Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Beranda
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Cari Dokter
  • Center of Excellence
  • Artikel
  1. Beranda
  2. ›
  3. Artikel Kesehatan
  4. ›
  5. 12 Penyebab Saraf Kejepit dan Cara Mengobatinya
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • 12 Penyebab Saraf Kejepit dan Cara Mengobatinya
Riva
Rabu, 11 Desember 2024 / Published in Artikel Kesehatan

12 Penyebab Saraf Kejepit dan Cara Mengobatinya

Penyebab saraf kejepit bisa karena kebiasaan sehari-hari seperti postur tubuh yang buruk, melakukan gerakan berulang terus menerus dengan tekanan berlebih, posisi tidur salah, duduk terlalu lama hingga akibat kondisi medis tertentu seperti arthritis rheumatoid, osteoartritis, hernia diskus, obesitas, cedera, carpal tunnel syndrome, dan tumor tulang belakang. Penuaan juga meningkatkan risiko karena bantalan tulang belakang menipis seiring waktu. Orang yang obesitas juga berisiko lebih tinggi mengalami kondisi ini. Anda dapat mengatasi saraf kejepit dengan melakukan perawatan mandiri di rumah, seperti mengompresnya dengan es atau air hangat.

Penyebab Saraf Kejepit

Ciri-ciri saraf kejepit meliputi mati rasa, nyeri tajam, kesemutan, kelemahan otot, dan sensasi terbakar.

Saraf kejepit adalah kondisi ketika saraf mengalami tekanan terlalu besar pada jaringan tubuh di sekitarnya, seperti tendon, tulang rawan, otot, dan tulang. Kondisi ini bisa menyerang bagian tubuh mana pun, tetapi paling sering terjadi di pergelangan tangan hingga kaki.

Biasanya, gejala saraf kejepit cenderung tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko kerusakan permanen apabila rasa nyeri berlangsung dalam waktu lama.

Daftar Isi

Toggle
  • Penyebab Saraf Kejepit
    • 1. Arthritis Rheumatoid
    • 2. Osteoartritis
    • 3. Cedera
    • 4. Obesitas
    • 5. Hernia Diskus
    • 6. Carpal Tunnel Syndrome
    • 7. Tumor Tulang Belakang
    • 8. Postur Tubuh yang Buruk Saat Duduk
    • 9. Gerakan Berulang
    • 10. Posisi Tidur yang Salah
    • 11. Duduk atau Berdiri Terlalu Lama
    • 12. Penuaan
  • Apakah Saraf Kejepit Bisa Sembuh?
  • Kapan Harus ke Dokter?
  • FAQ
    • Apakah kebiasaan duduk lama bisa menyebabkan saraf kejepit?
    • Apakah saraf kejepit bisa dicegah?
    • Apa penyebab saraf kejepit yang paling umum?

Penyebab Saraf Kejepit

Anda dapat mengenali ciri-ciri saraf kejepit, seperti mati rasa, nyeri tajam, kesemutan, kelemahan otot, dan sensasi terbakar. Kondisi bisa terjadi akibat beberapa kondisi atau masalah kesehatan tertentu, di antaranya:

1. Arthritis Rheumatoid

Arthritis rheumatoid (RA) adalah penyakit autoimun yang menyerang sistem kekebalan tubuh, terutama lapisan sendi di kedua sisi tubuh. Jenis penyakit ini bersifat kronis atau berkelanjutan yang menimbulkan rasa nyeri dan peradangan.

Biasanya, rasa nyeri muncul di hampir semua bagian tubuh, seperti jari, pergelangan tangan, tangan, dan jari kaki. Banyak orang yang mengalami gejala kambuh dan kemudian tidak mengalami gejala sama sekali.

