Perbedaan endometriosis dan adenomiosis bisa terlihat dari penyebab, gejala, hingga pengobatannya. Endometriosis terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim sedangkan adenomiosis terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh ke dalam otot dinding rahim.

Adenomiosis dan endometriosis sama-sama ditandai dengan pertumbuhan jaringan yang mirip dengan endometrium, yaitu lapisan yang melapisi bagian dalam rahim. Kondisi ini membuat jaringan tersebut bereaksi mengikuti siklus menstruasi, sehingga sering menimbulkan nyeri dan rasa tidak nyaman.
Perbedaannya terletak pada lokasi pertumbuhan jaringan tersebut, di mana adenomiosis terjadi saat jaringan tumbuh menembus otot rahim, sedangkan endometriosis muncul di luar rahim seperti di ovarium atau saluran tuba. Jaringan ini tetap mengalami pembengkakan dan perdarahan saat haid serta melepaskan zat pemicu peradangan, yang dapat memperparah nyeri dan berdampak pada kesehatan organ di sekitarnya.
Perbedaan Gejala Endometriosis dan Adenomiosis
Endometriosis dan adenomiosis adalah dua kondisi yang sama-sama berkaitan dengan jaringan rahim, tetapi terjadi dengan cara yang berbeda di dalam tubuh. Meski gejalanya sekilas tampak mirip, perbedaan lokasi dan dampaknya membuat keluhan yang dirasakan bisa berbeda pada setiap wanita.
Memahami perbedaan gejala kedua kondisi ini penting agar tidak salah mengartikan keluhan yang muncul. Dengan mengenali ciri-ciri wanita terkena endometriosis dan memahami apa itu adenomiosis adalah langkah awal untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai kebutuhan.
1. Gejala Endometriosis
Endometriosis terjadi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim dan tetap bereaksi terhadap siklus hormon bulanan. Ciri-ciri wanita terkena endometriosis sering kali berkaitan dengan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas harian, terutama menjelang atau saat menstruasi. Gejala yang dapat muncul antara lain:
- Nyeri perut atau panggul, terutama saat mendekati atau selama haid
- Nyeri di punggung bawah atau kaki
- Nyeri saat atau setelah berhubungan intim
- Menstruasi yang sangat nyeri atau perdarahan haid yang berat
- Nyeri saat buang air kecil atau buang air besar
- Mual, muntah, atau tubuh terasa sangat lelah
2. Gejala Adenomiosis
Adenomiosis adalah kondisi ketika jaringan lapisan rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim sehingga membuat rahim menebal dan membesar. Akibat perubahan tersebut, wanita dengan adenomiosis sering mengalami gangguan menstruasi yang cukup berat dan rasa tidak nyaman di area panggul. Gejala yang dapat Anda rasakan meliputi:
- Rahim membesar dan terasa lebih berat
- Tekanan pada kandung kemih dan rektum
- Kontraksi rahim yang terasa lebih kuat atau tidak normal
- Perdarahan menstruasi yang sangat banyak
- Nyeri hebat saat menstruasi
Baca Juga: Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Endometriosis?
Perbedaan Penyebab Endometriosis dan Adenomiosis
Penyebab adenomiosis dan endometriosis memang belum dapat dipastikan secara pasti, tetapi terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya pada wanita. Faktor usia, riwayat reproduksi, serta pola siklus menstruasi diketahui berperan dalam memengaruhi kemungkinan terjadinya kedua kondisi ini.
Meskipun sama-sama berkaitan dengan jaringan rahim, pemicu endometriosis dan adenomiosis memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, memahami faktor risikonya dapat membantu mengenali kondisi sejak dini dan menentukan langkah penanganan yang lebih tepat.
