Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Home
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Fasilitas & Layanan
  • Center of Excellence
  • Cari Dokter
  • Artikel
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • 12 Akibat Kurang Serat, Kenali Gejalanya pada Tubuh
Asifah
Jumat, 23 Januari 2026 / Published in Artikel Kesehatan

12 Akibat Kurang Serat, Kenali Gejalanya pada Tubuh

Ditulis oleh Tim Konten Medis

Akibat kurang serat bisa memicu penyakit jantung, stroke, peradangan kronis, kekebalan tubuh melemah, berat badan sulit Anda kendalikan, gangguan pencernaan, wasir, mudah lelah, dan masalah pada kulit. Anda dapat menambah serat harian dengan mengonsumsi biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.

Akibat kurang serat
Kurang serat bisa mengganggu pencernaan.

Serat merupakan nutrisi penting yang berfungsi menjaga kesehatan pencernaan, menstabilkan energi, serta melindungi tubuh dari berbagai penyakit kronis. Sayangnya, akibat kurang serat dalam tubuh masih sering diabaikan dan baru disadari ketika muncul masalah kesehatan.

Kebutuhan serat harian sebenarnya bisa Anda penuhi dengan menambah makanan yang tinggi serat. Dengan pola makan seimbang, Anda dapat mencegah berbagai penyakit akibat kurang serat dan menjaga tubuh tetap bugar.

Daftar Isi

Toggle
  • Bahaya Akibat Kurang Serat
    • 1. Berisiko Lebih Tinggi Terkena Penyakit Kardiovaskular
    • 2. Memperpendek Usia Harapan Hidup
    • 3. Memicu Peradangan dalam Tubuh
    • 4. Sistem Kekebalan Tubuh Melemah
    • 5. Berat Badan Lebih Sulit Dikendalikan
    • 6. Gangguan Pencernaan Semakin Parah
    • 7. Risiko Mengalami Wasir
    • 8. Mudah Lelah dan Kurang Energi
    • 9. Kadar Kolesterol Meningkat
    • 10. Masalah pada Kulit
    • 11. Rentan Divertikulitis
    • 12. Ketidakseimbangan Bakteri Usus
  • Kebutuhan Serat Harian
  • Sumber Serat Harian

Bahaya Akibat Kurang Serat

Serat adalah nutrisi penting yang berperan menjaga kesehatan pencernaan, metabolisme, serta daya tahan tubuh. Sayangnya, banyak orang masih kurang memperhatikan asupan serat harian, padahal akibat kekurangan serat dapat memicu berbagai masalah serius. 

Mengenali gejala kekurangan serat sejak dini sangat penting agar Anda bisa memperbaikinya dengan menambah konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, atau minuman yang tinggi serat. Berikut beberapa bahaya jika Anda kekurangan serat:

1. Berisiko Lebih Tinggi Terkena Penyakit Kardiovaskular

Akibat kekurangan serat dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Hal ini terjadi karena serat berperan penting dalam menjaga kadar kolesterol dan kesehatan pembuluh darah.

Jika Anda jarang makan makanan berserat, penyakit yang akan timbul seperti jantung koroner bisa lebih mudah menyerang. Menambahkan biji-bijian, oatmeal, atau kacang-kacangan dalam menu harian bisa membantu melindungi kesehatan jantung.

Baca Juga: 10 Sayur Tinggi Serat, Sehat untuk Pencernaan dan Usus

2. Memperpendek Usia Harapan Hidup

Akibat kurang makan serat bukan hanya soal pencernaan, tetapi juga berdampak pada umur panjang. Kekurangan serat bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis yang memperpendek usia.

Gejalanya juga sering terlihat dari tubuh yang cepat lelah dan mudah terserang penyakit. Dengan menambahkan lebih banyak sayur, buah, dan minuman yang tinggi serat, Anda bisa memperbesar peluang hidup lebih sehat dan panjang umur.

