Ciri-ciri penyakit kelenjar tiroid yang dapat Anda perhatikan antara lain mudah lelah, rambut rontok, perubahan berat badan, hingga merasa nyeri pada otot atau sendi. Jika sudah demikian, pengobatan harus segera dilakukan agar kondisinya tidak semakin parah. Selain itu, masih ada lagi ciri-ciri penyakit kelenjar tiroid yang harus Anda ketahui. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Penyakit kelenjar tiroid adalah kondisi medis yang membuat tiroid tidak menghasilkan hormon sesuai kebutuhan.
Ciri-ciri Penyakit Kelenjar Tiroid
Terdapat beberapa ciri-ciri yang penderita rasakan saat menderita penyakit kelenjar tiroid. Berikut ini adalah penjelasan ciri-ciri penyakit kelenjar tiroid tersebut.
1. Mudah Lelah
Mengalami kelelahan adalah hal yang wajar, terutama jika aktivitas yang kita lakukan banyak. Namun, ketika istirahat lama dan tidur cukup belum menghilangkan kelelahan Anda. Bisa jadi itu adalah ciri-ciri penyakit kelenjar tiroid.
Kekurangan kelenjar tiroid dapat menyebabkan seseorang mudah mengalami kelelahan. Akibatnya, bisa berdampak pada tingkat energi dan suasana hati seseorang. Orang tersebut akan cenderung merasa lelah, lesu, letih, cemas, masalah tidur, kegelisahan, dan lekas marah.
2. Perubahan Berat Badan
Hormon tiroid membantu untuk mengatur berat badan, asupan makanan, dan metabolisme lemak serta gula. Ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan cukup hormon tiroid bagi tubuh, proses metabolisme tubuh akan menjadi lebih lambat.
Akibatnya, orang tersebut akan mengalami penambahan berat badan. Sebaliknya, seseorang yang kadar tiroidnya terlalu banyak.
Sistem metabolismenya menjadi terlalu aktif. Hal tersebut dapat menyebabkan tubuh terlalu banyak membakar kalori sehingga penderitanya cenderung mengalami penurunan berat badan.
Baca Juga: Gangguan Kelenjar Tiroid
3. Nyeri Otot dan Sendi
Mengalaminyeri pada otot dan sendi tanpa sebab yang jelas bisa menjadi ciri-ciri penyakit kelenjar tiroid. Seseorang mungkin akan mengalami kaku atau pembengkakan pada sendinya.
Kondisi tersebut akibat kadar tiroid dalam tubuh terlalu rendah atau kurang aktif. Sebuah penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara penyakit kelenjar tiroid terhadap penyakit rheumatoid arthritis. Jika tidak dilakukan pengobatan, kondisi ini dapat mempengaruhi dan menghambat aktivitas harian penderitanya.
4. Gondok
Gondok adalah ciri-ciri penyakit kelenjar tiroid yang ditandai dengan pembengkakan di pangkal leher. Gejala lain yang menyertai gondok antara lain batuk, suara serak, dan mengalami masalah saat menelan makanan atau bernafas.
Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang bisa mengalami gondok, seperti kekurangan yodium dan menderita penyakit autoimun yang merusak kelenjar tiroid sehingga menghentikan proses produksi hormon bagi tubuh. Pada beberapa kasus benjolan yang muncul di leher bukanlah gondok, melainkan tumor di dalam tiroid, kanker tiroid atau masalah lain pada kelenjar tiroid. Oleh karena itu, pemeriksaan medis perlu dilakukan untuk mendapatkan diagnosis.
5. Merasa Kedinginan atau Kepanasan
Penyakit tiroid dapat mengganggu kemampuan mengatur suhu tubuh. Mereka yang kekurangan hormon tiroid akan sering merasa kedinginan.
Sebaliknya, mereka yang kelebihan hormon tiroid akan mengalami kepanasan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan seseorang mengeluarkan keringat secara berlebihan.