Selain nyeri, RA menimbulkan sejumlah keluhan lainnya, seperti:

  • Tubuh terasa kaku terutama saat pagi hari atau duduk terlalu lama
  • Mudah merasa lelah
  • Tubuh lemah
  • Demam

Sampai saat ini, para ahli masih belum mengetahui penyebab pasti RA, tetapi hal ini bisa terjadi akibat kombinasi faktor lingkungan, hormon, dan genetik. Jika mengalami kondisi ini, Anda bisa melakukan perubahan gaya hidup untuk mengurangi gejalanya.

Misalnya, istirahat yang cukup dan menjalani latihan untuk memulihkan gerak sendi. Cobalah untuk berdiskusi dengan dokter agar menentukan jenis pengobatan yang sesuai.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Sakit Pinggang dan Saraf Kejepit

2. Osteoartritis

Penyebab saraf kejepit selanjutnya adalah mengalami osteoartritis. Kondisi ini termasuk jenis arthritis yang paling umum.

Gangguan osteoarthritis adalah kerusakan tulang rawan yang menyebabkan tulang-tulang bergesekan. Kondisi ini dapat memengaruhi bagian sendi mana pun, tetapi paling sering muncul di tangan, lutut, panggul, leher, panggul, dan punggung bawah.

Gejala osteoarthritis cenderung bervariasi, termasuk rasa nyeri, pembengkakan, dan kekakuan. Anda bisa mencegah kondisi ini dengan menjalani pola hidup sehat.

Misalnya, hindari kebiasaan merokok, mengenakan pakaian pelindung saat bekerja atau aktivitas berat, dan menggunakan sabuk pengaman saat mengemudi. Selain itu, Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi dan perubahan pada sendi.

3. Cedera

Penyebab saraf kejepit bisa terjadi karena cedera. Kondisi ini sangat umum, terutama saat melakukan aktivitas atau olahraga berat.

Cedera olahraga diakibatkan oleh penggunaan otot yang berlebihan, benturan keras, atau mengalami tekanan lebih besar. Kondisi ini terdiri dari beberapa kondisi, seperti keseleo pergelangan kaki, memar, dan ketegangan pangkal paha.

Segera lakukan perawatan mandiri di rumah apabila terkilir, otot terasa tegang, dan cedera sendi. Anda bisa mengompres dingin area yang cedera selama 20 menit setiap 2 jam sekali. Jika rasa sakit tidak kunjung hilang, sebaiknya kunjungi layanan kesehatan terdekat.

4. Obesitas

Perlu diketahui bahwa berat badan berlebih bisa memberikan tekanan pada saraf. Kondisi ini bisa memicu saraf kejepit yang perlu diwaspadai.

Obesitas atau berat badan berlebih termasuk penyakit kronis jangka panjang yang mampu memengaruhi kesehatan dan kualitas hidup seseorang. Pada dasarnya, kondisi ini tidak menimbulkan gejala khusus.

Namun, Anda bisa mengenali obesitas dengan menghitung indeks massa tubuh (BMI). Tes ini dapat mengukur rata-rata berat badan dan tinggi badan untuk mengklasifikan obesitas.

Jika BMI di atas 30, hal ini menandakan bahwa seseorang mengalami obesitas. Jika diabaikan begitu saja, obesitas bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan serius, seperti gangguan jantung, gagal ginjal, diabetes, dan batu empedu.

Baca Juga: Ketahui Cara Mengobati Neuropati Perifer

5. Hernia Diskus

Hernia diskus adalah cedera tulang belakang atau punggung. Tulang belakang terdiri dari serangkaian tulang vertebrata yang membentang dari dasar tengkorak hingga tulang ekor.

Di antara tulang belakang, terdapat bantalan bundar yang berfungsi sebagai penyangga sehingga Anda bisa bergerak dan membungkuk dengan mudah. Dalam istilah medis, bantalan ini dikenal dengan sebutan diskus.