3. Memicu Peradangan dalam Tubuh

Yang terjadi jika kita tidak makan serat adalah meningkatnya risiko peradangan kronis. Kondisi ini bisa berakibat pada gangguan kesehatan serius seperti diabetes, kanker, atau penyakit jantung.

Serat membantu tubuh melawan peradangan dengan mendukung bakteri baik di usus. Jadi, penyakit dapat Anda cegah dengan rutin mengonsumsi makanan tinggi serat seperti gandum utuh dan sayuran hijau.

4. Sistem Kekebalan Tubuh Melemah

Gejala kurang konsumsi serat bisa terlihat dari tubuh yang mudah sakit karena daya tahan tubuh menurun. Serat membantu menyehatkan bakteri baik di usus yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Akibat kurang serat pada ibu hamil juga bisa memengaruhi daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap infeksi. Karena itu, konsumsi prebiotik dan serat dari kacang-kacangan, buah, dan sayuran sangat dianjurkan.

5. Berat Badan Lebih Sulit Dikendalikan

Akibat serat kurang bisa membuat Anda lebih sering merasa lapar. Serat berfungsi menunda rasa kenyang, sehingga tanpa serat, Anda bisa mudah makan berlebihan.

Selain itu, penyakit lainnya juga terkait dengan peningkatan risiko obesitas. Dengan menambahkan serat dari buah, sayur, atau minuman yang berserat tinggi, berat badan akan lebih mudah terkontrol.

6. Gangguan Pencernaan Semakin Parah

Gangguan pencernaan yang terjadi karena kurangnya asupan serat adalah konstipasi, diare, hingga perut kembung. Serat membantu mengatur pergerakan usus agar tetap sehat.

Akibat kekurangan serat juga dapat meningkatkan risiko wasir dan kanker usus besar. Karena itu, rajinlah makan buah, sayur, dan gandum untuk menjaga kesehatan saluran cerna.

7. Risiko Mengalami Wasir

Penyakit kurang serat bisa memicu wasir atau ambeien, yaitu pembengkakan pembuluh darah di area anus. Kondisi ini biasanya akan parah oleh konstipasi akibat kurang serat.

Gejalanya seperti sulit buang air besar dapat memperburuk wasir. Menambah asupan serat larut dari buah, sayuran, dan kacang-kacangan sangat membantu mencegahnya.

8. Mudah Lelah dan Kurang Energi

Akibat kekurangan serat dalam tubuh juga bisa terlihat dari rasa lelah berkepanjangan. Pola makan rendah serat biasanya tinggi gula, yang membuat energi naik cepat lalu turun drastis.

Gejala seperti ini bisa Anda perbaiki dengan mengganti makanan olahan dengan makanan tinggi serat. Dengan begitu, energi lebih stabil dan kualitas tidur juga lebih baik.

9. Kadar Kolesterol Meningkat

Akibat kurang makan serat adalah kolesterol tubuh lebih sulit Anda kendalikan. Serat larut berfungsi menyerap kolesterol berlebih dan membuangnya bersama sisa makanan.

Tanpa cukup serat, penyakit akibat kurang serat seperti kolesterol tinggi lebih mudah terjadi. Gejalanya bisa berupa munculnya benjolan kekuningan di sekitar mata atau kulit.

10. Masalah pada Kulit

Yang terjadi jika kita tidak makan serat bukan hanya soal pencernaan, tapi juga bisa muncul di kulit. Kekurangan serat dapat mengganggu keseimbangan bakteri usus yang berpengaruh pada kesehatan kulit.

Gejalanya bisa terlihat dari kulit kusam, berjerawat, atau mudah iritasi. Mengonsumsi lebih banyak buah, sayur, dan kacang bisa membantu menjaga kesehatan kulit melalui perbaikan sistem pencernaan.

11. Rentan Divertikulitis

Penyakit kurang serat lain yang bisa terjadi adalah divertikulitis, yaitu peradangan pada kantung kecil di usus besar. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri perut hebat dan gangguan pencernaan serius.

Gejalanya yang memicu divertikulitis biasanya diawali dengan konstipasi berkepanjangan. Dengan memperbanyak konsumsi serat, risiko kondisi ini dapat Anda cegah.

