Ditulis oleh Tim Konten Medis
Penyakit Peyronie disebabkan dari beberapa faktor yaitu diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit jantung koroner, pengerasan pembuluh darah, dan penggunaan obat tertentu. Gejalanya yaitu adanya jaringan keras di bawah kulit penis, kelengkukan penis, pemendekan penis, serta perubahan bentuk penis. Cara mengatasinya dapat dilakukan dengan operasi, terapi radiasi, terapi traksi, dan obat-obatan.

Penyakit Peyronie adalah kondisi yang memengaruhi bentuk dan fungsi penis akibat terbentuknya jaringan parut di dalam batang penis. Kondisi ini dapat menimbulkan kelengkungan, nyeri, hingga kesulitan ereksi yang mengganggu kualitas hidup penderitanya.
Meski sering menimbulkan kekhawatiran, penyakit Peyronie sebenarnya bisa Anda kenali sejak awal melalui gejala yang khas. Dengan pemahaman yang tepat, penderita dapat segera mencari cara mengobati penyakit Peyronie agar tidak semakin parah.
Apa Itu Penyakit Peyronie
Penyakit Peyronie adalah kondisi ketika terbentuk jaringan parut atau plak pada penis yang menyebabkan bentuknya melengkung, menekuk, atau bahkan mengalami penyusutan panjang maupun lingkar. Jaringan parut ini bisa Anda rasakan dari luar kulit, dan terkadang menimbulkan rasa nyeri pada area tertentu seiring proses pembentukannya.
Saat ereksi, penis dapat melengkung ke atas, ke bawah, atau ke samping, tergantung pada lokasi jaringan parut yang terbentuk. Selain kelengkungan, sebagian penderita juga mengalami cekungan pada batang penis sehingga bentuknya menyerupai jam pasir.
Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua kelengkungan penis menandakan adanya penyakit Peyronie. Banyak pria memiliki ereksi yang sedikit melengkung secara alami sejak lahir, dan kondisi tersebut masih tergolong normal selama tidak menimbulkan nyeri maupun gangguan fungsi seksual.
Baca Juga: 11 Penyakit pada Sistem Reproduksi Pria yang Sering Terjadi
Tahapan Penyakit Peyronie
Penyakit Peyronie berkembang melalui dua tahapan utama yang memiliki gejala dan dampak berbeda. Mengenali perbedaan tiap tahap dapat membantu penderita memahami kondisi yang dialami serta menentukan langkah penanganan yang tepat. Berikut adalah tahapan penyakit Peyronie:
- Tahap Akut. Tahap ini biasanya berlangsung sekitar 6 hingga 12 bulan. Pada fase ini, jaringan parut mulai terbentuk sehingga penis melengkung atau berubah bentuk dan dapat menimbulkan rasa nyeri, baik saat ereksi maupun dalam keadaan lemas.
- Tahap Kronis. Di fase ini, pertumbuhan jaringan parut berhenti dan kelengkungan tidak bertambah parah. Nyeri umumnya berkurang, meskipun pada sebagian orang bisa tetap ada saat ereksi, bahkan berpotensi muncul disfungsi ereksi.
Penyebab Penyakit Peyronie
Penyebab Peyronie tidak selalu bisa Anda pastikan, namun ada beberapa faktor yang berperan dalam memicu munculnya kondisi ini. Salah satunya adalah cedera pada penis yang dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut.
Selain itu, adanya kondisi kesehatan tertentu juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit Peyronie. Berikut beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan:
- Diabetes
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Kolesterol tinggi
- Penyakit jantung koroner
- Arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah)
- Penggunaan obat tertentu
Faktor Risiko Penyakit Peyronie
Tidak semua cedera kecil pada penis akan berujung pada penyakit Peyronie. Namun, ada sejumlah faktor yang dapat memengaruhi proses penyembuhan luka dan pembentukan jaringan parut sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini. Berikut beberapa faktor risiko yang perlu Anda perhatikan:
- Riwayat keluarga. Jika ada anggota keluarga yang mengalami penyakit Peyronie, risiko Anda untuk mengalaminya juga lebih tinggi. Faktor genetik dapat berperan dalam memengaruhi kesehatan jaringan tubuh.
- Penyakit jaringan ikat. Kondisi tertentu yang memengaruhi jaringan ikat bisa meningkatkan risiko, salah satunya adalah kontraktur Dupuytren. Pada kondisi ini, terbentuk jaringan tebal di bawah kulit telapak tangan yang menarik jari ke arah dalam.
- Usia. Penyakit Peyronie bisa muncul di usia berapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada pria usia 45 hingga 70 tahun. Sedangkan pada pria muda, kelengkungan penis lebih sering disebabkan oleh faktor bawaan lahir.
Beberapa kondisi kesehatan lainnya yaitu, kebiasaan merokok, dan jenis operasi prostat tertentu juga berkaitan dengan peningkatan risiko. Hal-hal ini dapat memengaruhi aliran darah maupun jaringan pada penis.
Gejala Penyakit Peyronie
Gejala penyakit Peyronie dapat muncul secara tiba-tiba maupun berkembang perlahan seiring waktu. Kondisi ini biasanya muncul dengan perubahan pada bentuk, fungsi, maupun rasa nyaman di area penis. Berikut beberapa gejala yang umum terjadi:
- Jaringan parut pada penis. Terbentuk plak atau jaringan keras di bawah kulit penis yang terasa seperti benjolan atau pita tebal. Area ini bisa menimbulkan rasa nyeri atau sensitif saat Anda sentuh.
- Kelengkungan penis. Penis dapat melengkung ke atas, ke bawah, atau ke samping ketika ereksi. Tingkat kelengkungan berbeda pada setiap penderita.
- Masalah ereksi. Kesulitan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi bisa terjadi akibat penyakit ini. Kondisi ini juga terkenal sebagai disfungsi ereksi.
- Pemendekan penis. Penis dapat terlihat lebih pendek saat ereksi. Hal ini terjadi karena adanya perubahan struktur akibat jaringan parut.
- Rasa nyeri pada penis. Nyeri bisa muncul baik saat penis sedang ereksi maupun dalam keadaan lemas. Tingkat rasa sakit berbeda pada tiap orang.
- Perubahan bentuk penis. Pada beberapa penderita, penis bisa terlihat menyempit, cekung, atau berbentuk menyerupai “jam pasir.” Perubahan ini biasanya muncul saat ereksi dan dapat bertahan dalam jangka waktu lama.
Diagnosis Penyakit Peyronie
Untuk mendiagnosis penyakit Peyronie, dokter biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan, riwayat keluarga, serta gejala yang pasien alami. Pemeriksaan penis dilakukan baik dalam keadaan lemas maupun ereksi, dan bila diperlukan, dokter bisa memberikan suntikan khusus untuk menimbulkan ereksi agar bentuk kelengkungan lebih jelas terlihat.
Tes darah atau pencitraan biasanya tidak terlalu dibutuhkan dalam diagnosis awal. Namun, ultrasonografi dapat digunakan untuk melihat lokasi jaringan parut, mendeteksi adanya kalsifikasi, serta memeriksa aliran darah pada penis, dan bila dicurigai kondisi ini, pasien akan dirujuk ke dokter urologi.
Komplikasi Penyakit Peyronie
Penyakit Peyronie tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental dan hubungan dengan pasangan. Perubahan bentuk maupun fungsi penis dapat menimbulkan rasa cemas, stres, hingga menurunkan kepercayaan diri.
Penting diketahui bahwa penyakit Peyronie bukan penyakit menular, melainkan gangguan yang terjadi akibat terbentuknya jaringan parut pada penis. Berikut beberapa komplikasi yang dapat muncul:
- Depresi
- Kecemasan
- Rasa malu atau rendah diri
- Takut ditolak atau kesulitan membangun keintiman
- Disfungsi ereksi
- Tidak dapat melakukan hubungan seksual
- Gangguan kesuburan akibat kesulitan berhubungan intim
- Hubungan dengan pasangan terganggu
- Pemendekan panjang penis
- Nyeri pada penis
Baca Juga: 10 Penyebab Alat Kelamin Pria Lecet dan Cara Mengatasinya
Cara Mengatasi Penyakit Peyronie
Penyakit Peyronie memang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, baik secara fisik maupun emosional. Namun kabar baiknya, ada berbagai cara mengobati penyakit Peyronie yang dapat membantu mengurangi rasa sakit, meluruskan penis, hingga mengembalikan fungsi seksual.
Proses penyembuhan bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan lebih dari satu tahun, tergantung tingkat keparahan dan metode perawatan penyakit Peyronie yang dipilih. Meski begitu, dengan penanganan yang tepat, kondisi ini tetap bisa dikendalikan dan kualitas hidup penderita dapat terjaga.
1. Obat-obatan
Pengobatan dengan obat biasanya pada fase awal atau akut penyakit Peyronie. Obat-obatan ini dapat membantu mengurangi rasa sakit dan memperlambat perkembangan jaringan parut. Beberapa pilihan obat yang bisa dokter berikan antara lain:
- Collagenase
- Interferon-alpha 2b
- Verapamil
- Carnitine
- Colchicine
- Pentoxifylline
- Potassium para-aminobenzoate
- Tadalafil
- Tamoxifen
Obat-obatan ini bekerja dengan cara yang berbeda, seperti melancarkan aliran darah, mengurangi peradangan, hingga memecah jaringan parut. Meskipun hasilnya bisa bervariasi pada tiap individu, langkah ini tetap menjadi salah satu cara menyembuhkan Peyronie yang cukup banyak penderita pilih sebelum masuk ke tindakan medis yang lebih invasif.
