Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Home
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Fasilitas & Layanan
  • Center of Excellence
  • Cari Dokter
  • Artikel
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Apakah Lupus Bisa Sembuh? Ini Fakta Medisnya
Defara
Senin, 30 Mei 2022 / Published in Artikel Kesehatan

Apakah Lupus Bisa Sembuh? Ini Fakta Medisnya

Ditulis oleh Tim Konten Medis

Lupus tidak bisa sembuh total, namun gejalanya dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat, seperti mengonsumsi Hydroxychloroquine, steroid, hingga obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID). Pengobatan bertujuan untuk meredakan gejala, mencegah kekambuhan, hingga menurunkan risiko rusaknya organ seperti ginjal, jantung, hingga otak.

apakah lupus bisa sembuh
Lupus adalah penyakit autoimun yang membuat sistem imun menyerang tubuh sendiri.

Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Kondisi ini dapat memengaru hi berbagai bagian tubuh, seperti kulit, sendi, ginjal, darah, hingga otak.

Penyebab penyakit lupus belum diketahui secara pasti, tetapi diduga berkaitan dengan faktor genetik, hormon, serta paparan lingkungan seperti infeksi atau sinar matahari. Gejala lupus sangat beragam, mulai dari mudah lelah, nyeri sendi, ruam pada kulit, demam, hingga pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.

Daftar Isi

Toggle
  • Apakah Lupus Bisa Sembuh?
  • Obat-Obatan untuk Mengatasi Mengatasi Gejala Lupus
    • 1. Hydroxychloroquine dan Obat Antimalaria Lainnya
    • 2. Steroid
    • 3. Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID)
    • 4. Imunosupresi
    • 5. Pengencer Darah
    • 6. Antibodi Monoklonal
  • Gaya Hidup Sehat untuk Pengobatan Lupus
  • Cara Mencegah Lupus Kambuh

Apakah Lupus Bisa Sembuh?

Jawabannya adalah tidak. Lupus adalah penyakit kronis seumur hidup yang belum ada obatnya.

Artinya, sekali Anda terkena lupus, Anda akan hidup bersama penyakit tersebut seumur hidup Anda. Namun, jangan khawatir Anda tetap dapat memperoleh pengobatan dan perawatan untuk mengelola gejala.

Perawatan dapat dilakukan agar gejala Anda berkurang, mencegah potensi flare muncul serta masalah kese hatan lain yang dipicu oleh lupus. Jenis perawatan akan sangat tergantung pada gejala dan kebutuhan tubuh Anda. 

Baca Juga: Jenis Penyakit Lupus dan Penjelasannya

Obat-Obatan untuk Mengatasi Mengatasi Gejala Lupus

Meskipun merupakan penyakit seumur hidup yang dapat mempengaruhi banyak bagian hidup Anda. Banyak penderita lupus yang berumur panjang dan hidup sehat.

Anda dapat mengambil langkah-langkah pengendalian gejala, guna mencegah kambuhnya lupus dan mengatasi tantangan penyakit lupus. Berikut cara mengobati penyakit lupus agar cepat sembuh:

1. Hydroxychloroquine dan Obat Antimalaria Lainnya

Hydroxychloroquine adalah salah satu jenis obat antimalaria. Antimalaria bekerja dengan mengurangi antibodi (protein dalam darah yang menyerang sel dan jaringan sehat).

Obat ini mungkin umum untuk mengobati malaria, tetapi hydroxychloroquine juga dapat Anda pakai untuk mengatasi penyakit lupus. Berikut khasiat obat hydroxychloroquine:

  • Mengurangi rasa sakit dan peradangan
  • Mencegah flare dan membantu masalah kulit akibat lupus
  • Membantu mencegah pembekuan darah dan kerusakan organ

Kebanyakan orang dengan lupus menggunakan obat ini sepanjang hidup mereka. Hal ini karena hydroxychloroquine dapat membantu mengendalikan gejala lupus dengan efek samping yang minim.

Meskipun efek sampingnya sedikit, Anda tetap perlu waspada. Obat antimalaria terkadang dapat menyebabkan sakit perut dan masalah pencernaan seperti, mual atau diare.

Efek samping mungkin akan hilang setelah tubuh melakukan penyesuaian diri dengan obatnya. Selain hydroxychloroquine, dokter mungkin juga merekomendasikan chloroquine.

Kedua obat ini dapat terkonsumsi dalam bentuk pil atau cairan.

2. Steroid

Anda mungkin sering mendengar istilah steroid untuk meningkatkan kinerja atlet. Berbeda dengan mereka, steroid yang Anda konsumsi adalah khusus untuk pengobatan lupus.

Hampir sama dengan obat antimalaria, steroid dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan akibat lupus. Mereka bekerja dengan mengurangi aktivitas sel darah putih yang terlalu aktif.

Adapun jenis steroid yang paling umum dokter gunakan dalam mengobati lupus adalah Prednison. Jika Anda memiliki masalah hati, dokter mungkin akan merekomendasikan steroid berbeda terkenal dengan nama prednison atau metilprednisolon.

Steroid dapat Anda konsumsi dengan beberapa cara. Pertama dengan pil, kedua melalui suntikan, dan ketiga melalui krim atau gel kulit.

Cara menyembuhkan penyakit autoimun seperti lupus ini sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan tubuh Anda. Seperti jenis obat yang lain, steroid juga memiliki beberapa efek samping seperti pembengkakan, penambahan berat badan, dan masalah tidur.

Bila Anda menggunakan steroid dalam jangka panjang, mereka juga dapat meningkatkan masalah kesehatan lain seperti, infeksi, osteoporosis (masalah tulang), dan diabetes.

3. Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID)

NSAID juga dapat mengurangi rasa sakit dan peradangan. Mereka bekerja dengan mengurangi bahan kimia dalam tubuh yang menjadi penyebab peradangan.

NSAID merupakan pengobatan yang paling umum untuk gejala lupus yang khas seperti demam dan nyeri sendi. Jenis NSAID yang umum ditemukan untuk mengobati lupus adalah Ibuprofen, Naproxen, Indometasin, Nabumetone, Celecoxib, dan Aspirin.

Selain mengobati rasa sakit dan peradangan, aspirin juga dapat Anda pakai untuk mencegah pembekuan darah. Banyak orang dengan lupus mengonsumsi aspirin dosis rendah setiap hari untuk menurunkan risiko pembekuan darah.

Untuk efek sampingnya sendiri, penggunaan NSAID dapat menyebabkan masalah sistem pencernaan seperti sakit perut dan bisul. Efek sampingnya bisa berkurang dengan minum obat setelah makan dan menggunakan obat lambung sesuai anjuran dokter, seperti omeprazole, lansoprazole, atau antasida yang terjual bebas.

Baca Juga: Apakah Penyakit Lupus Mematikan?

4. Imunosupresi

Obat penyakit lupus ini dapat membantu menghentikan sistem kekebalan tubuh agar tidak menyerang jaringan yang sehat. Dokter biasa merekomendasikan obat ini ketika Anda mengalami gejala lupus serius yang memengaruhi organ seperti, otak, ginjal, jantung, dan paru-paru.

Jenis imunosupresif yang umum untuk mengobati lupus adalah Metotreksat, Mycophenolate mofetil, Azathioprine, Siklofosfamid, dan Voclosporin. Masing-masing obat bekerja secara berbeda dalam mengatasi gejala lupus Anda.

Sedangkan efek samping dari imunosupresif sendiri adalah tubuh mungkin akan sulit untuk melawan infeksi. Jika Anda menggunakan imunosupresif, gunakan beberapa tips berikut untuk melindungi dari infeksi yakni, sering cuci tangan, bersihkan dan lindungi luka di tubuh, hindari orang yang sedang pilek atau batuk, serta cegah virus dengan vaksin.

5. Pengencer Darah

Pengencer darah atau disebut juga antikoagulan, dapat membantu mencegah pembekuan darah. Jika Anda memiliki masalah pembekuan darah, atau memiliki antibodi antifosfolipid, dokter mungkin akan merekomendasikan pengencer darah untuk mengatasi hal tersebut.

Pengencer darah yang umum untuk lupus adalah suntikan heparin, Pil warfarin, dan Aspirin dosis rendah. Efek samping dari pengencer darah adalah dapat menyebabkan pendarahan yang sulit dikendalikan.

Segera periksa periksa ke dokter jika mengalami pendarahan yang tidak biasa, urin berwarna merah atau cokelat, atau terdapat darah di toilet setelah buang air. Waspadai juga muntah atau batuk darah, serta rasa pusing dan lemah yang muncul tiba-tiba.

6. Antibodi Monoklonal

Antibodi monoklonal adalah obat sejenis protein yang dibuat di laboratorium dan dikembangkan untuk menemukan dan menempel hanya pada satu jenis zat dalam tubuh. Meskipun jenis antibodi monoklonal ada banyak namun, hanya ada dua yang disetujui untuk mengobati lupus yaitu, Belimumab dan Anifrolumab.

Efek samping dari obat ini dapat berbeda, beberapa di antaranya adalah menyebabkan mual dan diare, dema, sulit tidur, nyeri di lengan dan kaki, sakit kepala, depresi, peningkatan risiko infeksi, dan peningkatan risiko infeksi herpes zoster.

