Ditulis oleh Tim Konten Medis
Akibat kekurangan vitamin D dapat memicu masalah sering sakit, mudah lelah, nyeri tulang, cemas, luka sulit sembuh, kehilangan massa tulang, rambut rontok, nyeri otot dan obesitas. Kebutuhan harian vitamin D bisa Anda penuhi dari ikan yang kaya akan vitamin D, daging merah, kuning telur, dan makanan fortifikasi.

Manfaat vitamin D sangat banyak, salah satunya untuk menjaga kesehatan tulang, otot, dan sistem kekebalan tubuh. Secara umum, kebutuhan harian vitamin D untuk anak usia di atas 1 tahun hingga orang dewasa adalah sekitar 10 mikrogram (mcg) per hari.
Untuk bayi usia 0–12 bulan, kebutuhan vitamin D sedikit berbeda, yaitu antara 8,5 hingga 10 mikrogram (mcg) per hari. Jika diubah ke dalam satuan Internasional (IU), 1 mikrogram vitamin D sama dengan 40 IU, sehingga kebutuhan 10 mikrogram setara dengan 400 IU per hari.
Bahaya Akibat Kekurangan Vitamin D
Vitamin D adalah salah satu nutrisi penting yang berperan dalam menjaga kesehatan tulang, kekebalan tubuh, hingga fungsi organ secara menyeluruh. Kekurangan vitamin D dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan yang sering kali tidak disadari sejak awal.
Mengenali tandanya sejak dini sangat penting agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut bahaya akibat kekurangan vitamin D:
1. Sering Sakit atau Infeksi
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tubuh lebih rentan terhadap penyakit. Hal ini terjadi karena vitamin D berperan langsung dalam mendukung sistem kekebalan tubuh melawan infeksi.
Tanda kekurangan vitamin D biasanya terlihat dari tubuh yang mudah terserang flu, pilek, hingga infeksi pernapasan. Bahkan, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan peningkatan risiko terkena penyakit akibat kekurangan vitamin D seperti pneumonia atau bronkitis.
Baca Juga: 9 Efek Samping Kelebihan Vitamin D Ini Berbahaya
2. Mudah Lelah dan Cepat Loyo
Rasa lelah yang berlebihan meskipun sudah cukup istirahat bisa menjadi tanda Anda kekurangan vitamin D. Kondisi ini sering diabaikan karena dianggap hanya akibat kurang tidur atau terlalu banyak aktivitas.
Padahal, kekurangan vitamin D mengakibatkan penurunan energi yang membuat tubuh terasa lemas sepanjang hari. Hal ini juga dapat memengaruhi kualitas tidur dan memperburuk rasa letih.
3. Nyeri Tulang dan Punggung
Vitamin D adalah nutrisi penting untuk menyerap kalsium yang dibutuhkan tulang. Jika kadar vitamin D rendah, maka tulang menjadi rapuh dan mudah terasa sakit.
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan nyeri pada tulang belakang maupun persendian. Kondisi ini bisa berkembang menjadi penyakit akibat kekurangan vitamin D yang lebih serius, seperti osteoporosis.
4. Cemas dan Depresi
Kadar vitamin D yang rendah berhubungan dengan perubahan suasana hati. Tandanya juga dapat muncul dalam bentuk rasa cemas atau sedih berkepanjangan.
Kekurangan vitamin D juga mengakibatkan gangguan emosional yang memengaruhi kualitas hidup sehari-hari. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berisiko menjadi depresi.
5. Luka Sulit Sembuh
Proses penyembuhan luka sangat dipengaruhi oleh vitamin D. Nutrisi ini berfungsi membantu pembentukan jaringan kulit baru dan mengurangi peradangan.
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan luka operasi atau cedera kulit sembuh lebih lama dari biasanya. Selain itu, ini juga membuat tubuh lebih mudah mengalami infeksi pada luka terbuka.
6. Kehilangan Massa Tulang
Kekurangan vitamin D mengakibatkan tulang kehilangan mineral penting seperti kalsium. Kondisi ini membuat tulang rapuh dan mudah retak.
Ciri-ciri kekurangan vitamin d salah satunya berupa tulang keropos sering ditemukan pada orang lanjut usia, terutama wanita. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan risiko tinggi terkena penyakit seperti osteoporosis.
7. Rambut Rontok Berlebihan
Rambut rontok parah bisa menjadi tanda kekurangan vitamin D. Nutrisi ini berperan dalam siklus pertumbuhan rambut dan menjaga folikel tetap sehat.
Kekurangan vitamin D dapat mengakibatkan kerontokan yang semakin parah, bahkan dapat memicu kondisi alopecia areata. Kondisi ini membuat rambut sulit tumbuh kembali.
8. Nyeri Otot
Vitamin D juga berperan dalam menjaga fungsi otot. Jika tubuh kekurangan, rasa nyeri otot bisa muncul tanpa penyebab yang jelas.
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan gangguan pada reseptor saraf yang mengatur rasa sakit. Akibatnya, seseorang lebih sering mengalami kram atau pegal yang tidak kunjung hilang.
9. Berat Badan Mudah Naik
Salah satu kelainan tulang akibat kekurangan vitamin d adalah obesitas. Kondisi ini bisa memengaruhi cara tubuh menyimpan lemak, terutama di area perut.
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan metabolisme tubuh melambat sehingga berat badan lebih mudah bertambah. Tandanya ini juga bisa lebih jelas pada pria.
Baca Juga: 7 Vitamin dan Mineral untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Orang yang Berisiko Kekurangan Vitamin D
Vitamin D sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang, otot, hingga daya tahan tubuh. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan berbagai masalah serius, termasuk kelainan tulang akibat kekurangan nutrisi ini.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui siapa saja yang termasuk orang yang berisiko kekurangan vitamin D agar langkah pencegahan bisa dilakukan lebih awal. Berikut adalah kelompok orang yang rentan mengalami kekurangan vitamin D:
- Bayi yang mendapat ASI eksklusif, karena ASI tidak cukup mengandung vitamin D, sehingga perlu tambahan suplemen harian.
- Lansia, karena kemampuan kulit mereka untuk menghasilkan vitamin D dari sinar matahari menurun, dan fungsi ginjal melemah dalam mengubah vitamin D ke bentuk aktif.
- Orang dengan kulit gelap, sebab produksi vitamin D dari paparan sinar matahari lebih sedikit dibanding kulit terang.
- Penderita gangguan pencernaan, seperti penyakit Crohn, kolitis ulseratif, atau celiac, yang membuat tubuh sulit menyerap nutrisi termasuk vitamin D.
- Orang dengan obesitas, karena lemak tubuh menahan sebagian vitamin D sehingga tidak bisa masuk ke aliran darah dengan baik.
- Pasien yang menjalani operasi bypass lambung, sebab sebagian usus kecil yang menjadi tempat penyerapan vitamin D dilewati, sehingga asupan tidak terserap optimal.
- Penderita penyakit ginjal atau hati kronis, yang memengaruhi proses perubahan vitamin D menjadi bentuk aktif yang bisa digunakan tubuh.
- Orang yang mengonsumsi obat tertentu, seperti obat kolesterol, obat kejang, steroid, atau obat penurun berat badan yang dapat mengurangi kadar vitamin D dalam tubuh.
Mengetahui faktor risiko ini membantu Anda lebih waspada. Cara mengetahui kekurangan vitamin D bisa dilakukan dengan pemeriksaan darah di fasilitas kesehatan agar bisa ditangani sejak dini.
Sumber Vitamin D
Tubuh bisa memproduksi vitamin D secara alami melalui paparan sinar matahari, namun ada juga berbagai makanan yang bisa menjadi sumber tambahan. Untuk memenuhi kebutuhan harian, berikut beberapa sumber vitamin D yang bisa Anda peroleh:
- Ikan berlemak. seperti salmon, sarden, trout, haring, dan makarel yang kaya akan vitamin D.
- Daging merah
- Kuning telur
- Makanan fortifikasi
- Hati juga mengandung vitamin D, namun sebaiknya dihindari oleh ibu hamil karena tidak aman.
Baca Juga: 8 Manfaat Vitamin K bagi Tubuh yang Penting Diketahui
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala kekurangan vitamin D, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source
- Medline Plus. Vitamin D Deficiency. Januari 2026
- healthline. Common Symptoms of Vitamin D Deficiency and How to Treat Them. Januari 2026
- NHS. Vitamin D. Januari 2026