2. Extracorporeal Shockwave Therapy (ESWT)
Terapi ini menggunakan gelombang kejut berintensitas rendah yang diarahkan ke penis. Tujuannya untuk membantu memecah jaringan parut yang menyebabkan kelengkungan. ESWT juga bisa membantu mengurangi rasa nyeri yang penderita alami.
Walau perbaikan tidak selalu langsung terlihat, terapi ini bisa menjadi alternatif perawatan penyakit Peyronie yang relatif aman. Prosesnya pun tidak memerlukan operasi, sehingga masa pemulihannya lebih cepat dan ringan.
3. Pompa Vakum dan Terapi Traksi
Alat bantu seperti pompa vakum atau perangkat traksi untuk meregangkan penis. Terapi ini bertujuan meluruskan lengkungan, memperbaiki ereksi, dan kadang menambah sedikit panjang penis. Dengan pemakaian rutin, jaringan parut bisa lebih elastis sehingga gejala berkurang.
Metode ini tergolong minim risiko dan efek samping, namun membutuhkan kesabaran karena hasilnya baru terasa setelah beberapa bulan. Meski begitu, cara mengobati penyakit Peyronie ini cukup populer karena sifatnya non-invasif.
4. Terapi Radiasi
Terapi radiasi kadang untuk membantu mengurangi rasa sakit pada penderita Peyronie. Prinsipnya adalah melemahkan aktivitas jaringan parut yang terbentuk di penis. Namun, karena efek sampingnya dapat memperburuk kondisi pada sebagian kasus, terapi ini kini jarang dokter gunakan.
Meskipun begitu, bagi sebagian pasien, metode ini masih bisa menjadi pilihan tambahan jika cara lain belum efektif. Perawatan penyakit Peyronie ini biasanya dipertimbangkan dengan hati-hati oleh dokter.
5. Operasi
Operasi biasanya menjadi pilihan terakhir jika kelengkungan penis sangat parah hingga menghalangi hubungan seksual. Dokter umumnya menyarankan prosedur ini setelah kondisi stabil, tanpa nyeri selama 6–12 bulan. Biaya operasi Peyronie bisa cukup besar tergantung rumah sakit dan teknik yang digunakan.
Ada beberapa jenis operasi, seperti pemendekan sisi yang sehat (penile plication), pemanjangan sisi yang terkena plak (tunica lengthening), hingga pemasangan implan prostetik. Cara menyembuhkan Peyronie dengan operasi dianggap paling efektif untuk kasus berat.
6. Vitamin
Selain pengobatan medis, suplemen juga bisa membantu memperbaiki kondisi Peyronie. Vitamin E, misalnya, sering untuk mengurangi ukuran plak dan meluruskan penis. L-arginine juga kerap dipakai karena dapat meningkatkan aliran darah ke area penis.
Meskipun hasilnya tidak selalu signifikan, suplemen ini bisa menjadi bagian dari perawatan penyakit Peyronie yang terjangkau dan mudah Anda coba. Suplemen lebih sering sebagai pendukung daripada pengobatan utama.
Cara Mencegah Penyakit Peyronie
Penyakit Peyronie memang tidak selalu bisa Anda cegah, terutama jika penyebabnya faktor genetik atau autoimun. Namun, ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko cedera pada penis saat berhubungan seksual.
Pencegahan ini terutama penting bagi pria yang mulai mengalami ereksi lebih lembut seiring bertambahnya usia. Dengan menjaga kehati-hatian, peluang terjadinya kerusakan jaringan yang dapat memicu penyakit Peyronie bisa Anda cegah.
- Menggunakan obat disfungsi ereksi (seperti sildenafil, vardenafil, atau tadalafil) bila ereksi mulai melemah.
- Memakai pelumas untuk mengurangi gesekan saat berhubungan seksual.
- Mengarahkan penis dengan tangan ketika berganti posisi atau saat penis terlepas sebelum penetrasi.
- Berhati-hati saat pasangan berada di atas, karena posisi ini lebih berisiko menyebabkan penis tertekuk.
- Menjaga gerakan tetap lurus dan stabil, serta menghindari dorongan yang bisa membengkokkan atau memelintir penis.
Baca Juga: Kanker Penis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Pengobatan Penyakit Peyronie Ke Dokter
Jika muncul gejala penyakit Peyronie, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Penanganan sejak dini memberi peluang lebih besar untuk meringankan keluhan atau mencegah kondisi menjadi lebih parah.
Bila kelengkungan, rasa nyeri, atau perubahan ukuran penis mulai mengganggu Anda maupun pasangan, pemeriksaan medis sangat dianjurkan. Dengan pemeriksaan langsung, dokter dapat memberikan arahan pengobatan yang tepat sesuai kondisi yang Anda alami.
Yuk segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- Cleveland Clinic. Peyronie’s Disease. Januari 2026
- Mayo Clinic. Peyronie’s disease. Januari 2026
- WebMD. Peyronie’s Disease (Penile Curvature). Januari 2026





