Cara mencegah penyakit gagal jantung dapat dilakukan dengan mengontrol kolesterol dan tekanan darah, menjaga berat badan ideal, menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, serta menghindari rokok dan alkohol. Pemeriksaan kesehatan rutin juga penting untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini.

Apa itu Penyakit Gagal Jantung?
Gagal jantung adalah kondisi ketika jantung tidak mampu memompa atau mengisi darah secara memadai untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kondisi ini dapat terjadi karena otot jantung melemah sehingga daya pompanya menurun, maupun karena otot jantung menjadi kaku sehingga sulit terisi darah meski kekuatan pompanya masih normal. Penyakit gagal jantung akan membuat darah dan cairan menumpuk di paru-paru sehingga menyebabkan sesak napas.
Gagal jantung bisa menyerang siapa saja, tetapi lebih banyak menyerang lansia. Penyebab paling umum gagal jantung, seperti penyakit jantung koroner, yaitu gangguan penyempitan pembuluh darah yang memasok darah dan oksigen ke jantung. Kondisi ini tidak boleh diabaikan dan harus segera mendapatkan perawatan medis untuk mencegah terjadinya komplikasi.
Baca Juga: Pemicu Serangan Jantung yang Tidak Terduga
Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Gagal Jantung?
Terdapat banyak cara untuk mencegah penyakit gagal jantung. Namun, upaya pencegahan paling umum dengan melakukan perubahan gaya hidup, berikut penjelasannya.
1. Jaga Kadar Kolesterol dan Trigliserida Tetap Terkendali
Tingginya kadar kolesterol dalam tubuh bisa menyebabkan penyumbatan pada arteri. Kondisi tersebut akan meningkatkan risiko terkena penyakit arteri koroner dan serangan jantung. Sedangkan, trigliserida merupakan jenis lemak lain dalam darah.
Kadar trigliserida yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit arteri koroner. Oleh karena itu, melakukan perubahan gaya hidup atau menggunakan obat-obatan (jika diperlukan) dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida Anda.
2. Jaga Tekanan Darah Tetap Terkendali
Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor utama penyakit jantung. Oleh karena itu, penting untuk rutin memeriksakan tekanan darah Anda secara teratur. Bagi orang dewasa, dianjurkan untuk setahun sekali melakukan pengecekan.
Tetapi, bagi mereka yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi harus lebih sering. Selain memeriksakan diri, mengambil langkah pencegahan dengan mengubah gaya hidup juga membantu mengontrol tekanan darah tinggi.
Baca Juga: Berbagai Jenis Penyakit Jantung dan Pengaruhnya Kepada Tubuh
3. Menjaga Berat Badan Tetap Ideal
Cara lain untuk mencegah penyakit gagal jantung dengan menjaga berat badan tetap ideal. Ketika Anda memiliki berat badan berlebih, maka risiko terkena penyakit jantung akan lebih tinggi.
Sebab, kelebihan berat badan akan menyebabkan beberapa penyakit pemicu gagal jantung seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes. Jadi, penting untuk menjaga berat badan tetap ideal. Anda dapat melakukannya dengan mulai menerapkan pola makan yang sehat bagi jantung dan tubuh.
4. Terapkan Pola Makan Sehat
Memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit gagal jantung. Makanan tidak sehat yang dimaksud, seperti mengandung banyak lemak jenuh, garam natrium, dan tinggi gula. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari atau batasi makanan-makanan tersebut dan menggantinya dengan makanan sehat.
Makanan sehat yang direkomendasikan antara lain sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, daging serta ikan tanpa lemak, makanan susu rendah lemak atau bebas lemak, dan protein tanpa lemak. Makanan di atas berguna membantu Anda terhindar dari penyakit hipertensi, diabetes, dan kolesterol yang memicu penyakit jantung.
5. Berolahraga Secara Teratur
Olahraga memiliki banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya dapat memperkuat jantung dan meningkatkan sirkulasi. Selain itu, berolahraga juga dapat membantu Anda untuk mempertahankan berat badan ideal, sehingga menurunkan kolesterol dan tekanan darah.
Bagi orang dewasa, intensitas olahraga yang direkomendasikan yaitu 30 menit selama 5 hari. Anda bisa memilih olahraga ringan seperti jalan kaki atau renang. Selain itu, kegiatan seperti berkebun, mengurus rumah, atau menaiki tangga juga bisa menjadi pilihan aktivitas lainnya.
6. Batasi Alkohol
Minum terlalu banyak alkohol dapat meningkatkan tekanan darah dalam tubuh Anda. Selain itu, alkohol juga mengandung banyak kalori yang bisa menyebabkan Anda mengalami penambahan berat badan atau obesitas. Keduanya berpotensi memicu penyakit jantung. Jika perlu hindari minum-minuman beralkohol setiap harinya.
7. Berhenti Merokok
Memiliki kebiasaan merokok bisa menjadi salah faktor penyebab penyakit jantung. Perokok memiliki risiko sekitar dua hingga empat kali lipat mengalami penyakit jantung koroner dan serangan jantung dibandingkan orang yang tidak merokok, dan risikonya meningkat seiring jumlah rokok yang dikonsumsi.
Bahan kimia yang terkandung dalam tembakau dapat merusak jantung dan pembuluh darah. Sedangkan, asap rokok dapat mengurangi oksigen dalam darah yang dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.
Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk mensuplai oksigen yang cukup ke tubuh. Oleh karena itu, salah satu cara mencegah penyakit gagal jantung dengan berhenti merokok.
