Ditulis oleh Tim Konten Medis
Fungsi kalium dapat membantu menurunkan tekanan darah, melindungi dari stroke, mencegah osteoporosis, mencegah batu ginjal, dan mengurangi retensi cairan. Kekurangan atau kelebihan kalium dapat memicu gangguan kesehatan serius yaitu gangguan fungsi jantung.

Fungsi kalium sangat penting bagi tubuh karena mineral ini berperan dalam menjaga kesehatan jantung, otot, hingga sistem saraf. Jika kadar kalium tidak seimbang, baik terlalu tinggi maupun terlalu rendah, tubuh dapat mengalami gangguan serius.
Kalium bisa diperoleh dari berbagai sumber makanan sehari-hari maupun suplemen dengan dosis tertentu. Menjaga asupan kalium sesuai kebutuhan harian membantu tubuh tetap sehat dan terhindar dari risiko penyakit.
Apa Itu Kalium?
Kalium adalah mineral penting yang tersebar di seluruh tubuh dan berfungsi sebagai elektrolit. Zat ini membantu menghantarkan listrik dalam tubuh yang dibutuhkan untuk menjaga detak jantung tetap teratur serta membuat otot bekerja dengan baik.
Ginjal memiliki peran utama dalam menjaga keseimbangan kadar kalium di dalam darah. Jika kalium terlalu tinggi disebut hiperkalemia, sedangkan jika terlalu rendah disebut hipokalemia, dan keduanya bisa menimbulkan gangguan kesehatan serius.
Baca Juga: Apa Itu Zat Besi? Manfaat, Dosis, dan Sumber Terbaiknya
Penyebab Kadar Kalium Tidak Normal
Kadar kalium dalam tubuh harus berada dalam rentang normal agar fungsi jantung, otot, dan saraf tetap berjalan dengan baik. Jika terjadi ketidakseimbangan, baik itu kelebihan maupun kekurangan kalium, kondisi ini bisa menimbulkan masalah kesehatan yang cukup serius.
1. Penyebab Kelebihan Kalium (Hiperkalemia)
Kelebihan kalium dapat terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatur atau membuang kalium dengan baik. Beberapa penyebab umumnya antara lain:
- Penyakit ginjal kronis yang menghambat fungsi ginjal membuang kalium berlebih.
- Konsumsi makanan tinggi kalium pada orang dengan gangguan ginjal lanjut.
- Penggunaan obat tertentu, seperti antibiotik, antijamur, atau obat darah tinggi.
- Suplemen kalium atau garam pengganti yang mengandung kalium berlebih.
- Penyakit Addison, yaitu kondisi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup hormon aldosteron.
- Cedera berat atau luka bakar yang membuat kalium keluar dari sel ke aliran darah.
- Kadar gula darah yang sangat tinggi yang memengaruhi keseimbangan elektrolit.
2. Penyebab Kekurangan Kalium (Hipokalemia)
Akibat kekurangan kalium bisa muncul karena asupan yang tidak seimbang atau hilangnya kalium dalam jumlah banyak. Faktor penyebab yang sering ditemukan meliputi:
- Penyakit ginjal kronis yang memengaruhi kemampuan tubuh menyimpan kalium.
- Pemakaian obat diuretik (obat kencing) atau jenis antibiotik tertentu.
- Diare atau muntah berkepanjangan yang membuat kalium terbuang.
- Gangguan makan seperti bulimia.
- Masalah pada kelenjar adrenal, misalnya hiperaldosteronisme atau sindrom Cushing.
- Penggunaan laksatif berlebihan yang menimbulkan diare.
- Kekurangan magnesium dalam tubuh.
- Keringat berlebihan akibat aktivitas atau cuaca panas.
- Konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang.
- Kelainan genetik langka seperti sindrom Bartter atau sindrom Gitelman.
Manfaat Kalium untuk Tubuh
Fungsi kalium bagi tubuh sangat beragam, mulai dari membantu mengatur tekanan darah, melindungi jantung, hingga menjaga kesehatan tulang dan ginjal. Dengan mencukupi kebutuhan harian, Anda bisa terhindar dari ciri-ciri orang kekurangan kalium yang dapat mengganggu kesehatan.
1. Kalium Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Kalium berfungsi untuk mengontrol keseimbangan natrium dalam tubuh sehingga tekanan darah tetap stabil. Asupan kalium yang cukup dapat membantu mengurangi kadar natrium berlebih yang sering menjadi pemicu hipertensi.
Dengan fungsi kalium bagi jantung yang terjaga, risiko penyakit jantung dan stroke juga bisa berkurang. Inilah alasan mengapa diet kaya kalium sangat dianjurkan terutama bagi orang dengan tekanan darah tinggi.
2. Kalium Dapat Melindungi dari Stroke
Kekurangan kalium bisa meningkatkan risiko terganggunya aliran darah ke otak. Sebaliknya, asupan kalium yang cukup membantu melancarkan sirkulasi darah dan menjaga kesehatan pembuluh darah.
Kalium dapat menurunkan tekanan darah sekaligus melindungi otak dari risiko stroke. Dengan demikian, menjaga kadar kalium dalam tubuh tetap normal menjadi salah satu langkah pencegahan terbaik.
3. Kalium Membantu Mencegah Osteoporosis
Selain kalsium, kalium juga penting untuk kesehatan tulang. Mineral ini dapat mengurangi jumlah kalsium yang terbuang melalui urin sehingga tulang tetap padat dan kuat.
