Ditulis oleh Tim Konten Medis
Hipertermia adalah salah satu kondisi medis yang serius dan berakibat fatal jika tidak diatasi dengan cepat dan tepat. Istilah ini merujuk pada peningkatan suhu tubuh yang melebihi batas normal yang seharusnya dipertahankan oleh tubuh manusia. Gejala hipertermia meliputi kulit memerah, tubuh terasa panas, berkeringat berlebihan, lemas, pusing, dan kebingungan.

Hipertermia terjadi saat suhu tubuh >40°C.
Suhu tubuh normal manusia berkisar antara 36,1°C hingga 37,2°C, tergantung pada usia, aktivitas, dan waktu dalam sehari. Namun, ketika suhu inti tubuh meningkat secara berlebihan hingga melebihi 40°C, kondisi ini disebut hipertermia.
Hipertermia bukan sekadar tubuh terasa panas, tetapi bisa berbahaya jika tidak segera tertangani. Suhu tubuh yang terlalu tinggi dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan fungsi organ, hingga risiko kondisi serius seperti heatstroke yang berpotensi fatal.
Faktor pemicunya beragam, mulai dari cuaca panas ekstrem, aktivitas fisik berlebihan, hingga efek samping obat-obatan tertentu. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan jika mengalami hipertermia, yaitu segera pindah ke tempat yang lebih sejuk, minum air putih dalam jumlah cukup, dan kompres tubuh dengan air dingin untuk menurunkan suhu.
Apa Itu Hipertermia?
Hipertermia adalah kondisi medis muncul dengan peningkatan suhu tubuh melebihi batas normal yang diatur oleh tubuh manusia. Kondisi ini karena adanya berbagai faktor dan dapat berakibat serius.
Hipertermia dapat mengganggu fungsi tubuh dan bahkan dapat membahayakan jiwa jika tidak diberikan perawatan yang tepat. Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan paparan lingkungan yang panas, seperti saat terpapar terlalu lama pada cuaca panas atau saat beraktivitas di bawah sinar matahari yang terik.
Namun, hipertermia juga dapat disebabkan oleh aktivitas fisik yang berlebihan, konsumsi obat tertentu, gangguan pada sistem pengaturan suhu tubuh atau kondisi medis tertentu.
Baca Juga: Ini yang Terjadi Jika Tubuh Terlalu Panas, Waspadai!
Penyebab Hipertermia
Penyebab hipertermia adalah ketika tubuh menerima lebih banyak panas daripada yang dikeluarkan. Keringat adalah mekanisme pendinginan alami tubuh, tetapi terkadang berkeringat saja tidak cukup untuk menjaga suhu tubuh Anda dalam batas normal.
Ketika ini terjadi, suhu tubuh akan naik. Aktivitas fisik dalam cuaca yang sangat panas dan lembap adalah penyebab paling umum hipertermia.
Beberapa aktivitas yang berisiko menyebabkan hipertermia meliputi:
- Lari maraton, pendakian jarak jauh, atau olahraga fisik berat seperti sepak bola dan rugby.
- Penggunaan sauna, pemandian air panas, atau ruang uap.
- Pekerjaan yang terpapar suhu tinggi, seperti pemadam kebakaran atau pekerja konstruksi.
Meskipun lebih jarang terjadi, hipertermia juga bisa dialami saat beristirahat, terutama saat gelombang panas ekstrem. Beberapa kelompok lebih rentan terhadap penyakit akibat panas, termasuk:
- Bayi dan anak kecil.
- Lansia (65 tahun ke atas).
- Orang dengan disabilitas.
- Individu dengan berat badan berlebih.
- Pekerja lapangan atau mereka yang melakukan aktivitas fisik berat.
- Penderita penyakit tertentu, terutama penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.
- Pengguna obat-obatan tertentu, seperti antidepresan, obat tidur, atau obat untuk sirkulasi darah.
Gejala Hipertermia
Gejala umum dari hipertermia adalah suhu tubuh meningkat di atas 38.5° C. Selain itu, oenderita juga akan merasakan gejala lain sesuai jenis yang dialaminya. Berikut gejala hipertermia adalah:
1. Heat Stress (Stres Panas)
Gejala heat stress adalah respons awal tubuh terhadap paparan panas berlebih. Ini termasuk rasa lelah yang lebih dari biasanya, peningkatan suhu tubuh ringan, kulit yang basah karena keringat berlebih, dan denyut jantung yang lebih cepat.
2. Heat Syncope (Sinkope Panas)
Heat syncope terjadi ketika Anda pingsan karena efek paparan panas. Gejala utama adalah pusing atau kehilangan kesadaran sementara.
Ini biasanya terjadi karena aliran darah ke otak berkurang akibat pelebaran pembuluh darah pada kulit yang berusaha mendinginkan tubuh.
3. Heat Fatigue (Kelelahan Panas)
Heat fatigue merupakan tingkat kelelahan lebih serius karena paparan panas yang berkepanjangan. Gejala meliputi kelelahan yang parah, kelemahan otot, mual, muntah, sakit kepala, dan seringkali gejala flu ringan.
Heat fatigue dapat mengganggu kemampuan Anda untuk berfungsi dengan baik dan memerlukan istirahat cukup serta hidrasi yang baik.
4. Heat Edema (Edema Panas)
Heat edema adalah kondisi di mana kaki atau tangan mengalami pembengkakan yang tidak biasa, terutama setelah berdiri atau berjalan dalam cuaca panas. Pembengkakan ini terjadi karena perubahan dalam sirkulasi darah dan peningkatan cairan dalam tubuh sebagai respons terhadap suhu tinggi.
Biasanya, kondisi ini tidak berbahaya dan akan mereda dengan sendirinya setelah tubuh beristirahat dan terhidrasi dengan baik.
5. Heat Rash (Ruam Panas)
Gejala utama ruam panas adalah munculnya ruam kulit yang merah, gatal, dan kadang-kadang berbentuk bintik-bintik kecil. Ruam ini biasanya muncul di area kulit tertutup oleh pakaian atau yang berpotensi terkena gesekan akibat berkeringat, seperti leher, punggung, atau selangkangan.
Ruam panas biasanya tidak serius dan bisa diatasi dengan menjaga kulit tetap kering dan bersih.
6. Heatstroke (Stroke Panas)
Heatstroke merupakan tahap paling serius dari hipertermia dan merupakan keadaan darurat medis. Gejala heatstroke mencakup kulit yang terasa sangat panas dan kering (tanpa keringat), kebingungan atau disorientasi, pernapasan cepat, denyut jantung cepat, mual, muntah, sakit kepala, pusing, dan bahkan hilangnya kesadaran.
Heatstroke dapat terjadi jika suhu tubuh meningkat dengan cepat dan melebihi kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri. Ini adalah kondisi yang serius dan memerlukan perawatan medis segera karena bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.
Baca Juga: Berapa Suhu Tubuh Normal Manusia? Ini Cara Mengukurnya
7. Heat Exhaustion (Kelelahan Panas)
Heat exhaustion adalah tahap sebelum heatstroke dan juga merupakan kondisi serius. Gejala kelelahan panas meliputi pusing, penglihatan kabur, pernapasan cepat, denyut jantung yang cepat, kelemahan, mual, muntah, sakit kepala, dan kebingungan.
Ini adalah tanda bahwa tubuh Anda terlalu panas dan perlu diatur kembali suhunya. Jika gejala ini muncul, segera berhenti dari aktivitas fisik, pindah ke tempat yang lebih dingin, minum cairan elektrolit, dan mencari bantuan medis jika diperlukan.
8. Heat Cramps (Kram Panas)
Kram panas adalah gejala hipertermia yang umum terjadi dan ditandai oleh spasme otot yang tiba-tiba dan kuat. Biasanya, kram ini terjadi pada otot-otot seperti kaki, betis, paha, tangan, atau lengan.
Kram panas dapat sangat menyakitkan dan seringkali terjadi saat aktivitas fisik berlebihan dalam cuaca panas. Keringat berlebihan dapat menyebabkan hilangnya garam tubuh, yang memicu kram.
Kram ini dapat mereda dengan beristirahat, minum cairan elektrolit, dan pendinginan tubuh.
Penanganan Hipertermia
Penanganan hipertermia sangat penting untuk mencegah komplikasi serius yang dapat terjadi akibat peningkatan suhu tubuh berlebih. Berikut penangan hipertermia adalah:
- Berhenti dari aktivitas fisik: Hentikan aktivitas fisik jika Anda merasa gejala hipertermia, seperti pusing atau lemah
- Minum cairan: Gantilah cairan yang hilang dengan minum air atau minuman elektrolit
- Pendinginan tubuh: Cobalah untuk menurunkan suhu tubuh dengan berendam dalam air dingin atau menggunakan kipas angin
- Istirahat: Beristirahatlah di tempat yang lebih sejuk dan tenang
- Mencari bantuan medis: Jika gejala memburuk atau Anda mengalami heatstroke, segera cari perawatan medis darurat
Cara Mencegah Hipertermia
Berikut cara mencegah hipertermia adalah:
1. Hidrasi yang Cukup
Minumlah cukup air sepanjang hari, terutama saat cuaca panas atau beraktivitas fisik yang intens. Dehidrasi dapat meningkatkan risiko hipertermia, jadi pastikan Anda tetap terhidrasi dengan baik.
2. Istirahat Teratur
Jika Anda berencana untuk melakukan aktivitas fisik di bawah suhu panas yang tinggi, jangan lupa istirahat. Beristirahatlah secara teratur untuk memberi tubuh Anda mendinginkan diri.
3. Kenakan Pakaian yang Sesuai
Pilih pakaian yang longgar, ringan, dan berwarna terang untuk menjaga tubuh tetap sejuk. Hindari pakaian ketat atau berbahan sintetis yang dapat menghambat udara masuk dan menyebabkan Anda bekeringat lebih banyak.
4. Hindari Aktivitas Fisik Berlebihan
Jangan berlebihan dalam melakukan aktivitas fisik saat cuaca sangat panas. Cobalah untuk menjadwalkan aktivitas di pagi atau sore hari saat suhu lebih rendah.
5. Gunakan Pelindung Matahari
Gunakan topi, kacamata hitam, dan tabir surya untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari yang berlebih. Terlalu banyak terpapar sinar matahari dapat meningkatkan risiko hipertermia.
Baca Juga: Demam Kuning
Komplikasi Hipertermia
Jika tidak segera ditangani, hipertermia parah dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:
- Rhabdomyolysis, yaitu kondisi langka di mana sel-sel otot mengalami kerusakan dan hancur.
- Gangguan ginjal, yang dapat berujung pada kerusakan atau bahkan gagal ginjal.
- Masalah pembekuan darah, yang dapat menyebabkan perdarahan atau penggumpalan darah abnormal.
- Kematian, jika suhu tubuh terus meningkat tanpa penanganan yang tepat.
Jika Anda mengalami gejala hipertermia seperti di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.
Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.
Telah direview oleh dr Steffe Lie
Source:
- Healthline. What Is Hyperthermia and How Is It Treated?. Maret 2025.
- Medical News Today. What to Know About Hyperthermia. Maret 2025.
- Cleveland Clinic. Heat-Related Illness (Hyperthermia). Maret 2025.