Ciri-ciri kanker payudara yang umum adalah terdapat benjolan di sekitar kulit. Gejala ini umumnya diikuti dengan perubahan bentuk dan ukuran payudara hingga puting susu yang tertarik ke dalam (retraksi).

Umumnya benjolan kanker payudara terasa kencang dan keras, bentuknya pun tidak teratur.
Kanker payudara adalah jenis kanker yang terjadi pada payudara ketika sel-sel tumbuh tidak terkendali. Penting untuk mengenali ciri kanker payudara sejak dini hingga menjadi ganas. Pasalnya setiap orang memiliki gejala kanker payudara yang berbeda. Bahkan ada yang tidak merasakannya sama sekali.
Gejala Kanker Payudara Stadium Awal yang Sering Diabaikan
Pada tahap awal, kanker payudara tidak menyakitkan. Gejala setiap stadium kanker payudara orang berbeda-beda. Beberapa ciri-ciri kanker payudara stadium awal yang umum termasuk:
1. Perubahan Bentuk dan Ukuran Payudara
Salah satu ciri-ciri kanker payudara stadium awal yang cukup sering terjadi adalah perubahan bentuk atau ukuran payudara. Perubahan ini biasanya muncul secara perlahan sehingga sering kali tidak disadari. Sebagian wanita mungkin merasa salah satu payudara tampak lebih besar, lebih kecil, atau terlihat tidak simetris dibanding sebelumnya.
Perubahan bentuk payudara dapat terjadi karena adanya pertumbuhan jaringan abnormal di dalam payudara. Kondisi ini dapat membuat area tertentu tampak membengkak, mengeras, atau berubah kontur. Pada beberapa kasus, kulit payudara juga dapat terlihat tertarik atau mengalami perubahan tekstur yang tidak biasa.
Meski perubahan ukuran payudara tidak selalu menandakan kanker, kondisi ini tetap perlu diwaspadai apabila terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung terus-menerus. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila perubahan bentuk payudara disertai benjolan, nyeri, atau perubahan pada kulit dan puting susu.
2. Perubahan Penampilan Salah Satu atau Kedua Puting
Kanker payudara juga dapat memengaruhi kondisi puting susu, baik pada salah satu maupun kedua payudara. Perubahan yang terjadi bisa berupa puting tampak masuk ke dalam, berubah warna, atau terlihat berbeda dibanding biasanya. Kondisi ini sering kali berkembang secara perlahan sehingga mudah diabaikan.
Selain perubahan bentuk, area di sekitar puting juga dapat mengalami iritasi, kulit kering, atau terasa bersisik. Pada beberapa wanita, puting terlihat lebih datar atau tampak tertarik ke arah dalam yang dikenal sebagai retraksi puting. Perubahan tersebut dapat terjadi akibat adanya jaringan abnormal yang menarik jaringan di sekitar puting.
Tidak semua perubahan puting disebabkan oleh kanker payudara, karena infeksi atau gangguan hormon juga dapat memicu kondisi serupa. Namun, apabila perubahan pada puting berlangsung lama dan tidak kunjung membaik, sebaiknya segera periksakan diri untuk mengetahui penyebabnya secara pasti.
3. Puting Susu Mengeluarkan Cairan Selain ASI
Keluarnya cairan dari puting susu sebenarnya tidak selalu berbahaya, terutama pada ibu menyusui. Akan tetapi, jika cairan keluar tanpa sebab yang jelas dan bukan ASI, kondisi ini perlu mendapat perhatian lebih. Cairan dapat berwarna bening, kuning, kehijauan, hingga bercampur darah.
Pada beberapa kasus kanker payudara, keluarnya cairan dari puting terjadi akibat adanya gangguan pada saluran susu di dalam payudara. Cairan biasanya keluar dari salah satu puting dan dapat muncul secara spontan tanpa ditekan. Kondisi ini terkadang disertai benjolan atau perubahan bentuk payudara lainnya.
Meski demikian, cairan pada puting juga bisa disebabkan oleh infeksi, perubahan hormon, atau efek samping obat tertentu. Oleh karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya, terutama jika cairan berlangsung terus-menerus atau disertai darah.
4. Nyeri pada Salah Satu atau Kedua Payudara
Nyeri payudara merupakan keluhan yang cukup umum dialami wanita dan sering berkaitan dengan perubahan hormon. Namun, nyeri yang muncul terus-menerus pada salah satu atau kedua payudara juga dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan, termasuk kanker payudara.
Nyeri akibat kanker payudara biasanya terasa berbeda dari nyeri menjelang menstruasi. Rasa sakit dapat muncul pada area tertentu, terasa menetap, dan terkadang disertai sensasi terbakar atau tertusuk. Beberapa wanita juga merasakan ketidaknyamanan saat menyentuh area payudara tertentu.
Walaupun sebagian besar kasus nyeri payudara bukan disebabkan oleh kanker, kondisi ini tetap tidak boleh diabaikan apabila berlangsung lama atau disertai gejala lain. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab kanker payudara pasti dan menentukan penanganan yang sesuai.
5. Benjolan yang Terasa di Dalam Payudara
Munculnya benjolan di dalam payudara merupakan salah satu gejala kanker payudara yang paling sering dikenali. Benjolan biasanya terasa keras, padat, dan memiliki bentuk yang tidak beraturan. Pada tahap awal, benjolan umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri sehingga banyak orang tidak menyadarinya.
Letak benjolan kanker payudara dapat terasa menempel pada jaringan di sekitarnya sehingga sulit digerakkan saat disentuh. Ukurannya pun dapat bertambah seiring waktu apabila tidak segera ditangani. Selain di payudara, benjolan juga bisa muncul di area ketiak akibat pembesaran kelenjar getah bening.
Namun, tidak semua benjolan pada payudara bersifat ganas. Beberapa kondisi seperti kista atau fibroadenoma juga dapat menyebabkan benjolan yang jinak. Meski begitu, setiap benjolan yang muncul secara tidak biasa tetap perlu diperiksa oleh dokter agar penyebabnya dapat diketahui sedini mungkin.
Baca Juga: Apa Itu Onkologi dan Peran Pada Kanker?
Ciri-Ciri Kanker Payudara Stadium Lanjut (Invasif)
Tahukah Anda? Beberapa tumor ganas begitu menyakitkan, terutama ketika mereka tumbuh dan berkembang menyebabkan tekanan pada struktur lain di payudara atau tumbuh melalui kulit. Gejala yang lebih spesifik untuk kanker payudara invasif atau ganas meliputi:
6. Payudara Teriritasi atau Gatal
Rasa gatal atau iritasi pada payudara sering dianggap sebagai masalah kulit biasa. Padahal, pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat menjadi salah satu tanda kanker payudara, terutama jika terjadi terus-menerus dan tidak kunjung membaik setelah menggunakan obat atau perawatan kulit tertentu.
Iritasi pada payudara dapat muncul akibat perubahan jaringan yang dipicu oleh pertumbuhan sel kanker. Area payudara mungkin terasa gatal, panas, kemerahan, atau tampak mengalami peradangan. Beberapa wanita juga merasakan kulit menjadi lebih sensitif dan mudah tidak nyaman saat bergesekan dengan pakaian.
Meski demikian, gatal pada payudara tidak selalu menandakan kanker karena dapat dipicu oleh alergi, eksim, atau iritasi kulit lainnya. Namun, apabila rasa gatal disertai perubahan bentuk payudara, benjolan, atau perubahan pada kulit dan puting, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan medis.
7. Payudara Berubah Warna Kemerahan atau Keunguan
Perubahan warna pada kulit payudara menjadi kemerahan atau keunguan juga perlu diwaspadai sebagai salah satu gejala kanker payudara. Perubahan ini biasanya terjadi akibat adanya peradangan atau gangguan pada aliran pembuluh darah dan jaringan limfatik di payudara.
Kulit payudara yang berubah warna dapat tampak seperti memar, ruam, atau area kemerahan yang tidak hilang dalam waktu lama. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga disertai pembengkakan, rasa hangat, atau nyeri pada area payudara tertentu. Gejala tersebut dapat menjadi tanda inflammatory breast cancer, yaitu jenis kanker payudara yang berkembang cukup agresif.
Meski perubahan warna kulit bisa dipicu infeksi atau iritasi ringan, kondisi ini tidak boleh diabaikan apabila terjadi tanpa penyebab yang jelas. Pemeriksaan ke dokter diperlukan untuk memastikan apakah perubahan warna tersebut berkaitan dengan kanker payudara atau kondisi kesehatan lainnya.
8. Payudara Terasa Keras atau Kencang
Perubahan tekstur payudara menjadi lebih keras atau terasa kencang dapat menjadi tanda adanya pertumbuhan sel abnormal di dalam jaringan payudara. Kondisi ini biasanya berbeda dari perubahan payudara akibat siklus menstruasi karena terasa menetap dan tidak kunjung hilang.
Sel kanker yang berkembang di dalam payudara dapat menyebabkan jaringan menjadi lebih padat dan kehilangan kelembutannya. Sebagian wanita menggambarkan sensasi ini seperti ada bagian payudara yang tertarik, menegang, atau terasa lebih berat dibanding biasanya. Perubahan tekstur ini terkadang muncul bersamaan dengan benjolan atau perubahan bentuk payudara.
Walaupun payudara terasa keras tidak selalu menandakan kanker, kondisi ini tetap perlu diperhatikan jika terjadi secara terus-menerus. Pemeriksaan medis sangat penting untuk mengetahui penyebab pasti dan memastikan apakah terdapat kelainan pada jaringan payudara.
9. Kulit Puting yang Mengelupas
Kulit puting yang mengelupas atau tampak bersisik bisa menjadi salah satu gejala kanker payudara yang sering tidak disadari. Kondisi ini dapat menyerupai iritasi kulit biasa sehingga banyak orang menganggapnya tidak berbahaya.
Perubahan pada kulit puting biasanya terjadi akibat pertumbuhan sel kanker di area sekitar puting dan saluran ASI. Kulit dapat terlihat kering, pecah-pecah, kemerahan, atau terasa gatal dan nyeri. Pada beberapa kasus, puting juga dapat mengeluarkan cairan atau tampak berubah bentuk.
Meski demikian, kulit puting yang mengelupas juga dapat dipicu oleh eksim atau infeksi kulit. Namun, jika kondisi berlangsung lama dan tidak membaik setelah perawatan biasa, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui lebih lanjut.
10. Kulit Payudara Seperti Kulit Jeruk
Salah satu tanda kanker payudara yang cukup khas adalah perubahan tekstur kulit payudara menyerupai kulit jeruk. Kondisi ini membuat permukaan kulit tampak berpori, menebal, dan tidak rata. Perubahan tersebut biasanya terjadi akibat penyumbatan saluran limfatik oleh sel kanker.
Kulit payudara yang menyerupai kulit jeruk sering disertai pembengkakan, kemerahan, atau rasa hangat pada payudara. Pada beberapa kasus, payudara juga tampak membesar dan terasa lebih berat dari biasanya. Gejala ini dapat menandakan bahwa kanker telah berkembang lebih lanjut dan memengaruhi jaringan di sekitarnya.
Meski kondisi ini tidak selalu berarti kanker stadium lanjut, perubahan tekstur kulit payudara tetap perlu mendapat perhatian medis segera. Pemeriksaan sedini mungkin dapat membantu mendeteksi penyebabnya dan meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
Baca Juga: Mengatasi Kanker: Meredakan Stres dan Bantuan Medis

Mammogram merupakan pemeriksaan sinar-X untuk mendeteksi tumor di payudara.
Tanda Kanker Payudara Kambuh Kembali
Tahukah Anda kanker payudara bisa kembali kambuh setelah perawatan? Sel kanker dapat tumbuh di tempat yang sama (lokal), kelenjar getah bening di dekat kanker sebelumnya (regional), atau di bagian tubuh yang lebih jauh (metastasis). Biasanya, kemungkinan kanker kambuh kembali paling tinggi terjadi dalam 2 tahun pertama setelah pengobatan.
1. Lokal
Gejala kanker yang muncul kembali di area yang sama dapat meliputi:
- Benjolan baru di payudara
- Benjolan di kulit dada
- Penebalan di dekat bekas luka operasi pengangkatan payudara (mastektomi)
2. Regional
Gejala regional yang muncul di area sekitar payudara dapat meliputi:
- Benjolan atau pembengkakan di bawah lengan, atas tulang selangka, atau dada
- Pembengkakan di lengan
- Nyeri atau mati rasa di lengan atau bahu
- Nyeri konstan di dada
- Kesulitan menelan
3. Metastasis
Setiap penderita harus mengetahui berapa lama kanker payudara menyebar, karena salah satu gejalanya jika sudah menyebar dapat berupa:
- Kebingungan
- Nyeri tulang
- Batuk kering
- Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan
- Sakit kepala parah
- Kesulitan melihat
- Kejang
- Masalah keseimbangan
Baca Juga: Cara Melakukan Sadari untuk Mendeteksi Kanker Payudara
Cara Mendeteksi Gejala Kanker Payudara Sejak Dini
Umumnya, benjolan di payudara tanda kanker bisa dirasakan sendiri pada kulit. Namun pada tahap awal, ukuran tumor masih kecil, sehingga jarang terlihat baik dengan sentuhan maupun mata telanjang.
Menurut American Cancer Society pemeriksaan rutin untuk mendeteksi kanker payudara lebih awal dapat diandalkan dengan mammogram. Mammogram/mammografi memainkan peran penting. Mammogram merupakan pemeriksaan sinar-X yang dapat membantu mendeteksi tumor di payudara. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi tumor jauh sebelum tumor menjadi besar dan mulai menyebabkan gejala. Tumor kecil cenderung lebih mudah diobati.
Mammogram dirancang untuk mendeteksi tumor yang lebih kecil bahkan sebelum dapat terlihat atau dirasakan. Ukuran tumor mungkin sekecil ujung pensil (1 mm) atau sebesar kapur (50 mm). Namun, mammogram sendiri tidak dapat menangkap setiap kasus kanker payudara.
Oleh sebab itu, selain rutin melakukan pemeriksaan, Anda juga perlu melakukan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) untuk melindungi diri dari kanker payudara. Anda dapat mengenali dengan mudah kelainan yang mencurigakan dengan mengamatinya, melihat dan meraba saksama ukuran serta bentuk payudara.
Selain itu, hindari juga makanan pemicu kanker, seperti alkohol, gula, daging merah yang dibakar, daging yang sudah diproses, susu tinggi lemak dan produk olahannya. Terapkan dan biasakan gaya hidup sehat untuk mencegah kanker payudara.
Jika kamu ingin berkonsultasi langsung pada dokter terkait penyakit kanker, Anda bisa berkunjung ke rumah sakit Ciputra Hospital terdekat. Di sini juga ada layanan pemeriksaan kesehatan rutin yang bisa membantu mendeteksi adanya penyakit, termasuk kanker. Yuk, jaga kesehatan tubuh Anda dan keluarga bersama Ciputra Hospital.




