Ditulis oleh Tim Konten Medis
Pusat pelayanan autis kini sudah tersebar di berbagai kota besar termasuk Jakarta. Pusat pelayanan ini menyediakan berbagai terapi autisme, termasuk Applied Behavior Analysis (ABA), Relationship Development Intervention (RDI), hingga Discrete Trial Training (DTT).

ASD memiliki gejala gangguan perilaku.
Autism spectrum disorders (ASD) atau autisme adalah penyakit perkembangan saraf yang kompleks. Penyakit autisme biasanya menurun dari orang tua kepada anaknya dengan gejala gangguan perilaku dan kognitif.
Penderita autisme akan memiliki kesulitan dalam mengembangkan keterampilan komunikasi sosial, munculnya perilaku berulang, dan keterbatasan minat sensorik.
Dokter dapat mendeteksi autisme sejak masih anak-anak dan penanganan awalnya bisa dengan menggunakan metode ABA untuk mengembangkan keterampilan interpersonal serta kemampuan kognitifnya.
Oleh karena itu, penanganan secara dini tentu akan menghasilkan hasil yang lebih baik, terlebih lagi pusat pelayanan autis tersedia di berbagai wilayah. Mari simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Pusat Layanan Autis atau Autis Center?
Pusat layanan autis atau autis center adalah program interdisipliner khusus untuk anak-anak yang menderita dan mengalami gejala autisme. Autisme adalah keterbatasan seseorang dalam mengembangkan kemampuan intelektual, bahasa, pengalaman, dan fungsi diri pada setiap individu.
Pusat layanan autis berguna untuk melakukan diagnosis, menilai, dan menangani kebutuhan anak autis agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tujuan utama pusat layanan autis adalah untuk membantu anak dengan autisme agar dapat merasa lebih nyaman dalam melakukan rutinitas atau aktivitas sehari-hari.
Diagnosis Anak Autisme
Diagnosis anak dengan autisme dapat menjadi sulit karena tidak adanya tes medis yang dapat digunakan untuk mengindentifikasinya. Dokter perlu melihat riwayat perkembangan dan perilaku anak untuk bisa membuat diagnosis. Gangguan autisme dapat dideteksi sejak usia 18 bulan atau bahkan lebih muda.
Beberapa tahapan diagnosis pada anak penderita autisme, meliputi:
1. Monitoring
Monitoring atau pemantauan perkembangan merupakan suatu proses aktif dan berkelanjutan yang berguna untuk mengamati pertumbuhan anak. Pemantauan ini melibatkan pengamatan langsung bagaimana anak bertumbuh dan apakah anak berhasil memenuhi tonggak perkembangan atau keterampilan yang dicapai pada anak seusianya.
Keterampilan yang dipantau adalah berupa cara bermain, belajar, berbicara, berperilaku, dan bergerak. Pemantauan ini dapat dilakukan oleh orang tua, keluarga, pengasuh, guru, dan juga profesional.
Baca Juga: ADHD: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi
2. Screening
American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemeriksaan perkembangan dan perilaku anak dengan melakukan kunjungan rutin ketika anak berusia 9, 18, dan 30 bulan.
Selain itu, AAP juga merekomendasikan agar melakukan skrining khusus pada anak selama kunjungan rutinnya di usia 18 dan 24 bulan. Pada tahap skrining ini, pertanyaan terkait bahasa, gerakan, perilaku serta emosi akan terlihat sehingga dokter dapat melakukan analisa terkait dengan autisme pasien.
3. Diagnosis
Jika pada tahap skrining muncul suatu bidang yang menjadi perhatian khusus, maka perlu dilakukan evaluasi perkembangan formal. Evaluasi formal ini merupakan pemeriksaan lebih mendalam terkait perkembangan anak yang dilakukan oleh dokter spesialis, psikolog anak, ahli patologi wicara-bahasa, hingga terapis.
Spesialis akan mencoba memberi tes terstruktur pada anak dan mengajukan pertanyaan atau meminta mengisi kuesioner bagi orang tua serta pengasuh. Hasil evaluasi formal inilah yang akan memberikan informasi terkait diagnosis perkembangan anak tersebut.
Diagnosis resmi harus memenuhi standar Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association, dimana seorang anak harus memiliki masalah untuk dinyatakan sebagai penderita autisme.
Misalnya, kesulitan dalam komunikasi dan interaksi sosial dan adanya pola perilaku yang terbatas dan berulang. Setelah diagnosis ini, barulah anak akan mendapatkan penanganan berikutnya.
Lokasi Autis Center yang Ada di Jakarta
Autis center adalah pusat pelayanan untuk merawat dan menangani anak-anak khusus penderita autisme. Autis center bertujuan untuk mengurangi gejala serta meningkatkan kualitas hidup anak agar dapat membaur dengan lingkungan. Ada cukup banyak autis center yang berada di sekitar kita, terutama di Jabodetabek.
Berikut daftar lokasi pusat pelayanan autis di Jakarta yang bisa Anda kunjungi:
1. Akari Autism Center
Lokasi: Jl. Rawasari Barat I No. 15, RT.2/RW.1, Cempaka Putih Timur, Kec. Cempaka Putih, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10510.
