Ditulis oleh Tim Konten Medis
Puasa bagi penderita hipertensi diperbolehkan asalkan tekanan darahnya terkontrol dan mendapat izin dari dokter. Agar puasa tetap aman, penting untuk memperhatikan pola makan, asupan cairan, serta konsumsi obat sesuai anjuran medis.

Tekanan darah normal umumnya di bawah 120/80.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis yang sering kali tidak Anda sadari karena gejalanya samar. Tekanan darah normal umumnya berada di kisaran 120/80 mmHg.
Sementara seseorang mengalami hipertensi jika tekanan darahnya mencapai 130/80 mmHg atau lebih. Beberapa gejala hipertensi yang umum meliputi sakit kepala, pusing, sesak napas, mudah lelah, serta detak jantung yang tidak teratur.
Jika tidak terkontrol dengan baik, hipertensi dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke. Lalu, bagaimana dengan penderita hipertensi yang ingin menjalankan ibadah puasa? Apakah aman? Simak informasi selengkapnya berikut ini!
Pengaruh Puasa pada Tekanan Darah
Puasa bisa membantu menurunkan tekanan darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang berpuasa mengalami penurunan tekanan darah yang cukup signifikan.
Dalam sebuah penelitian pada pria dengan pradiabetes, tekanan darah bagian atas (sistolik) turun 11 poin dan tekanan darah bagian bawah (diastolik) turun 10 poin. Meskipun masih diteliti lebih lanjut, ada beberapa alasan mengapa puasa bisa berpengaruh terhadap tekanan darah.
Salah satunya adalah karena berkurangnya asupan kalori. Saat berpuasa, jumlah makanan yang terkonsumsi cenderung lebih sedikit, dan ini bisa membantu menurunkan tekanan darah.
Selain itu, puasa juga membuat tubuh lebih rileks dan mengurangi stres yang secara tidak langsung bisa menurunkan tekanan darah. Ada juga kemungkinan bahwa puasa memengaruhi tekanan darah melalui bakteri baik di usus.
Bakteri ini berperan dalam banyak hal, termasuk pencernaan dan daya tahan tubuh. Selain itu, perubahan berat badan dan kadar air tubuh selama puasa juga bisa berdampak pada tekanan darah.
Contohnya, penelitian menunjukkan bahwa orang yang menjalani puasa Ramadan mengalami penurunan tekanan darah, meskipun berat badan dan kadar air tubuh mereka tidak berubah banyak. Namun, bagi penderita hipertensi, menjaga tekanan darah saat puasa bisa menjadi tantangan.
Penting untuk tetap terhidrasi dengan minum 2-3 liter air di luar jam puasa, menghindari minuman manis dan berkafein, serta mengonsumsi makanan sehat yang rendah lemak dan tinggi serat. Sebelum berpuasa, konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kondisi tetap aman.
Penderita hipertensi juga harus mengenali gejala seperti pusing dan rutin melakukan pemeriksaan agar tekanan darah tetap terkontrol.
Baca Juga: Tak Hanya Fisik, Ini 5 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mental
Tips Puasa Bagi Penderita Hipertensi
Bagi penderita hipertensi, menjalankan ibadah puasa mungkin menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Namun, penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, seperti menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol, mengontrol diabetes, dan membantu menurunkan berat badan.
Meskipun demikian, puasa juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang bisa membuat jantung tidak stabil dan meningkatkan risiko aritmia. Beberapa penelitian bahkan menyebutkan bahwa puasa berpotensi mencegah kanker, meskipun masih dalam tahap awal penelitian.
Agar puasa tetap aman bagi penderita hipertensi, penting untuk memahami cara menjalankannya dengan benar. Anda perlu mengetahui makanan yang sebaiknya dikonsumsi saat berbuka, serta hal-hal yang harus dihindari untuk mencegah komplikasi.
Berikut tips puasa bagi penderita hipertensi agar tetap lancar dan aman:
1. Periksa ke Dokter Sebelum Berpuasa
Puasa memang bisa membantu menurunkan tekanan darah, tetapi juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Hal ini dapat membuat jantung lebih rentan mengalami aritmia, yaitu gangguan pada irama atau detak jantung.
Oleh karena itu, sebelum memulai puasa, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Pemeriksaan ini penting untuk memantau tekanan darah dan mendeteksi kemungkinan komplikasi.
Dalam beberapa kasus, dokter juga bisa meresepkan obat yang tetap bisa Anda konsumsi selama puasa.
