Ditulis oleh Tim Konten Medis
Jenis gangguan bicara adalah kondisi yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam berbicara dengan jelas. Jenisnya meliputi meliputi gagap, apraxia, disartria, gangguan miofungsional orofasial, suara serak, dan radang tenggorokan. Penyebabnya kondisi ini beragam bisa karena masalah neurologis hingga gangguan otot.

Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Namun, tidak semua orang dapat berbicara dengan lancar karena adanya gangguan pada saraf, otot, atau koordinasi otak yang memengaruhi kemampuan berbicara. Gangguan bicara dapat muncul sejak masa kanak-kanak atau terjadi kemudian akibat cedera otak, penyakit saraf, atau kebiasaan tertentu.
Jenis Gangguan Bicara
Gangguan bicara adalah kondisi yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam berbicara dengan lancar dan jelas. Kondisi ini bisa siapa saja yang mengalami, baik sebagai pada anak yang sedang belajar berbicara, maupun gangguan bicara pada orang dewasa akibat kerusakan saraf atau otot.
Berikut jenis gangguan bicara yang perlu Anda pahami:
1. Gagap
Gagap adalah contoh gangguan bicara yang ditandai dengan terputusnya aliran ucapan akibat pengulangan, peregangan, atau kesulitan mengeluarkan kata. Kondisi ini bisa memburuk saat seseorang merasa gugup atau stres. Adapun penyebabnya yaitu:
- Faktor genetik atau keturunan
- Gangguan koordinasi otak yang memengaruhi kemampuan berbicara
- Stres emosional atau kelelahan
Gejala-gejalanya meliputi:
- Mengulang kata atau suku kata tertentu
- Tegang di area wajah atau bahu saat berbicara
- Gerakan tubuh berlebihan seperti kedipan mata atau hentakan kepala
Baca Juga: Daftar Gangguan Komunikasi yang Perlu Terapi Wicara
2. Afasia
Gangguan afasia terjadi ketika otak kesulitan mengirimkan sinyal yang tepat ke otot-otot untuk berbicara. Penderita tahu apa yang ingin diucapkan, tetapi sulit menggerakkan lidah, bibir, atau rahang untuk menghasilkan suara dengan benar. Penyebab afasia meliputi:
- Kerusakan otak akibat stroke atau cedera kepala
- Kelainan saraf yang memengaruhi kontrol motorik bicara
Gejala-gejalanya meliputi:
- Sulit mengucapkan kata tertentu meskipun tahu artinya
- Pola bicara tidak konsisten
- Kesulitan mengatur gerakan mulut dengan benar
3. Disartria
Disartria adalah salah satu penyebab berbicara tidak jelas akibat melemahnya otot pada wajah, lidah, atau dada, sehingga ucapan terdengar tidak jelas. Kondisi ini sering berkaitan dengan penyakit saraf atau cedera otak. Penyebab disartria meliputi:
- Stroke atau cedera otak
- Penyakit saraf seperti Parkinson atau multiple sclerosis
- Kelemahan otot akibat gangguan saraf motorik
Gejala-gejalanya meliputi:
- Bicara cadel atau tidak jelas
- Suara terdengar pelan atau terlalu cepat
- Kesulitan menggerakkan lidah dan bibir
4. Gangguan Miofungsional Orofasial
Gangguan ini terjadi saat otot wajah, lidah, dan mulut tidak bekerja dengan benar, sehingga memengaruhi cara berbicara, bernapas, dan menelan. Kondisi ini umum terjadi pada gangguan bicara pada anak karena kebiasaan seperti mengisap jempol terlalu lama.
Penyebab gangguan miofungsional orofasial meliputi:
- Sumbatan pada hidung akibat alergi atau pembesaran amandel
- Kebiasaan mengisap jempol atau menggunakan dot terlalu lama
- Posisi lidah yang tidak normal saat istirahat
Gejala-gejalanya meliputi:
- Sulit bernapas lewat hidung
- Lidah sering terdorong ke depan saat berbicara
- Sulit mengunyah atau menelan makanan
- Air liur sering berlebih atau sulit menutup mulut
5. Suara Serak
Suara serak terjadi ketika pita suara mengalami iritasi atau pembengkakan, membuat suara terdengar parau, pelan, atau serak. Kondisi ini bisa bersifat sementara, tetapi bila berlangsung lama dapat menjadi tanda gangguan pada pita suara.
