Ditulis oleh Tim Konten Medis
Kista baker adalah kantung berisi cairang yang berkembang di bekalang lutut. Meski seringkali kista ini tidak menimbulkan gejala nyata, tetapi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Penyakit asam urat peradangan dan produksi cairan sinovial berlebihan dan berisiko terjadi kondisi ini.
Apa Itu Kista Baker?
Kista baker adalah suatu bentuk kista yang umumnya muncul di belakang lutut. Kista ini terbentuk akibat terakumulasinya cairan sinovial, yaitu cairan pelumas yang biasanya memenuhi rongga sendi. Pada umumnya, kista baker tidak bersifat kanker dan seringkali tidak menimbulkan rasa sakit.
Penyakit ini biasanya berbentuk kantung yang berisi cairan dan dapat berkembang di dekat tendon di belakang lutut. Meskipun seringkali tidak menimbulkan gejala yang nyata, beberapa orang dapat mengalami sensasi seperti tertekan atau penuh di belakang lutut, terutama ketika lutut tertekuk.
Baca Juga: Ketahui 10 Pantangan Kista Ovarium yang Bisa Memperburuk Kondisi
Gejala Kista Baker
Gejala penyakit ini dapat bervariasi di setiap individu. Secara umum, tanda-tanda kista baker melibatkan:
- Nyeri pinggang
- Rasa sakit pada kaki
- Kekakuan dan kesulitan melentukan lutut sepenuhnya
- Pembengkakan di belakang lutut atau terkadang pada kaki
Jika penyakit ini menyebabkan rasa sakit, penanganannya dapat melibatkan konsumsi obat pereda nyeri, seperti parasetamol serta kompres dengan es selama sekitar 30 menit. Aktivitas yang terlalu aktif atau berdiri dalam waktu yang lama dapat memperburuk gejala kista baker.
Penyebab Kista Baker
Ada cairan pelumas yang dikenal sebagai cairan sinovial. Fungsinya adalah untuk membantu pergerakan kaki menjadi lebih lancar dan mengurangi gesekan di antara bagian-bagian kaki yang bergerak.
Namun, terkadang, lutut dapat menghasilkan cairan sinovial secara berlebihan yang dapat menyebabkan penumpukan di belakang lutut (popliteal bursa) dan memicu pembentukan penyakit ini.
Keadaan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Arthritis
Arthritis, seperti osteoartritis atau arthritis reumatoid, dapat menyebabkan peradangan pada sendi lutut. Peradangan ini dapat merangsang produksi cairan sinovial yang berlebihan, yang kemudian dapat mengakibatkan pembentukan penyakit ini.
2. Pembengkakan pada Sendi Lutut
Pembengkakan pada sendi lutut, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi atau peradangan, dapat menyebabkan peningkatan produksi cairan sinovial. Ini dapat menjadi faktor pemicu bagi pembentukan kista Baker.
3. Penyakit Asam Urat
Penyakit asam urat dapat menyebabkan penumpukan kristal asam urat di sendi, termasuk sendi lutut. Hal ini dapat memicu peradangan dan produksi cairan sinovial berlebihan, yang berkontribusi pada penyakit ini.
4. Cedera Lutut
Cedera pada lutut, seperti robekan meniskus atau cedera ligamen, dapat menyebabkan perubahan dalam produksi cairan sinovial. Jika ada peningkatan produksi, penyakit ini dapat terbentuk sebagai respons terhadap perubahan tersebut.
Diagnosis Kista Baker
Untuk mendiagnosis kista Baker, beberapa pemeriksaan medis yang umumnya dilakukan melibatkan:
1. Sinar-X (X-ray)
Sinar-X dapat membantu dokter melihat struktur tulang dan sendi di sekitar lutut. Meskipun tidak secara langsung mengidentifikasi penyakit ini, sinar-X dapat membantu menyingkirkan kemungkinan kerusakan tulang atau arthritis pada lutut.
2. MRI ( Magnetic Resonance Imaging)
MRI menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menciptakan gambar yang lebih rinci dari struktur dalam tubuh. Pemeriksaan MRI dapat membantu dokter melihat dengan lebih jelas kista Baker dan mengevaluasi kondisi jaringan lunak di sekitarnya.
