Faringitis akut adalah peradangan pada faring (tenggorokan) yang umumnya bisa berlangsung hingga sekitar 14 hari, dengan penyebab utama paling sering adalah infeksi virus. Gejala faringitis meliputi nyeri saat menelan, tenggorokan kering, demam, dan terkadang kelenjar getah bening membengkak. Faringitis umumnya bisa sembuh sendiri dalam 7-10 hari. Segera ke dokter bila gejala berlangsung lebih dari 1 minggu atau disertai kesulitan bernapas.

Infeksi bakteri dapat menimbulkan gejala berupa radang tenggorokan.
Penyebab Faringitis Akut
Faringitis akut bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Berikut ini adalah beberapa penyebab faringitis akut:
1. Infeksi Virus
Infeksi virus menjadi salah satu penyebab paling umum dari faringitis. Adapun sejumlah jenis virus yang dapat menimbulkan faringitis, antara lain:
- Rhinovirus, virus Corona, atau parainfluenza yang memicu gejala flu biasa
- Adenovirus yang menimbulkan konjungtivitis atau mata merah
- Influenza atau flu
- Virus Epstein-Barr yang menyebabkan mononukleosis atau penyakit menular.
Umumnya, infeksi virus tidak merespons terhadap penggunaan obat antibiotik. Obat ini hanya diperlukan untuk meringankan gejala saja.
2. Infeksi Bakteri
Meskipun jarang terjadi, faringingitis bisa terjadi karena adanya infeksi bakteri. Obat faringtis akut akibat infeksi bakteri memerlukan antibiotik untuk meredakan gejalanya.
Infeksi bakteri dapat menimbulkan gejala berupa radang tenggorokan. Adapun beberapa jenis bakteri penyebab faringitis, antara lain:
- Streptokokus tipe C dan G menyebabkan infeksi di tenggorokan atau kulit
- Klamidia yang menyebabkan nyeri genital
- Gonore yang menimbulkan penyakit menular seksual, yaitu kencing bernanah
- Mycoplasma pneumoniae yang memicu radang paru-paru atau pneumonia.
Baca Juga: Sakit Tenggorokan? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya
3. Memiliki Riwayat Alergi
Faringitis bisa disebabkan oleh penderita yang memiliki riwayat alergi. Kondisi ini bisa muncul akibat beberapa hal, seperti:
- Serbuk sari
- Tungau debu
- Hewan peliharaan
- Jamur
Faringitis akibat alergi bisa memicu tenggorokan kering dan gatal. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya postnasal drip atau lendir dari hidung yang menetes ke bagian belakang tenggorokan. Lendir ini mampu melukai tenggorokan sehingga memicu rasa sakit.
4. Mengalami Tonsillitis
Tonsillitis adalah kondisi ketika amandel mengalami peradangan atau pembengkakan. Amandel berbentuk seperti dua benjolan kecil jaringan lunak yang berada di bagian belakang tenggorokan.
Tonsilitis atau radang amandel disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus. Kondisi ini bisa disertai dengan beberapa gejala, seperti suara serak, demam, dan sakit kepala.
5. Adanya Refluks Asam
Refluks asam kerap dialami oleh penderita GERD atau asam lambung. Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri dan sensasi terbakar di tenggorokan.
Ketika asam dari perut naik ke tenggorokan, hal ini dapat memicu iritasi dan peradangan pada tenggorokan dan faring. Akibatnya, tubuh dapat mengalami gejala faringitis.
6. Gaya Hidup Tidak Sehat
Faringitis akut bisa disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat. Misalnya, sering berteriak atau menjerit yang memicu sakit tenggorokan.
Konsumsi makanan pedas, merokok, dan minum cairan panas juga mampu menimbulkan gejala faringitis, seperti suara serak, nyeri saat menelan, dan amandel membengkak. Selain itu, bernapas melalui mulut saat tidur dapat meningkatkan risiko faringitis.
Baca Juga: 10 Makanan untuk Sakit Tenggorokan yang Baik Dikonsumsi
Bagaimana Faringitis Menular?
Faringitis yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri sama-sama bisa menular. Infeksi ini cenderung bertahan hidup di hidung dan tenggorokan.
Bakteri dan virus penyebab faringitis dapat menyebar dari tetesan kecil (droplet) ketika penderita batuk atau bersin. Selain itu, menyentuh wajah setelah memegang benda yang terkontaminasi virus dan bakteri bisa meningkatkan risiko penularan faringitis.
Anda dapat mencegah penularan faringitis kepada orang lain dengan tetap berada di rumah hingga gejala membaik. Konsumsi antibiotik sesuai saran dokter bila diperlukan dan juga untuk menurunkan gejala, seperti demam.
Gejala Faringitis Akut
Gejala faringitis umumnya diawali dengan rasa tidak nyaman pada tenggorokan, seperti terasa kering dan gatal. Jika kondisi semakin memburuk, sakit tenggorokan akan terasa lebih tajam, terutama Ketika menelan makanan, minuman, ataupun berbicara.
Pada beberapa kasus, rasa nyeri akibat faringitis juga menjalar hingga telinga atau bagian samping leher. Bila disebabkan adanya infeksi, faringitis juga bisa disertai beberapa gejala, seperti:
- Demam
- Sakit kepala
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Hidung berair
- Batuk
- Suara serak
- Rasa tidak nyaman pada perut
- Hidung tersumbat
- Muncul bercak atau lapisan putih pada tenggorokan dan amandel
- Tenggorokan dan amandel tampak merah ataupun bengkak
Cara Mendiagnosis Faringitis Akut
Untuk mendiagnosis faringitis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta menanyakan gejala yang dialami pasien. Berikut beberapa pemeriksaan yang biasanya dilakukan:
- Memeriksa bagian dalam telinga, tenggorokan, dan hidung menggunakan alat khusus dengan cahaya
- Meraba area leher untuk mengetahui apakah ada pembengkakan kelenjar getah bening
- Mendengarkan suara pernapasan pasien menggunakan stetoskop
Dokter juga dapat melakukan swab tenggorokan untuk mengetahui penyebab infeksi. Pemeriksaan ini dengan mengambil sampel lender dari bagian belakang tenggorokan dan kemudian sampel akan diperiksa di laboratorium.
