Ada beberapa cara mengatasi telat haid setelah berhubungan intim yang bisa Anda lakukan. Salah satunya adalah memperhatikan pola makan. Hal ini sangat penting untuk menjaga siklus haid tetap teratur.

Menstruasi atau haid adalah proses peluruhan lapisan rahim yang terjadi setiap bulannya untuk mempersiapkan kehamilan. Selain pendarahan, wanita dapat mengalami berbagai gejala haid, seperti nyeri atau kram perut, perubahan suasana hati, dan sakit kepala.
Siklus menstruasi dipengaruhi oleh hormon yang membawa pesan kimiawi ke dalam tubuh tubuh. Jenis hormon ini terdapat di kelenjar pituitari (otak) dan ovarium (bagian dari sistem reproduksi) yang mampu membuat serta melepaskan hormon tertentu selama siklus menstruasi terjadi.
Berapa Batas Telat Haid yang Normal?
Setiap wanita dapat mengalami siklus haid normal yang berbeda-beda. Siklus ini biasanya dimulai pada hari pertama periode terakhir dan berakhir pada periode berikutnya.
Normalnya, siklus menstruasi wanita berlangsung 28 hari, tetapi antara 21 dan 45 masih dianggap sebagai batas normal. Ini berarti batas telat haid dapat berkisar 24 hari.
Namun, siklus menstruasi bisa berubah secara alami dan bervariasi. Pada remaja yang baru mengalami haid, siklus ini cenderung lebih panjang setiap bulannya.
Sementara itu, wanita usia tua memiliki siklus lebih pendek dan konsisten dari biasanya. Perubahan siklus menstruasi juga bisa terjadi apabila Anda menggunakan alat kontrasepsi, seperti pil KB atau IUD.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter apabila tidak mengalami menstruasi lebih dari 35 hari. Sebab, kondisi ini bisa menjadi tanda awal kehamilan, terutama setelah aktif berhubungan seksual.
Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Telat Haid saat Menyusui, Sudah Tahu?
Cara Mengatasi Telat Haid Setelah Berhubungan Seks
Berikut ini adalah hal yang harus dilakukan jika sudah telat haid, terutama setelah berhubungan intim:
1. Perhatikan Pola Makan
Terlalu banyak atau sedikit makan bisa membuat hipotalamus, hipofisis, dan kelenjar adrenal menjadi stres. Kelenjar ini berperan penting untuk mengatur keseimbangan hormon tubuh dan memengaruhi siklus menstruasi.
Selain itu, pola makan diet rendah karbohidrat bisa mengganggu fungsi tiroid dan menurunkan kadar leptin dalam tubuh. Anda perlu mengonsumsi 225-325 gram karbohidrat dalam sehari apabila pola makannya sekitar 2.000 kalori.
2. Mengonsumsi Lemak Sehat
Jika telat haid 1 hari, pastikan untuk mendapatkan cukup asupan lemak agar mendukung kadar hormon dan ovulasi. Lemak sehat terdiri dari berbagai jenis makanan, seperti ikan salmon, kacang kenari, biji rami, dan minyak sayur.
Anda dapat mengonsumsinya sekitar 20-35 persen dari kalori harian. Hal ini sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh tetap sehat.
3. Menjaga Berat Badan Ideal
Berat badan dapat memengaruhi siklus menstruasi. Penelitian membuktikan bahwa obesitas atau berat badan berlebihan menyebabkan siklus haid tidak teratur dan masalah kesuburan.
Hal ini juga dapat terjadi apabila Anda mengalami perubahan berat badan dalam waktu singkat. Cobalah untuk menarget berat badan yang ideal dan sehat agar menjaga menstruasi tetap teratur.
4. Olahraga Rutin
Olahraga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk mengurangi gejala PMS dan nyeri haid. Anda bisa melakukan aktivitas ini sebanyak 30 menit dalam sehari agar memperoleh manfaat secara optimal.
Namun, hindari olahraga berlebihan karena bisa memengaruhi siklus haid dan kondisi medis tertentu. Mulailah dari intensitas ringan ke sedang yang semakin meningkat seiring berjalannya waktu.
6. Istirahat yang Cukup
Gejala menstruasi bisa menimbulkan kesulitan tidur bagi banyak wanita. Anda bisa gangguan tidur dengan dengan cara-cara sebagai berikut:
- Cobalah bangun dan tidur pada waktu yang hampir sama setiap harinya agar menjaga kualitas tidur lebih baik
- Hindari tidur siang
- Tidak membaca atau menonton tv di tempat tidur
- Hindari kafein saat siang hari
- Olahraga teratur, tetapi usahakan melakukannya sebelum pukul 2 siang
7. Mengurangi Stres
Cara mengatasi telat haid selanjutnya adalah dengan mengurangi stres. Penelitian membuktikan bahwa kelenjar adrenal dapat memproduksi kortisol dan progesteron sebagai respons terhadap stres.
Hal ini bisa mengganggu siklus menstruasi setiap bulannya. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi stres kronis. Misalnya, meditasi, latihan pernapasan dalam, dan olahraga yoga.
8. Cobalah Suplemen Herbal
Sebelum mengonsumsi suplemen, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Hal ini sangat penting untuk mencegah risiko efek samping yang terjadi. Bahkan, beberapa suplemen dapat berinteraksi dengan kondisi kesehatan, obat bebas, dan obat resep.
Salah satu suplemen obat pelancar haid setelah berhubungan intim dapat berupa black cohosh. Ini merupakan tanaman berbunga yang mampu meredakan gejala menopause, seperti keringat malam dan kekeringan vagina, serta mengatur siklus menstruasi.
Selain itu, terdapat minuman agar cepat haid yang berasal dari chatesberry. Minuman ini dapat mengurangi gejala PMS, termasuk suasana hati, nyeri payudara, dan retensi cairan,
Baca Juga: Apakah Haid Tidak Teratur Adalah Gejala Kanker Rahim?
Tes Kehamilan yang Akurat
Penyebab telat haid bisa terjadi karena kehamilan. Kondisi ini dapat menimbulkan tanda atau ciri-ciri lainnya, seperti mual, muntah, perubahan bentuk payudara, dan mudah lelah.
Selain itu, Anda bisa mendeteksi kehamilan dengan menjalani beberapa tes atau pemeriksaan, seperti:
- Tes darah untuk kehamilan: Tes ini mampu mengetahui kadar kehamilan atau hCG yang mampu menunjukkan hasil tes yang akurat. Dokter dapat memberikan tes ini saat 11-14 hari setelah wanita mengalami ovulasi dengan mengambil darah dari pembuluh vena di lengan.
- Pemeriksaan USG: Pemeriksaan ini mampu mendeteksi perkembangan janin dan mencegah risiko masalah kehamilan serius. Selama USG, alat tranduser mampu mengirimkan gelombang suara melalui vagina atau perut agar menghasilkan gambar struktur dalam tubuh.
- Tes urine: Anda dapat mendeteksi kehamilan yang akurat dengan melakukan tes urine atau test pack 1-2 minggu setelah terlambat menstruasi. Tes ini mampu mendeteksi produksi hCG di dalam tubuh.
Baca Juga: Ini 10 Tanda Mau Haid yang Wajib Diketahui
Jika Anda mengalami telat haid atau siklus menstruasi tidak teratur disertai dengan pendarahan berlebihan, nyeri hebat, atau tubuh mudah lelah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mencegah risiko masalah kesehatan serius. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.
Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.







