Ditulis oleh Tim Konten Medis
Perbedaan penis yang disunat dan yang tidak bisa terlihat dari penampilan, tingkat kebersihan, hingga sensitivitas seksual. Penis yang sudah khitan cenderung berisiko lebih rendah terkena infeksi seperti ISK, virus HPV, HIV, gonore, klamidia, hingga sifilis.

Perbedaan pada Sisi Ukuran Penis
Ukuran penis pada dasarnya ditentukan oleh faktor genetik dan aliran darah ke jaringan penis, sehingga prosedur sunat tidak mengubah ukuran penis saat ereksi. Saat penis dalam kondisi tegang, kulit kulup akan tertarik ke belakang dan tidak memengaruhi panjang maupun ketebalan penis secara visual.
Perbedaan biasanya lebih terlihat ketika penis dalam keadaan rileks, di mana penis yang tidak sunat dapat tampak sedikit lebih besar atau berisi karena masih memiliki kulit kulup.
Baca Juga: Manfaat Sunat pada Bayi dan Risikonya
Perbedaan Tampilan Penis yang Disunat dan yang Tidak
Cara mengetahui apakah seorang disunat atau tidak bisa terlihat dari tampilan bentuknya. Perbedaan tampilan paling jelas terlihat pada bagian ujung penis, khususnya area kepala penis atau glans. Pada penis yang tidak sunat, kepala penis biasanya tertutup oleh kulit kulup saat kondisi tidak ereksi, sehingga glans tidak tampak.
Saat ereksi, kulit kulup pada penis yang tidak sunat akan tertarik ke belakang sehingga kepala penis terlihat, sementara pada penis yang sunat glans selalu terbuka baik saat rileks maupun ereksi. Selain itu, tekstur kulit juga bisa terasa berbeda, di mana area bekas kulit kulup cenderung lebih tebal, sedangkan kulit di sekitar glans terasa lebih tipis dan sensitif.
Beda Tingkat Kebersihan
Perbedaan tingkat kebersihan penis umumnya ada atau tidaknya kulit kulup yang menutupi kepala penis. Pada penis yang belum sunat, perawatan kebersihan perlu Anda lakukan lebih teliti karena area di balik kulup mudah menjadi tempat menumpuknya kotoran, sisa urine, dan cairan tubuh.
Membersihkan penis yang tidak sunat sebaiknya Anda lakukan dengan menarik kulup secara perlahan, lalu mencucinya menggunakan air dan sabun lembut, kemudian dibilas hingga bersih sebelum kulup kembali ke posisi semula. Sebaliknya, penis yang sudah sunat cenderung lebih mudah Anda rawat karena tidak memiliki lipatan kulit, sehingga cukup Anda bersihkan seperti bagian tubuh lain saat mandi rutin.
Kurangnya kebersihan pada penis yang tidak sunat dapat meningkatkan risiko terjadinya beberapa gangguan berikut:
- Phimosis, yaitu kondisi saat kulit kulup terlalu sempit sehingga sulit atau tidak bisa ditarik ke belakang
- Balanitis, yaitu peradangan atau infeksi pada kepala penis dan kulit kulup
- Posthitis, yaitu infeksi jamur atau peradangan yang terjadi pada kulit kulup penis
Baca Juga: Kanker Penis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Perbedaan pada Dampak Sensitivitas Seksual
Sensitivitas seksual pada penis sering berkaitan dengan kondisi apakah penis sudah sunat atau tidak, terutama karena adanya perbedaan struktur kulit di area kepala penis. Faktor ini kerap memengaruhi bagaimana rangsangan saat berhubungan intim, meski pengalaman setiap orang bisa berbeda-beda.
Ciri-ciri orang belum sunat adalah sensitivitasnya berkurang. Secara umum, sensitivitas seksual tidak hanya karena kondisi kulup, tetapi juga karena aliran darah, kondisi saraf, kenyamanan psikologis, serta kesehatan seksual secara keseluruhan. Oleh karena itu, perbedaan sensasi yang Anda rasakan bisa bersifat subjektif dan tidak selalu sama pada setiap individu.
