Buat janji Ciputra HospitalWhatsapp Ciputra Hospital

Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

  • Beranda
  • Rumah Sakit
    • CitraRaya Tangerang
    • CitraGarden City Jakarta
    • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    • Ciputra Hospital Surabaya
  • Cari Dokter
  • Center of Excellence
  • Artikel
  1. Beranda
  2. ›
  3. Artikel Kesehatan
  4. ›
  5. 6 Penyebab Kuku Lepas Sendiri dan Cara Mengatasi
  • Home
  • Artikel Kesehatan
  • 6 Penyebab Kuku Lepas Sendiri dan Cara Mengatasi
Asifah
Sabtu, 11 Juli 2026 / Published in Artikel Kesehatan

6 Penyebab Kuku Lepas Sendiri dan Cara Mengatasi

Penyebab kuku lepas (onikolisis) bisa terjadi karena mengalami cedera hingga kondisi yang lebih serius seperti infeksi jamur, psoriasis, kekurangan zat besi, terkena diabetes, hingga efek samping obat-obatan. Cara mengatasinya disesuaikan dengan penyebabnya, apabila terjadi karena infeksi, dokter mungkin akan meresepsi obat antijamur atau antibiotik. Pastikan untuk tidak mencabutnya sendiri dan menjaga bagian jari tetap kering.

Kuku lepas
Infeksi jamur menjadi salah satu penyebab kuku lepas.

Daftar Isi

Toggle
  • Penyebab Kuku Lepas
    • 1. Infeksi Jamur pada Kuku
    • 2. Cedera atau Trauma pada Kuku
    • 3. Penggunaan Alas Kaki yang Tidak Tepat
    • 4. Paparan Bahan Kimia
    • 5. Pengaruh Obat-obatan Tertentu
    • 6. Menderita Penyakit Tertentu
  • Pertolongan Pertama Saat Kuku Copot
  • Cara Mengatasi Kuku Lepas
  • Kapan Harus ke Dokter?
  • Apakah Kuku yang Lepas Bisa Tumbuh Kembali?

Penyebab Kuku Lepas

Kuku lepas atau copot dapat terjadi secara perlahan maupun tiba-tiba dan sering kali diawali dengan perubahan pada warna, tekstur, atau kekuatannya. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi ringan hingga gangguan kesehatan tertentu yang memengaruhi tubuh secara menyeluruh.

1. Infeksi Jamur pada Kuku

Infeksi jamur pada kuku dapat menyerang lempengannya maupun bagian dasarnya sehingga menjadi rapuh dan mudah terlepas. Kondisi ini umumnya berkembang perlahan dan sering tidak disadari pada tahap awal.Gejala yang dapat muncul meliputi:

  • Menebalnya area tersebut
  • Perubahan warna menjadi kuning, kecokelatan, atau keputihan
  • Adanya kotoran atau serpihan di bawahnya
  • Kuku terasa longgar dan tidak menempel kuat
  • Bagian yang terlepas tampak berwarna putih

2. Cedera atau Trauma pada Kuku

Trauma pada kuku dapat menyebabkan area tersebut terangkat dari dasarnya akibat tekanan atau benturan yang kuat. Kondisi ini bisa terjadi secara tidak sengaja dalam aktivitas sehari-hari maupun saat bekerja. Beberapa penyebab trauma antara lain:

  • Tertimpa benda berat
  • Terjepit atau tertindih benda keras
  • Terbentur atau terhantam pintu
  • Terjadi perdarahan di bawah kuku

Penumpukan darah di bawah area tersebut dapat menimbulkan tekanan yang mendorong kuku terlepas. Dalam kondisi tertentu, kuku bahkan dapat copot sepenuhnya seiring pertumbuhan yang baru.

3. Penggunaan Alas Kaki yang Tidak Tepat

Sepatu yang terlalu sempit atau sering menekan ujung jari kaki dapat menyebabkan trauma berulang pada kuku kaki. Kondisi ini sering dialami oleh orang yang aktif bergerak dalam waktu lama. Situasi yang berisiko meliputi:

  • Lari jarak jauh
  • Jalan kaki dalam durasi lama
  • Mendaki atau hiking
  • Mengikuti olahraga ketahanan

Tekanan berulang dapat menyebabkan penumpukan darah di bawah kuku yang memicu perubahan warna menjadi merah, ungu, atau hitam. Gesekan terus-menerus juga bisa membuat tepi kuku terangkat meski tanpa perdarahan.

4. Paparan Bahan Kimia

Bahan kimia tertentu dapat melemahkan struktur kuku dan menyebabkan kuku mudah terlepas dari dasarnya. Paparan ini biasanya berasal dari produk perawatan yang Anda gunakan terlalu sering.

Produk seperti cat kuku, pengkilap, pengeras, cairan penghapus cat, hingga kuku palsu dapat membuat kuku menjadi kering dan rapuh. Jika digunakan tanpa jeda atau perawatan yang tepat, kuku akan kehilangan kekuatannya secara bertahap.