12. Ketidakseimbangan Bakteri Usus

Akibat kekurangan serat dalam tubuh adalah terganggunya keseimbangan bakteri baik di usus. Padahal, serat merupakan makanan utama bagi bakteri baik agar tetap sehat.

Gejalanya seperti perut kembung, diare, mudah lelah, dan mood swing bisa muncul akibat kondisi ini. Dengan mengonsumsi prebiotik dan probiotik bersamaan, kesehatan usus bisa kembali seimbang.

Baca Juga: Jenis Makanan Sehat dan Bergizi Serta Contoh Menunya

Kebutuhan Serat Harian

Dengan mengetahui takaran serat yang tepat, Anda bisa mulai memperbaiki pola makan dan sekaligus menjadi salah satu cara mengatasi kurang serat dalam tubuh.

Kebutuhan serat harian untuk orang dewasa:

  • Pria: 30 gram serat per hari
  • Wanita: 25 gram serat per hari

Kebutuhan serat harian untuk anak-anak:

  • Anak usia 4–8 tahun: 18 gram serat per hari
  • Anak perempuan usia 9–13 tahun: 20 gram serat per hari
  • Anak perempuan usia 14–18 tahun: 22 gram serat per hari
  • Anak laki-laki usia 9–13 tahun: 24 gram serat per hari
  • Anak laki-laki usia 14–18 tahun: 28 gram serat per hari

Memenuhi kebutuhan serat ini bisa Anda lakukan dengan menambah porsi sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga minuman tinggi serat. Dengan cara sederhana ini, cara mengatasi kurang serat bisa lebih efektif dan kesehatan tubuh pun lebih terjaga.

Sumber Serat Harian

Agar kebutuhan serat harian tercukupi, penting untuk memilih makanan alami yang kaya serat. Serat banyak terdapat pada makanan nabati yang masih utuh, sehingga lebih baik daripada makanan olahan.

  • Biji-bijian utuh seperti barley, bulgur, beras merah, dan roti atau pasta gandum utuh
  • Buah-buahan
  • Sayuran
  • Kacang-kacangan seperti kacang polong dan legum lainnya
  • Kacang dan biji-bijian

Baca Juga: 13 Makanan Pengganti Nasi Sumber Karbohidrat untuk Diet

Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala kekurangan serat pada tubuh, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. 

Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.

Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS

Source

  • Eating Well. What Happens to Your Body When You Don’t Eat Enough Fiber. Januari 2026
  • Mayo Clinic. Dietary Fiber: Essential for a healthy diet. Januari 2026
  • Better Health Chanel. Dietary Fibre. Januari 2026

Diperbarui pada 23 Januari 2026

Artikel Terkait

  • air kelapa obat sakit perut anak tradisional
    10 Obat Sakit Perut Anak Tradisional, Alami dan Aman
  • obat sakit perut alami
    9 Obat Sakit Perut Alami yang Mudah Ditemukan
  • Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Perut
    Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Perut?
  • pertolongan pertama anak sakit perut
    Pertolongan Pertama Anak Sakit Perut, Ini Panduannya
  • penyebab sakit perut melilit
    Waspadai 10 Penyebab Sakit Perut Melilit Ini Berbahaya
Tagged under: Kesehatan Tubuh

Artikel Terkait

  • air kelapa obat sakit perut anak tradisional
    10 Obat Sakit Perut Anak Tradisional, Alami dan Aman
  • obat sakit perut alami
    9 Obat Sakit Perut Alami yang Mudah Ditemukan
  • Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Perut
    Bagaimana Cara Mengatasi Sakit Perut?
  • pertolongan pertama anak sakit perut
    Pertolongan Pertama Anak Sakit Perut, Ini Panduannya
  • penyebab sakit perut melilit
    Waspadai 10 Penyebab Sakit Perut Melilit Ini Berbahaya

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

Lokasi Kami:

CitraRaya – Tangerang
CitraGarden – Jakarta
Banjarmasin
Surabaya

Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP