Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Beranda
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Cari Dokter
  • Center of Excellence
  • Artikel
  1. Beranda
  2. ›
  3. Citra Raya Tangerang
  4. ›
  5. Penyakit Menular: 10 Daftar yang Serin Dialami Orang Indonesia
  • Home
  • Citra Raya Tangerang
  • Penyakit Menular: 10 Daftar yang Serin Dialami Orang Indonesia
Defara
Selasa, 07 Januari 2020 / Published in Citra Raya Tangerang

Penyakit Menular: 10 Daftar yang Serin Dialami Orang Indonesia

Penyakit menular adalah penyakit akibat mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, parasit yang bisa berpindah antar orang. Penularan bisa terjadi lewat kontak langsung, udara, droplet, makanan-minuman terkontaminasi, hingga gigitan nyamuk. Segera berkonsultasi ke dokter apabila Anda demam tinggi berkepanjangan, sesak napas, atau tanda dehidrasi berat.

Daftar Penyakit Menular
Infeksi saluran pernapasan menjadi salah satu daftar penyakit menular.

Daftar Isi

Toggle
  • Apa Itu Penyakit Menular?
  • Daftar Penyakit Menular yang Sering Dialami Orang Indonesia
    • 1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
    • 2. Diare
    • 3. Tuberkulosis
    • 4. Demam Berdarah
    • 5. Difteri
    • 6. Demam Tifoid
    • 7. Cacingan
    • 8. Malaria
    • 9. Penyakit Kulit
    • 10. Pneumonia
  • Cara Mencegah Penyakit Menular
    • 1. Menjaga Kebersihan Tangan dan Diri
    • 2. Melakukan Vaksinasi Sesuai Jadwal
    • 3. Mengurangi Risiko Penularan kepada Orang Lain
    • 4. Menerapkan Keamanan Pangan
    • 5. Menggunakan Antibiotik Secara Bijak
    • 6. Menjaga Kesehatan Hewan Peliharaan
  • Kapan Harus ke Dokter?

Apa Itu Penyakit Menular?

Penyakit menular adalah penyakit yang terjadi akibat infeksi mikroorganisme penyebab penyakit, seperti virus, bakteri, jamur, atau parasit yang masuk ke dalam tubuh. Mikroorganisme tersebut dapat berkembang biak dan mengganggu fungsi tubuh sehingga menimbulkan berbagai gejala, mulai dari ringan hingga berat.

Penularan penyakit dapat terjadi melalui berbagai cara, seperti percikan air liur saat batuk atau bersin, kontak langsung dengan penderita, makanan dan minuman yang terkontaminasi, gigitan serangga, maupun lingkungan yang tercemar. Karena memiliki berbagai jalur penyebaran, penyakit menular dapat menyerang siapa saja jika tidak menerapkan langkah pencegahan yang tepat.

Berbeda dengan penyakit tidak menular yang dipengaruhi oleh faktor genetik, usia, atau gaya hidup, penyakit menular disebabkan oleh kuman yang berasal dari luar tubuh. Tingkat keparahan penyakit menular juga beragam, mulai dari infeksi ringan yang dapat sembuh sendiri hingga infeksi serius yang memerlukan penanganan medis untuk mencegah komplikasi dan penyebaran lebih lanjut.

Daftar Penyakit Menular yang Sering Dialami Orang Indonesia

Penyakit menular biasanya disebabkan oleh virus atau infeksi dan menyebar melalui udara atau tetesan air liur. Penyebaran terjadi saat seseorang menghirup partikel terkontaminasi atau kontak langsung dengan cairan tubuh dari penderita.

Berikut daftar jenis penyakit menular yang sering orang indonesia alami:

1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang memengaruhi saluran pernapasan dan dapat mengganggu fungsi pernapasan normal. ISPA bisa terjadi pada saluran pernapasan atas, seperti hidung dan tenggorokan, atau saluran pernapasan bawah, seperti trakea dan paru-paru.

Anak-anak, orang tua, dan mereka yang memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh lebih rentan terhadap ISPA. Gejala-gejala ISPA yang dialami akan berbeda tergantung mengenai saluran pernapasan atas atau bawah. Gejala dapat termasuk:

  • Hidung tersumbat
  • Pilek
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas
  • Bunyi nafas yang tidak normal
  • Sakit dada
  • Penurunan nafsu makan
  • Pegal-pegal
  • Kelelahan

Baca Juga:  Gejala Diare pada Anak dan Cara Cepat Menghentikannya

2. Diare

Diare adalah kondisi di mana seseorang mengalami buang air besar yang sering dengan tinja cair atau berair, dan dapat menular dari satu orang ke orang lain. Penyebab diare beragam, termasuk infeksi virus, bakteri, atau parasit,  konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, reaksi alergi terhadap makanan tertentu, serta efek samping dari obat-obatan.

