Ditulis oleh Tim Konten Medis
Akibat kekurangan magenisum (hipomagnesemia) bisa menimbulkan gejala seperti mudah lelah, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, kram otot, hingga kesemutan. Penyebabnya beragam, bisa karena kurang makan makanan sehat, mengonsumsi alkohol, hinga ada kelainan ginjal.

Kebutuhan magnesium harian orang dewasa umumnya berkisar antara 310–320 mg untuk wanita dan sekitar 400–420 mg untuk pria, tergantung usia dan kondisi tubuh. Manfaat magnesium penting untuk menjaga fungsi otot, saraf, jantung, serta membantu proses metabolisme agar tubuh tetap bertenaga dan seimbang setiap hari.
Untuk mencegah tubuh mengalami kekurangan magnesium, penting menerapkan pola makan bergizi dengan mengonsumsi sumber magnesium alami secara rutin. Selain itu, membatasi alkohol, menjaga kesehatan pencernaan, dan memperhatikan penggunaan obat-obatan tertentu juga membantu menjaga kadar magnesium tetap stabil dalam tubuh.
Gejala Kekurangan Magnesium
Kekurangan magnesium dapat memengaruhi banyak fungsi tubuh karena mineral ini berperan penting dalam kerja otot, saraf, jantung, hingga kestabilan emosi. Kondisi ini sering tidak disadari karena keluhannya muncul bertahap dan kerap dianggap sebagai masalah kesehatan ringan yang biasa terjadi sehari-hari.
Jika tidak ditangani, kurang magnesium bisa berkembang menjadi gangguan yang lebih serius dan mengganggu kualitas hidup. Berikut ini adalah beberapa gejala kekurangan magnesium yang umum terjadi dan perlu dikenali sejak dini.
1. Kedutan Otot dan Kram
Kedutan otot, tremor, dan kram yang muncul tiba-tiba bisa menjadi salah satu tanda kekurangan magnesium, terutama jika sering terjadi tanpa aktivitas berat. Kondisi ini muncul karena ketidakseimbangan kerja saraf dan otot sehingga otot menjadi lebih mudah berkontraksi secara tidak terkendali.
Selain itu, kram otot yang berlangsung lama atau berulang dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas harian. Pada kondisi tertentu, keluhan ini juga bisa terasa lebih berat saat tubuh lelah atau kurang istirahat.
Baca Juga: 13 Makanan yang Mengandung Kalium, Buah hingga Sayur
2. Gangguan Mental dan Emosi
Perubahan suasana hati, mudah merasa datar secara emosional, atau sulit merasakan semangat bisa menjadi salah satu ciri-ciri kekurangan magensium yang sering tidak Anda sadari. Kekurangan mineral ini dapat memengaruhi keseimbangan zat kimia di otak yang berperan dalam pengaturan emosi.
Selain itu, kondisi ini juga dapat membuat seseorang lebih mudah merasa cemas, sulit tidur, atau kehilangan motivasi. Jika berlangsung lama, gangguan mental ringan ini bisa berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan secara keseluruhan.
3. Tulang Menjadi Lebih Rapuh
Magnesium berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang dan membantu penyerapan mineral lain yang tubuh butuhkan. Saat tubuh mengalami hipomagnesemia, kepadatan tulang dapat menurun secara perlahan tanpa Anda sadari.
Akibatnya, tulang menjadi lebih mudah rapuh dan berisiko mengalami masalah di kemudian hari. Kondisi ini semakin berisiko jika muncul kebiasaan jarang bergerak dan asupan nutrisi yang kurang seimbang.
4. Mudah Lelah dan Otot Terasa Lemah
Rasa lelah yang berkepanjangan meski tidak melakukan aktivitas berat bisa menjadi sinyal adanya masalah pada kadar magnesium dalam tubuh. Otot yang terasa lemah juga dapat muncul karena fungsi saraf dan sel otot tidak bekerja optimal.
Kondisi ini sering membuat tubuh terasa cepat kehilangan tenaga dan sulit mempertahankan stamina. Jika Anda biarkan, keluhan ini dapat memengaruhi aktivitas fisik maupun konsentrasi sehari-hari.
5. Tekanan Darah Meningkat
Magnesium membantu menjaga pembuluh darah tetap rileks dan mendukung aliran darah yang lancar. Kekurangan mineral ini dapat menyebabkan pembuluh darah lebih tegang sehingga tekanan darah cenderung meningkat.
Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan magnesium penting untuk mendukung kesehatan kardiovaskular.
Baca Juga: 12 Tanda Akibat Kekurangan Zat Besi dalam Tubuh, Catat!
6. Gangguan Pernapasan seperti Asma
Pada beberapa orang, kekurangan magnesium dapat memperburuk keluhan pernapasan seperti sesak atau napas terasa berat. Hal ini berkaitan dengan peran magnesium dalam membantu relaksasi otot saluran napas.
Ketika kadar magnesium rendah, saluran napas bisa menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami penyempitan. Akibatnya, keluhan pernapasan dapat terasa lebih sering atau lebih berat.
7. Detak Jantung Tidak Teratur
Detak jantung yang terasa berdebar, terlalu cepat, atau tidak beraturan bisa menjadi tanda serius dari kekurangan magnesium. Mineral ini berperan penting dalam menjaga irama jantung tetap stabil.
Jika kondisi ini tidak segera Anda perhatikan, gangguan irama jantung dapat mengganggu sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Oleh karena itu, mengenali gejala sejak awal sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih berat.
Apa Penyebab Tubuh Kekurangan Magnesium?
Magnesium adalah mineral penting yang dibutuhkan hampir seluruh organ tubuh untuk bekerja dengan baik, mulai dari otot, saraf, hingga jantung dan ginjal. Jika asupannya tidak tercukupi atau banyak terbuang dari tubuh, penyebab kekurangan magnesium ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan sebagai akibat kekurangan magnesium yang sering muncul secara perlahan.
Kondisi tersebut dapat terjadi karena gaya hidup, penyakit tertentu, maupun pengaruh obat-obatan yang Anda konsumsi dalam jangka waktu tertentu. Berikut ini beberapa faktor yang dapat menjadi efek kekurangan magnesium akibat kondisi tubuh atau kebiasaan sehari-hari.
- Konsumsi alkohol berlebihan yang membuat magnesium lebih cepat keluar melalui urine
- Luka bakar luas yang menyebabkan kehilangan cairan dan mineral penting dari tubuh
- Diare kronis yang menghambat penyerapan magnesium di saluran pencernaan
- Produksi urine berlebihan, misalnya pada diabetes yang tidak terkontrol atau masa pemulihan gangguan ginjal
- Gangguan hormon aldosteron yang menyebabkan tubuh lebih banyak membuang magnesium
- Masalah pada saluran ginjal yang menghambat pengaturan kadar mineral
- Gangguan penyerapan nutrisi seperti penyakit celiac atau radang usus
- Kekurangan asupan gizi akibat pola makan tidak seimbang atau malnutrisi
- Penggunaan obat tertentu yang dapat menurunkan kadar magnesium dalam tubuh
- Peradangan pankreas yang mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit
- Keringat berlebihan yang menyebabkan mineral keluar dalam jumlah besar
Cara Mengatasi Kekurangan Magnesium
Salah satu cara mengatasi kekurangan magnesium yang paling aman dan mudah Anda lakukan adalah dengan mencukupi asupan dari makanan sehari-hari, karena tubuh dapat menyerap mineral ini secara alami melalui pola makan seimbang. Kebutuhan magnesium harian umumnya bisa terpenuhi tanpa suplemen jika menu harian mengandung bahan pangan bernutrisi tinggi, sehingga cara ini juga efektif sebagai cara mengatasi kekurangan magenisum dalam jangka panjang.
Selain dari makanan, sebagian orang juga terbantu dengan konsumsi multivitamin sebagai vitamin untuk kekurangan magnesium, terutama bila asupan harian Anda rasa belum optimal. Namun, fokus utama tetap pada pemilihan makanan yang tepat agar tubuh mendapatkan magnesium sekaligus nutrisi penting lainnya secara alami dan berkelanjutan. Beberapa jenis makanan yang dapat membantu mencukupi kebutuhan magnesium harian antara lain:
- Kacang-kacangan
- Biji-bijian
- Gandum utuh
- Sayuran hijau berdaun
- Alpukat
- Susu
- Yogurt
- Kacang-kacangan kering
- Lentil
Baca Juga: 9 Akibat Kekurangan Vitamin D yang Perlu Diwaspadai
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami kekurangan magnesium, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- UFHealth. Magnesium Deficiency. Januari 2026
- healthline. Low Magnesium (Magnesium Deficiency) Symptoms. Januari 2026
- Nebraska Medicine. 8 magnesium deficiency symptoms (and 9 high magnesium foods). Januari 2026



