Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Beranda
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Cari Dokter
  • Center of Excellence
  • Artikel
  1. Beranda
  2. ›
  3. Artikel Kesehatan
  4. ›
  5. Alergi Telur: Gejala dan Cara Mengatasi pada Anak & Dewasa
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • Alergi Telur: Gejala dan Cara Mengatasi pada Anak & Dewasa
Devi
Rabu, 02 Februari 2022 / Published in Artikel Kesehatan

Alergi Telur: Gejala dan Cara Mengatasi pada Anak & Dewasa

Alergi telur adalah reaksi yang terjadi ketika sistem imun bereaksi berlebihan terhadap protein telur, umumnya pada putih telur. Paling sering dialami anak usia 6 bulan sampai 15 tahun dan biasanya membaik seiring bertambahnya usia, meski bisa juga bisa menetap hingga dewasa. Gejala alergi telur yang umum adalah ruam kulit ringan, gatal, hingga anafilaksis yang mengancam nyawa. Diagnosis dilakukan lewat tes kulit, tes darah, atau food challenge test. Penanganan utama adalah menghindari telur dan produk turunannya, dengan obat antihistamin untuk gejala ringan.

Mengatasi Alergi Telur pada Anak dan Orang Dewasa
Gatal alergi telur merupakan salah satu bentuk gejala alergi pada telur.

Daftar Isi

Toggle
  • Faktor Risiko Alergi Telur
  • Gatal Alergi Telur
  • Ciri-ciri Alergi Telur
  • Diagnosis Alergi Telur
    • 1. Wawancara Medis dan Pemeriksaan Fisik
    • 2. Tes Tusuk Kulit 
    • 3. Tes Darah
    • 4. Tes Makanan 
    • 5. Elimination Diet
  • Obat Alergi Telur
  • Cara Atasi Alergi Telur pada Orang Dewasa
  • Kapan Harus ke Dokter?
  • FAQ
    • Apakah alergi telur bisa sembuh?
    • Apa perbedaan alergi telur dan intoleransi telur?
    • Bagian telur mana yang paling sering memicu alergi?
    • Apakah anak dengan alergi telur boleh divaksin?
    • Apa yang harus dilakukan jika anak mengalami reaksi alergi berat setelah makan telur?

Faktor Risiko Alergi Telur

Alergi telur dapat dialami oleh siapa saja, tetapi beberapa kondisi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami reaksi alergi terhadap telur. Memahami faktor risikonya dapat membantu mengenali gejala lebih awal dan menentukan langkah pencegahan yang tepat.

  • Memiliki eksim (dermatitis atopik). Orang yang memiliki dermatitis atopik atau eksim cenderung lebih berisiko mengalami alergi makanan, termasuk alergi telur. Hal ini berkaitan dengan gangguan pada lapisan pelindung kulit yang memengaruhi respons sistem kekebalan tubuh.
  • Memiliki riwayat alergi dalam keluarga. Risiko alergi telur lebih tinggi apabila salah satu atau kedua orang tua memiliki riwayat alergi, seperti alergi makanan, asma, rhinitis alergi, atau eksim. Faktor genetik dapat memengaruhi kecenderungan seseorang mengalami reaksi alergi.
  • Usia anak-anak. Alergi telur lebih sering terjadi pada anak-anak karena sistem pencernaan dan sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang. Seiring bertambahnya usia, sebagian anak dapat mengalami penurunan sensitivitas terhadap protein telur sehingga alerginya dapat membaik.