Akari Autism Center adalah sebuah layanan terapi individual, satu anak dan satu terapis, dengan metode Applied Behavior Analysis (ABA). Terapi ini berguna untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, kognisi, interaksi sosial, persiapan masuk sekolah, kemandirian, dan perilaku bermasalah.
Baca Juga: Apa Itu Terapis Wicara?
2. Autism Recovery Network Jakarta
Lokasi: Jl. Pluit Karang Manis Raya Muara Karang E6 Selatan No. 2B, RT.1/RW.7, Pluit, Kec. Penjaringan, DKI Jakarta 14450.
Autism Recovery Network memiliki nilai pemulihan tertinggi di Asia dengan pelatihan dan dukungan yang intensif. Autism Recovery Network Jakarta adalah pelayanan pemulihan autisme dengan mengintegrasikan sejumlah strategi, seperti pelatihan percobaan bertahap (DTT), pengajaran di keadaan natural, program perilaku verbal, pelatihan kognitif sosial, dan intervasi bermain dalam kelompok bermain terpadu.
3. Joyin – The Children’s Center
Lokasi: Jl. Kavling Polri C17, Ragunan, RT.11/RW.7, Jagakarsa, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550.
Joyin menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari terapi anak di rumah, training orang tua, dan online learning. Joyin telah bersertifikat internasional dengan spesialisasi di bidang gangguan berbicara, autisme, ADHD, language disorder, gangguan makan, dan masalah perilaku.
4. EDUfa Center
Lokasi: Jl. Jambore No. 11, RT.5/RW. 11, Cibubur, Kec. Ciracas, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta 13720.
EDUfa Center adalah yayasan pendidikan yang berfokus dalam mengembangkan potensi anak secara optimal. EDUfa Center memiliki berbagai lembaga, seperti EDUfa Autism Therapy Centre, Biro Psikologi EDUfa, EDUfa Behavioral Therapy Centre, dan PAUD.
Baca Juga: Kesehatan Mental Anak
Apa Saja Terapi Autisme?
Banyak pendekatan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta kualitas hidup penderita autis. Pendekatan ini mungkin akan melibatkan banyak pihak, seperti keluarga, dokter, psikolog, hingga tenaga pendidik. Berikut ini adalah pendekatan atau terapi autisme:
1. Applied Behavior Analysis (ABA)
ABA adalah terapi yang paling umum untuk anak autis. ABA berguna untuk mengembangkan keterampilan sosial, meningkatkan kompetensi bahasa, dan meningkatkan perilaku baik. Terapi ABA sangat penting bagi anak autis karena membahas topik terkait komunikasi efektif, peniruan keterampilan, kemampuan kognitif, pengaturan diri, keterampilan rekreasi dan interpersonal, manajemen perilaku, dan keterampilan keselamatan.
2. Relationship Development Intervention (RDI)
Terapi atau intervensi RDI bertujuan untuk mendidik anak autis tentang bagaimana menjalin ikatan dengan orang tua dan anggota keluarga lainnya. Anak-anak juga harus belajar cara menghadapi transisi hubungan yang bisa jadi sangat sulit baginya. Pemikiran psikologis, sosial, dan fleksibel merupakan komponen dalam terapi berbasis keluarga ini.
3. Cognitive-Behavioral Therapy (CBT)
CBT adalah jenis terapi bicara yang umum digunakan oleh konselor kesehatan mental. Biasanya terapi ini terbagi dalam beberapa sesi yang dapat berlangsung selama 8 hingga 12 minggu, tergantung pada kondisi anak. Teknik ini masih terus disempurnakan agar lebih efektif secara konsisten dalam mengatasi kecemasan dan masalah lainnya.
Baca Juga: Depresi dan Kecemasan: Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Kita Waspadai
4. Discrete Trial Training (DTT)
DTT adalah perawatan khusus untuk individu prasekolah, sekitar usia 3 hingga 5 tahun di ruang kelas. DTT berfungsi untuk membantu anak menyederhanakan instruksi dan mengajarkan keterampilan dalam belajar. Bagian-bagiannya mencakup isyarat, perintah, respons, konsekuensi, dan interval antar percobaan untuk mengajarkan respons yang pasien inginkan.
Selain itu, jenis terapi autisme juga beragam, seperti terapi bicara, terapi bermain, terapi musik, dan banyak lainnya. Terapi dan penanganan yang pada saat awal terdiagnosis akan membantu anak dapat lebih mudah untuk mengelola gejala autisme.
Bantuan dari dokter dan profesional juga sangat penting agar penanganan medis bisa berhasil. Maka dari itu, segera hubungi pusat pelayanan autis atau autis center terdekat jika anak atau keluarga Anda membutuhkannya.
Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan. Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.
Telah direview oleh dr. Abigail Cheryl A. G
Source:
- National Library of Medicine. Autism Spectrum Disorders: Diagnosis and Treatment. Diakses 2024.
- Songbird. Types of Therapy for Autism: 8 Therapies To Consider. Diakses 2024.
- WebMD. How Do Doctors Diagnose Autism?. Diakses 2024.