Jika diskus rusak, kondisi ini menyebabkan hernia diskus yang memicu berbagai gejala, seperti sakit punggung, kesemutan, dan kelemahan otot. Anda bisa mengurangi risiko terkena hernia diskus dengan cara menjaga berat badan tetap sehat.

Selain itu, gunakan teknik mengangkat beban berat yang tepat dan menjaga postur tubuh yang baik. Hal ini sangat penting untuk mengurangi ketegangan pada tulang belakang.

6. Carpal Tunnel Syndrome

Penyebab saraf kejepit di pinggang dapat terjadi akibat Carpal Tunnel Syndrome. Kondisi ini disebabkan oleh tekanan pada saraf medianus di terowongan karpal pergelangan tangan.

Pada anatomi pergelangan tangan, tulang dan ligamen di sisi telapak tangan mengelilingi terowongan karpal yang menyerupai lorong sempit. Jika mengalami tekanan, kondisi ini bisa menyebabkan mati rasa, kesemutan, dan kelemahan otot pada jari.

Anda tidak dapat mencegah Carpal Tunnel Syndrome, tetapi terdapat beberapa cara yang mampu mengurangi risikonya, seperti perbaiki postur tubuh, menjaga tangan tetap hangat, dan istirahatkan tangan sejenak. Segera periksakan diri ke dokter apabila muncul gejala kesemutan yang tidak kunjung sembuh.

7. Tumor Tulang Belakang

Pria dan wanita dapat mengalami tumor tulang belakang yang terjadi di mana saja, seperti di dalam, sepanjang tulang, atau sumsum tulang belakang. Kondisi ini bisa bersifat jinak atau ganas (kanker) yang menyebabkan kerusakan pada berbagai jaringan di tulang belakang.

Gejala tumor tulang tergantung pada beberapa faktor, seperti lokasi, ukuran, dan jenis tumor yang dialami oleh penderita. Umumnya, kondisi ini menimbulkan mati rasa, kejang otot, dan kelemahan otot.

Cara terbaik untuk mencegah tumor tulang belakang sekunder dengan menjalani terapi adjuvan atau neoadjuvan. Tujuan terapi ini adalah untuk mengecilkan ukuran tumor dan mencegah perkembangan sel tumor di kemudian hari.

8. Postur Tubuh yang Buruk Saat Duduk

Duduk terlalu lama atau dengan postur tubuh yang salah dapat menjadi salah satu penyebab munculnya saraf terjepit. Kondisi ini paling sering dirasakan di area punggung bawah karena melibatkan saraf skiatik, namun juga bisa terjadi di leher, kaki, atau pergelangan tangan tergantung posisi duduk yang Anda lakukan.

Saat saraf terjepit terjadi, Anda mungkin akan merasakan sensasi kesemutan atau seperti terbakar pada area yang terkena. Kondisi ini juga berpotensi memperburuk gejala neuropati yang mungkin sudah Anda alami sebelumnya.

9. Gerakan Berulang

Memaksakan tubuh untuk bekerja terlalu keras hingga membebani otot, tulang, dan saraf dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Olahraga dengan kontak fisik tinggi seperti sepak bola dan hoki misalnya, dapat menyebabkan tekanan berulang pada tubuh yang berisiko menekan tulang dan otot hingga akhirnya menjepit saraf.

Selain itu, olahraga dengan gerakan berulang dan intens seperti basket, tenis, atau golf juga bisa memberikan tekanan serupa pada otot dan tendon yang berujung pada saraf terjepit. Kabar baiknya, kondisi saraf terjepit akibat aktivitas olahraga ini umumnya dapat ditangani melalui fisioterapi dan pengobatan medis.

10. Posisi Tidur yang Salah

Posisi tidur miring cenderung membuat seseorang lebih rentan mengalami saraf terjepit dan masalah pada bahu. Jika Anda terbiasa tidur dengan posisi ini, sebaiknya gunakan bantal yang cukup menopang agar leher tetap sejajar dengan punggung selama tidur.