Baca Juga: Mengatasi Alergi Obat dengan Cepat dan Tepat

Gatal Alergi Telur

Gatal alergi telur merupakan salah satu bentuk gejala alergi pada telur. Gatal-gatal dapat dirasakan pada beberapa bagian kulit tubuh. Reaksi alergi pada kulit, seperti gatal, adalah gejala alergi telur yang paling umum. Gejala alergi telur meliputi:

  • Benjolan merah yang muncul pada kulit
  • Kulit terasa gatal
  • Muncul ruam-ruam

Gejala ini merupakan gejala yang wajar dan mudah untuk dideteksi. Tidak hanya itu, gejala ini muncul pada kulit dan tidak pasti dimana letak munculnya rasa gatal tersebut. Selain gatal, ada beberapa gejala alergi telur lainnya yang ikut muncul, seperti batuk, bersin, gangguan pada sistem pencernan, demam, dan lainnya. Jika gejala lebih parah dari yang disebutkan di atas, maka segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Penyebab Alergi dan Cara Mengatasinya

Ciri-ciri Alergi Telur

Ciri-ciri alergi telur salah satunya adalah gatal, seperti yang telah dijelaskan di atas. Adapun ciri-ciri lainnya yang mengikuti gejala tersebut, antara lain:

  • Mual dan muntah
  • Kram pada bagian perut
  • Gangguan pencernaan, seperti diare
  • Mengi atau kesulitan bernapas
  • Batuk yang berulang-ulang
  • Sesak di area tenggorokan
  • Suara menjadi serak
  • Denyut nadi melemah
  • Warna pada kulit menjadi pucat atau biru
  • Pembengkakan, dapat ditemukan di area lidah atau bibir
  • Muncul rasa pusing

Jika gejala-gejala di atas muncul dan mulai tidak normal, segera hubungi dokter. Dokter akan membantu untuk mencari cara mengatasi alergi telur tersebut dengan lebih cepat dan tepat. Alergi telur dapat menyerang pada segala umur, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Baca Juga: Alergi Parah di Sekolah-Cara Bersiap

Penaganan Alergi Telur pada Anak dan Dewasa

Foto ilustrasi gatal yang disebabkan oleh alergi makanan pada seorang anak.

Diagnosis Alergi Telur

Diagnosis alergi telur dilakukan untuk memastikan bahwa gejala yang muncul benar-benar disebabkan oleh reaksi alergi, bukan kondisi lain seperti intoleransi makanan. Dokter akan mengevaluasi keluhan, riwayat kesehatan, serta melakukan pemeriksaan yang diperlukan agar diagnosis lebih akurat.

1. Wawancara Medis dan Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan biasanya diawali dengan menanyakan riwayat gejala, pola munculnya keluhan setelah mengonsumsi telur, serta riwayat alergi dalam keluarga. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai kondisi pasien dan mencari tanda-tanda reaksi alergi.

Informasi dari wawancara dan pemeriksaan fisik membantu dokter menentukan pemeriksaan lanjutan yang paling sesuai. Langkah ini juga penting untuk membedakan alergi telur dengan gangguan lain yang memiliki gejala serupa.

2. Tes Tusuk Kulit 

Tes tusuk kulit dilakukan dengan meneteskan sedikit ekstrak protein telur pada permukaan kulit yang kemudian ditusuk menggunakan alat khusus. Jika muncul bentol atau kemerahan pada area tersebut, hasilnya dapat mengarah pada adanya reaksi alergi terhadap telur.

Pemeriksaan ini umumnya memberikan hasil dengan cepat dan dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis. Hasil tes akan dipertimbangkan bersama riwayat gejala dan pemeriksaan lainnya sebelum dokter menegakkan diagnosis.

3. Tes Darah

Tes darah bertujuan mengukur kadar antibodi yang berhubungan dengan reaksi alergi terhadap protein telur. Hasil pemeriksaan ini dapat membantu mendukung diagnosis, terutama bila tes kulit tidak dapat dilakukan.

Pemeriksaan darah tidak secara langsung memastikan tingkat keparahan alergi, tetapi memberikan informasi mengenai respons sistem kekebalan tubuh. Dokter akan menginterpretasikan hasilnya sesuai dengan kondisi klinis pasien.

4. Tes Makanan 

Tes Makanan dilakukan dengan memberikan telur dalam jumlah sangat kecil secara bertahap di bawah pengawasan dokter. Selama pemeriksaan berlangsung, pasien akan dipantau untuk melihat apakah muncul tanda-tanda reaksi alergi.

