Gejala kanker prostat ditandai dengan sulit buang air kecil, darah dalam urin, dan disfungsi ereksi. Penyebab utamanya belum diketahui secara pasti. Namun, usia, riwayat penyakit keluarga, dan obesitas bisa meningkatkan risiko terkena kanker prostat.

Prostat adalah kelenjar kecil yang berada di bawah kandung kemih dan di depan rektum pria. Bagian tubuh ini terdiri dari jaringan ikat dan jaringan kelenjar yang berfungsi untuk menghasilkan air mani, menutup uretra saat ejakulasi, serta metabolisme hormon.
Jika prostat terserang kanker, fungsi-fungsinya akan terganggu sehingga membentuk tumor yang dapat tumbuh dan menyerang jaringan di dekatnya. Seiring berjalannya waktu, sel-sel kanker bisa pecah dan menyebar ke bagian tubuh lain apabila tidak mendapatkan penanganan segera mungkin.
Apa Itu Kanker Prostat?
Kanker prostat adalah kondisi ketika tubuh mengalami pertumbuhan sel-sel abnormal di kelenjar prostat yang tidak terkendali. Kondisi ini termasuk penyakit serius yang dapat memengaruhi kesehatan sperma dan kehamilan.
Sampai saat ini, para ahli belum mengetahui penyebab kanker prostat. Sama seperti kanker pada umumnya, kanker prostat muncul ketika sel-sel membelah diri lebih cepat dari biasanya.
Sel-sel ini tumbuh menjadi benjolan yang bernama tumor dan berkembang secara perlahan. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker prostat, termasuk usia, riwayat penyakit keluarga, dan mengalami obesitas.
Baca Juga: Apa Itu Penyakit Prostat? Penyebab, Gejala, Pengobatan
Gejala Kanker Prostat
Berikut ini adalah beberapa gejala kanker prostat pada pria yang perlu Anda ketahui:
1. Sulit Buang Air Kecil
Sulit buang air kecil termasuk salah satu gejala kanker prostat stadium awal. Penyebabnya bisa terjadi karena tumor kanker telah menyumbat uretra atau kandung kemih.
Pada beberapa kasus, sulit buang air kecil menjadi tanda kondisi medis serius. Segera periksakan diri ke dokter apabila kondisi ini muncul dengan gejala muntah, demam, dan nyeri punggung bawah.
2. Darah dalam Urin
Ciri-ciri penyakit prostat, seperti kanker muncul dengan darah dalam urin. Dalam istilah medis, kondisi ini bernama hematuria.
Darah dalam urin dapat terlihat berwarna merah muda, kecoklatan, atau kemerahan. Kondisi ini tidak menimbulkan rasa nyeri. Namun, jika gumpalan keluar melalui urine, hal ini bisa terasa sakit.
3. Disfungsi Ereksi
Disfungsi ereksi (DE) adalah ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi dalam waktu lama saat berhubungan intim. DE terbagi atas 2 jenis, yaitu disfungsi ereksi vaskular dan neurogenik.
DE vaskular termasuk jenis yang paling umum dan memengaruhi pembuluh darah yang mengalirkan darah ke jaringan penis. Sementara DE neurogenik terjadi akibat gangguan saraf yang mencegah sinyal otak ke penis untuk menciptakan ereksi.
4. Berat Badan Menurun
Berat badan turun tanpa sebab termasuk gejala umum kanker prostat. Gejalanya sering kali memburuk dan berkembang secara bertahap.
Anda bisa mengunjungi layanan kesehatan terdekat apabila berat badan telah turun sebanyak 10 pounds atau sekitar 4 kilogram tanpa usaha dan penyebab yang jelas. Jika gejala kanker terdeteksi sejak dini, hal ini dapat meningkatkan peluang sembuh yang lebih tinggi.
5. Darah dalam Air Mani
Darah dalam air mani biasanya berwarna merah, merah muda, cokelat, atau cokelat kemerahan. Apabila darah yang berwarna coklat menandakan bahwa darah sudah berada lama di dalam sistem reproduksi.
Dokter atau ahli medis profesional dapat melakukan pemeriksaan colok dubur untuk mengetahui bengkak, rasa nyeri, atau benjolan pada prostat. Penderita juga menjalani tes urin untuk mendeteksi adanya infeksi yang muncul.
6. Sakit saat Buang Air Kecil
Penderita kanker prostat dapat mengalami sakit atau nyeri saat buang air kecil. Dalam istilah medis, kondisi ini bernama dengan disuria.
Sulit buang air kecil sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman dan sensasi terbakar. Kondisi ini juga berkaitan dengan infeksi saluran kemih yang cukup mengganggu.
7. Hilangnya Kontrol Kandung Kemih
Hilangnya kontrol kandung kemih muncul dengan tanda kebocoran urin yang tidak terkendali dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kebocoran urin bisa terjadi ketika Anda batuk, tertawa, atau bersin.
Bahkan, Anda perlu bangun telah malam untuk buang air kecil. Pengobatannya cenderung bervariasi, mulai dari perubahan pola hidup hingga perawatan medis sesuai anjuran dokter.
8. Inkontinensia Tinja
Penderita kanker prostat dapat mengalami inkontinensia atau kebocoran tinja yang cukup mengganggu. Kondisi ini ditandai dengan sulit mengontrol proses buang air besar.
Akibatnya, feses bisa keluar tanpa kendali saat beraktivitas fisik atau kentut. Feses juga sering ditemukan pada celana dalam penderita setelah BAB secara teratur.
Baca Juga: Apa Itu Prostatitis? Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Cara Mendeteksi Kanker Prostat
Ada beberapa cara mengetahui kanker prostat, di antaranya:
1. Tes Skrining
Salah cara mendeteksi kanker prostat adalah dengan tes skrining. Pemeriksaan ini sangat penting bagi penderita yang memiliki riwayat penyakit kanker prostat atau faktor risiko lainnya.
Tes skrining prostat meliputi:
- Digital rectal exam (colok dubur): Selama pemeriksaan berlangsung, dokter memasukkan jari ke dalam rektum untuk memeriksa kelainan pada bentuk, tekstur, atau ukuran kelenjar prostat. Sebelum memasukkan jari, dokter akan menggunakan sarung tangan dan cairan pelumas terlebih dahulu.
- Pemeriksaan antigen spesifik prostat: Tim medis dapat mengambil sampel darah dari vena bagian lengan untuk dianalisis lebih lanjut. Jika kadar sampel tinggi, hal ini mengindikasikan infeksi prostat, peradangan atau kanker.
2. Pencitraan
Jika pemeriksaan fisik mendeteksi adanya kelainan, dokter dapat merekomendasikan tes pencitraan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan ini berupa:
- Ultrasonografi (USG): Tes ini melibatkan alat kecil yang berbentuk seperti cerutu yang dimasukkan ke dalam rektum. Alat USG menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar kelenjar prostat.
- Pencitraan Resonansi Magnetik (MRI): Pada beberapa kasus, dokter menyarankan pemeriksaan MRI untuk menghasilkan gambar prostat yang lebih rinci. Hasil gambar ini bisa membantu dokter dalam merencanakan prosedur untuk mengambil sampel di jaringan prostat.
3. Biopsi
Biopsi jarum merupakan cara mendiagnosis atau mengetahui seberapa agresif kanker prostat. Pemeriksaan ini melibatkan pengambilan sampel jaringan untuk diuji di laboratorium guna mendeteksi kanker.
Setelah hasilnya positif, dokter dapat merekomendasikan pengobatan yang tepat untuk mencegah gejala kanker prostat semakin parah. Pengobatannya cenderung bervariasi tergantung pada kondisi kesehatan penderita dan penyebaran sel kanker yang terjadi.
Baca Juga: 8 Pengobatan Penyakit Kanker Prostat
Konsultasi Kanker di Ciputra Hospital
Jika mengalami gejala kanker prostat, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.
Ciputra Hospital adalah salah satu rumah sakit dengan layanan pusat kanker lengkap.
Anda juga bisa buat janji dengan dokter spesialis kanker. Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.