2. Pastikan Tubuh Terhidrasi dengan Baik
Sekitar 60% tubuh manusia terdiri dari air. Oleh karen itu, penting untuk memenuhi kebutuhan cairan agar tubuh tetap berfungsi dengan baik.
Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan dehidrasi yang bisa memicu sakit kepala, sembelit, dan kelelahan. Untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, pastikan Anda minum cukup air, yaitu sekitar 2–3 liter per hari bagi orang dewasa.
Baca Juga: Manfaat Puasa 72 Jam, Aturan, dan Risiko Efek Sampingnya
3. Merencanakan Pola Makan Sehat dan Bernutrisi
Pastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup sebelum dan setelah berpuasa. Selama berpuasa, penting untuk menjaga pola makan sehat agar tetap bertenaga dan sehat.
Anda dapat mengonsumsi sayuran, buah-buahan, makanan tinggi protein tanpa lemak, serta yoghurt rendah lemak. Sayur dan buah mengandung kalium yang membantu mengurangi efek natrium (garam) pada tekanan darah.
Sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai tingkat kalium yang ideal untuk tubuh Anda. Hindari langsung berbuka dengan makanan berat karena tubuh bisa “kaget” setelah seharian berpuasa.
Sebaiknya awali dengan minum air putih terlebih dahulu, lalu konsumsi makanan ringan seperti kurma atau buah sebelum beralih ke makanan utama.
4. Batasi Makanan Tinggi Garam
Penderita hipertensi sebaiknya menghindari makanan tinggi garam, baik saat berbuka puasa maupun sahur. Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat sehingga asupannya perlu Anda batasi.
Sebaiknya konsumsi garam tidak lebih dari 2 gram per hari, atau sekitar 1 sendok teh. Salah satu pola makan yang dianjurkan adalah Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).
Diet ini untuk membantu mengontrol tekanan darah dengan membatasi konsumsi garam dan memperbanyak asupan makanan kaya nutrisi seperti magnesium, kalsium, dan kalium. Membatasi natrium dalam makanan dapat meningkatkan kesehatan jantung dan menurunkan tekanan darah sekitar 5-6 mm Hg.
Berikut beberapa tips untuk mengurangi natrium dalam makanan Anda:
- Pilih makanan dan minuman rendah sodium dengan membaca label kemasan sebelum membeli.
- Hindari makanan olahan dan lebih memilih makanan segar atau alami.
- Kurangi penggunaan garam dalam masakan, gantikan dengan bumbu alami atau rempah-rempah untuk menambah cita rasa.
5. Lakukan Olahraga Ringan Saat Berpuasa
Meskipun sedang berpuasa, penting untuk tetap menjaga kebugaran tubuh dengan melakukan olahraga ringan. Saat berpuasa, tingkat energi biasanya lebih rendah, jadi pilihlah aktivitas dengan intensitas ringan, seperti yoga, berjalan kaki, bersepeda, atau menari.
Olahraga ringan dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan menstabilkan tekanan darah, terutama bagi penderita hipertensi. Tak perlu terlalu lama, cukup 30 menit hampir setiap hari dalam seminggu sudah bisa membantu menurunkan tekanan darah sekitar 5 hingga 8 mmHg.
Jika Anda sudah menderita hipertensi, konsistensi dalam berolahraga sangat penting. Bila berhenti berolahraga, tekanan darah bisa kembali naik.
Manfaat puasa bagi kesehatan sudah banyak diketahui. Namun, bagi penderita hipertensi, puasa sebaiknya dilakukan dengan pengawasan dokter.
Baca Juga: Manfaat Puasa untuk Menjaga Kesehatan Jantung
Jadi, hipertensi bukanlah alasan untuk tidak berpuasa. Pastikan Anda menerapkan gaya hidup sehat dan rutin memantau tekanan darah. Kunjungan rutin ke dokter adalah kunci dalam mengendalikan tekanan darah.
Bila tekanan darah sudah stabil, diskusikan dengan dokter mengenai frekuensi pemeriksaan yang dibutuhkan. Jika selama berpuasa Anda mengalami keluhan tertentu, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital.
Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat. Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.
Telah direview oleh dr. Stanislaus Hatta
Source:
- WebMD. Fasting: What You Should Know. Maret 2025.
- Verrywell Health. How Fasting Helps Lower Blood Pressure. Maret 2025.
- Cleveland Clinic. Fasting with Diabetes or Hypertension?. Maret 2025.