Swab tenggorokan berfungsi mendeteksi keberadaan bakteri tertentu, seperti bakteri penyebab radang tenggorokan karena infeksi streptokokus.
Cara Mengobati Faringitis Akut
Pengobatan faringitis akut tergantung dari penyebab penyakit yang dialami oleh penderita. Berikut beberapa cara mengobati faringitis yang efektif:
- Konsumsi obat antibiotik, seperti amoksilin atau golongan penisilin apabila disebabkan oleh infeksi bakteri
- Konsumsi obat asetaminofen atau ibuprofen apabila penyakit terjadi karena infeksi virus
- Istirahat cukup
- Mengonsumsi obat pelega tenggorokan untuk meredakan nyeri dan gatal
- Minum lebih baik cairan
- Menggunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara
- Berkumur menggunakan campuran air garam
- Mengganti sikat gigi
- Konsumsi minuman hangat, seperti teh, kaldu, atau air lemon
- Menggunakan bahan-bahan herbal, seperti akar manis dan pohon elm.
Pada beberapa kasus, perawatan medis diperlukan untuk mengobati faringitis akibat infeksi bakteri. Dokter dapat meresepkan antibiotik untuk meredakan radang tenggorokan.
Faringitis akut biasanya bisa sembuh selama 10 hari dengan pengobatan yang tepat. Hal ini tentu berbeda dengan faringitis kronis yang memerlukan waktu sembuh lebih lama sekitar beberapa minggu.
Penting untuk mengonsumsi antibiotik sesuai dengan anjuran dokter untuk mencegah infeksi kembali atau memburuk. Obat faringitis dapat dikonsumsi selama tujuh sampai sepuluh hari atau sesuai saran dokter.
Cara Mencegah Faringitis Akut
Ada sejumlah cara mencegah faringitis antara lain:
- Hindari berbagai makanan, minuman, atau peralatan makan dengan penderita faringitis
- Hindari kontak langsung dengan penderita infeksi virus atau bakteri menular
- Rajin mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah bersin atau batuk
- Sering mencuci tangan sebelum makan dan setelah batuk atau bersin
- Jika tidak ada sabun dan air, sebaiknya gunakan pembersih alkohol atau hand sanitizer
- Hindari merokok dan terkena paparan asap rokok.
Meskipun jarang terjadi, faringitis dapat menimbulkan komplikasi berupa demam rematik. Gejala komplikasi ini bisa terjadi secara berulang atau terus-menerus sehingga membutuhkan penanganan langsung dari ahli medis.
Sebagian besar kasus faringitis dapat sembuh dengan sendirinya lewat perawatan secara mandiri di rumah. Namun, sebaiknya kunjungi dokter apabila terdapat tanda-tanda, seperti:
- Sakit tenggorokan lebih dari satu minggu
- Demam lebih dari 38 derajat Celcius
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Mengalami ruam
- Gejala tidak membaik setelah pengobatan
- Gejala muncul kembali setelah beberapa waktu.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasi ke dokter bila sakit tenggorokan tidak kunjung membaik atau muncul gejala lainnya. Pada anak-anak, segera periksa ke dokter jika sakit tenggorokan diserta kondisi seperti:
- Kesulitan menelan
- Sulit bernapas
- Mengeluarkan air liur berlebihan karena tidak dapat menelan dengan baik
Sementara pada orang dewasa disarankan periksa ke dokter jika mengalami:
- Sakit tenggorokan berat yang berlangsung lebih dari 1 minggu
- Sakit tenggorokan yang sering kambuh
- Sulit menelan
- Kesulitan bernapas
- Sulit membuka mulut
- Nyeri sendi
- Nyeri telinga
- Muncul ruam pada kulit
- Demam lebih dari 38,3°C
- Dahak atau lendir bercampur darah
- Muncul benjolan di leher
- Suara serak lebih dari 2 minggu
- Pembengkakan pada area leher atau wajah
Baca Juga: Perbedaan Radang Tenggorokan dan Amandel
Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan. Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter umum di Ciputra Hospital terdekat.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.
FAQ
Berapa lama faringitis akut sembuh?
Faringitis akut umumnya dapat membaik dalam waktu sekitar 5–7 hari, tergantung penyebab dan kondisi kesehatan setiap orang. Jika disebabkan oleh infeksi virus, kondisi ini sering membaik dengan perawatan mandiri, sedangkan infeksi bakteri mungkin membutuhkan pengobatan dari dokter.
Apakah penyakit faringitis itu berbahaya?
Sebagian besar kasus faringitis tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan penanganan yang tepat. Namun, pemeriksaan dokter diperlukan jika sakit tenggorokan berlangsung lama, semakin berat, atau disertai gejala seperti sulit bernapas, sulit menelan, atau demam tinggi.
Penderita faringitis tidak boleh makan apa?
Penderita faringitis sebaiknya menghindari makanan yang dapat memperparah iritasi tenggorokan, seperti makanan terlalu pedas, keras, berminyak, atau terlalu panas. Pilih makanan yang lebih lembut dan perbanyak cairan agar tenggorokan tetap nyaman selama proses pemulihan.