5. Pengaruh Obat-obatan Tertentu

Beberapa jenis obat dapat memengaruhi kesehatan kuku sebagai efek sampingnya. Kondisi ini terjadi karena obat tersebut berdampak pada regenerasi sel atau sensitivitas tubuh terhadap cahaya.

Obat kemoterapi, obat antiinflamasi tertentu, antibiotik tertentu, serta turunan vitamin A dapat membuatnya lebih sensitif dan mudah terangkat. Dalam jangka panjang, kuku dapat menjadi lebih tipis dan rentan copot.

6. Menderita Penyakit Tertentu

Masalah pada area tersebut juga dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius. Kondisi ini biasanya disertai dengan gejala lain pada tubuh. Beberapa penyakit yang dapat memengaruhinya meliputi:

  • Psoriasis
  • Anemia akibat kekurangan zat besi
  • Gangguan kelenjar tiroid
  • Diabetes
  • Penyakit jantung, paru-paru, atau hati

Gangguan kesehatan tersebut dapat memengaruhi aliran darah, nutrisi, dan pertumbuhannya. Akibatnya menjadi rapuh, mudah rusak, dan berisiko terlepas jika tidak Anda tangani dengan baik.

Baca Juga: Deteksi Penyakit Lewat Kuku, dari Warna hingga Bentuk

Pertolongan Pertama Saat Kuku Copot

Kuku yang copot sebagian atau seluruhnya bisa terasa nyeri dan membuat aktivitas sehari-hari tidak nyaman jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, penting mengetahui yang harus Anda lakukan ketika kuku copot agar area tersebut tetap bersih, terhindar dari infeksi, dan proses pemulihan berjalan lebih optimal. Berikut pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan:

  • Jangan Memaksa Melepas Kuku. Biarkan lepas secara alami atau periksakan ke tenaga medis agar penanganannya lebih aman.
  • Bersihkan dan Lindungi Area Tersebut. Cuci area yang terbuka menggunakan air dan sabun secara lembut, lalu keringkan dengan bersih sebelum menutupnya dengan perban.
  • Perhatikan Tanda-Tanda Infeksi. Waspadai gejala seperti kemerahan, pembengkakan, nyeri yang semakin parah, atau munculnya cairan bernanah di sekitarnya. Jika tanda-tanda tersebut muncul, segera cari pertolongan medis untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
  • Kurangi Tekanan dan Gesekan. Gunakan alas kaki yang longgar atau terbuka untuk menghindari tekanan berlebih pada area tersebut. Hindari aktivitas berat dan sepatu sempit sampai jaringan di sekitarnya benar-benar pulih.

Cara Mengatasi Kuku Lepas

Kuku yang terlepas atau onikolisis dapat terjadi karena berbagai kondisi dan perlu ditangani sesuai penyebabnya agar tidak menimbulkan komplikasi. Dengan penanganan yang tepat, cara mengobati kuku lepas bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman, mencegah infeksi, serta mendukung pertumbuhannya yang sehat kembali secara bertahap.

  • Infeksi Jamur. Pada kondisi ini, bagian kuku yang sudah longgar biasanya akan dibersihkan atau dipotong agar infeksi tidak menyebar. Perawatan selanjutnya dapat Anda lakukan dengan obat antijamur untuk membantu memulihkan kondisinya secara perlahan.
  • Kuku Lepas Akibat Cedera atau Trauma. Jika lepas serta muncul nyeri hebat atau perubahan warna akibat penumpukan darah, penanganan medis mungkin diperlukan untuk mengurangi tekanan dan mempercepat penyembuhan.
  • Masalah Terkait Kondisi Kulit. Kuku lepas yang berhubungan dengan gangguan kulit tertentu dapat ditangani dengan obat oles, obat minum, atau terapi khusus sesuai kebutuhan. Perawatan ini bertujuan mengurangi peradangan dan membantu area tersebut tumbuh kembali dengan kondisi yang lebih baik.

Baca Juga: Cara Mengobati Cantengan (Paronikia): 6 Cara Cepat & Efektif

Kapan Harus ke Dokter?

Masalah kuku tidak selalu berbahaya, tetapi ada kondisi tertentu yang perlu mendapatkan penanganan medis agar tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Jika rusak serta muncul keluhan yang tidak biasa atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan ke dokter dapat membantu memastikan penyebab dan perawatan yang tepat sejak dini.

  • Memiliki diabetes atau gangguan sirkulasi darah, karena kondisi ini membuat penyembuhan lukanya menjadi lebih lambat dan berisiko infeksi.
  • Mengalami nyeri hebat pada bagian dasar atau perdarahan yang tidak berhenti, sehingga aktivitas sehari-hari terasa sangat terganggu.
  • Muncul tanda-tanda infeksi seperti kemerahan yang menyebar, bengkak, nyeri bertambah, atau keluarnya cairan dari area kuku.
  • Sering terlepas berulang kali atau tumbuh kembali dengan bentuk yang tidak normal dan mudah rusak.
  • Mempunyai riwayat penyakit kulit atau gangguan daya tahan tubuh yang dapat memengaruhi kesehatannya dan proses penyembuhan.

Apakah Kuku yang Lepas Bisa Tumbuh Kembali?