Baca Juga: Bentuk Kista yang Keluar Saat Haid: Kenali Cirinya

Terapi fisik meningkatkan kekuatan otot lutut, fleksibilitas, dan mengurangi tekanan kista.
3. Ultrasound (Ultrasonografi)
Ultrasonografi menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gambar organ dan jaringan dalam tubuh. Meskipun kurang umum daripada MRI untuk mendiagnosis kista Baker, ultrasonografi dapat memberikan informasi tambahan tentang ukuran dan karakteristik kista.
Setiap jenis pemeriksaan memiliki kelebihan dan kelemahan tertentu, dan pilihan tergantung pada indikasi medis dan kebijakan dokter yang merawat. Kombinasi dari beberapa jenis pemeriksaan seringkali dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap untuk diagnosis dan perencanaan perawatan.
Cara Mengobati Kista Baker
Pengobatan kista Baker dapat melibatkan berbagai metode, tergantung pada ukuran kista dan tingkat ketidaknyamanan yang disebabkannya. Beberapa opsi pengobatan umum melibatkan:
1. Obat-obatan
Dokter dapat meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) untuk mengurangi peradangan dan mengurangi rasa sakit yang terkait dengan penyakit ini. Penggunaan obat penghilang rasa sakit atau obat lainnya juga dapat direkomendasikan untuk mengelola gejala.
2. Drainase Cairan
Jika kista Baker menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan atau membatasi pergerakan lutut, dokter dapat melakukan prosedur drainase cairan. Ini melibatkan penarikan cairan dari kista menggunakan jarum, yang dapat membantu mengurangi ukuran kista dan mengurangi tekanan di area tersebut.
3. Terapi Fisik
Terapi fisik dapat direkomendasikan untuk meningkatkan kekuatan otot di sekitar lutut, meningkatkan fleksibilitas, dan mengurangi tekanan pada kista. Latihan khusus dan teknik peregangan dapat membantu mengurangi gejala dan memperbaiki mobilitas.
4. Operasi
Dalam kasus yang jarang terjadi atau jika pengobatan tidak berhasil, pilihan operasi biasanya dilakukan. Operasi dapat melibatkan pengangkatan penyakit ini secara langsung atau perbaikan masalah yang mendasarinya, seperti perbaikan robekan meniskus atau kerusakan pada sendi lutut.
Komplikasi Kista Baker
Jika penyakit ini tidak ditangani dengan tepat, dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:
- Ruptur kista, yang dapat menyebabkan rasa nyeri tiba-tiba dan pembengkakan di daerah sekitarnya.
- Infeksi pada kista, yang dapat mengakibatkan peradangan dan memerlukan perawatan medis.
- Pembentukan bekuan darah di dalam kista (trombosis), yang dapat menyebabkan komplikasi serius.
- Tekanan pada saraf di sekitar lutut, menyebabkan gejala seperti kelemahan atau mati rasa.
- Keterbatasan gerakan lutut dan penurunan fungsi sendi.
- Kembalinya kista setelah pengobatan, memerlukan perawatan lanjutan.
Komplikasi terkait dengan prosedur medis, seperti infeksi atau kerusakan struktur sekitarnya selama drainase kista.
Cara Mencegah Kista Baker
Penyebab umum penyakit ini adalah cedera lutut. Oleh karena itu, cara mencegah penyakit ini adalah dengan menghindari terjadinya cedera pada lutut. Di antaranya:
1. Menjaga Berat Badan Ideal
Menjaga berat badan yang sehat dapat mengurangi tekanan pada sendi lutut dan mencegah perkembangan penyakit ini.
2. Pemanasan dan Peregangan
Melakukan pemanasan sebelum aktivitas fisik dan peregangan secara teratur dapat membantu menjaga fleksibilitas dan mencegah cedera pada sendi.
Baca Juga: Ini 12 Jenis Kista yang Menyerang Tubuh, Mulai Dari Kepala hingga Kaki
3. Pengelolaan Arthritis
Merawat kondisi arthritis dengan konsultasi dokter dan pengobatan yang diresepkan dapat membantu mengurangi risiko penyakit ini.
4. Melakukan Latihan Teratur
Melibatkan diri dalam program latihan teratur untuk memperkuat otot di sekitar lutut dan meningkatkan stabilitas sendi.
Jika Anda mengalami gejala di atas dan tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Telah direview oleh dr Steffe Lie
Source: