Gejala utama COVID-19 umumnya adalah flu, sakit tenggorokan, demam, batuk, kelelahan, hingga sakit kepala. Beberapa orang mungkin mengalami gejala yang lebih serius dan menjadi tanda bahaya darurat, seperti sesak napas berat atau kesulitan bernapas, nyeri dada, kebingungan, hingga bibir atau wajah tampak pucat hingga kebiruan.

Apa Itu COVID-19?
COVID-19 adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang gejalanya bisa mirip dengan flu biasa, influenza, atau bahkan pneumonia. Sebagian besar orang yang terinfeksi hanya mengalami gejala ringan, namun pada sebagian lainnya kondisinya bisa memburuk dan memengaruhi organ tubuh lain, tidak hanya paru-paru.
Penularan COVID-19 terjadi saat seseorang yang terinfeksi mengeluarkan droplet atau partikel kecil saat bernapas, batuk, atau berbicara, yang kemudian terhirup oleh orang lain atau mengenai mata, hidung, dan mulut. Bahkan orang yang tidak menunjukkan gejala sekalipun tetap bisa menularkan virus ini ke orang lain.
Meski begitu, tidak semua orang memiliki risiko yang sama jika terpapar COVID-19, sebagian kelompok cenderung lebih rentan mengalami gejala berat dibanding yang lain. Mengenali kelompok mana yang lebih berisiko dapat membantu kita mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat, baik untuk diri sendiri maupun orang-orang di sekitar.
Kelompok yang lebih berisiko mengalami gejala berat akibat COVID-19 antara lain:
- Memiliki kondisi kesehatan penyerta (komorbid)
- Lanjut usia
- Memiliki sistem imun yang lemah (immunocompromised)
- Memiliki disabilitas tertentu
Baca Juga: Waspadai Penyebaran COVID-19 Nimbus NB.1.8.1
Gejala COVID-19
Gejala COVID-19 bisa berbeda-beda pada setiap orang dan cenderung berubah seiring munculnya varian baru, termasuk dipengaruhi oleh status vaksinasi seseorang. Beberapa tanda covid-19 yang umum dirasakan antara lain:
- Demam atau menggigil
- Batuk
- Sesak napas atau kesulitan bernapas
- Sakit tenggorokan
- Hidung tersumbat atau berair
- Hilangnya indera penciuman atau perasa secara tiba-tiba
- Mudah lelah
- Nyeri otot atau badan
- Sakit kepala
- Mual atau muntah
- Diare
COVID-19 dan flu sama-sama merupakan penyakit pernapasan yang menular, namun disebabkan oleh virus yang berbeda COVID-19 oleh SARS-CoV-2, sedangkan flu oleh virus influenza. Karena gejalanya bisa sangat mirip, cara paling akurat untuk membedakan keduanya adalah melalui pemeriksaan laboratorium, bukan hanya berdasarkan gejala yang Anda rasakan.
Tes Pemeriksaan untuk Mendeteksi COVID-19
Ketika gejala mulai muncul dan dirasa semakin mengganggu, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan apakah seseorang benar-benar terpapar virus corona. Berikut metode pemeriksaan yang umum saat ini untuk mendeteksi maupun menilai kondisi COVID-19.
1. Rapid Test Antigen
Rapid test antigen menjadi salah satu metode skrining awal yang banyak digunakan karena hasilnya bisa didapat dengan cepat, biasanya hanya dalam hitungan menit. Tes ini bekerja dengan mendeteksi keberadaan protein virus melalui sampel dari hidung atau tenggorokan. Jika hasilnya positif, pemeriksaan lanjutan dengan PCR biasanya tetap disarankan untuk memastikan diagnosis secara lebih akurat.
2. PCR / Tes Swab
Tes PCR atau tes swab merupakan metode pemeriksaan yang paling akurat untuk mengonfirmasi infeksi COVID-19 hingga saat ini. Sampel diambil dari hidung atau tenggorokan, lalu diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi materi genetik virus. Karena tingkat akurasinya yang tinggi, tes ini sering dijadikan acuan utama dalam menegakkan diagnosis.