Gejala diare meliputi:

  • Sering buang air besar dengan tinja cair
  • Kram perut
  • Mual atau muntah
  • Demam
  • Dehidrasi yang bisa menyebabkan mulut kering, haus berlebihan, atau urin yang sedikit

3. Tuberkulosis

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi yang sangat menular, terutama menyerang paru-paru. Menurut WHO, TBC menjadi salah satu penyebab utama kematian global, dengan sekitar 1,7 juta kematian pada tahun 2016. Meskipun TBC dapat menular dan berbahaya, penyakit ini bisa Anda cegah dan obati dengan pengobatan yang tepat.

Beberapa orang mungkin terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis tanpa menunjukkan gejala, dalam kondisi medis bernama TBC laten. Bakteri ini bisa tetap tidak aktif dalam tubuh selama bertahun-tahun sebelum berkembang menjadi TBC aktif.

TBC aktif biasanya menimbulkan beberapa gejala. Gejala klinis TBC paru aktif adalah:

  • Batuk >3 minggu
  • Batuk berdahak atau batuk darah atau dahak (dahak)
  • Berkeringat di malam hari
  • Demam tanpa penyebab yang jelas
  • Penurunan berat badan
  • Rasa lelah yang tidak dapat dijelaskan

4. Demam Berdarah

Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat jenis virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Setelah terinfeksi salah satu jenis virus Dengue, tubuh Anda akan mengembangkan kekebalan terhadap virus jenis tersebut selama sisa hidup. Namun, Anda masih dapat terinfeksi dengan tiga jenis virus lainnya.

Gejala klinis demam berdarah adalah sebagai berikut:

  • Demam selama 4-7 hari
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut terutama di bagian ulu hati
  • Sakit di bagian belakang bola mata
  • Tanda perdarahan spontan, misalnya mimisan, bintik-bintik merah di kulit

5. Difteri

Difteri adalah infeksi bakteri berat yang menyebabkan pembentukan selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Bakteri penyebab difteri adalah Corynebacterium diphtheriae.

Penularan bakteri ini adalah melalui kontak langsung dengan pasien difteri atau melalui kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi bakteri, seperti cangkir atau tisu bekas pasien. Anda juga mungkin terkena difteri jika berada di sekitar orang yang terinfeksi difteri akibat menghirup droplet batuk atau bersin penderita.

Gejala difteri dapat timbul 2-5 hari setelah infeksi. Gejala yang muncul antara lain:

  • Demam menggigil
  • Sakit tenggorokan
  • Suara serak
  • Terbentuknya selaput tebal berwarna putih keabuan yang menutupi bagian amandel dan tenggorokan
  • Pembesaran kelenjar getah bening terutama di daerah leher
  • Sesak napas
  • Rasa lelah berlebihan

Baca Juga: Penyakit Demam Berdarah (DBD): Penyebab, Gejala & Pengobatan

6. Demam Tifoid

Demam tifoid adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Penyakit ini umumnya menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi dengan bakteri tersebut. Kondisi sanitasi yang buruk dan kebiasaan makan yang tidak bersih sering kali menjadi faktor risiko utama.

Berikut gejala demam tifoid yang umum terjadi:

  • Demam tinggi yang sering meningkat secara bertahap
  • Nyeri perut yang bisa menjadi sangat menyakitkan
  • Kelelahan yang berkepanjangan dan melemahkan
  • Ruam kulit kecil berwarna merah muda (rose spots) di perut dan dada
  • Sakit kepala yang berkepanjangan

7. Cacingan

Daftar penyakit menular selanjutnya, yaitu cacingan. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai jenis cacing parasit, seperti cacing gelang, cacing kremi, atau cacing tambang. Infeksi ini biasanya terjadi melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi telur cacing atau melalui kontak dengan tanah yang terinfeksi.

Adapun beberapa gejala jika seseorang mengalami cacingan:

  • Gatal di sekitar anus yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan gangguan tidur
  • Nyeri perut yang bisa disertai dengan kembung dan gangguan pencernaan
  • Mual dan muntah yang kadang-kadang menyertai infeksi berat
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, terutama pada anak-anak

8. Malaria

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi. Penyakit ini terutama ditemukan di daerah tropis dan subtropis dengan kondisi kelembapan tinggi.

Umumnya, gejala malari muncul 10-15 hari setelah gigitan nyamuk. Berikut gejalanya:

  • Demam menggigil yang sering terjadi dalam siklus, disertai dengan keringat malam
  • Nyeri otot dan sendi yang bisa sangat menyakitkan
  • Sakit kepala yang sering disertai dengan kebingungan
  • Mual, muntah, dan diare yang bisa memperburuk kondisi
  • Kelelahan ekstrem yang mengganggu aktivitas sehari-hari

9. Penyakit Kulit

Penyakit kulit mencakup berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri, jamur, atau virus, dan dapat menyebar melalui kontak langsung atau lingkungan yang tidak bersih. Infeksi kulit ini sering terjadi akibat kebiasaan sanitasi yang kurang baik atau kontak dengan individu yang terinfeksi.

Berikut beberapa gejala umum penyakit kulit:

  • Ruam kulit yang bisa berupa bercak merah, bintik, atau lepuh
  • Gatal yang bisa sangat mengganggu dan menyebabkan rasa tidak nyaman
  • Kemerahan dan peradangan di area yang terkena
  • Kulit mengelupas atau berkerak, yang bisa menandakan infeksi jamur atau bakteri

10. Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Infeksi ini menjadi salah satu penyakit yang bisa menular dengan penyebarannya melalui udara, terutama ketika penderita batuk atau bersin, atau melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.

Pneumonia bisa menyerang siapa saja, bayi, anak-anak, maupun orang dewasa. Penyakit ini biasanya akan menimbulkan gejala berupa:

  • Batuk yang produktif dengan dahak kental, sering kali berwarna kuning atau hijau
  • Demam tinggi yang bisa disertai dengan menggigil dan keringat malam
  • Nyeri dada yang tajam atau menyengat, terutama saat bernapas dalam-dalam
  • Kesulitan bernapas atau napas pendek yang mengganggu aktivitas sehari-hari
  • Kelelahan dan kelemahan umum yang membuat tubuh merasa sangat lemah

Baca Juga: 10 Penyebab Dada Sakit saat Batuk, Pertanda Apa?

Cara Mencegah Penyakit Menular

Menerapkan pencegahan penyakit menular sejak dini dapat membantu mengurangi risiko tertular sekaligus mencegah penyebaran infeksi kepada orang lain. Langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten juga berperan penting dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

1. Menjaga Kebersihan Tangan dan Diri

Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik merupakan cara sederhana untuk menghilangkan kuman yang menempel di tangan. Kebiasaan ini sebaiknya dilakukan setelah menggunakan toilet, sebelum makan, setelah menyentuh hewan, serta setelah beraktivitas di luar rumah.

Selain mencuci tangan, menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan juga membantu menurunkan risiko infeksi. Gunakan perlengkapan pribadi secara terpisah dan biasakan membersihkan benda yang sering disentuh agar penyebaran kuman dapat diminimalkan.

2. Melakukan Vaksinasi Sesuai Jadwal

Vaksin membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Dengan sistem imun yang lebih siap, risiko mengalami infeksi maupun komplikasi dapat berkurang.

Pastikan jadwal vaksinasi sesuai dengan usia dan rekomendasi tenaga medis. Imunisasi tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu mengurangi penyebaran penyakit di masyarakat.

3. Mengurangi Risiko Penularan kepada Orang Lain

Saat sedang sakit, sebaiknya beristirahat di rumah hingga kondisi membaik agar tidak menularkan infeksi kepada orang lain. Jika mengalami batuk atau bersin, gunakan masker saat berada di dekat orang lain dan tutup mulut menggunakan tisu atau siku bagian dalam.

Apabila memiliki luka terbuka atau lecet, segera bersihkan dengan antiseptik lalu tutup menggunakan perban yang bersih. Perawatan luka yang baik dapat membantu mencegah masuknya kuman penyebab infeksi.

4. Menerapkan Keamanan Pangan

Makanan yang tidak diolah dengan baik dapat menjadi media penyebaran bakteri, virus, maupun parasit. Oleh karena itu, cuci bahan makanan hingga bersih dan pastikan makanan dimasak sampai matang sebelum dikonsumsi.

Simpan makanan pada suhu yang sesuai dan hindari mengonsumsi makanan yang sudah basi atau terkontaminasi. Kebiasaan ini dapat membantu menurunkan risiko penyakit yang ditularkan melalui makanan.

5. Menggunakan Antibiotik Secara Bijak

Antibiotik hanya efektif untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan tidak dapat mengobati penyakit akibat virus, seperti flu atau pilek. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotik sehingga pengobatan menjadi kurang efektif.

Agar penggunaan antibiotik tetap aman dan bermanfaat, lakukan hal-hal berikut.

  • Gunakan antibiotik hanya jika diresepkan oleh dokter.
  • Ikuti dosis dan lama pengobatan sesuai anjuran.
  • Jangan meminta antibiotik apabila dokter menilai tidak diperlukan.
  • Jangan menghentikan pengobatan sebelum waktunya tanpa berkonsultasi dengan dokter.
  • Jangan berbagi antibiotik dengan orang lain atau menggunakan sisa obat untuk pengobatan di kemudian hari.

6. Menjaga Kesehatan Hewan Peliharaan

Hewan peliharaan dapat membawa mikroorganisme yang berpotensi menular jika kesehatannya tidak terjaga. Oleh karena itu, pastikan hewan mendapatkan vaksinasi, obat cacing, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin sesuai anjuran dokter hewan.

Jaga kebersihan kandang, perlengkapan makan, serta biasakan mencuci tangan setelah berinteraksi dengan hewan. Perawatan yang baik membantu menjaga kesehatan hewan sekaligus mengurangi risiko penularan penyakit kepada manusia.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala penyakit menular yang tidak kunjung membaik dalam 1 hingga 2 minggu, semakin berat, atau muncul gejala lain seperti demam tinggi, sesak napas, dehidrasi, maupun penurunan kesadaran. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebab infeksi dan menentukan penanganan yang sesuai agar komplikasi dan Anda cegah.

Jika sedang menjalani pengobatan untuk penyakit menular, lakukan kontrol sesuai jadwal yang dokter anjurkan untuk memantau perkembangan kondisi dan efektivitas terapi. Selain itu, konsultasikan dengan dokter sebelum bepergian ke luar negeri atau apabila muncul gejala setelah kembali dari perjalanan, karena beberapa daerah memiliki risiko penyakit menular tertentu yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bila Anda atau orang terdekat Anda mengalami beberapa gejala seperti penyakit di atas, Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan. Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU). Cek jadwal dokter Ciputra Hospital dan buat janji dokter. 

Yuk, jaga dan cek kondisi kesehatan kamu sekeluarga bersama Ciputra Hospital!

Ditinjau secara medis oleh dr. Farra Assyifa Rizqy, terakhir pada 8 Juli 2026
Diterbitkan 7 Januari 2020
Ditulis oleh Tim Konten Medis
Sumber referensi (5)
  1. Healthline Acute Respiratory Infection. Diakses Juli 2026
  2. Mayo Clinic Dengue Fever. Diakses Juli 2026
  3. Cleveland Clinic Infectious Diseases. Diakses Juli 2026
  4. World Health Organization Infectious diseases. Diakses Juli 2026
  5. Communicable Diseases Agency Protect Against Infections. Diakses Juli 2026

Artikel Terkait

  • Cara Penularan Tuberkulosis (TBC) dan Pencegahannya
    Cara Penularan Tuberkulosis (TBC) dan PencegahannyaKesehatan Paru - Paru
  • tuberkulosis TB
    Penyakit Tuberkulosis (TB): Penyebab, Gejala, PengobatanKesehatan Paru - Paru
  • Tanda sakit jantung
    15 Tanda Sakit Jantung yang Penting DiwaspadaiGangguan Penyakit
Tagged under: Kesehatan Tubuh

Artikel Terkait

  • Cara Penularan Tuberkulosis (TBC) dan Pencegahannya
    Cara Penularan Tuberkulosis (TBC) dan PencegahannyaKesehatan Paru - Paru
  • tuberkulosis TB
    Penyakit Tuberkulosis (TB): Penyebab, Gejala, PengobatanKesehatan Paru - Paru
  • Tanda sakit jantung
    15 Tanda Sakit Jantung yang Penting DiwaspadaiGangguan Penyakit

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP
Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

GET SOCIAL

Rumah Sakit

  • Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
    Cari Dokter Tangerang
  • Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
    Cari Dokter Jakarta
  • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    Cari Dokter Banjarmasin
  • Ciputra Hospital Surabaya
    Cari Dokter Surabaya

Klinik

  • Ciputra Medical Center
    Kesehatan Umum
    Cari Dokter di Mega Kuningan
  • Ciputra SMG Eye Clinic
    Klinik Mata · Lasik & Katarak
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
    Cari Dokter di Surabaya
  • C Derma
    Kulit & Estetika
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
  • Ciputra IVF
    Fertilitas & Bayi Tabung
    Cari Dokter di CitraGarden City
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
  • Ciputra Cardiac Center
    Pusat Jantung
    Cari Dokter Jantung
  • Ciputra Cancer Center
    Pusat Kanker
    CitraGarden Jakarta Barat

Hubungi Kami

WhatsApp Kami Karir / Lowongan
Events

© 2026 PT Ciputra Health. All rights reserved.

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Direktori Dokter