah.
  • Parah atau tahapan akhir: Kondisi ini menimbulkan gangguan fisik, seperti kejang dan tidak mampu berkomunikasi secara efektif.

Penyebab Alzheimer

Penyebab Alzheimer cenderung kompleks karena dipengaruhi oleh sel dan zat kimia di otak. Kondisi ini terjadi karena adanya beberapa faktor, antara lain:

  • Plak amiloid: Plak ini memicu endapan di luar sel otak yang mampu menghambat fungsi sel dalam menyampaikan sinyal ke seluruh tubuh.
  • Kekusutan neurofibrilar: Kondisi ini merupakan endapan di dalam sel otak yang dapat membunuh sel dengan menghalangi pasokan makanan dan energi.
  • Kerusakan neuron: Kondisi ini memicu penyusutan pada korteks atau lapisan terluar otak sehingga tubuh mengalami gangguan pada memori, bahasa, dan penilaian.

Selain itu, para ahli percaya bahwa penderita Alzheimer bisa disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, gaya hidup, dan lingkungan. Penyakit ini paling sering menyerang bagian otak yang mengendalikan memori, seperti lobus temporal. Akibatnya, penderita kehilangan ingatan dan tidak mampu menjalani kegiatan sehari-hari secara normal.  

Baca juga: Apakah Amnesia Bisa Disembuhkan?

Faktor Risiko Penyebab Alzheimer

Ada sejumlah faktor risiko yang bisa memicu penyakit Alzheimer, antara lain:

  • Lansia atau usia di atas 65 tahun
  • Riwayat keluarga dan genetika
  • Mengalami sindrom Down
  • Lebih sering terjadi pada wanita daripada pria karena cenderung hidup lebih lama
  • Mengalami gangguan kognitif ringan, seperti penurunan daya ingat dan keterampilan berpikir
  • Adanya trauma di kepala
  • Sering terkena paparan polusi udara
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Memiliki pola tidur yang buruk, seperti sulit tidur atau sering tidur
  • Gaya hidup tidak sehat, seperti malas berolahraga, obesitas, dan merokok.

Gejala Alzheimer

Gejala Alzheimer umumnya berkembang secara bertahap dan akan semakin berat seiring waktu. Pada awalnya keluhan mungkin hanya berupa gangguan daya ingat ringan, tetapi pada tahap lanjut penyakit dapat memengaruhi kemampuan berpikir, berkomunikasi, hingga melakukan aktivitas sehari-hari.

Tahap Awal Alzheimer

Pada tahap awal, gejala sering kali masih ringan sehingga mudah dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Beberapa tanda yang dapat muncul meliputi:

  • Sering lupa terhadap percakapan atau kejadian yang baru terjadi.
  • Meletakkan barang di tempat yang tidak semestinya lalu kesulitan menemukannya kembali.
  • Sulit mengingat nama orang, tempat, atau benda yang sudah dikenal.
  • Kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara.
  • Mengajukan pertanyaan yang sama secara berulang.
  • Kemampuan mengambil keputusan atau menilai suatu situasi mulai menurun.
  • Menjadi lebih ragu atau enggan mencoba hal-hal baru.
  • Mengalami perubahan suasana hati, seperti lebih mudah cemas, gelisah, atau sesekali tampak bingung.

Tahap Menengah Alzheimer

Pada tahap ini, gangguan daya ingat dan kemampuan berpikir menjadi lebih jelas sehingga penderita biasanya mulai membutuhkan bantuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Sulit mengingat nama anggota keluarga atau teman dekat.
  • Kesulitan mengenali orang-orang yang sebelumnya dikenal.
  • Mudah bingung terhadap waktu, tempat, atau arah sehingga berisiko tersesat.
  • Menunjukkan perilaku yang berulang, impulsif, atau terlalu terpaku pada suatu hal.
  • Memiliki keyakinan yang tidak sesuai kenyataan atau merasa curiga berlebihan terhadap orang di sekitarnya.
  • Mengalami kesulitan berbicara atau memahami bahasa.
  • Pola tidur menjadi tidak teratur.
  • Suasana hati sering berubah, seperti mudah sedih, cemas, marah, atau frustrasi.
  • Kesulitan memperkirakan jarak atau memahami posisi suatu benda.
  • Mengalami halusinasi, yaitu melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
  • Membutuhkan bantuan untuk makan, mandi, berpakaian, atau menggunakan toilet.

Tahap Lanjut Alzheimer

Pada tahap lanjut, gejala menjadi semakin berat sehingga penderita biasanya memerlukan perawatan dan pendampingan penuh. Kondisi ini dapat memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan sehari-hari.

  • Halusinasi atau delusi menjadi lebih sering atau semakin berat.
  • Perilaku berubah, seperti mudah marah, berteriak, atau bersikap agresif.
  • Sering gelisah atau mengulang pertanyaan maupun ucapan yang sama berkali-kali.
  • Kesulitan mengunyah dan menelan makanan (disfagia).
  • Sulit mengubah posisi tubuh atau bergerak tanpa bantuan orang lain.
  • Mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan.
  • Tidak mampu mengontrol buang air kecil atau buang air besar.
  • Kemampuan berbicara semakin menurun hingga dapat kehilangan kemampuan berkomunikasi.
  • Gangguan memori jangka pendek maupun jangka panjang menjadi sangat berat.
  • Membutuhkan bantuan penuh untuk makan, berpindah tempat, menjaga kebersihan diri, dan aktivitas sehari-hari lainnya.

