Tampon adalah produk kebersihan wanita berbentuk silinder kecil yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menyerap darah menstruasi secara langsung. Penggunaannya perlu Anda lakukan dengan benar karena dapat menimbulkan beberapa risiko, seperti iritasi pada vagina, tampon tertinggal di dalam vagina, hingga toxic shock syndrome (TSS) jika jarang Anda ganti.

Tampon merupakan salah satu produk kebersihan menstruasi yang Anda gunakan dengan cara memasukkannya ke dalam vagina untuk menyerap darah haid. Bagi sebagian orang, cara penggunaannya mungkin terasa baru, tetapi jika Anda lakukan dengan benar dan dalam kondisi tubuh yang rileks, tampon dapat terasa nyaman saat beraktivitas.
Selain memahami cara memasangnya, penting juga mengetahui berapa lama tampon boleh Anda gunakkan agar tetap aman. Umumnya, tampon perlu diganti setiap 4 hingga 8 jam sekali untuk menjaga kebersihan area kewanitaan dan mengurangi risiko infeksi.
Apa Itu Tampon?
Tampon adalah produk kebersihan wanita yang digunakan untuk menyerap darah menstruasi. Bentuknya kecil menyerupai silinder dan biasanya terbuat dari bahan kapas lembut yang mampu menampung cairan dengan baik.
Berbeda dengan pembalut yang harus Anda tempelkan pada celana dalam, maka menggunakan tampon dengan cara memasukkannya ke dalam vagina. Fungsinya untuk menyerap darah haid langsung dari dalam sehingga membantu mencegah kebocoran saat beraktivitas.
Tampon memiliki ukuran yang praktis agar mudah orang gunakan, serta memiliki benang di bagian ujung untuk memudahkan saat mengeluarkannya. Beberapa produk juga memiliki aplikator khusus yang membantu proses pemasangan agar lebih nyaman bagi pengguna.
Baca Juga: Ini 10 Tanda Mau Haid yang Wajib Diketahui
Bagaimaan Cara Menggunakannya
Bagi sebagian orang yang baru pertama kali mencobanya, menggunakan tampon mungkin terasa membingungkan atau menimbulkan rasa khawatir. Padahal, jika Anda lakukan dengan cara yang benar dan dalam kondisi tubuh yang rileks, penggunaannya bisa terasa nyaman dan praktis saat menstruasi.
1. Pastikan Tangan dalam Kondisi Bersih
Sebelum menggunakannya, penting untuk memastikan tangan sudah bersih agar kebersihan area kewanitaan tetap terjaga dengan baik. Cucilah tangan menggunakan sabun dan air mengalir untuk membantu mengurangi risiko kuman atau bakteri masuk ke area vagina saat memasang tampon.
Menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuhnya juga membantu menjaga produk tetap higienis saat Anda gunakan. Hal ini penting karena tampon akan Anda masukan langsung ke dalam vagina sehingga perlu memastikan tangan dan produk yang dalam kondisi bersih.
2. Gunakan yang Baru Dibuka
Sebaiknya gunakan tampon yang baru Anda buka dari kemasan agar kualitas dan kebersihannya tetap terjaga. Hindari memakai kemasan sudah terbuka sebelumnya karena kemungkinan sudah terpapar udara, kotoran, atau bakteri dari lingkungan sekitar.
Produk yang masih tersegel umumnya lebih terjamin kebersihannya sehingga lebih aman untuk digunakan pada area sensitif. Dengan menggunakan yang masih baru dari kemasan, Anda juga dapat memastikan bahwa produk tersebut belum rusak atau terkontaminasi.
3. Periksa Benang pada Ujung Tampon
Sebelum memasukkannya ke dalam vagina, periksa terlebih dahulu bagian benang yang terdapat di ujungnya. Benang ini berfungsi untuk membantu menarik tampon keluar setelah Anda gunakan, sehingga penting untuk memastikan bahwa posisinya kuat dan tidak mudah lepas.
Anda dapat menarik benang tersebut secara perlahan untuk memastikan bahwa benang terpasang dengan baik pada tampon. Jika benang terasa kuat dan tidak mudah terlepas, tampon tersebut umumnya aman untuk digunakan sesuai dengan fungsinya.
4. Pilih Posisi Tubuh yang Nyaman
Saat akan memasang tampon, usahakan tubuh berada dalam posisi yang nyaman dan rileks agar proses pemasangan menjadi lebih mudah. Beberapa orang merasa lebih nyaman menggunakan posisi jongkok, berdiri dengan satu kaki terangkat, atau duduk di toilet.
Posisi yang tepat dapat membantu membuka area vagina dengan lebih mudah sehingga dapat Anda masukan tanpa rasa tegang. Ketika tubuh dalam keadaan santai, otot di sekitar vagina juga akan lebih rileks sehingga proses penggunaannya terasa lebih nyaman.
5. Masukkan Tampon dengan Perlahan
Setelah menemukan posisi tubuh yang nyaman, langkah selanjutnya adalah memasukkan tampon secara perlahan ke dalam vagina. Gunakan satu tangan untuk membuka lipatan luar vagina, sementara tangan lainnya memegang dan mengarahkannya ke dalam dengan lembut.
Masukkan tampon secara perlahan hingga terasa cukup dalam dan berada pada posisi yang nyaman di dalam vagina. Bernapas secara perlahan dan menjaga tubuh tetap rileks dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman saat memasukkannya.
