Ditulis oleh Tim Konten Medis
Meskipun berbentuk kecil, ada sejumlah bahaya mikroplastik untuk kesehatan tubuh yang perlu diwaspadai. Jika masuk ke dalam tubuh, sampah plastik ini dapat menyebabkan gangguan paru-paru, penyakit jantung, hingga masalah kesuburan.

Mikroplastik dapat ditemukan di laut hingga tanah yang tercemar
Dalam beberapa tahun terakhir, kesehatan tubuh manusia kembali terancam akibat kerusakan lingkungan. Hal ini disebabkan oleh munculnya mikroplastik di lautan, tanah, dan menyebar di udara.
Mikroplastik dapat menimbulkan masalah kesehatan serius, seperti penyakit kanker. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena mikroplastik cenderung kasat mata dan bisa masuk ke dalam tubuh tanpa disadari.
Apa Itu Mikroplastik dan Bagaimana Bisa Masuk ke dalam Tubuh?
Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kecil sekitar kurang dari 5 millimeter. Partikel ini terbagi atas 2 jenis, yaitu primer dan sekunder.
Mikroplastik primer berasal dari penggunaan produk komersial yang sering digunakan oleh manusia, seperti kosmetik, pakaian, dan jaring ikan. Sementara itu, mikroplastik sekunder mudah ditemukan pada penguraian sampah plastik di lautan, seperti botol air.
Kondisi ini bisa menimbulkan malapetaka bagi lingkungan karena plastik membutuhkan waktu ratusan atau ribuan tahun untuk bisa terurai. Mikroplastik dapat ditemukan di mana saja, seperti pantai dan lautan.
Anda mungkin sering melihat serpihan yang seolah-olah berwarna-warni di pantai. Serpihan ini berasal dari mikroplastik yang sudah terurai menjadi partikel kecil tidak terlihat akibat paparan radiasi matahari dan gelombang laut.
Mekanisme mikroplastik masuk ke dalam tubuh manusia bisa terjadi karena konsumsi ikan laut yang sudah terkontaminasi. Berdasarkan hal ini, tidak mengherankan bahwa mikroplastik telah terdeteksi di seluruh tubuh manusia, seperti dalam darah, air liur, dan hati.
Munculnya mikroplastik di lingkungan disebabkan oleh pembuangan sampah sembarangan. Bahkan, partikel plastik juga mudah ditemukan pada pada air keran, air minum kemasan, bir, dan garam.
Baca Juga: 10 Cara Menjaga Kesehatan Tubuh agar Tidak Gampang Sakit
Bahaya Mikroplastik bagi Kesehatan
Adapun sejumlah dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia, antara lain:
1. Gangguan Paru-Paru
Seseorang yang sering menghirup atau menelan mikroplastik rentan mengalami gangguan paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, dan sesak napas. Kondisi ini sering dialami oleh pekerja konstruksi atau orang yang bekerja di pabrik plastik.
Bahkan, bahaya sampah plastik yang ditemukan di dalam tubuh bisa memicu peradangan dan penurunan kapasitas paru-paru. Anda dapat mencegah kondisi ini dengan mengenakan masker, mencuci pakaian setelah bekerja, dan hindari tempat yang banyak terdapat debu.
Pastikan untuk mengurangi penggunaan plastik dengan beberapa cara, seperti:
- Hindari menggunakan sedotan, gelas, atau wadah berbahan plastik
- Membawa kantong belanja sendiri
- Membawa botol minum bebas BPA (bisphenol A)
2. Gangguan Kesuburan
Penelitian menunjukan bahwa rata-rata manusia menelan mikroplastik sebanyak 5 gram setiap minggunya. Hal ini setara dengan berat kartu kredit.
Terlalu banyak menelan atau menghirup mikroplastik bisa meningkatkan risiko gangguan kesuburan. Partikel ini mengandung senyawa kimia berbahaya, seperti ftalat dan bisphenol A (BPA).
Senyawa bisphenol A bisa menurunkan jumlah sel telur yang sehat dan kualitas sperma sehingga perlu diwaspadai. Senyawa ini juga berkaitan erat dengan penyakit endometriosis dan sindrom ovarium yang memengaruhi kesuburan wanita.
3. Penyakit Jantung
Penelitian membuktikan bahwa kandungan BPA pada mikroplastik bisa menyebabkan gangguan kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan gagal jantung. Kondisi ini bisa menimbulkan berbagai gejala, seperti sesak napas, batuk atau mengi, dan penyempitan pembuluh darah.
Jika Anda mengkhawatirkan BPA pada mikroplastik, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan, sebagai berikut:
- Menggunakan produk yang diberi label bebas BPA atau BPA Free
- Hindari memasukan wadah plastik ke dalam microwave atau mesin pencuci piring
- Gunakan produk alternatif, seperti wadah kaca, porselen, atau baja tahan karat
- Pilih buah dan sayuran utuh yang segar
Baca Juga: Bahaya Tersembunyi Limbah Nuklir bagi Kesehatan Manusia
4. Penyakit Kanker
Perlu diketahui bahwa mikroplastik bisa menyebabkan penyakit kanker. Hal ini disebabkan oleh kandungan pada mikroplastik, seperti dioksin.
Bahan kimia ini bisa mengganggu keseimbangan hormon dan menyebabkan penyakit kanker sehingga perlu diwaspadai. Bahkan, dioksin bisa bertahan lama di dalam tubuh sekitar 7-11 tahun.
Biasanya, dioksin masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi lemak hewani dan air minum. Efek dari bahan kimia ini tergantung dari seberapa banyak yang masuk ke dalam tubuh.
Sebagai contoh, pekerja konstruksi yang sering terkena paparan dioksin selama bertahun-tahun sehingga meningkatkan risiko terkena semua jenis kanker dan kematian akibat kanker. Dalam jangka pendek, paparan dioksin hanya menimbulkan lesi dan bercak-bercak gelap pada kulit.
5. Keguguran dan Cacat Lahir
Penelitian membuktikan bahwa janin dan bayi baru lahir rentan terkena paparan efek dioksin pada mikroplastik. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi ibu hamil dan menyusui karena bisa meningkatkan risiko cacat lahir hingga keguguran.
Sumber dioksin banyak sekali dan mudah ditemukan di masa saja. Bahan kimia ini cenderung kasat mata atau tidak dapat dilihat secara langsung.
Sebagian besar paparan dioksin berasal dari makanan produk hewani, terutama susu, daging, dan makanan laut. Oleh sebab itu, ibu hamil dan menyusui perlu memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi untuk mengurangi paparan dioksin. Misalnya, memilih daging atau ikan tanpa lemak dan konsumsi buah serta sayuran organik.
Seiring dengan penggunaan jumlah sampah plastik, ancaman terhadap kesehatan manusia semakin meningkat. Kondisi ini bisa menghasilkan partikel dan gas yang berkontribusi terhadap perubahan iklim dan masalah kesehatan.
Menghilangkan mikroplastik dari tubuh memang tidak mudah. Namun, Anda bisa mengurangi penggunaan sampah plastik untuk meminimalisir pencemaran lingkungan akibat mikroplastik.
Jika Anda mengalami gangguan kesehatan akibat terkena paparan mikroplastik, seperti sakit perut, kembung, dan perubahan kebiasaan buang air besar, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Sistem Imun yang Efektif Cegah Penyakit
Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat. Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.
Source:
- Britannica. Microplastics. Juni 2024.
- Center for International Environmental Law. Plastic and Human Health: A Lifecycle Approach to Plastic Pollution. Juni 2024.
- Harvard Medicine. Microplastics Everywhere. Diakses Juni 2024.