Selain posisi miring, tidur dalam posisi tengkurap juga sebaiknya dihindari karena dapat memberikan tekanan berlebih pada leher dan tulang belakang, sehingga berisiko menyebabkan saraf terjepit. Untuk mengurangi risiko ini, pastikan Anda memilih bantal dan kasur yang sesuai dengan posisi tidur agar tubuh tetap dalam posisi yang baik sepanjang malam.

11. Duduk atau Berdiri Terlalu Lama

Duduk dalam waktu yang lama dapat memicu berbagai masalah pada sistem saraf, salah satunya adalah tekanan pada saraf. Ketika saraf tertekan atau terjepit, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan atau iritasi yang memunculkan gejala seperti mati rasa, kesemutan, dan kelemahan otot.

Beberapa faktor risiko berikut ini dapat memperbesar dampak duduk terlalu lama terhadap sistem saraf:

  • Obesitas. Kelebihan berat badan dapat memberikan tekanan tambahan pada saraf dan sendi, sehingga meningkatkan risiko saraf terjepit.
  • Postur tubuh yang buruk. Kebiasaan membungkuk dapat menyebabkan tekanan pada saraf dan membuat posisi tulang belakang tidak sejajar.
  • Kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup yang minim gerak dapat melemahkan otot penopang tulang belakang dan mengurangi aliran darah ke saraf.

Untuk mengurangi risiko tersebut, penting untuk rutin bergerak atau berolahraga, menjaga postur tubuh tetap baik, serta mengontrol berat badan agar tetap ideal.

12. Penuaan

Bertambahnya usia juga menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko saraf terjepit. Seiring waktu, struktur tulang belakang mengalami perubahan, sehingga orang dewasa yang lebih tua menjadi lebih rentan mengalami kondisi ini akibat proses penuaan alami pada tubuh.

Salah satu perubahan yang terjadi adalah munculnya radang sendi pada tulang belakang akibat proses keausan yang berlangsung seiring bertambahnya usia, sehingga persendian membesar dan membentuk tulang tambahan. Selain itu, bantalan diskus di antara ruas tulang belakang juga mulai menipis dan kehilangan ketinggiannya, sehingga mempersempit ruang tempat saraf berada.

Kombinasi antara pertumbuhan tulang tambahan dan penyempitan ruang saraf inilah yang kemudian dapat menekan akar saraf hingga menyebabkan saraf terjepit atau iritasi. Kondisi ini umumnya lebih sering ditemukan pada orang dewasa yang berusia di atas 50 tahun.

Apakah Saraf Kejepit Bisa Sembuh?

Saraf kejepit bisa sembuh tanpa memerlukan penanganan medis, seperti operasi bedah. Ada beberapa cara mengobati saraf kejepit di rumah, yaitu:

  • Istirahat yang cukup: Biasanya, gejala saraf kejepit dapat hilang dengan sendirinya selama beberapa hari atau minggu. Oleh sebab itu, Anda dapat beristirahat sejenak dan hindari aktivitas berat terlebih dahulu.
  • Kompres es dan panas: Cara ini dapat meredakan pembengkakan sementara dan menimbulkan rasa nyaman.
  • Konsumsi obat pereda nyeri: Sebelum minum, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Obat saraf kejepit dapat berupa Asetaminofen dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
  • Kortikosteroid: Dokter dapat meresepkan obat antiradang untuk meredakan nyeri dan radang.
  • Terapi fisik: Terapi ini terdiri dari peregangan dan olahraga ringan yang dapat meredakan tekanan dan nyeri pada saraf.
  • Alat imobilisasi: Anda dapat menggunakan belat untuk mengatasi saraf kejepit di pergelangan tangan.
  • Hindari pantangan bagi penderita saraf kejepit: Pantangannya dapat berupa gerakan berulang, olahraga berat, dan duduk atau berdiri terlalu lama.

