Vitamin untuk depresi cenderung bervariasi, mulai dari vitamin B kompleks hingga beragam mineral. Selain suplemen, Anda bisa memenuhi asupan vitamin dan mineral dari makanan utuh untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

Gangguan depresi adalah kondisi mental yang umum terjadi. Gangguan ini melihatkan perubahan suasana hati atau hilangnya perasaan senang dan minat dalam beraktivitas dalam jangka waktu panjang.
Pada umumnya, depresi berbeda dengan perubahan suasana hati biasa. Kondisi ini bisa memengaruhi segala aspek kehidupan, termasuk hubungan dengan keluarga, teman, dan lingkungan sekitar. Anda bisa mencegah gejala depresi dengan mengonsumsi suplemen vitamin untuk meningkatkan fungsi otak lebih baik.
Vitamin dan Mineral untuk Mengatasi Depresi
Berikut ini adalah beberapa jenis vitamin untuk mengurangi depresi yang perlu Anda ketahui:
1. Vitamin B Kompleks
Vitamin B kompleks untuk kecemasan bukanlah obat untuk kondisi gangguan mental. Namun, jenis vitamin ini dapat meredakan gejala depresi atau kecemasan yang terjadi.
Penelitian membuktikan bahwa vitamin B kompleks dapat meningkatkan suasana hati dan kesehatan otak. Anda bisa memenuhi asupan vitamin ini melalui makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Baca Juga: 7 Vitamin dan Mineral untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
2. Vitamin B1 (Tiamin)
Salah satu vitamin untuk Kesehatan mental adalah vitamin B1 atau dikenal dengan sebutan tiamin. Jenis vitamin ini mampu mengubah gula darah menjadi bahan bakar untuk energi tubuh.
Tanpa vitamin B1, otak akan cepat kehabisan energi sehingga menyebabkan berbagai gangguan, seperti mudah tersinggung dan gejala depresi. Suplemen vitamin B1 dapat mengatasi jeda waktu penggunaan antidepresan pada penderita gangguan depresi mayor.
3. Vitamin B3 (Niacin)
Niacin atau vitamin B3 adalah jenis vitamin yang mudah larut dalam air dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Salah satunya adalah meningkatkan suasana hati dan mencegah perasaan sedih terus-meneruus.
Meskipun rata-rata orang dewasa memerlukan 14-16 mg asupan vitamin B3 harian, dosis vitamin yang jauh lebih tinggi telah terbukti untuk mengatasi pasien yang mengalami gangguan kejiwaan. Sebelum minum suplemen vitamin ini, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menentukan dosis yang sesuai dengan kebutuhan.
4. Vitamin B5 (Asam Pantotenat)
Meskipun jarang terjadi, defisiensi vitamin B5 bisa menyebabkan masalah pada kesehatan tubuh. Misalnya, mudah merasa lelah, depresi, gangguan tidur, iritasi kulit, mati rasa, dan sering kesemutan.
Anda dapat menemukan sumber makanan vitamin B5 pada brokoli, daging ayam, dan kacang lentil. Jenis makanan ini mampu meredakan gejala depresi, termasuk perubahan suasana hati.
5. Vitamin B6 (Piridoksin)
Salah satu manfaat vitamin B6 adalah membantu tubuh dalam mengolah asam amino untuk menyusun protein dan beberapa hormon. Jenis vitamin ini dapat memproduksi serotonin, dopamin, dan melatonin yang berperan penting dalam meningkatkan suasana hati.
Jika tubuh kekurangan vitamin B6, hal ini bisa menyebabkan gangguan pada sistem imunitas, lesi kulit, dan masalah kesehatan mental. Anda bisa mencegah kondisi ini dengan mengonsumsi sumber makanan vitamin B6 berupa hati sapi, ayam, dan ikan.
6. Vitamin B12
Vitamin B12 menjadi salah vitamin untuk meningkatkan mood atau suasana hati. Jenis vitamin ini mudah ditemukan pada jenis makanan tertentu, seperti hati sapi, susu, dan ikan tuna.
Kekurangan vitamin B12 berkaitan dengan gejala gangguan mental, seperti mudah tersinggung, depresi, demensia, dan perubahan kepribadian. Jenis vitamin ini termasuk vitamin yang mudah larut dalam air dan sangat penting bagi sistem saraf pusat.
7. Vitamin B9 (Folat)
Anda dapat mengonsumsi vitamin B9 atau folat untuk meningkatkan suasana hati dan mengurangi risiko gejala depresi. Jenis vitamin ini terdapat pada berbagai jenis makanan, terutama sayuran berdaun hijau dan kacang-kacangan.
Terdapat studi yang melaporkan bahwa orang yang memiliki kadar folat rendah cenderung mengalami depresi dan memberikan respon buruk terhadap antidepresan. Ditambah lagi, studi lainnya membuktikan bahwa terdapat peningkatan vitamin B9 dan vitamin B12 yang berperan penting dalam hubungan pola makan sehat dan penurunan tingkat depresi.
Baca Juga: Kenali 3 Jenis Vitamin K, Manfaat hingga Sumber Terbaiknya
8. Vitamin C
Selain menjaga sistem kekebalan tubuh, vitamin C juga bermanfaat untuk mengurangi peradangan kronis, stres oksidatif, dan gejala depresi. Sumber vitamin C yang baik dapat berupa jeruk, brokoli, dan stroberi.
Vitamin C atau asam L-askorbat memainkan peran penting untuk beberapa fungsi tubuh, salah satunya adalah neurotransmitter. Pastikan untuk memenuhi asupan vitamin C harian agar mendapatkan manfaat secara optimal.
9. Vitamin D
Vitamin untuk anxiety atau gangguan kecemasan adalah vitamin D. Jenis vitamin ini mampu mengurangi gejala depresi dan masalah kesehatan lainnya yang sering kali mengganggu fungsi otak.
Penelitian membuktikan bahwa lansia berusia di atas 65 tahun yang mengalami depresi memiliki kadar vitamin D 14 persen lebih rendah daripada orang sehat. Oleh sebab itu, penting untuk mencukupi asupan vitamin D dari mengonsumsi ikan berlemak dan terkena paparan sinar matahari.
10. Magnesium
Sebagian besar magnesium tersimpan di dalam tulang Anda. Mineral ini sangat penting untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes, gejala stres, dan tekanan darah tinggi.
Terdapat studi yang melaporkan bahwa kekurangan magnesium berkaitan dengan perubahan kepribadian, termasuk depresi, kecemasan, dan mudah merasa bingung. Selain suplemen, Anda bisa mengonsumsi sayuran berdaun hijau tua untuk memenuhi asupan mineral secara optimal.
11. Kalsium
Kalsium bermanfaat untuk mengatasi gangguan sistem saraf, seperti demensia dan depresi. Para ahli telah menemukan bahwa makanan rendah kalsium berkaitan dengan depresi pada wanita berusia 41-57 tahun.
Anda bisa mengurangi gejala depresi dengan mengonsumsi makanan sumber kalsium yang baik, seperti susu, sarden, dan brokoli. Selain depresi, kekurangan kalsium juga menyebabkan hilangnya kepadatan tulang dan memicu osteoporosis.
12. Selenium
Vitamin untuk depresi selanjutnya adalah selenium. Jenis mineral hanya diperlukan oleh tubuh dalam jumlah sedikit saja.
Namun, selenium sangat penting untuk menjaga fungsi tiroid normal, sintesis DNA, dan reproduksi yang lebih baik. Terdapat studi yang menghubungkan antara tinggi atau rendahnya kadar selenium pada usia remaja dengan peningkatan risiko gejala depresi. Mineral ini mudah ditemukan dalam bentuk multivitamin untuk mencukupi asupan nutrisi harian.
13. Seng
Zinc atau seng berhubungan erat dengan gejala neuropsikiatri, seperti perubahan perilaku, menurunnya kemampuan belajar, dan depresi. Ditambah lagi, penelitian membuktikan bahwa terdapat kemungkinan hubungan antara rendahnya kadar seng dan depresi.
Gejala depresi biasanya ditandai dengan sering merasa lelah, nafsu makan menurun, dan insomnia. Anda bisa mencegah kondisi ini dengan memenuhi nutrisi seng harian dari berbagai jenis kacang-kacangan.
14. Zat Besi
Defisiensi zat besi menjadi salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi. Kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gangguan, seperti anemia, sakit kepala, dan kelelahan.
Bahkan, anemia defisiensi besi (IDA) bisa mengakibatkan depresi dan gangguan kecemasan pada sebagian orang. Studi menemukan bahwa 72 persen orang yang mengalami depresi dapat memicu IDA daripada orang yang tidak mengalami depresi.
15. Mangan
Meskipun tubuh tidak membutuhkan asupan mangan yang banyak, mineral ini sangat penting untuk mendukung fungsi otak, sistem saraf, dan enzim di dalam tubuh. Orang dengan kekurangan mangan cenderung jarang terjadi, tetapi bisa meningkatkan risiko infertilitas, masalah tulang, dan perubahan metabolisme karbohidrat.
Bukan hanya itu saja, penelitian juga telah menghubungkan antara kekurangan dan kelebihan mangan dengan perkembangan gangguan depresi. Cobalah untuk mengonsumsi makanan kaya akan mangan, seperti kacang-kacangan agar terhindar dari masalah kesehatan mental.
16. Kalium
Tubuh memerlukan asupan kalium untuk menjaga kesehatan fungsi ginjal, jantung, dan otak. Sebuah penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa pola makan rendah kalium dan tinggi natrium bisa meningkatkan risiko depresi pada usia remaja.
Bahkan, kekurangan kalium juga berkaitan dengan penyakit ginjal, diabetes, dan peradangan usus. Cobalah untuk memenuhi asupan kalium dari buah pisang, pakcoy, dan kentang panggang.
Baca Juga: 10 Jenis Vitamin yang Penting untuk Anak
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Anda mengalami kekurangan vitamin yang menyebabkan gejala depresi, seperti gangguan tidur, mudah merasa cemas, dan perasaan sedih atau putus asa yang tidak kunjung sembuh dalam waktu lama, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.
Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.