Berikut penyebab suara serak:
- Laringitis (radang pita suara)
- Penggunaan suara berlebihan, seperti berteriak atau bernyanyi keras
- Asam lambung (GERD)
- Polip atau nodul pada pita suara
Gejala-gejalanya meliputi:
- Suara serak atau hilang sementara
- Rasa gatal atau nyeri di tenggorokan
- Suara berubah menjadi lebih tinggi atau lebih rendah
6. Radang Tenggorokan
Radang tenggorokan atau laringitis terjadi saat pita suara meradang akibat infeksi atau iritasi. Kondisi ini menyebabkan suara menjadi serak, sakit tenggorokan, dan kadang kehilangan suara sementara. Penyebab radang tenggorokan meliputi:
- Infeksi virus atau bakteri
- Merokok atau sering menghirup polusi
- Penggunaan suara secara berlebihan
- Refluks asam lambung kronis
Gejala-gejalanya meliputi:
- Suara serak atau hilang
- Tenggorokan terasa kering dan gatal
- Batuk kering dan sulit menelan
Baca Juga: Apa Itu Terapi Wicara? Ini Prosedur hingga Manfaatnya
Gejala Gangguan Bicara
Gangguan bicara dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kesulitan dalam mengucapkan kata, mengontrol suara, atau membentuk kalimat yang jelas, sehingga komunikasi menjadi terganggu dan membutuhkan perhatian khusus.
Berikut beberapa gejala gangguan bicara yang umum terjadi:
- Keterlambatan atau Ketidakteraturan Bicara
- Mengulang bunyi, kata, atau bagian dari kata setelah usia 4 tahun
- Menyisipkan suara atau kata tambahan
- Mengucapkan kata dengan nada terlalu panjang
- Berhenti di tengah kalimat dengan bibir tertutup tanpa suara.
- Suara terdengar tegang atau kaku.
- Merasa frustrasi atau malu saat berbicara.
- Gerakan kepala tiba-tiba atau mata berkedip saat berbicara.
Gejala gangguan artikulasi
- Kesulitan mengucapkan bunyi tertentu dengan jelas
- Beberapa bunyi seperti “r”, “l”, atau “s” terdengar salah atau bersiul.
- Ucapan sulit dipahami oleh orang lain, bahkan terkadang hanya keluarga yang bisa mengerti.
Ciri-Ciri gangguan Fonologis
- Tidak menggunakan bunyi kata sesuai usianya, misalnya menghilangkan atau mengganti bunyi di awal atau akhir kata.
- Sering mengganti bunyi tertentu dalam satu kata tapi bisa mengucapkannya dengan benar di kata lain
Tanda gangguan Suara
- Suara terdengar serak, kasar, atau napas berat.
- Nada suara bisa tiba-tiba berubah atau tidak stabil.
- Suara terlalu keras atau terlalu pelan.
- Kehabisan napas saat berbicara panjang.
- Suara terdengar aneh karena terlalu banyak atau terlalu sedikit udara yang keluar lewat hidung (hipernasal atau hiponasal).
Jika mengalami kondisi ini, beberapa cara mengatasi susah bicara yang mungkin dokter rekomendasikan termasuk terapi wicara, latihan pernapasan, relaksasi, hingga membiasakan bicara secara lambat. Kondisi ini perlu kombinasi antara latihan mandiri secara rutin dan tindakan terapi medis.
Baca Juga: Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara? Penyebab & Cara Mengatasi
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gangguan bicara, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Muh Ikbal
Source
- Medical News Today. What are speech disorders?. Februari 2026
- Cleveland Clinic. Hoarseness. Februari 2026
- Medline Plus. Speech disorders – children. Februari 2026