Karena berisiko menimbulkan reaksi alergi yang berat, tes ini hanya dilakukan di fasilitas kesehatan yang memiliki perlengkapan penanganan darurat. Pemeriksaan ini sering menjadi salah satu cara untuk memastikan diagnosis ketika hasil tes lain belum memberikan kepastian.

5. Elimination Diet

Elimination diet dilakukan dengan menghentikan konsumsi telur selama jangka waktu tertentu untuk melihat apakah gejala berkurang atau menghilang. Setelah itu, dokter dapat mempertimbangkan memasukkan kembali telur secara bertahap guna menilai apakah gejala muncul kembali.

Selama menjalani metode ini, pasien biasanya diminta mencatat makanan yang dikonsumsi beserta gejala yang dirasakan setiap hari. Catatan tersebut membantu dokter mengidentifikasi hubungan antara konsumsi telur dan munculnya reaksi alergi.

Obat Alergi Telur

Obat alergi telur tidak jauh berbeda dengan obat alergi lainnya. Beberapa obat yang dapat digunakan untuk mengatasi alergi telur adalah sebagai berikut:

  • Antihistamin. Antihistamin merupakan salah satu jenis obat yang dapat mengurangi atau meredakan tanda dan gejala alergi telur ringan. Obat ini bisa diminum setelah terpapar telur.
  • Epinefrin. Anafilaksis membutuhkan suntikan epinefrin untuk memastikan gejala tidak kembali. Konsulasilah dengan dokter, jika Anda mengalami gejala yang parah dan tidak dapat diatasi dengan obat-obatan di atas.

Baca Juga: Jenis Imunisasi Dasar Lengkap Anak dan Jadwal Vaksinasi

Cara Atasi Alergi Telur pada Orang Dewasa

Cara mengatasi alergi telur pada orang dewasa yang paling utama adalah menghindari konsumsi telur serta makanan atau minuman yang mengandung telur sebagai bahan baku. Untuk membantu mencegah reaksi alergi, biasakan membaca label komposisi pada kemasan makanan sebelum membeli atau mengonsumsinya.

Sebagian orang dengan alergi telur masih dapat mentoleransi telur yang telah diolah dalam suhu tinggi, seperti pada makanan yang dipanggang. Namun, kondisi ini berbeda pada setiap orang sehingga keamanan mengonsumsi produk tersebut harus dipastikan melalui pemeriksaan dan anjuran dokter.

Selain menghindari pemicu, dokter dapat memberikan pengobatan sesuai dengan tingkat keparahan gejala yang dialami. Oleh karena itu, jangan melakukan diagnosis atau pengobatan sendiri karena penanganan yang tepat bergantung pada hasil pemeriksaan dan kondisi masing-masing pasien.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter apabila Anda atau anak mengalami gejala alergi setelah mengonsumsi telur atau makanan yang mengandung telur, seperti gatal-gatal, ruam, pembengkakan, muntah, atau sesak napas. Jika memungkinkan, lakukan pemeriksaan saat gejala masih muncul agar dokter lebih mudah menilai penyebab dan menentukan diagnosis.

Apabila muncul tanda-tanda reaksi alergi berat (anafilaksis), seperti kesulitan bernapas, pembengkakan pada lidah atau tenggorokan, pusing berat, hingga penurunan kesadaran, segera cari pertolongan medis darurat. Bagi pasien yang telah diresepkan suntikan epinefrin otomatis, gunakan obat tersebut sesuai petunjuk sambil menunggu penanganan medis lebih lanjut.

FAQ

Apakah alergi telur bisa sembuh?

Ya, alergi telur dapat membaik atau bahkan hilang seiring bertambahnya usia, terutama pada anak-anak. Diperkirakan sekitar 70% anak dengan alergi telur akan menjadi lebih toleran terhadap telur saat memasuki masa remaja atau dewasa.

Apa perbedaan alergi telur dan intoleransi telur?

