Ditulis oleh Tim Konten Medis
Bahaya makanan bersantan saat lebaran bisa menyebabkan kadar kolesterol dan gula darah tinggi, reaksi alergi, serta tidak memenuhi kebutuhan protein. Anda bisa mencegah kondisi ini dengan membatasi asupan makannya.

Makanan bersantan sebabkan kolesterol naik.
Makanan bersantan menjadi salah satu hidangan khas saat perayaan lebaran atau Idul Fitri. Selain menggugah selera, ada beragam manfaat santan bagi kesehatan, seperti melindungi sel dari kerusakan, meningkatkan kadar kolesterol baik, dan mendukung fungsi kognitif.
Meski bermanfaat, banyak orang yang makan makanan bersantan secara berlebihan saat lebaran. Ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan karena santan mengandung tinggi lemak jenuh.
Kandungan Santan
Santan adalah salah satu bahan makanan yang sangat umum digunakan dalam berbagai makanan dan minuman. Banyak orang sering menyalahartikan santan sebagai air kelapa atau krim kelapa.
Faktanya, santan terbuat dari daging kelapa yang diparut dan diperas. Dalam 1 sendok makan atau sekitar 15 gram, bahan pangan ini menyediakan berbagai nutrisi, seperti:
- Kalori 30 kkal
- Lemak 3,2 gram
- Karbohidrat 0,4 gram
- Protein 0,3 gram
- Natrium 2 miligram
- Mangan 0,12 miligram
- Tembaga 0,03 miligram
- Zat besi 0,5 miligram
- Magnesium 6,9 miligram
Baca Juga: Makanan Penyebab Batu Empedu, Apa Saja Pantangannya?
Bahaya Efek Samping Konsumsi Santan Berlebihan
Hal yang membuat santan tidak sehat yaitu karena mengandung banyak lemak jenuh. Dalam 1 cangkir santan kaleng, ada sekitar 48 gram lemak dan sebagian besarnya adalah jenis lemak jenuh.
Para ahli menganggap bahwa lemak jenuh termasuk lemak yang tidak sehat sehingga Anda tidak boleh makan terlalu banyak. Berikut ini adalah bahaya makanan bersantan jika dikonsumsi berlebihan:
1. Kolesterol Tinggi
Santan dapat memberikan manfaat kesehatan apabila Anda mengonsumsinya dalam jumlah sedang. Namun, makan santan terlalu banyak bisa menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.
Produk ini mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Asupan santan yang tinggi dengan pola makan kaya karbohidrat dapat memicu kenaikan berat badan.
Meskipun santan bisa menggantikan susu sapi, Anda tetap perlu membatasi asupannya. Orang yang makan santan terlalu banyak memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi.
Umumnya, kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala sehingga Anda perlu menjalani tes darah untuk mengetahui kadarnya. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi berupa nyeri dada (angina), serangan jantung, dan stroke.
Selain itu, ada penyakit yang tidak boleh makan santan, salah satunya adalah gangguan pencernaan seperti diare. Sebab, santan mengandung tinggi lemak yang sulit dicerna oleh tubuh.
2. Reaksi Alergi
Penelitian membuktikan bahwa alergi terhadap kelapa dan olahannya cenderung jarang terjadi. Jika alergi kelapa, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi santan.
Gejala alergi kelapa hampir serupa dengan alergi makanan lainnya. Pada beberapa kasus, reaksi alergi bisa menyebabkan anafilaksis atau kondisi parah yang mengancam nyawa.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter apabila muncul reaksi alergi berupa bengkak, sesak napas, dan gatal-gatal akibat konsumsi santan.
Baca Juga: Makanan untuk Penderita Diabetes yang Boleh dan Dilarang
3. Tidak Memenuhi Kebutuhan Protein
Santan mengandung protein yang jauh lebih rendah dari susu sapi dan susu kedelai. Bila mengonsumsinya berlebihan, ini bisa membuat Anda kekurangan asupan protein.
Ada beberapa tanda-tanda tubuh kekurangan protein, seperti sering sakit, kelemahan otot, rambut dan kuku yang rapuh. Para ahli merekomendasikan orang dewasa untuk memenuhi asupan protein minimal 0,36 gram per pon berat badan.
Namun, kebutuhan protein dapat bervariasi, tergantung pada usia, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan setiap orang. Anda bisa mencukupi asupan nutrisi ini dengan mengonsumsi makanan tertentu, seperti daging sapi, telur, dan kedelai.
4. Kadar Gula Darah Tinggi
Sebaiknya, Anda berhati-hati saat mengonsumsi santan kemasan. Sebab, produk ini sering kali mengandung gula tambahan yang bisa menyebabkan kerusakan gigi, resistensi insulin, dan risiko penyakit kronis di kemudian hari.
Pilihlah santan tanpa pemanis untuk mencegah kadar gula darah tinggi. Jika ingin menambah rasa manis pada masakan, Anda bisa menambahkan sedikit madu, sedikit ekstrak vanila, atau sirup maple sesuai selera.
Selain meningkatkan kadar gula darah, penderita GERD sebaiknya menghindari makanan bersantan. Sebab, jenis makanan ini bisa memicu naiknya asam lambung kembali.
Bila mengidap penyakit GERD, cobalah mengonsumsi makanan untuk penderita asam lambung berupa melon, jahe, dan daging tanpa lemak. Makanan sehat ini mampu menyerap asam lambung sehingga meredakan gejala refluks asam.
Cara Konsumsi Santan yang Sehat Saat Lebaran
Pada dasarnya, santan memiliki berbagai manfaat dan dapat menggantikan susu pada olahan makanan tertentu. Berikut ini adalah cara mengonsumsi santan yang benar saat lebaran:
- Smoothie: Anda bisa menambahkan santan sebagai krim dan rasa gurih pada smoothi berbahan dasar buah dan sayuran.
- Es krim: Santan juga cocok diolah sebagai dasar es krim untuk menggantikan susu sapi. Bahkan, produk ini dapat mempertahankan tekstur krim yang lembut.
- Memanggang: Santan biasanya dapat menggantikan susu sapi saat membuat kue kering kering khas lebaran dan sejenisnya.
- Memasak: Cobalah untuk menambahkan santan pada menu olahan kari dan opor ayam. Produk ini dapat memberikan sensasi gurih karena kandungan lemaknya yang cukup tinggi.
- Kopi atau teh: Santan biasa atau krimer dapat menggantikan susu sapi pada campuran kopi atau teh.
Anda boleh-boleh saja menambahkan santan ke berbagai menu masakan sehari-hari. Namun, pastikan untuk membatasi asupannya agar terhindar dari masalah kesehatan yang mengintai.
Baca Juga: Makanan yang Dilarang untuk Trombosit Rendah
Jika mengalami efek samping makan santan berlebihan, seperti kolesterol tinggi, reaksi alergi, dan kadar gula darah tinggi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mencegah gejala berkembang semakin parah. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.
Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.
Telah direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- EatingWell. What Happens to Your Body When You Drink Coconut Milk Every Day. Maret 2025.
- Mayo Clinic. High Cholesterol. Maret 2025.
- UCLA Health. Are You Getting Enough Protein? Here’s What Happens if You Don’t. Maret 2025.