Baca Juga: Obat Saraf Kejepit di Apotek

Kapan Harus ke Dokter?

Jika rasa nyeri, sensasi terbakar, dan kesemutan akibat saraf kejepit tidak kunjung sembuh dalam waktu lama, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.  Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.

Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat. Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.

FAQ

Apakah kebiasaan duduk lama bisa menyebabkan saraf kejepit?

Ya, umumnya duduk terlalu lama dapat menyebabkan saraf kejepit karena menekan tulang belakang dan bantalan sendi.

Apakah saraf kejepit bisa dicegah?

Ya, saraf kejepit dapat Anda cegah dengan merawat badan ideal, melakukan peregangan secara rutin, dan menjaga postur tubuh.

Apa penyebab saraf kejepit yang paling umum?

Umumnya penyebab saraf kejepit karena Herniated Nucleus Pulposus atau herniasi diskus, yaitu kondisi pada bantalan lunak antar tulang belakang robek hingga cairannya keluar dan menekan saraf.

Ditinjau secara medis oleh dr. Sony Prabowo, terakhir pada 19 Agustus 2026
Diterbitkan 11 Desember 2024
Ditulis oleh Tim Konten Medis
Sumber referensi (6)
  1. Cleveland Clinic Pinched Nerve. Diakses Agustus 2026
  2. Mayo Clinic Pinched Nerve. Diakses Agustus 2026
  3. WebMD Pinched (Compressed) Nerve. Diakses Agustus 2026
  4. Loma Linda University Health 5 ways sitting is killing your nerves. Diakses Agustus 2026
  5. Samuel S. Koo Top Causes of Pinched Nerves. Diakses Agustus 2026
  6. Lone Star Neurology How Sitting for Long Periods of Time Affects Nervous System Health. Diakses Agustus 2026

Artikel Terkait

  • perbedaan dokter saraf dan dokter bedah saraf
    Ketahui Perbedaan Dokter Saraf dan Dokter Bedah SarafKesehatan Saraf
  • Nyeri Seperti Ditusuk Jarum
    Berbagai Penyebab Nyeri Seperti Ditusuk JarumKesehatan Saraf
  • cara menghilangkan kesemutan di kaki
    13 Cara Menghilangkan Kesemutan di Kaki yang MembandelKesehatan Saraf
Tagged under: Kesehatan Saraf

Artikel Terkait

  • perbedaan dokter saraf dan dokter bedah saraf
    Ketahui Perbedaan Dokter Saraf dan Dokter Bedah SarafKesehatan Saraf
  • Nyeri Seperti Ditusuk Jarum
    Berbagai Penyebab Nyeri Seperti Ditusuk JarumKesehatan Saraf
  • cara menghilangkan kesemutan di kaki
    13 Cara Menghilangkan Kesemutan di Kaki yang MembandelKesehatan Saraf

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP
Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

GET SOCIAL

Rumah Sakit

  • Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
    Cari Dokter Tangerang
  • Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
    Cari Dokter Jakarta
  • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    Cari Dokter Banjarmasin
  • Ciputra Hospital Surabaya
    Cari Dokter Surabaya

Klinik

  • Ciputra Medical Center
    Kesehatan Umum
    Cari Dokter di Mega Kuningan
  • Ciputra SMG Eye Clinic
    Klinik Mata · Lasik & Katarak
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
    Cari Dokter di Surabaya
  • C Derma
    Kulit & Estetika
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
  • Ciputra IVF
    Fertilitas & Bayi Tabung
    Cari Dokter di CitraGarden City
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
  • Ciputra Cardiac Center
    Pusat Jantung
    Cari Dokter Jantung
  • Ciputra Cancer Center
    Pusat Kanker
    CitraGarden Jakarta Barat

Hubungi Kami

WhatsApp Kami Karir / Lowongan
Events

© 2026 PT Ciputra Health. All rights reserved.

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Direktori Dokter