Pada penis yang tidak sunat, kulit kulup dapat menutupi kepala penis saat kondisi tidak ereksi dan bergerak mengikuti gesekan saat aktivitas seksual. Gerakan ini dapat membantu merangsang kepala penis secara alami sekaligus menjaga kelembapan dan sensitivitas area tersebut.
Pada penis yang sudah sunat, kepala penis terbuka secara permanen sehingga lebih sering bersentuhan dengan pakaian atau lingkungan luar. Kondisi ini dapat membuat permukaan kepala penis terasa sedikit berbeda dari waktu ke waktu, namun tetap mampu merespons rangsangan seksual dan memberikan sensasi yang memadai saat berhubungan intim.
Adakah Dampak Penis yang Sudah Disunat dan Tidak pada Kesuburan?
Sunat atau tidak sunat pada penis tidak berkaitan langsung dengan tingkat kesuburan pria, karena kemampuan memiliki keturunan lebih berpengaruh dari kualitas dan produksi sperma. Proses pembentukan sperma terjadi di testis, sehingga keberadaan kulup tidak memengaruhi fungsi utama sistem reproduksi pria.
Masalah kesuburan pria umumnya berkaitan dengan gangguan produksi sperma, saluran reproduksi, atau proses ejakulasi, bukan kondisi kulit penis. Menjaga kebersihan area genital dan segera memeriksakan diri bila muncul keluhan dapat membantu menurunkan risiko infeksi yang berpotensi mengganggu kesuburan.
Beberapa faktor umum yang dapat memengaruhi kesuburan pria meliputi:
- Jumlah sperma yang rendah
- Tidak adanya produksi sperma
- Bentuk sperma tidak normal atau pergerakannya lemah
- Gangguan saat ejakulasi
- Kelainan pada struktur kromosom
- Penggunaan obat-obatan tertentu
Dampak Sunat pada Risiko Infeksi Penis
Sunat dapat memengaruhi risiko terjadinya infeksi pada area penis, terutama yang berkaitan dengan kebersihan dan penumpukan kotoran di bawah kulup. Pada penis yang disunat, area kepala penis lebih mudah Anda bersihkan sehingga risiko berkembangnya bakteri dan kuman tertentu bisa lebih rendah.
Meski demikian, sunat juga tetap memiliki potensi risiko, terutama jika proses penyembuhan tidak berjalan optimal atau perawatan luka kurang tepat. Oleh karena itu, baik sebelum maupun sesudah sunat, kebersihan dan perawatan area genital tetap menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan penis secara menyeluruh.
Beberapa jenis infeksi yang risikonya dapat lebih rendah setelah sunat antara lain:
- Phimosis
- Balanitis
- Infeksi saluran kemih (UTI)
- Human immunodeficiency virus (HIV)
- Human papillomavirus (HPV)
- Herpes simplex virus
- Gonore
- Klamidia
- Chancroid
- Sifilis
Di sisi lain, sunat juga dapat menimbulkan risiko atau efek samping tertentu, terutama setelah tindakan, seperti:
- Nyeri pada penis
- Perdarahan atau pembengkakan
- Luka sunat terbuka kembali (wound dehiscence)
- Kerusakan jaringan pada kepala penis
- Penyempitan lubang kencing
- Penis tampak tertarik ke dalam setelah operasi (postoperative buried penis)
Baca Juga: Sunat Bayi Perempuan Resmi Dilarang, Ketahui Bahayanya
Yuk segera kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Dedari
Source:
- Medical News Today. What to know about circumcised and uncircumcised penises. Februari 2026
- healthline. Key Differences Between Circumsised and Uncircumsised Penis. Februari 2026