Gaya Hidup Sehat untuk Pengobatan Lupus

Berikut gaya hidup sehat untuk membantu pengobatan lupus yang bisa Anda lakukan sehari-hari, agar gejala lebih terkontrol dan kekambuhan bisa dicegah:

  • Rutin kontrol ke dokter: Usahakan tetap kontrol walau kondisi terasa membaik, jangan menunggu sampai keluhan bertambah berat. Pemeriksaan rutin membantu memantau kondisi tubuh dan mencegah lupus kambuh.
  • Lindungi diri dari sinar matahari: Sinar matahari bisa memicu gejala lupus, jadi gunakan pakaian tertutup seperti topi dan baju lengan panjang saat beraktivitas di luar. Jangan lupa pakai tabir surya dengan SPF minimal 55 setiap keluar rumah.
  • Lakukan olahraga secara teratur: Olahraga ringan dan rutin membantu menjaga kekuatan tulang, kesehatan jantung, serta membuat tubuh terasa lebih bugar. Pilih jenis olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri.
  • Hindari merokok: Merokok dapat memperburuk kondisi jantung dan pembuluh darah, yang sudah berisiko pada penderita lupus. Berhenti merokok akan sangat membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.
  • Konsumsi makanan sehat dan seimbang: Perbanyak buah, sayur, dan biji-bijian utuh untuk mendukung daya tahan tubuh. Jika memiliki tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, atau masalah lambung, pola makan perlu disesuaikan dengan anjuran dokter.
  • Konsultasikan suplemen vitamin D dan kalsium: Vitamin D dapat membantu menjaga kesehatan penderita lupus, sementara kalsium penting untuk kekuatan tulang. Konsumsi suplemen sebaiknya sesuai saran tenaga medis agar dosisnya aman dan tepat.

Baca Juga: Bagaimana Penyakit Lupus Terjadi?

Cara Mencegah Lupus Kambuh

Lupus bisa kambuh kapan saja jika tubuh terlalu lelah atau terpapar pemicu tertentu. Karena itu, pencegahan sejak dini sangat penting agar gejala tetap terkendali dan kualitas hidup tetap terjaga.

  • Batasi paparan sinar matahari: Terlalu lama terkena sinar matahari dapat memicu kambuhnya lupus. Usahakan tidak beraktivitas di luar ruangan antara pukul 10.00–16.00, gunakan pakaian tertutup, topi, dan tabir surya dengan SPF minimal 50.
  • Tetap aktif dengan aktivitas ringan: Nyeri sendi memang bisa membuat tubuh enggan bergerak, tetapi aktivitas ringan justru membantu mengurangi kaku dan nyeri. Pilih olahraga yang aman seperti jalan kaki, bersepeda santai, berenang, yoga, atau tai chi sesuai anjuran dokter.
  • Cukupi waktu istirahat dan jaga kesehatan mental: Kurang tidur dan stres dapat memperberat gejala lupus. Tidur cukup sekitar 7–9 jam per hari dan kelola stres dengan baik agar tubuh lebih siap mencegah kekambuhan.

Segera periksa ke dokter jika muncul gejala lupus seperti demam berkepanjangan, nyeri dan bengkak pada sendi, ruam merah di wajah, kelelahan berat, atau nyeri dada dan sesak napas. Yuk kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.

Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.

Telah direview oleh dr. Sony Prabowo

Source:

  • Mayo Clinic. Lupus. Januari 2026.
  • Cleveland Clinci. Lupus. Januari 2026.

Diperbarui pada 5 Januari 2024

Artikel Terkait

  • Perbedaan penyakit autoimun dan lupus
    Perbedaan Penyakit Autoimun dan Lupus
  • ruam kulit kemerahan
    Apa Itu Ruam Kulit? Penyebab, Gejala, Pengobatan
  • jenis penyakit autoimun
    12 Jenis Penyakit Autoimun yang Perlu Diwaspadai
  • penyakit autoimun
    Apa Itu Penyakit Autoimun? Penyebab, Gejala, Pengobatan
  • Bagaimana cara mengatasi penyakit autoimun
    Bagaimana Cara Mengatasi Penyakit Autoimun?
Tagged under: Gangguan Penyakit

Artikel Terkait

  • Perbedaan penyakit autoimun dan lupus
    Perbedaan Penyakit Autoimun dan Lupus
  • ruam kulit kemerahan
    Apa Itu Ruam Kulit? Penyebab, Gejala, Pengobatan
  • jenis penyakit autoimun
    12 Jenis Penyakit Autoimun yang Perlu Diwaspadai
  • penyakit autoimun
    Apa Itu Penyakit Autoimun? Penyebab, Gejala, Pengobatan
  • Bagaimana cara mengatasi penyakit autoimun
    Bagaimana Cara Mengatasi Penyakit Autoimun?

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP