Ditulis oleh Tim Konten Medis
Penyebab sering lupa bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti kurang tidur, stres, depresi, kekurangan nutrisi terutama vitamin B12, hingga kebiasaan hidup tidak sehat. Untuk mengatasinya, Anda dapat melakukan berbagai cara meningkatkan daya ingat seperti rutin berolahraga, makan bergizi, tidur cukup, hingga menjaga kesehatan mental.

Pernah merasa sering lupa meletakkan barang, sulit fokus, atau bahkan bingung tanpa alasan jelas? Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kurang tidur, stres, hingga gangguan kesehatan tertentu.
Mengenali penyebab sering lupa sangat penting agar Anda bisa mengambil langkah tepat untuk menjaga fungsi otak tetap optimal. Dengan perubahan gaya hidup dan kebiasaan sehat, kemampuan mengingat dapat ditingkatkan secara alami dan berkelanjutan.
Penyebab Sering Lupa
Kemampuan mengingat bisa menurun karena berbagai faktor, baik dari gaya hidup, kondisi kesehatan, maupun faktor emosional. Mengenali penyebab sering lupa sejak dini membantu Anda memperbaiki kebiasaan dan menjaga fungsi otak tetap optimal.
Berikut ini beberapa penyebab sering lupa dan tidak fokus yang umum terjadi:
1. Kurang Tidur
Kurang tidur menjadi salah satu penyebab otak susah mengingat dan menurunkan fokus. Ketika tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, proses penyimpanan memori di otak terganggu, sehingga seseorang mudah lupa terhadap hal-hal sederhana.
Selain itu, tidur yang tidak berkualitas juga bisa memicu perubahan suasana hati dan kecemasan. Kondisi ini akan semakin memperburuk kemampuan berpikir dan membuat seseorang sulit berkonsentrasi dalam aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Jenis Amnesia dan Penyebabnya
2. Stres dan Kecemasan
Penyebab sering lupa dan tampak bingung saat beraktivitas bisa terjadi karena Anda sedang stres atau banyak pikiran. Stres berlebihan dapat membuat pikiran sulit fokus dan menghambat otak dalam menyimpan informasi baru.
Saat stres, tubuh menghasilkan hormon kortisol yang tinggi dan dapat mengganggu fungsi hippocampus, bagian otak yang bertugas mengatur memori. Kecemasan yang terus-menerus juga membuat otak bekerja terlalu keras, sehingga sulit mengingat hal-hal penting.
3. Depresi
Depresi bukan hanya memengaruhi suasana hati, tapi juga kemampuan berpikir dan mengingat. Orang yang mengalami depresi cenderung kehilangan minat, sulit berkonsentrasi, dan melupakan hal-hal sederhana dalam kesehariannya.
Kondisi ini bisa membuat seseorang mudah lupa karena otak tidak mampu memproses informasi dengan baik. Selain itu, ketidakseimbangan zat kimia di otak juga dapat memengaruhi pembentukan memori baru.
4. Penggunaan Obat-obatan Tertentu
Penyabab orang sering lupa bisa juga terjadi karena efek samping jangka panjang dari konsumsi obat. Beberapa jenis obat seperti penenang, antihistamin, obat tekanan darah, atau antidepresan dapat menyebabkan gangguan daya ingat.
Efek samping seperti kantuk dan kebingungan membuat otak sulit memproses informasi baru. Jika Anda merasa mudah lupa setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
5. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Minum alkohol terlalu banyak dapat mengganggu fungsi otak dan menyebabkan penurunan daya ingat jangka pendek. Meskipun efek mabuknya sudah hilang, kemampuan mengingat tetap bisa terganggu.
Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang bisa merusak jaringan otak. Itulah sebabnya, menjaga batas konsumsi alkohol penting untuk mencegah otak susah mengingat.
Baca juga: Penyebab Alzheimer di Usia Muda
6. Kekurangan Nutrisi
Kekurangan vitamin B1 dan vitamin B12 dapat memengaruhi fungsi saraf dan memori. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan otak dan mendukung proses penyimpanan informasi.
Asupan gizi yang tidak seimbang juga bisa menyebabkan tubuh mudah lelah dan sulit fokus. Oleh karena itu, memperhatikan pola makan sehat menjadi langkah penting untuk mencegah mudah lupa.