Segera hubungi 119 atau kunjungi IGD terdekat bila mengalami gejala serangan jantung seperti nyeri atau rasa tertekan di dada yang menjalar ke lengan, rahang, atau punggung, dengan keringat dingin dan sesak napas.
Baca Juga: 12 Tanda Kemungkinan Penyakit Jantung
8. Mengelola Stres
Stres juga bisa meningkatkan risiko terkena penyakit gagal jantung. Sebab, stres bisa meningkatkan tekanan darah hingga menyebabkan hipertensi.
Selain itu, beberapa orang mengatasi stres dengan cara yang tidak sehat seperti makan berlebihan, minum alkohol, atau merokok yang semuanya itu dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung. Anda perlu mengelola stres dengan baik cobalah beberapa aktivitas untuk menghilangkan stres, seperti aktivitas fisik, latihan relaksasi, yoga, atau meditasi.
9. Kontrol Diabetes
Memiliki penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko penyakit jantung diabetik. Seiring waktu, gula darah tinggi akibat penyakit diabetes dapat merusak pembuluh darah serta saraf yang mengendalikan jantung dan pembuluh darah. Oleh karena itu, jika Anda memiliki diabetes, pastikan rutin melakukan pemeriksaan agar kadar gula darah terkontrol dan kondisinya tidak semakin parah.
10. Miliki Kualitas Tidur yang Baik
Orang yang kurang tidur rentan dengan penyakit obesitas, tekanan darah tinggi, serangan jantung, diabetes, dan depresi. Semua hal tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Umumnya, orang dewasa membutuhkan waktu antara 7 hingga 9 jam tidur setiap malam. Tetapkan jadwal tidur dan patuhi jadwal tersebut setiap harinya agar kualitas tidur Anda menjadi lebih baik.
Berbagai cara mencegah penyakit gagal jantung di atas dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit ini. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan obat-obatan medis sebagai langkah penanganan. Namun, pastikan sudah mendapat resep dari dokter sebelum mengkonsumsinya. Sekian ulasan tentang bagaimana cara mencegah penyakit gagal jantung. Semoga bermanfaat.
11. Lakukan Pemeriksaan Rutin
Menjaga kesehatan jantung tidak cukup hanya dengan pola hidup sehat, tetapi juga perlu pemeriksaan rutin agar kondisi tubuh dapat terus terpantau. Langkah ini membantu mengenali potensi gangguan sejak dini sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sebelum masalah berkembang lebih serius.
Ada beberapa jenis pemeriksaan umum untuk menilai kondisi jantung, di antaranya:
- Elektrokardiogram (EKG), untuk merekam aktivitas listrik jantung
- Echocardiogram, untuk melihat struktur dan fungsi jantung melalui gelombang ultrasound
- Tes stres, untuk mengetahui respons jantung saat beraktivitas fisik
- CT Scan koroner, untuk mendeteksi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah
- Pemantauan Holter, untuk merekam ritme jantung selama 24-48 jam
Bagi orang lanjut usia yang belum menunjukkan gejala, pemeriksaan pencegahan yang penting adalah penilaian faktor risiko secara berkala, yaitu tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, berat badan, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Pemeriksaan lanjutan seperti EKG, ekokardiografi, uji latih jantung, atau CT scan koroner hanya bila muncul gejala atau atas indikasi dokter, karena pada orang tanpa gejala pemeriksaan tersebut belum terbukti bermanfaat dan berisiko memberi hasil positif palsu. Frekuensi pemeriksaan jantung berbeda pada setiap orang dan sebaiknya mengikuti penilaian dokter berdasarkan risiko serta keluhan.
Kapan Harus ke Dokter
Segera hubungi dokter apabila muncul keluhan baru atau kondisi gagal jantung yang Anda alami terasa semakin berat. Berikut gejala yang perlu Anda waspadai dan cari pertolongan medis segera:
- Napas terasa berat meski sedang dalam kondisi diam atau beristirahat
- Kaki maupun area perut tampak membengkak
- Berat badan naik secara drastis dalam waktu singkat
- Rasa lelah yang tak kunjung hilang meski sudah beristirahat
Segera ke IGD rumah sakit terdekat atau hubungi 119 apabila mengalami gejala sesak napas saat beristirahat atau saat berbaring telentang, bibir kebiruan, terbangun di malam hari dengan napas tersengal-sengal, nyeri dada, pingsan, atau kenaikan berat badan mendadak lebih dari sekitar 2 kg dalam beberapa hari.
FAQ
Apakah gagal jantung bisa dicegah sepenuhnya?
Umumnya Anda tidak dapat mencegah gagal jantun sepenuhnya, karena adanya faktor risiko seperti kelainan bawaan atau penuaan.
Seberapa sering harus cek kesehatan jantung untuk pencegahan?
Penilaian faktor risiko jantung (tekanan darah, kolesterol, dan gula darah) umumnya dianjurkan setiap 1 hingga 2 tahun sekali pada usia di bawah 40 tahun, dan setidaknya sekali setahun pada usia di atas 40 tahun atau bila ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga, sesuai anjuran dokter.
Apakah olahraga tertentu lebih efektif mencegah gagal jantung?
Latihan aerobik teratur, minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang, merupakan olahraga dengan bukti manfaat paling kuat untuk kesehatan jantung, dan dapat dilengkapi latihan beban dua kali seminggu sesuai kemampuan serta anjuran dokter, terutama bila Anda sudah memiliki penyakit jantung