Faktor yang meningkatkan risiko endometriosis:
- Berusia di kisaran 30 hingga 40 tahun
- Memiliki anggota keluarga dekat dengan kondisi serupa
- Mengalami menstruasi berat yang berlangsung lebih dari 7 hari
- Siklus menstruasi yang pendek, kurang dari 27 hari
- Mengalami menstruasi pertama pada usia sangat dini
Faktor yang meningkatkan risiko adenomiosis:
- Berusia 40 tahun ke atas
- Pernah melahirkan setidaknya satu kali
- Mengalami menstruasi pertama pada usia 10 tahun atau lebih muda
- Memiliki siklus menstruasi yang sangat pendek, sekitar 24 hari atau kurang
Baca Juga: 6 Penyebab Endometriosis dan Ciri-Cirinya
Cara Mendiagnosis
Menentukan diagnosis endometriosis dan adenomiosis bukan hal yang mudah karena gejalanya sering menyerupai kondisi lain, seperti kista, miom, atau gangguan pencernaan. Nyeri panggul juga bisa karena masalah otot panggul, infeksi area kewanitaan, hingga gangguan usus, sehingga pemeriksaan menyeluruh sangat Anda butuhkan.
Diagnosis Endometriosis
Endometriosis sering kali sulit terdeteksi pada pemeriksaan awal karena jaringan yang tumbuh di luar rahim tidak selalu terlihat jelas. Pemeriksaan seperti USG atau MRI dapat membantu mendeteksi jaringan endometrium yang berukuran cukup besar, tetapi tidak selalu mampu menangkap lesi yang kecil.
Untuk memastikan diagnosis secara akurat, prosedur bedah minimal dapat dilakukan agar jaringan endometrium di luar rahim dapat dilihat secara langsung. Jika ditemukan jaringan yang mencurigakan, sampel kecil dapat diambil untuk pemeriksaan lanjutan guna memastikan keberadaan endometriosis.
Diagnosis Adenomiosis
Adenomiosis biasanya dicurigai ketika rahim terasa lebih besar dari ukuran normal dan menimbulkan rasa nyeri saat ditekan pada area perut bawah. Pemeriksaan fisik ini sering menjadi petunjuk awal sebelum dilakukan pemeriksaan pencitraan lebih lanjut.
USG atau MRI dapat membantu melihat penebalan dinding rahim yang menjadi ciri khas adenomiosis. Dalam beberapa kasus, kondisi ini baru Anda ketahui setelah tindakan pengangkatan rahim, ketika jaringan rahim diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan adanya pertumbuhan jaringan yang tidak normal.
Perbedaan Cara Mengatasi Adenomiosis dan Endometriosis
Penanganan adenomiosis dan endometriosis perlu Anda sesuaikan dengan tingkat keparahan gejala, kondisi tubuh, serta rencana kehamilan setiap perempuan. Selain pengobatan medis, penerapan gaya hidup sehat dan memperhatikan pantangan makanan penyakit adenomiosis juga dapat membantu mengurangi keluhan nyeri dan peradangan yang sering muncul.
Cara Mengatasi Adenomiosis
- Obat pereda nyeri (NSAID). Obat seperti ibuprofen atau naproxen sering digunakan untuk membantu meredakan nyeri haid dan kram yang muncul akibat penebalan dinding rahim.
- Terapi hormon. Penggunaan kontrasepsi hormonal tertentu dapat membantu menekan pertumbuhan jaringan rahim dan mengurangi perdarahan menstruasi yang berlebihan.
- Tindakan operasi dengan bantuan robotik. Pada kondisi tertentu, jaringan adenomiosis dapat diangkat tanpa menghilangkan rahim, sehingga peluang untuk hamil tetap bisa Anda pertahankan.
- Histerektomi. Prosedur pengangkatan rahim menjadi pilihan terakhir jika keluhan sangat berat dan tidak membaik dengan terapi lain, serta tidak ada rencana kehamilan di masa depan.
Cara Mengatasi Endometriosis
- Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
- Terapi hormonal. Pil KB, suntik hormon, atau terapi lain dapat membantu mengatur siklus haid dan menekan pertumbuhan jaringan endometriosis.
- Obat penghambat produksi estrogen
- Obat pelemas otot dan pereda nyeri saraf
- Operasi pengangkatan jaringan endometriosis
- Histerektomi dengan bantuan teknologi robotik
Baca Juga: Penyebab Haid Lama, Normal atau Tidak?
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami adenomiosis atau endometriosis, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Disusun oleh dokter Ciputra IVF
Ingin tahu langkah selanjutnya untuk Anda?
Cek Kesuburan gratis dari Ciputra IVF — rekomendasi disesuaikan dengan jawaban Anda
Cek Kesuburan Saya