7. Gangguan Tiroid
Tiroid yang tidak berfungsi dengan baik dapat memengaruhi kemampuan otak dalam memproses informasi. Baik hipotiroid maupun hipertiroid dapat menyebabkan gangguan fokus, mudah lupa, dan perubahan suasana hati.
Kondisi ini sering kali tidak disadari karena gejalanya mirip dengan kelelahan biasa. Jika mengalami gejala tersebut, pemeriksaan darah sederhana dapat membantu memastikan apakah tiroid bekerja dengan normal.
8. Cedera Kepala
Benturan keras di kepala, seperti akibat jatuh atau kecelakaan, bisa merusak jaringan otak dan menyebabkan kehilangan memori. Gangguan ini dapat bersifat sementara maupun permanen tergantung tingkat keparahannya.
Pada beberapa kasus, kemampuan mengingat bisa membaik seiring waktu dengan terapi dan istirahat cukup. Namun, cedera otak berat bisa menimbulkan penyebab sering lupa dan bingung yang berlangsung lama.
9. Stroke
Stroke dapat terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti, menyebabkan sel-sel otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Akibatnya, penderita bisa mengalami kesulitan mengingat hal-hal baru meskipun masih mampu mengenali kenangan lama.
Gangguan memori setelah stroke bisa berbeda pada tiap orang, tergantung bagian otak yang terkena. Menjalani terapi rehabilitasi dapat membantu mengembalikan sebagian fungsi memori yang terganggu.
10. Penyakit Demensia dan Alzheimer
Demensia adalah kondisi ketika seseorang mengalami penurunan fungsi berpikir, mengingat, dan berkomunikasi. Penyakit ini berkembang secara bertahap dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Alzheimer menjadi bentuk demensia yang paling umum, ditandai dengan kerusakan sel-sel otak secara progresif. Inilah salah satu penyebab sering lupa dan tidak fokus yang paling serius, terutama pada usia lanjut.
11. Kurang Cairan dan Gaya Hidup Tidak Sehat
Dehidrasi bisa membuat otak kekurangan oksigen, sehingga menyebabkan sulit konsentrasi dan mudah lupa. Selain itu, kebiasaan merokok dan kurang berolahraga juga dapat memperburuk fungsi otak.
Nikotin dalam rokok mengurangi aliran darah ke otak, sementara kurang gerak membuat sel saraf tidak terstimulasi. Perubahan kecil seperti minum cukup air dan rutin beraktivitas fisik bisa membantu menjaga daya ingat tetap tajam.
12. Gangguan Sementara seperti Transient Global Amnesia
Transient Global Amnesia (TGA) adalah kondisi ketika seseorang tiba-tiba kehilangan kemampuan mengingat dalam waktu singkat. Biasanya, kondisi ini tidak berbahaya dan akan pulih dengan sendirinya.
Meskipun jarang terjadi, TGA bisa membuat seseorang bingung dan sulit mengenali orang atau tempat untuk sementara waktu. Walau tidak menimbulkan kerusakan permanen, kondisi ini tetap perlu diwaspadai sebagai penyebab otak susah mengingat.
Baca juga: Jenis-Jenis Demensia
Cara Mengatasi Sering Lupa
Mudah lupa bisa dialami siapa saja, terutama saat tubuh lelah, stres, atau terlalu banyak pikiran. Dengan menerapkan kebiasaan sederhana dan gaya hidup sehat, Anda bisa melatih otak agar tetap fokus serta memperkuat daya ingat sehari-hari.
Berikut beberapa cara meningkatkan daya ingat dan cara agar tidak sering lupa yang mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari:
- Pelajari keterampilan baru.
- Ikuti rutinitas harian.
- Gunakan alat bantu pengingat.
- Letakkan barang di tempat yang sama.
- Tetap aktif secara mental dan fisik.
- Bersosialisasi dengan orang lain.
- Tidur cukup setiap malam.
- Konsumsi makanan bergizi dan berolahraga teratur.
- Kendalikan tekanan darah.
- Batasi konsumsi alkohol.
- Cari bantuan jika merasa depresi.
Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah direview oleh Dr. Muhammad Ikmal Syafi’i
Source
- Harvard Health Publishing. 7 Common Causes of Forgetfulness. Februari 2026
- Web MD. Memory Loss. Februari 2026
- Medical News Today. What to Know about common causes of forgetfulness. Februari 2026





