Hal yang tidak boleh dilakukan penderita stroke antara lain mengobati gejala sendiri, mengabaikan gejala, tidur, menyetir sendirian, dan mengonsumsi makanan tinggi garam. Penderita stroke dapat makan makanan bergizi berupa sayur, buah-buahan, dan biji-bijian utuh.

Stroke adalah kondisi ketika darah berhenti mengalir ke bagian otak. Akibatnya, kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan bicara dan gerakan yang menimbulkan kelemahan di salah satu sisi tubuh, sulit berbicara, dan pandangan kabur.
Setelah serangan stroke, penderita memerlukan penanganan yang tepat dan perubahan pola hidup untuk mencegah gejala berulang serta mempercepat proses pemulihan. Ada sejumlah hal yang menjadi pantangan stroke, mulai daari kebiasaan buruk hingga aktivitas fisik tertentu yang membahayakan kesehatan.
Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Penderita Stroke
Berikut ini adalah larangan orang stroke yang sebaiknya penderita hindari:
1. Mengobati Gejala Stroke Sendiri
Anda sebaiknya tidak mengobati gejala stroke sendiri. Pada dasarnya, penyakit ini memerlukan penanganan medis untuk mencegah risiko komplikasi serius.
Jika orang terdekat mengalami stroke, hindari memberikan makanan, minuman, atau obat kepada penderita. Sebab, stroke dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk menelan sehingga memiliki kemungkinan bisa menghirup makanan atau cairan yang memicu pneumonia aspirasi.
Baca Juga: Cara Menyembuhkan Stroke Sebelah Kanan dan Dampaknya
2. Mengabaikan Gejala Stroke
Stroke umum menyerang usia di atas 65 tahun. Namun, penyakit ini juga bisa dialami oleh orang berusia di bawah 65 tahun.
Baik usia muda maupun usia tua, sebaiknya tidak mengabaikan gejala stroke yang muncul, seperti otot terasa lemah atau mati rasa, pusing dan hilang keseimbangan secara tiba-tiba. Stroke dapat terjadi pada orang yang mengidap obesitas, hipertensi, dan diabetes.
Bahkan, kondisi ini berisiko tinggi pada pengguna narkoba, sedang hamil, dan migrain yang meningkatkan risiko stroke usia lebih muda.
3. Tidur Saat Serangan Stroke Muncul
Saat serangan stroke muncul, penderita tidak boleh tidur walaupun sedang mengantuk. Segera hubungi dan kunjungi layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis segera mungkin.
Penderita stroke yang tidak mendapatkanan penanganan dini dapat meningkatkan risiko kerusakan otak dan kematian. Kondisi ini juga bisa terjadi saat tidur.
Penderita dapat mengalami gejala neurologis setelah bangun tidur, seperti sakit kepala parah dan tiba-tiba, kejang atau hilang kesadaran, serta sulit berjalan.
4. Menyetir Sendirian
Hindari menyetir sendirian ketika mengalami gejala stroke. Cari bantuan dari orang terdekat untuk mengantarkan Anda ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) agar mendapatkan perawatan medis.
Hal ini sangat penting karena penderita stroke dikhawatirkan mengalami gejala kambuh, terutama hilang kesadaran atau kejang. Selain itu, jangan konsumsi obat tertentu, seperti aspirin karena bisa memperparah gejala yang muncul.
5. Hindari Makanan yang Tidak Sehat
Ada beberapa makanan untuk penderita stroke yang sebaiknya dihindari, di antaranya:
- Garam: Makanan tinggi garam bisa meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan risiko gejala kambuh stroke. Oleh sebab itu, pilihkan makanan dengan opsi rendah garam dan tidak menambahkan garam saar memasak.
- Gula: Konsumsi terlalu banyak gula dapat merusak pembuluh darah. Pastikan untuk memilih makanan yang rendah gula dan tanpa bahan pengawet.
- Lemak jenuh: Zat ini bisa mengakibatkan kolesterol tinggi yang tidak baik bagi penderita stroke. Sebaiknya, penderita makan selai kacang dan alpukat yang mengandung lemak tak jenuh tunggal untuk meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh.
- Alkohol: Jenis minuman ini dapat menyebabkan gejala stroke kambuh. Karena itulah, alkohol perlu penderita hindari agar tidak memicu komplikasi serius.
Bila Anda merasa makanan yang dikonsumsi terasa hambar, cobalah untuk menambahkan herba dan rempah-rempah agar menambah cita rasa makanan. Kurangi asupan makanan tersebut secara bertahap. Perlahan-lahan indera perasa akan terbiasa dengan makanan hambar dan mampu menyesuaikan diri dalam waktu beberapa minggu.
Pada konsumsi garam, penderita stroke bisa mengurangi asupannya hingga kurang dari 2 gram natrium atau setara 5 gram garam per hari (kurang dari 1 sendok teh garam). Kandungan ini biasanya tersedia dalam makanan olahan, seperti bakso, daging asap, dan makanan kaleng,
Penderita stroke juga boleh-boleh saja makan bakso asalkan tidak berlebihan. Namun, sebaiknya dihindari karena bakso kebanyakan mengandung penyedap rasa seperti MSG atau kaldu instan.
Jika ingin mengonsumsi bakso, Anda bisa membuat sendiri di rumah dengan menggunakan daging tanpa lemak dan tanpa tambahan bahan-bahan pengawet.
Baca Juga: Penyebab Terkena Stroke di Usia Muda dan Pencegahan
Pola Makan yang Dianjurkan untuk Penderita Stroke
Cara memasak makanan untuk penderita stroke perlu Anda perhatikan. Penderita sebaiknya menghindari makanan yang melalui proses pembakaran atau gorengan karena khawatir dapat meningkatkan kadar kolesterol darah dan memicu risiko stroke.
Selain itu, tidak ada data spesifik yang menunjukkan jenis sayuran yang tidak boleh dimakan penderita stroke. Faktanya, buah dan sayur mengandung tinggi antioksidan yang dapat membantu mengurangi kerusakan pembuluh darah.
Berikut ini adalah berbagai kelompok makanan bergizi yang dapat penderita konsumsi:
- Sayuran dengan beragam jenis dan warna, seperti bayam, wortel, dan brokoli
- Kacang-kacangan dan buncis
- Buah-buahan, seperti buah beri, apel, dan buah naga
- Biji-bijian dapat berupa gandum utuh
- Makanan tinggi serat, terutama quinoa, oat, dan sereal
- Daging dan unggas tanpa lemak, ikan, telur, dan tahu
- Susu, yoghurt, dan keju
- Konsumsi banyak air
Penderita stroke dapat sembuh total apabila mendapatkan penanganan secepat mungkin. Hal ini karena jangka waktu krusial (golden period) dalam penanganan stroke berkisar 4,5 jam setelah gejala muncul.
Selama menjalani proses perawatan, pengidap dapat mengonsumsi obat alami stroke paling ampuh untuk mempercepat proses penyembuhan. Obat alami ini meliputi bawang putih, ginseng, dan kunyit.
Baca Juga: Waspadai Stroke Infark, Gejala, dan Risikonya
Namun, sebelum mengonsumsi bahan-bahan alami, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.
Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga!