Pada umumnya, area yang lepas masih bisa tumbuh kembali seiring waktu, sementara bagian dasar yang terbuka akan pulih lebih dulu dalam hitungan beberapa minggu. Proses pertumbuhannya membutuhkan kesabaran karena kuku kaki cenderung tumbuh lebih lambat dari tangan, sehingga hasil akhirnya tidak bisa terlihat dalam waktu singkat.

Dalam banyak kasus, kuku baru akan mulai terlihat dan terus memanjang hingga kembali menutupi ujung jari, meskipun bentuk dan ketebalannya bisa sedikit berbeda dari sebelumnya. Namun, bila area pembentuknya mengalami kerusakan, pertumbuhannya bisa menjadi tidak sempurna atau bahkan tidak muncul sama sekali, sehingga perawatan dan pemantauan sejak awal sangat penting.

Baca Juga: 6 Ciri-Ciri Kutu Air pada Kulit dan Cara Mengobatinya

Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala tersebut, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. 

Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.

Ditinjau secara medis oleh dr. Princess Ruth, terakhir pada 10 Juli 2026
Diterbitkan 11 Juli 2026
Ditulis oleh Tim Konten Medis
Sumber referensi (3)
  1. Verywell Health What Loose Nails Mean and How to Treat Them. Diakses Juli 2026
  2. Cleveland Clinic Onycholysis. Diakses Juli 2026
  3. Balance Health Toenail Falling Off? Here’s What It Means and What to Do Next. Diakses Juli 2026

Artikel Terkait

  • penyebab susah buang air kecil
    10 Penyebab Susah Buang Air Kecil dan Cara MengatasiGangguan Penyakit
  • hipotermia adalah
    Penyebab Hipotermia, Gejala, dan Cara MengatasiKesehatan Tubuh
  • Sinusitis
    Penyakit Sinusitis: Penyebab, Gejala, dan Cara MengatasiGangguan Penyakit
  • penyakit endometritis adalah
    Endometritis: Penyebab, Gejala, dan Cara MengatasiKesehatan Organ Intim
  • aphasia adalah
    Aphasia: Penyebab, Gejala, dan Cara MengatasiGangguan Penyakit
  • Penyakit ADHD: Penyebab, Gejala, & Cara mengatasi
    ADHD: Penyebab, Gejala, Cara MengatasiKesehatan Mental
  • Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Selangkangan Lecet
    Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Selangkangan LecetKesehatan Organ Intim
Tagged under: Kesehatan Kulit

Artikel Terkait

  • penyebab susah buang air kecil
    10 Penyebab Susah Buang Air Kecil dan Cara MengatasiGangguan Penyakit
  • hipotermia adalah
    Penyebab Hipotermia, Gejala, dan Cara MengatasiKesehatan Tubuh
  • Sinusitis
    Penyakit Sinusitis: Penyebab, Gejala, dan Cara MengatasiGangguan Penyakit
  • penyakit endometritis adalah
    Endometritis: Penyebab, Gejala, dan Cara MengatasiKesehatan Organ Intim
  • aphasia adalah
    Aphasia: Penyebab, Gejala, dan Cara MengatasiGangguan Penyakit
  • Penyakit ADHD: Penyebab, Gejala, & Cara mengatasi
    ADHD: Penyebab, Gejala, Cara MengatasiKesehatan Mental
  • Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Selangkangan Lecet
    Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Selangkangan LecetKesehatan Organ Intim

Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

Unit Rumah Sakit:

Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
Ciputra Hospital Surabaya

Unit Klinik:

Ciputra Medical Center
Ciputra SMG Eye Clinic
C Derma
Ciputra IVF

Karir / Lowongan

  • GET SOCIAL

© 2025 All rights reserved. Ciputra Hospital

TOP
Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital

Ciputra Hospital menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dengan fasilitas teknologi canggih.

GET SOCIAL

Rumah Sakit

  • Ciputra Hospital – CitraRaya Tangerang
    Cari Dokter Tangerang
  • Ciputra Hospital – CitraGarden City Jakarta
    Cari Dokter Jakarta
  • Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin
    Cari Dokter Banjarmasin
  • Ciputra Hospital Surabaya
    Cari Dokter Surabaya

Klinik

  • Ciputra Medical Center
    Kesehatan Umum
    Cari Dokter di Mega Kuningan
  • Ciputra SMG Eye Clinic
    Klinik Mata · Lasik & Katarak
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
    Cari Dokter di Surabaya
  • C Derma
    Kulit & Estetika
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
    Cari Dokter di PIM Pondok Indah
  • Ciputra IVF
    Fertilitas & Bayi Tabung
    Cari Dokter di CitraGarden City
    Cari Dokter di Lotte Kuningan
  • Ciputra Cardiac Center
    Pusat Jantung
    Cari Dokter Jantung
  • Ciputra Cancer Center
    Pusat Kanker
    CitraGarden Jakarta Barat

Hubungi Kami

WhatsApp Kami Karir / Lowongan

© 2026 PT Ciputra Health. All rights reserved.

  • Kebijakan Privasi
  • Syarat & Ketentuan
  • Direktori Dokter