Ditulis oleh Tim Konten Medis
Gangguan somatoform adalah kelainan psikologis yang menimbulkan sejumlah gejala fisik tetapi tidak dapat didiagnosis secara medis. Ciri-ciri somatoform ditandai dengan rasa nyeri, mudah merasa lelah, dan sakit kepala.

Gejala somatoform berupa rasa nyeri.
Penyakit mental atau gangguan kesehatan mental merujuk pada berbagai macam kondisi tertentu, salah satunya adalah gangguan somatoform. Jenis penyakit ini melibatkan rasa cemas ekstrem dan gejala fisik yang terjadi berulang kali.
Orang dengan gangguan somatoform sering kali mengalami tekanan sehingga tidak mampu menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Kondisi ini bisa terjadi akibat trauma, stres, atau depresi.
Apa Itu Gangguan Somatoform?
Gangguan somatoform adalah jenis penyakit mental yang menimbulkan satu atau lebih gejala fisik, seperti rasa sakit. Kondisi ini terjadi ketika seseorang merasa tertekan dengan gejala fisik tertentu dan memiliki perasaan serta perilaku yang tidak normal sebagai respons terhadap gejala tersebut.
Penyakit mental somatoform dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup seseorang. Jenis penyakit ini cenderung berbeda dengan gangguan kecemasan yang membuat seseorang merasa khawatir tentang penyakit atau tertularnya suatu penyakit.
Tidak seperti gejala somatoform, orang dengan gangguan kecemasan biasanya tidak mengalami fisik. Kondisi ini bisa menyerang semua kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Meskipun begitu, gangguan somatoform lebih sering terjadi pada wanita berusia 30 tahun. Mengutip dari Cleveland Clinic, kasus penyakit mental somatik dapat terjadi sekitar 5-7 persen populasi orang dewasa.
Baca Juga: Apa Itu Kesehatan Mental Anak? Jenis dan Tips Menjaganya
Penyebab Gangguan Somatoform
Penyebab gangguan somatoform bisa terjadi karena berbagai alasan, termasuk faktor biologis, lingkungan, dan psikologis. Adapun beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko gejala somatoform, di antaranya:
- Kekerasan fisik dan seksual pada anak
- Rasa cemas dan perhatian berlebih terhadap proses tubuh atau kemungkinan tanda-tanda penyakit
- Kurangnya kesadaran emosi atau perkembangan emosi selama masa kanak-kanak
- Penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau alkohol
- Mengalami penyakit kronis sejak masa kanak-kanak
- Adanya gangguan kejiwaan lainnya, seperti kecemasan dan depresi, atau gangguan kepribadian obsesif-kompulsif
- Diabaikan sejak masa kecil
Gejala Gangguan Somatoform
Gejala fisik orang dengan gangguan somatoform sebagai berikut:
- Nyeri
- Mudah merasa lelah atau tubuh lemah
- Sesak napas
- Merasa cemas terhadap gejala fisik yang terjadi
- Khawatir terhadap gejala fisik ringan yang menjadi tanda kondisi medis serius
- Sudah melakukan tes dan pemeriksaan diagnostik tetapi tidak mempercayai hasilnya
- Merasa bahwa dokter tidak menanggapi gejala fisik dengan cukup serius
- Sering berpindah layanan kesehatan dari satu tempat ke tempat lainnya
- Menghabiskan banyak waktu dan energi untuk menangani masalah kesehatan yang terjadi
- Sulit menjalankan aktivitas sehari-hari karena pikiran, perasaan, dan perilaku terkait gejala fisiknya
- Ketergantungan pada orang orang lain, seperti menuntut bantuan dan dukungan emosional atau mudah marah saat kebutuhannya tidak terpenuhi
- Tampak sensitif terhadap efek samping obat-obatan
Keluhan penderita somatoform bisa ringan hingga parah. Selain itu, penderita juga mengalami satu atau beberapa gejala yang membutuhkan penanganan psikiater segera mungkin.
Jenis Somatoform
Berikut ini adalah beberapa jenis gangguan somatik yang perlu Anda ketahui:
1. Gangguan Somatik (SSD)
Gangguan gejala somatik atau somatisasi melibatkan gejala fisik berkelanjutan. Misalnya, denyut jantung cepat, nyeri, kelelahan, sesak napas, dan kepala pusing.
Orang dengan gejala ini dapat merasakan tekanan ekstrem yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Ahli kesehatan mental bisa meredakan gejala somatik pada penderita dengan psikoterapi.
2. Gangguan Konversi
Dalam istilah medis, gangguan konversi juga disebut dengan gangguan gejala neurologis fungsional. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki gejala neurologis yang tidak diketahui penyebab medisnya.