Alergi telur terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap protein dalam telur sehingga dapat menimbulkan gejala seperti gatal, ruam, bengkak, hingga sesak napas dalam waktu singkat setelah mengonsumsinya. Sementara itu, intoleransi telur merupakan gangguan pencernaan yang terjadi karena tubuh sulit mencerna kandungan dalam telur, sehingga biasanya menyebabkan keluhan seperti perut kembung, mual, atau diare tanpa melibatkan reaksi sistem kekebalan tubuh.

Bagian telur mana yang paling sering memicu alergi?

Bagian telur yang paling sering menyebabkan reaksi alergi adalah putih telur karena mengandung protein yang lebih sering memicu respons sistem kekebalan tubuh. Meski demikian, kuning telur juga dapat menyebabkan alergi pada sebagian orang sehingga keduanya tetap perlu Anda hindari jika telah mengalami alergi telur.

Apakah anak dengan alergi telur boleh divaksin?

Ya, anak dengan alergi telur umumnya tetap boleh menjalani vaksinasi. Namun, apabila anak memiliki riwayat reaksi alergi berat terhadap telur atau pernah mengalami anafilaksis, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar vaksinasi dapat dilakukan dengan aman sesuai kondisi anak.

Apa yang harus dilakukan jika anak mengalami reaksi alergi berat setelah makan telur?

Apabila anak mengalami reaksi alergi berat (anafilaksis) setelah mengonsumsi telur, segera bawa ke instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya. Jika anak telah memiliki epinefrin autoinjektor yang diresepkan dokter, gunakan sesuai petunjuk sambil menunggu pertolongan medis.

Ditinjau secara medis oleh dr. Febriani K. H., terakhir pada 8 Juli 2026
Diterbitkan 2 Februari 2022
Ditulis oleh Tim Konten Medis
Sumber referensi (4)
  1. drugs Food Allergy. Diakses Juli 2026
  2. Find on allergist Egg. Diakses Juli 2026
  3. NHS Egg Allergy in Children. Diakses Juli 2026
  4. Mayo Clinic Egg allergy. Diakses Juli 2026

Artikel Terkait

  • jenis kanker pada anak
    9 Jenis Kanker yang Umum Terjadi pada Anak dan Gejalanyajenis kanker anak
  • Disleksia pada Anak
    Apa Itu Disleksia pada Anak? Gejala dan Cara MengatasiKesehatan Keluarga
  • Penyakit Eksim pada Anak
    Penyakit Eksim pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara MengatasiKesehatan Kulit
Tagged under: Gangguan Penyakit, Kesehatan Tubuh

Artikel Terkait

  • jenis kanker pada anak
    9 Jenis Kanker yang Umum Terjadi pada Anak dan Gejalanyajenis kanker anak
  • Disleksia pada Anak
    Apa Itu Disleksia pada Anak? Gejala dan Cara MengatasiKesehatan Keluarga
  • Penyakit Eksim pada Anak
    Penyakit Eksim pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara MengatasiKesehatan Kulit

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP
Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

GET SOCIAL

Rumah Sakit

  • Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
    Cari Dokter Tangerang
  • Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
    Cari Dokter Jakarta
  • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    Cari Dokter Banjarmasin
  • Ciputra Hospital Surabaya
    Cari Dokter Surabaya

Klinik

  • Ciputra Medical Center
    Kesehatan Umum
    Cari Dokter di Mega Kuningan
  • Ciputra SMG Eye Clinic
    Klinik Mata · Lasik & Katarak
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
    Cari Dokter di Surabaya
  • C Derma
    Kulit & Estetika
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
  • Ciputra IVF
    Fertilitas & Bayi Tabung
    Cari Dokter di CitraGarden City
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
  • Ciputra Cardiac Center
    Pusat Jantung
    Cari Dokter Jantung
  • Ciputra Cancer Center
    Pusat Kanker
    CitraGarden Jakarta Barat

Hubungi Kami

WhatsApp Kami Karir / Lowongan
Events

© 2026 PT Ciputra Health. All rights reserved.

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Direktori Dokter