Ditulis oleh Tim Konten Medis
Makanan beta karoten bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, kulit, sistem imun, hingga menurunkan risiko penyakit jantung. Senyawa ini juga penting untuk ibu hamil dan membantu vitalitas pria. Kebutuhan beta karoten harian setara dengan sekitar 3.000-6.000 mikrogram provitamin A.

Beta karoten adalah pigmen alami yang memberikan warna oranye, kuning, dan merah pada sayur serta buah. Senyawa ini berfungsi sebagai provitamin A, yang berarti tubuh dapat mengubahnya menjadi vitamin A untuk mendukung berbagai fungsi penting.
Selain itu, beta karoten juga dikenal sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung beta karoten secara rutin, tubuh bisa mendapatkan manfaat besar untuk kesehatan mata, kulit, kekebalan, hingga kesehatan jantung.
Manfaat Beta Karoten untuk Tubuh
Beta karoten adalah senyawa alami yang berfungsi sebagai provitamin A dan banyak ditemukan pada sayur serta buah berwarna oranye, kuning, dan hijau tua. Tubuh dapat mengubah beta karoten menjadi vitamin A yang berperan penting untuk kesehatan mata, kulit, sistem imun, hingga mencegah berbagai penyakit.
Selain itu, beta karoten juga dikenal sebagai antioksidan kuat yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Mengonsumsi makanan dengan kandungan beta karoten secara rutin dapat memberikan banyak manfaat jangka panjang bagi kesehatan.
1. Menjaga Kesehatan Mata
Salah satu fungsi dari beta karoten yang paling dikenal adalah menjaga kesehatan mata. Nutrisi ini dapat membantu mengurangi risiko degenerasi makula dan memperlambat penurunan fungsi penglihatan seiring bertambahnya usia.
Konsumsi rutin makanan dengan kandungan beta karoten seperti wortel, bayam, atau ubi jalar bisa membantu menjaga ketajaman penglihatan.
2. Meningkatkan Fungsi Otak
Manfaat beta karoten bagi tubuh juga berkaitan dengan daya ingat dan konsentrasi. Antioksidan dalam beta karoten mampu melindungi sel otak dari kerusakan, sehingga dapat mendukung fungsi kognitif lebih optimal.
Asupan jangka panjang dapat membantu menurunkan risiko penurunan daya ingat dan menjaga kesehatan otak hingga usia lanjut.
3. Melindungi Kesehatan Kulit
Manfaat beta karoten untuk wajah dan kulit datang dari sifat antioksidannya yang membantu melawan kerusakan akibat paparan sinar matahari. Nutrisi ini berperan dalam menjaga kelembapan, elastisitas, dan penampilan kulit agar tetap sehat.
Meski tidak bisa menggantikan tabir surya, konsumsi makanan tinggi beta karoten dapat memberi perlindungan tambahan dari dalam tubuh.
4. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Beta karoten membantu mencegah oksidasi kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Proses ini penting karena kolesterol yang teroksidasi bisa memicu penyumbatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Dengan rutin mengonsumsi makanan dengan kandungan beta karoten, tubuh lebih terlindungi dari risiko gangguan kardiovaskular.
5. Mendukung Kesehatan Paru-Paru
Vitamin A yang terbentuk dari beta karoten berperan penting dalam menjaga fungsi paru-paru tetap sehat. Asupan sayur dan buah yang kaya beta karoten dikaitkan dengan penurunan risiko masalah pernapasan dan kanker paru. Namun, manfaat terbesar diperoleh dari sumber alami, bukan dari suplemen buatan.
Baca Juga: 13 Pilihan Makanan yang Mengandung Banyak Vitamin A
6. Meningkatkan Sistem Imun
Manfaat beta karoten bagi tubuh juga mencakup penguatan sistem kekebalan. Vitamin A yang dihasilkan dari beta karoten berfungsi menjaga lapisan pelindung tubuh, mendukung kesehatan saluran pencernaan, serta meningkatkan kemampuan tubuh melawan infeksi. Dengan begitu, imunitas tubuh tetap terjaga dalam melawan penyakit.
7. Menurunkan Risiko Beberapa Jenis Kanker
Konsumsi makanan kaya beta karoten dapat membantu mengurangi risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker prostat, hingga kanker kulit. Antioksidan bekerja dengan menekan kerusakan sel yang bisa berkembang menjadi kanker. Hal ini menjadikan beta karoten sebagai nutrisi penting untuk perlindungan tubuh jangka panjang.
8. Menjaga Kesehatan Ibu Hamil
Manfaat beta karoten untuk ibu hamil sangat penting karena berperan dalam mendukung pertumbuhan janin, menjaga kesehatan mata, dan meningkatkan sistem imun. Selain itu, beta karoten juga membantu mencukupi kebutuhan vitamin A tanpa risiko kelebihan dosis, sehingga aman untuk dikonsumsi melalui sayur dan buah segar.
9. Membantu Memperlambat Penuaan
Kandungan antioksidan pada beta karoten membantu melawan kerusakan sel akibat radikal bebas yang menjadi salah satu penyebab penuaan dini. Dengan mengonsumsi makanan dengan kandungan beta karoten, kulit dan organ tubuh tetap lebih sehat serta proses penuaan dapat berjalan lebih lambat.
10. Menunjang Vitalitas Pria
Manfaat beta karoten untuk pria berkaitan dengan kesehatan reproduksi dan energi tubuh. Nutrisi ini membantu menjaga kualitas sperma, mendukung fungsi imun, serta meningkatkan stamina.
Mengonsumsi sayuran berwarna oranye dan hijau gelap secara rutin dapat memberikan perlindungan tambahan bagi kesehatan pria.
Baca Juga: 9 Dampak Negatif Akibat Kekurangan Vitamin A bagi Tubuh
Efek Samping Kelebihan Beta Karoten
Meski bermanfaat, konsumsi berlebihan juga bisa menimbulkan efek samping kelebihan beta karoten. Jika tubuh mendapatkan asupan terlalu tinggi dari makanan atau suplemen, kulit bisa mengalami perubahan warna menjadi kekuningan atau oranye, kondisi ini disebut carotenodermia.
Walaupun tidak berbahaya, kondisi ini bisa membuat penampilan kulit terlihat berbeda. Selain itu, akibat kelebihan beta karoten dari suplemen justru bisa berisiko bagi orang yang merokok.
Suplemen dengan dosis tinggi dapat meningkatkan kemungkinan masalah kesehatan, termasuk kanker paru. Di sisi lain, terlalu banyak antioksidan dalam bentuk suplemen juga dapat mengganggu penyerapan nutrisi lain.
Oleh karena itu, cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan beta karoten yaitu melalui makanan alami seperti wortel, ubi jalar, atau bayam, bukan dengan suplemen dosis tinggi.
Baca Juga: 7 Vitamin dan Mineral untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Sumber Beta Karoten Terbaik
Beta karoten alami banyak ditemukan pada sayur dan buah berwarna oranye, kuning, merah, serta sayuran hijau tua. Wortel, ubi jalar, labu, bayam, dan kangkung termasuk makanan yang mengandung beta karoten dalam jumlah tinggi.
Buah yang mengandung beta karoten juga cukup beragam, misalnya melon, aprikot, pepaya, dan paprika merah atau kuning. Menariknya, beberapa rempah seperti paprika bubuk, cabai, peterseli, hingga ketumbar juga bisa menjadi sumber tambahan beta karoten dalam menu harian.
Kandungan beta karoten akan lebih mudah diserap tubuh bila dikonsumsi bersama lemak sehat, seperti minyak zaitun, alpukat, kacang, atau biji-bijian. Bahkan, beberapa jenis sayuran seperti wortel justru melepaskan lebih banyak beta karoten ketika dimasak dibandingkan saat masih mentah.
Jadi, mengombinasikan berbagai makanan dengan kandungan beta karoten dengan cara olah yang tepat dapat membantu tubuh mendapatkan manfaat maksimal dari senyawa ini.
Jika Anda atau keluarga Anda memiliki efek samping beta karoten, Segera kunjungi Ciputra Hospital, dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh Dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- healthline. Benefits of Beta Carotene and How to Get It. Januari 2026.
- health. Health Benefits of Beta-Carotene. Januari 2026.
- WebMD. Health Benefits of Beta Carotene. Januari 2026.