Sebagai contoh, penderita dapat mengalami beberapa gejala, seperti tubuh lemah, tremor, tidak mampu berjalan normal, mati rasa, dan kejang. Gejalanya bisa memburuk akibat mengalami stres berlebihan.
3. Gangguan Hipokondriasis
Orang dengan tipe ini sering kali merasa khawatir bahwa mereka memiliki penyakit serius. Mereka percaya bahwa keluhan kecil bisa menandakan kondisi medis yang berbahaya.
Misalnya, mengalami sakit kepala yang dianggap sebagai tanda tumor otak. Padahal, gejala yang dialaminya bisa saja ringan dan dapat diobati dengan perawatan mandiri di rumah.
Baca Juga: Motivasi untuk Orang Depresi, Inilah 5 Cara Jitu!
4. Gangguan Rasa Sakit
Gangguan rasa sakit atau buatan biasanya terjadi ketika penderita berpura-pura atau membesar-besarkan gejala fisik. Bahkan, mereka juga melukai diri sendiri untuk mendapatkan perhatian dan perawatan medis yang tidak diperlukan.
Perilaku ini menunjukkan bahwa penderita seolah-olah ingin mengambil peran sebagai “orang sakit”. Dalam istilah medis, gangguan rasa sakit juga dikenal dengan sebagai sindrom Munchausen.
5. Gangguan Dismorfik Tubuh (BDD)
Jenis somatoform berikutnya adalah gangguan dismorfik tubuh. Gejalanya meliputi rasa khawatir berlebih terkait penampilan fisiknya. Sebagai contoh, penderita merasa ada yang berbeda dengan bentuk hidung, telinga, atau bagian tubuh lainnya.
Penderita juga merasa cemas dan sering berulang kali memeriksa cermin untuk melihat bentuk tubuhnya. Penanganan kondisi ini bisa dengan terapi perilaku kognitif.
Bagaimana Cara Mendiagnosa Gangguan Ini?
Dokter dapat mendiagnosis gangguan somatoform dengan pemeriksaan fisik dan tes penunjang lainnya. Tim medis akan meminta penderita untuk menjalani tes laboratorium agar menyingkirkan kondisi yang dapat menyebabkan gejala fisik.
Jika hasil tes negatif atau tidak mengalami kondisi medis, dokter dapat merujuk penderita ke layanan kesehatan mental untuk mendapatkan pemeriksaan selanjutnya. Layanan kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater mampu mendeteksi gangguan gejala somatik menggunakan kriteria spesifik.
Pengobatan Gangguan Somatoform
Adapun beberapa cara mengatasi gangguan somatoform, antara lain:
1. Perawatan Mandiri di Rumah
Meskipun gangguan gejala somatoform perlu mendapatkan perawatan terapi, penderita bisa mengelola gejalanya dengan perubahan gaya hidup dan perawatan diri. Berikut ini adalah perawatan mandiri di rumah yang mampu mengurangi gejala semakin parah:
- Mempelajari teknik manajemen stres dan relaksasi
- Rutin berolahraga
- Aktif dalam berbagai kegiatan
- Hindari minuman beralkohol dan penyalahgunaan narkoba
2. Terapi Perilaku Kognitif
Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah jenis psikoterapi yang dapat mengobati berbagai kondisi mental, termasuk gangguan somatoform, kecemasan, atau depresi. Jenis terapi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengubah pola pikir penderita untuk memiliki emosi yang positif.
Setiap orang dapat menjalani sesi terapi CBT yang berbeda-beda, tergantung pada gejala yang terjadi. Pada tahap awal, terapis biasanya menanyakan suasana hati penderita dan meminta untuk menceritakan gejalanya hingga sesi berakhir.
Baca Juga: Penyakit Skizofrenia: Penyebab, Gejala, & Pengobatan
3. Konsumsi Obat Medis
Pada kasus tertentu, penderita dapat minum obat antidepresan untuk mengurangi gejala depresi dan nyeri yang sering muncul pada gangguan somatik. Penderita hanya boleh mengonsumsi obat ini sesuai resep dokter.
Dokter dapat menyarankan obat lain atau kombinasi obat-obatan tertentu apabila satu obat tidak mampu meredakan gejala yang terjadi. Obat antidepresan memiliki efek samping sehingga Anda perlu berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu.
Jika Anda atau orang terdekat merasa ada tanda-tanda gangguan somatoform yang cukup mengganggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.
Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.
Telah direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- American Psychiatric Association. What is Somatic Symptom Disorder?. Februari 2025.
- Cleveland Clinic. Somatic Symptom Disorder in Adults. Februari 2025.
- Very Well Health. Somatoform Disorders: Definition, Types, and Symptoms. Februari 2025.
- WebMD. Somatic Symptom and Related Disorders. Februari 2025.