6. Pastikan Benang Tetap Berada di Luar
Setelah tampon masuk ke dalam vagina, pastikan seluruh bagian tampon sudah berada di posisi yang tepat. Gunakan jari untuk mendorongnya secara perlahan jika masih terasa kurang masuk atau belum berada di posisi yang nyaman.
Namun, pastikan benangnya tetap berada di luar vagina agar mudah ditarik saat ingin menggantinya. Benang ini berfungsi sebagai alat bantu untuk mengeluarkannya dengan lebih mudah dan aman setelah digunakan.
Baca Juga: Darah Haid Berwarna Cokelat dan Kapan Harus Diperiksa
Bagaimana Cara Mengeluarkannya
Setelah Anda gunakan selama beberapa jam, tampon perlu dikeluarkan agar area kewanitaan tetap bersih dan nyaman. Proses mengeluarkannya sebenarnya cukup sederhana selama Anda lakukan dengan perlahan dan dalam kondisi tubuh yang rileks.
- Temukan posisi tubuh yang paling nyaman. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mencari posisi tubuh yang membuat Anda merasa santai dan tidak tegang.
- Gunakan posisi yang mirip saat memasukkan tampon. Anda dapat menggunakan posisi yang sama seperti saat memasangnya, misalnya dengan berjongkok atau duduk sambil mengangkat salah satu kaki.
- Temukan benang tampon di luar vagina. Setelah berada pada posisi yang nyaman, cari benang tampon yang berada di bagian luar vagina.
- Tarik benang secara perlahan. Pegang benang tampon dengan jari, lalu tarik secara perlahan sambil tetap menjaga tubuh dalam keadaan rileks.
- Coba mengejan jika tampon sulit keluar. Apabila tampon terasa sulit dikeluarkan, Anda dapat mencoba mengejan secara perlahan seperti saat buang air kecil.
- Pastikan benang dalam kondisi kuat. Untuk mencegah tampon tersangkut di dalam vagina, penting untuk memastikan benangnya dalam kondisi kuat sebelum menggunakannya.
Berapa Lama Pemakaian Tampon
Tampon sebaiknya Anda ganti secara teratur agar tetap higienis dan mampu menyerap darah menstruasi dengan baik. Umumnya, tampon dianjurkan untuk diganti setiap 4 hingga 8 jam sekali agar tidak menimbulkan kebocoran maupun rasa tidak nyaman saat digunakan.
Mengganti secara rutin juga penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri berlebih di area vagina. Jika Anda biarkan terlalu lama, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya toxic shock syndrome (TSS), yaitu gangguan serius yang dapat menimbulkan gejala seperti demam, muntah, diare, nyeri otot, serta muncul ruam pada kulit.
Risiko Menggunakan Tampon
Penggunaannya tetap perlu Anda lakukan dengan benar dan higienis agar tidak menimbulkan masalah kesehatan pada area kewanitaan. Jika Anda gunakan secara tidak tepat atau jarang diganti, maka dapat meningkatkan risiko gangguan pada vagina. Oleh karena itu, penting untuk memahami beberapa risiko yang mungkin terjadi saat menggunakan tampon agar penggunaannya tetap aman dan nyaman.
1. Luka pada Vagina
Meskipun terbuat dari bahan yang lembut dan dirancang agar nyaman Anda gunakan, luka pada dinding vagina tetap bisa terjadi jika tampon Anda masukan saat tubuh dalam kondisi tegang atau tidak rileks. Ketika otot vagina tidak rileks, gesekan antara tampon dan jaringan di dalam vagina dapat menimbulkan iritasi, lecet, bahkan rasa nyeri yang cukup mengganggu saat bergerak atau duduk.
Luka kecil pada vagina sebaiknya tidak Anda abaikan karena dapat menjadi pintu masuk bagi kuman yang menyebabkan infeksi pada area intim. Jika muncul rasa perih, nyeri, atau tidak nyaman setelah menggunakannya, sebaiknya hentikan pemakaian sementara dan pastikan area kewanitaan tetap bersih serta kering.
2. Tampon Tertinggal di Dalam Vagina
Dalam beberapa kondisi, tampon dapat tertinggal di dalam vagina, terutama jika benang penariknya terputus atau pengguna lupa bahwa tampon masih berada di dalam tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, bau tidak sedap, serta meningkatkan risiko infeksi jika tidak segera Anda keluarkan.
Jika tampon sulit Anda keluarkan atau benangnya sulit ketemu, sebaiknya segera mencari bantuan tenaga medis agar tampon dapat Anda keluarkan dengan aman. Penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah iritasi, infeksi, atau gangguan lain pada organ reproduksi.
3. Toxic Shock Syndrome (TSS)
Salah satu risiko yang cukup serius dari penggunaannya adalah terjadinya toxic shock syndrome atau TSS, yaitu kondisi langka yang berkaitan dengan infeksi bakteri yang masuk ke dalam aliran darah. Risiko ini dapat meningkat jika Anda menggunakannya terlalu lama tanpa mengganti dan menjaga kebersihan tangan saat memasangnya.
TSS dapat menimbulkan gejala seperti demam tinggi, muntah, diare, nyeri otot, serta ruam kemerahan pada kulit yang muncul secara tiba-tiba. Oleh karena itu, penting untuk selalu menggantinya secara rutin sesuai anjuran agar risiko gangguan kesehatan ini dapat Anda cegah.
Baca Juga: Haid/Menstruasi yang Sehat Seperti Apa?
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami efek samping setelah mengguna tampon, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.