Diagnosis Penyakit Alzheimer

Dokter dapat melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik pada area kepala untuk mendiagnosis penyakit Alzheimer. Pemeriksaan ini meliputi beberapa tes, seperti:

  • Tes kognitif dan memori: Tes ini mampu menilai kemampuan berpikir dan mengingat penderita.
  • Tes fungsi neurologis: Pemeriksaan ini dapat menguji keseimbangan, indra, dan reflek tubuh penderita
  • Pemeriksaan darah atau urine: Tes ini bertujuan untuk mengetahui penyebab lain dari gejala
  • CT scan atau MRI scan otak: Bertujuan untuk melihat perubahan pada otak dan mengetahui masalah kesehatan lainnya, seperti stroke, trauma, atau tumor.

Komplikasi Alzheimer

Penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, antara lain:

  • Mudah merasa gelisah dan cemas
  • Mengalami gangguan pada kandung kemih dan usus
  • Mengalami gejala depresi, seperti perubahan suasana hati, masalah tidur, dan sulit berkonsentrasi
  • Memicu trauma kepala dan patah tulang akibat tubuh tidak mampu menjaga keseimbangan
  • Mengalami gejala pneumonia, seperti demam, batuk, dan sesak napas
  • Sering meninggalkan rumah dan lupa jalan pulang
  • Kekurangan nutrisi dan dehidrasi

Cara Mengatasi Alzheimer

Hingga saat ini tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini secara total. Namun, obat-obatan tertentu bisa mengurangi gejala untuk sementara.

Bahkan, pengobatan dan perawatan lain juga mampu mengatasi gejala perilaku pada penderita. Berikut beberapa cara untuk mengatasi Alzheimer:

1. Mengelola Perubahan Perilaku

Penderita dapat mengalami perubahan perilaku, seperti mudah tersinggung, cenderung lebih sensitif, dan emosi tidak stabil. Untuk mengatasinya dengan melakukan beberapa cara, antara lain:

  • Tidak mengubah tata letak atau ruangan tempat tinggal penderita
  • Memantau rasa nyaman penderita
  • Menyediakan benda favorit, seperti boneka kesayangan atau selimut
  • Alihkan perhatian apabila penderita mengalami stres
  • Tidak berdebat dengan penderita

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Amnesia

2. Konsumsi Obat Medis

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah menyetujui beberapa obat resep untuk meredakan gejala penyakit ini. Obat ini disebut sebagai penghambat kolinesterase yang mampu meringankan gejala kognitif, seperti hilang ingatan, kebingungan, dan perubahan proses berpikir.

Berikut beberapa 3 obat umum untuk mengatasi penyakit Alzheimer:

  • Donepezil (Aricept): Obat ini mampu mengatasi gejala ringan hingga berat pada penderita. Mulai dari, masalah ingatan hingga ketidakmampuan untuk berkomunikasi.
  • Galantamine (Razadyne): Obat ini bertujuan untuk meredakan gejala ringan hingga sedang, seperti halusinasi, ketidakmampuan mempelajari hal-hal baru, dan perilaku impulsif.
  • Rivastigmine (Exelon): Obat ini berfungsi untuk mengatasi gejala mudah lupa, sulit berpikir, dan sulit berkonsentrasi.
  • Memantine (Namenda): Berfungsi untuk mengobati gejala penyakit kelainan otak berat, seperti tidak dapat meninggalkan tempat tidur sepanjang waktu dan ketergantungan pada orang lain.

Cara Mencegah Alzheimer

Penelitian membuktikan bahwa menjalani gaya hidup sehat bisa membantu untuk melindungi otak dari penurunan fungsi kognitif. Berikut beberapa gaya hidup sehat yang mampu mengurangi risiko terkena penyakit ini:

  • Mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan, seperti buah beri, alpukat, dan bayam
  • Sering berbicara dengan teman, keluarga, atau saudara dekat
  • Ikut kelompok atau komunitas tertentu untuk meningkatkan interaksi sosial
  • Rajin berolahraga untuk meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak
  • Melatih fokus dengan permainan papan, membaca, atau mengerjakan teka-teki silang
  • Aktif menjalani hobi, seperti memainkan alat musik

Pengobatan Alzheimer ke Dokter

Segera konsultasikan ke dokter apabila Anda atau anggota keluarga mengalami tanda-tanda yang mengarah pada penyakit Alzheimer, terutama jika keluhan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu memastikan penyebab gangguan daya ingat sekaligus menentukan penanganan yang tepat.

Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami kondisi berikut:

  • Gejala tidak membaik, semakin berat, atau menimbulkan risiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
  • Gangguan daya ingat semakin sering terjadi atau semakin memburuk.
  • Sering lupa terhadap nama orang, lokasi, atau kejadian yang baru saja terjadi.
  • Kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.
  • Mengalami kebingungan terhadap waktu, tempat, atau arah saat berada di lingkungan yang sudah dikenal.
  • Sulit berbicara, memahami percakapan, atau menemukan kata yang tepat saat berkomunikasi.
  • Terjadi perubahan perilaku atau kepribadian, seperti mudah marah, curiga berlebihan, menarik diri dari lingkungan sosial, atau kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai.

Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan. Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU).

Yuk, jaga dan cek kondisi kesehatan Anda sekeluarga bersama Ciputra Hospital!

FAQ

Apakah Alzheimer bisa disembuhkan?

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan Alzheimer secara total. Pengobatan yang tersedia bertujuan memperlambat perkembangan penyakit, mengurangi gejala, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Apa beda Alzheimer dan demensia?

Demensia adalah istilah umum untuk penurunan fungsi kognitif akibat berbagai penyebab, sedangkan Alzheimer adalah salah satu jenis penyakit spesifik yang menjadi penyebab paling umum dari demensia.

Di usia berapa Alzheimer biasanya muncul?

Alzheimer paling sering muncul pada usia 65 tahun ke atas, meski pada kasus yang jarang (early onset) juga bisa terjadi pada usia lebih muda.

Apakah Alzheimer bisa dicegah?

Alzheimer belum bisa dicegah sepenuhnya, namun risikonya dapat dikurangi dengan gaya hidup sehat, seperti melatih fungsi kognitif, menjaga pola makan bergizi, rutin berolahraga, dan mengelola kondisi kardiovaskular.

Apakah Alzheimer bisa diturunkan secara genetik?

Faktor genetik dan riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko Alzheimer, namun memiliki anggota keluarga dengan Alzheimer tidak berarti seseorang pasti akan mengalaminya juga.

Ditinjau secara medis oleh dr. Anton, terakhir pada 8 Juli 2026
Diterbitkan 25 September 2024
Ditulis oleh Tim Konten Medis

Artikel Terkait

  • Penyakit hidrosefalus
    Penyakit Hidrosefalus: Gejala, Penyebab, dan PengobatanGangguan Penyakit
  • penyakit flu babi
    Penyakit Flu Babi: Penyebab, Gejala, dan PengobatanGangguan Penyakit
  • gejala kanker tenggorokan
    Apa Itu Kanker Tenggorokan? Penyebab, Gejala, PengobatanPenyakit Kanker
  • tinnitus telinga berdenging
    Penyakit Tinnitus: Penyebab, Gejala, dan PengobatanGangguan Penyakit
  • sembelit atau konstipasi
    Apa Itu Sembelit? Penyebab, Gejala, dan PengobatanSistem Pencernaan
  • penyakit kanker otak
    Apa Itu Kanker Otak? Penyebab, Gejala, dan PengobatanPenyakit Kanker
  • Kanker Esofagus - Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
    Kanker Esofagus - Gejala, Penyebab, dan PengobatanPenyakit Kanker
Tagged under: Gangguan Penyakit, Kesehatan Otak, Kesehatan Saraf

Artikel Terkait

  • Penyakit hidrosefalus
    Penyakit Hidrosefalus: Gejala, Penyebab, dan PengobatanGangguan Penyakit
  • penyakit flu babi
    Penyakit Flu Babi: Penyebab, Gejala, dan PengobatanGangguan Penyakit
  • gejala kanker tenggorokan
    Apa Itu Kanker Tenggorokan? Penyebab, Gejala, PengobatanPenyakit Kanker
  • tinnitus telinga berdenging
    Penyakit Tinnitus: Penyebab, Gejala, dan PengobatanGangguan Penyakit
  • sembelit atau konstipasi
    Apa Itu Sembelit? Penyebab, Gejala, dan PengobatanSistem Pencernaan
  • penyakit kanker otak
    Apa Itu Kanker Otak? Penyebab, Gejala, dan PengobatanPenyakit Kanker
  • Kanker Esofagus - Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
    Kanker Esofagus - Gejala, Penyebab, dan PengobatanPenyakit Kanker

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP
Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

GET SOCIAL

Rumah Sakit

  • Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
    Cari Dokter Tangerang
  • Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
    Cari Dokter Jakarta
  • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    Cari Dokter Banjarmasin
  • Ciputra Hospital Surabaya
    Cari Dokter Surabaya

Klinik

  • Ciputra Medical Center
    Kesehatan Umum
    Cari Dokter di Mega Kuningan
  • Ciputra SMG Eye Clinic
    Klinik Mata · Lasik & Katarak
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
    Cari Dokter di Surabaya
  • C Derma
    Kulit & Estetika
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
  • Ciputra IVF
    Fertilitas & Bayi Tabung
    Cari Dokter di CitraGarden City
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
  • Ciputra Cardiac Center
    Pusat Jantung
    Cari Dokter Jantung
  • Ciputra Cancer Center
    Pusat Kanker
    CitraGarden Jakarta Barat

Hubungi Kami

WhatsApp Kami Karir / Lowongan
Events

© 2026 PT Ciputra Health. All rights reserved.

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Direktori Dokter