3. CT Scan
Berbeda dari dua metode sebelumnya, CT scan atau rontgen dada bukan digunakan untuk mendiagnosis infeksi COVID-19 secara langsung. Pemeriksaan ini lebih berperan untuk melihat kondisi paru-paru, misalnya untuk mengetahui apakah muncul infiltrat atau cairan yang menandakan komplikasi seperti pneumonia. Oleh karena itu, CT scan biasanya pada pasien dengan gejala berat untuk menilai tingkat keparahan, bukan sebagai langkah awal deteksi.

Bagaimana Jika Positif COVID-19
Tidak semua orang yang mengalami gejala perlu melakukan tes cepat COVID-19, namun jika Anda memilih untuk tes dan hasilnya positif, ada beberapa langkah yang sebaiknya diikuti. Berikut panduannya:
- Jika berusia di bawah 18 tahun, usahakan untuk tetap di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain selama 3 hari setelah hari tes, karena anak-anak dan remaja umumnya menularkan virus dalam waktu yang lebih singkat daripada orang dewasa
- Jika berusia 18 tahun ke atas, usahakan untuk tetap di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain selama 5 hari setelah hari tes
- Hindari bertemu dengan orang-orang yang lebih rentan mengalami sakit parah akibat infeksi, seperti mereka dengan sistem imun yang lemah, selama 10 hari setelah hari tes
Baca Juga: Waspadai Gejala COVID-19 KP.1 dan KP.2 yang Tinggi di Singapura
Cara Mencegah COVID-19
Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain dari penularan COVID-19, mulai dari kebiasaan dasar hingga langkah tambahan yang bisa Anda sesuaikan dengan kondisi masing-masing. Berikut langkah-langkah pencegahan yang bisa Anda terapkan:
- Lengkapi vaksinasi COVID-19 dan pastikan tetap mengikuti dosis terbaru meski orang yang sudah divaksin masih bisa terinfeksi, vaksinasi terbukti menurunkan risiko sakit parah, dirawat di rumah sakit, hingga risiko kematian akibat COVID-19
- Terapkan kebiasaan hidup bersih, seperti rutin mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri
- Perhatikan sirkulasi dan kualitas udara di tempat beraktivitas, misalnya dengan memastikan ventilasi yang baik
- Jika sedang sakit dan mengalami gejala pernapasan, sebaiknya tetap di rumah dan hindari kontak dengan orang lain, termasuk anggota keluarga yang tidak sakit, hingga kondisi membaik
- Segera periksakan diri untuk tes dan/atau pengobatan jika memiliki faktor risiko tinggi mengalami gejala berat, karena penanganan yang cepat dapat membantu menurunkan risiko keparahan penyakit
- Gunakan masker dan jaga jarak dengan orang lain sebagai langkah tambahan untuk menekan risiko penularan
- Lakukan tes COVID-19 bila Anda perlukan, agar bisa segera menentukan langkah selanjutnya seperti pengobatan maupun upaya mencegah penularan ke orang sekitar
Vaksin COVID-19 yang Ada di Indonesia
Vaksinasi COVID-19 bertujuan membangun atau memperkuat kekebalan tubuh seseorang terhadap virus corona, sehingga jika suatu saat terpapar, seseorang tidak akan sakit atau hanya mengalami gejala ringan tanpa berisiko menularkan ke orang lain. Program vaksinasi di Indonesia berjalan bertahap, mulai dari dosis pertama, dosis kedua, hingga booster, dengan jadwal dan jeda waktu yang sesuai untuk masing-masing penerima.
Selama program vaksinasi berlangsung, pemerintah menggunakan berbagai jenis vaksin dari dalam maupun luar negeri untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Berikut daftar jenis vaksin COVID-19 yang telah Indonesia gunakan:
- ARCoV
- AZD1222
- CanSino
- Moderna
- Sinovac
- Zifivax
- Genexine
- CoronaVac
- Sf9 cells
- AdimrSC-2f
- Vaksin COVID
- Vaccine_name
- Johnson & Johnson
- Sinopharm BBIBP
- Covovax – Novovax
- CoronaVac Biofarma
- Vaksin Luar Negeri
- COVID-19 Vaccine Pfizer
- Vaksin SARS-CoV-2 Rekombinan
- SARS-CoV-2 Protein Subunit Rekombinan
Baca Juga: COVID-19 Varian Stratus XFG & Penyebarannya di Indonesia
Jika Anda mengalami ciri-ciri covid-19, segera kunjungi Ciputra Hospital, dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.