Jika kadar kalium rendah, tulang bisa menjadi lebih rapuh seiring waktu. Oleh karena itu, menjaga kecukupan kalium dalam makanan sehari-hari dapat menurunkan risiko osteoporosis.
4. Kalium Membantu Mencegah Batu Ginjal
Batu ginjal sering terbentuk akibat penumpukan kalsium dalam urin. Kalium dapat menyeimbangkan kadar kalsium dan membantu mencegah pembentukan batu ginjal.
Kandungan kalium sitrat yang banyak terdapat dalam buah dan sayuran juga dapat membantu menjaga kesehatan ginjal. Dengan demikian, asupan kalium cukup mampu mengurangi risiko gangguan ginjal.
5. Kalium Membantu Mengurangi Retensi Cairan
Retensi cairan terjadi ketika tubuh menyimpan terlalu banyak air, biasanya akibat tingginya kadar natrium. Kalium berfungsi untuk mengurangi kadar natrium dan merangsang produksi urin sehingga cairan berlebih dapat dikeluarkan.
Manfaat ini membuat tubuh terasa lebih ringan dan sehat. Jika ciri-ciri orang kekurangan kalium muncul, seperti tubuh mudah lemas atau bengkak, penting untuk segera memperbaiki asupan kalium.
Baca Juga: Fungsi Vitamin B Kompleks Berdasarkan Jenisnya untuk Tubuh
Jumlah Kalium yang Dibutuhkan Tubuh
Setiap orang memiliki kebutuhan kalium yang berbeda sesuai dengan usia, jenis kelamin, dan kondisi tubuh. Memenuhi kebutuhan kalium harian sangat penting agar fungsi kalium tetap optimal dan kesehatan bisa terjaga.
- Bayi 0–6 bulan: 400 mg per hari
- Bayi 7–12 bulan: 860 mg per hari
- Anak usia 1–3 tahun: 2.000 mg per hari
- Anak usia 4–8 tahun: 2.300 mg per hari
- Anak usia 9–13 tahun (laki-laki): 2.500 mg per hari
- Anak usia 9–13 tahun (perempuan): 2.300 mg per hari
- Remaja 14–18 tahun (laki-laki): 3.000 mg per hari
- Remaja 14–18 tahun (perempuan): 2.300 mg per hari
- Dewasa 19+ tahun (laki-laki): 3.400 mg per hari
- Dewasa 19+ tahun (perempuan): 2.600 mg per hari
- Ibu hamil remaja: 2.600 mg per hari
- Ibu hamil dewasa: 2.900 mg per hari
- Ibu menyusui remaja: 2.500 mg per hari
- Ibu menyusui dewasa: 2.800 mg per hari
Sumber Kalium
Kalium bisa ditemukan pada banyak jenis makanan sehari-hari. Dengan mengonsumsi makanan yang beragam, kebutuhan kalium harian dapat terpenuhi sehingga fungsi kalium tetap optimal.
Selain dari makanan alami, kalium juga tersedia dalam bentuk suplemen dengan berbagai jenis kandungan. Berikut beberapa sumber makanan yang mengandung kalium:
- Buah-buahan: aprikot kering, prune, kismis, jus jeruk, dan pisang
- Sayuran: labu acorn, kentang, bayam, tomat, dan brokoli
- Kacang-kacangan: lentil, kacang merah, kedelai, dan kacang tanah
- Produk hewani: susu, yogurt, daging, unggas, dan ikan
- Pengganti garam: beberapa produk garam substitusi mengandung kalium
Selain dari makanan, kalium juga bisa diperoleh melalui suplemen. Suplemen ini biasanya hadir dalam berbagai bentuk seperti kalium klorida, kalium sitrat, kalium fosfat, kalium aspartat, kalium bikarbonat, dan kalium glukonat.
Namun, umumnya suplemen hanya menyediakan kalium dalam jumlah kecil, sekitar 99 mg per sajian.
Akibat Kekurangan dan Kelebihan Kalium
Kalium berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama fungsi jantung dan otot. Namun, kadar kalium yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi bisa menimbulkan masalah serius jika tidak segera ditangani.
1. Kekurangan Kalium
Akibat kekurangan kalium atau hipokalemia bisa terjadi saat tubuh kehilangan terlalu banyak kalium, misalnya karena muntah, diare, luka bakar, atau penggunaan obat diuretik. Kondisi ini jarang disebabkan oleh kurangnya asupan dari makanan karena kalium banyak terdapat pada bahan pangan sehari-hari.
Jika tidak segera diatasi, hipokalemia dapat menimbulkan gangguan serius pada fungsi jantung. Selain itu, kekurangan kalium menyebabkan tubuh menjadi lemah dan tidak mampu menjalankan fungsi otot dengan optimal.
2. Kelebihan Kalium
Kelebihan pada kalium atau hiperkalemia biasanya jarang terjadi akibat makanan, karena tubuh mampu membuang kalium melalui urine. Namun, kondisi ini bisa dialami oleh penderita gangguan ginjal atau karena konsumsi suplemen kalium yang berlebihan.
Gejala sering kali tidak spesifik, sehingga sulit dikenali pada awalnya. Jika sudah parah, hiperkalemia dapat berujung pada masalah jantung yang serius dan berpotensi mengancam nyawa.
Baca Juga: 7 Vitamin dan Mineral untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala penyakit kekurangan atau kelebihan, segera kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direviewl oleh dr. Goldy
Source
- Healthline. What Potassium Does for Your Body: A Detailed Review. Februari 2026
- NIH. Potassium. Februari 2026
- Eufic. Potassium: foods, functions, how much do you need & more. Februari 2026