Baca Juga: Alami Krisis Tiroid? Begini Gejalanya!
6. Masalah Pada Rambut, Kulit dan Kuku
Ciri-ciri penyakit kelenjar tiroid berikutnya adalah timbulnya masalah pada rambut, kulit, dan kuku. Ketika kelenjar tiroid kurang aktif, akan menyebabkan masalah pada kulit, seperti kulit kering atau kasar, berwarna pucat, kulit tipis dan bersisik.
Masalah lainnya adalah kuku tumbuh menjadi tipis dan mudah patah. Selain itu, tiroid yang kurang aktif atau terlalu aktif juga dapat memengaruhi rambut. Misalnya, rambut menjadi kering, mudah rontok, dan pertumbuhan yang lambat.

Hormon tiroid membantu untuk mengatur berat badan, asupan makanan, dan metabolisme lemak serta gula.
7. Gangguan Pencernaan
Kelenjar tiroid yang kurang aktif atau terlalu aktif sama-sama bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Hal tersebut terjadi karena penyakit kelenjar tiroid dapat mengganggu proses tubuh dalam mencerna makanan yang seseorang konsumsi. Gangguan pencernaan yang mereka alami dapat berupa tinja yang keras, kesulitan buang air besar dan mengalami diare atau sering buang air besar.
8. Gangguan Pada Menstruasi
Penyakit kelenjar tiroid juga memiliki ciri-ciri adanya gangguan pada periode menstruasinya. Gejala yang timbul terbagi berdasarkan penyakit kelenjar tiroid yang dialami.
Orang dengan masalah kelenjar tiroid yang kurang aktif, akan mengalami periode menstruasi yang tidak teratur. Kondisi tersebut terjadi akibat tiroid yang kurang aktif dapat mengganggu kinerja hormon yang berperan dalam menstruasi.
Sebaliknya, mereka yang kelenjar tiroidnya terlalu aktif akan mengalamiperiode menstruasi yang lebih berat. Selain itu, waktu menstruasi juga berlangsung beberapa hari lebih lama dari biasanya, serta lebih sering mengalami haid.
9. Perubahan Detak Jantung
Hormon tiroid memengaruhi hampir seluruh organ tubuh, termasuk jantung. Orang dengan kelenjar tiroid yang kurang aktif, detak jantungnya akan lebih lambat daripada biasanya.
Sebaliknya, jika hormon tiroid terlalu aktif, menyebabkan detak jantung menjadi lebih cepat. Selain itu, penyakit kelenjar tiroid juga dapat memicu peningkatan tekanan darah, sensasi jantung berdebar, atau penyakit jantung lainnya.
10. Kolesterol Tinggi
Hormon tiroid memainkan peran penting dalam menghilangkan kelebihan kolesterol dari tubuh melalui hati. Kadar hormon tiroid yang rendah akan membuat hati kesulitan menjalankan fungsinya.
Akibatnya, kadar kolesterol dalam darah akan meningkat. Sebuah riset yang juga menunjukkan bahwa sekitar 13% mereka dengan kolesterol tinggi juga memiliki kadar hormon tiroid yang rendah.
Diagnosis Kelenjar Tiroid
Diagnosis kelenjar tiroid perlu Anda lakukan untuk mengetahui penyebab gangguan dan menentukan penanganan yang tepat. Proses pemeriksaan biasanya dilakukan melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, hingga tes penunjang sesuai kondisi pasien.
1. Tes Darah
Tes darah menjadi salah satu cara paling umum untuk mendiagnosis gangguan kelenjar tiroid. Pemeriksaan ini untuk mengukur kadar hormon tiroid seperti T3, T4, dan TSH di dalam tubuh.
Melalui hasil tes darah, dokter dapat mengetahui apakah kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif atau justru kurang aktif. Pemeriksaan ini juga membantu mendeteksi gangguan tiroid sejak dini meskipun gejalanya masih ringan.
2. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dilakukan dengan mengecek area leher untuk melihat adanya pembengkakan atau benjolan pada kelenjar tiroid. Prosedur ini biasanya terasa cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Selain memeriksa ukuran kelenjar tiroid, dokter juga dapat menilai kondisi umum tubuh seperti detak jantung dan perubahan berat badan. Pemeriksaan fisik membantu memberikan gambaran awal sebelum dilakukan tes lanjutan.
3. USG dan Pemeriksaan Pencitraan
USG tiroid digunakan untuk melihat bentuk, ukuran, dan kondisi jaringan kelenjar tiroid secara lebih jelas. Pemeriksaan ini memanfaatkan gelombang suara sehingga tidak menimbulkan rasa nyeri.
Melalui pemeriksaan pencitraan, benjolan atau nodul pada kelenjar tiroid dapat terdeteksi dengan lebih akurat. Hasil pemeriksaan juga membantu menentukan apakah diperlukan tindakan medis tambahan.
4. Tes Penyerapan Yodium
Tes penyerapan yodium untuk mengetahui seberapa banyak yodium yang diserap oleh kelenjar tiroid. Yodium merupakan zat penting yang digunakan tubuh untuk memproduksi hormon tiroid.
Pemeriksaan ini membantu menilai aktivitas kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon. Hasil tes dapat membantu mengetahui penyebab hipertiroidisme maupun gangguan tiroid lainnya.
Pengobatan Kelenjar Tiroid
Cara menyembuhkan kelenjar tiroid dapat Anda lakukan sesuai dengan jenis gangguan dan tingkat keparahan yang dialami pasien. Penanganan yang tepat dapat membantu mengontrol produksi hormon tiroid sekaligus mengurangi gejala yang muncul.
1. Obat Beta Blocker
Obat beta blocker digunakan untuk membantu meredakan gejala hipertiroidisme seperti jantung berdebar, gemetar, dan rasa cemas berlebihan. Pengobatan ini tidak mengatasi penyebab utama gangguan tiroid, tetapi membantu pasien merasa lebih nyaman selama masa perawatan.
Efek obat biasanya mulai terasa dalam beberapa minggu setelah digunakan secara rutin. Dokter akan menyesuaikan dosis sesuai kondisi kesehatan dan respons tubuh pasien terhadap pengobatan.
2. Obat Antitiroid
Obat antitiroid bekerja dengan cara menghambat produksi hormon tiroid yang terlalu tinggi di dalam tubuh. Jenis obat ini sering untuk membantu mengendalikan hipertiroidisme agar kadar hormon kembali stabil.
Pada beberapa kondisi, dokter dapat memilih jenis obat tertentu sesuai kebutuhan pasien, termasuk pada ibu hamil. Penggunaan obat antitiroid perlu dilakukan sesuai anjuran agar risiko efek samping dapat diminimalkan.
3. Terapi Yodium Radioaktif
Terapi yodium radioaktif dilakukan untuk menghancurkan sel tiroid yang terlalu aktif memproduksi hormon. Pengobatan ini bekerja secara langsung pada kelenjar tiroid tanpa memengaruhi banyak jaringan tubuh lainnya.
Metode ini umumnya untuk pasien dengan hipertiroidisme yang cukup berat atau sulit dikendalikan dengan obat. Namun, terapi ini tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui karena dapat memengaruhi kondisi janin maupun bayi.
4. Operasi Tiroid
Operasi tiroid dilakukan dengan mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar tiroid sesuai kondisi pasien. Tindakan ini biasanya dipilih apabila pengobatan lain tidak memberikan hasil yang optimal.
Operasi juga dapat menjadi pilihan pada pasien yang memiliki benjolan besar, kanker tiroid, atau tidak cocok dengan terapi tertentu. Setelah operasi, beberapa pasien mungkin memerlukan terapi hormon tiroid untuk membantu menjaga keseimbangan hormon tubuh.
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami masalah pada kelenjar tiroid, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.



