Tes TBC membantu mendeteksi infeksi bakteri penyebab tuberkulosis secara akurat melalui pemeriksaan darah, kulit, atau dahak. Pemeriksaan TB sebaiknya Anda lakukan saat mengalami batuk lebih dari dua minggu, serta muncul demam, keringat malam, atau penurunan berat badan.

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu Anda waspadai karena dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Pemeriksaan TBC menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit ini sejak dini agar pengobatan dapat Anda lakukan lebih cepat dan efektif.
Melalui berbagai jenis tes TBC, dokter dapat menentukan apakah seseorang terinfeksi bakteri TBC aktif atau mengalami infeksi Tuberkulosis Laten (TBC Laten) yang tidak menular. Dengan pemeriksaan yang tepat, risiko penularan dapat Anda cegah dan proses penyembuhan berjalan lebih optimal.
Kapan Perlu Melakukan Tes TBC?
Tes TBC perlu apabila seseorang mengalami gejala yang mengarah pada infeksi Tuberkulosis. Pemeriksaan sejak dini penting untuk membantu mendeteksi penyakit lebih cepat sehingga penanganan dapat Anda lakukan sebelum kondisi semakin parah dan risiko penularan meningkat.
Beberapa gejala yang perlu Anda waspadai antara lain batuk lebih dari 2 minggu, demam berkepanjangan, keringat di malam hari, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, nafsu makan menurun, serta tubuh yang mudah lelah. Jika keluhan tersebut tidak kunjung membaik, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Selain munculnya gejala, ada beberapa kelompok yang juga dianjurkan menjalani tes TBC secara rutin karena memiliki risiko lebih tinggi terkena atau menularkan penyakit ini, yaitu:
- Orang dengan HIV/AIDS
- Kontak erat dengan penderita TBC aktif
- Tenaga medis atau petugas kesehatan
- Penghuni asrama, panti, atau lembaga pemasyarakatan
- Orang dengan daya tahan tubuh lemah
- Perokok aktif dan penderita penyakit kronis tertentu
Melalui berbagai jenis tes TBC, dokter dapat menentukan apakah seseorang terinfeksi bakteri TBC aktif atau mengalami infeksi Tuberkulosis Laten (TBC Laten) yang tidak menular. Dengan pemeriksaan yang tepat, risiko penularan dapat dicegah dan proses penyembuhan berjalan lebih optimal.
3 Jenis Tes TBC yang Umum Dilakukan
Pemeriksaan TBC untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi bakteri penyebab tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosis). Tes ini penting agar penyakit dapat terdeteksi lebih awal dan segera ditangani sebelum menimbulkan komplikasi serius.
Saat ini terdapat beberapa jenis tes TBC yang umum dilakukan, mulai dari tes darah, tes kulit Mantoux, hingga pemeriksaan dahak atau sputum test. Berikut penjelasannya:
1. Tes Darah
Tes darah TBC atau IGRA untuk mendeteksi adanya infeksi bakteri TBC melalui sampel darah. Maka, tes ini bekerja dengan mengukur respons sistem kekebalan tubuh ketika darah dicampurkan dengan protein dari bakteri TBC.
Hasilnya akan menunjukkan apakah seseorang memiliki infeksi TBC baik yang aktif maupun laten / tidak menular. Tes darah ini untuk orang yang sudah pernah menerima vaksin BCG karena hasilnya lebih akurat dibandingkan tes kulit.
Selain itu, tes ini juga cocok bagi mereka yang kesulitan datang kembali untuk pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan TBC melalui darah tergolong aman, termasuk bagi ibu hamil, dan biasanya melakukannya di fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit dengan biaya tes TBC yang bervariasi tergantung lokasi dan jenis layanan.
Baca Juga: Apakah Pasien TBC Bisa Sembuh Total? Cek Fakta Medisnya!
2. Tes Kulit Mantoux
Melakukan mantoux test atau tes kulit TBC dengan cara menyuntikkan sedikit cairan tuberkulin ke bawah kulit lengan bagian dalam. Setelah 2–3 hari, pasien harus kembali ke fasilitas kesehatan untuk melihat reaksi kulit di area suntikan. Ukuran indurasi (pembengkakan lokal) yang muncul menjadi dasar penilaian apakah hasil tes menunjukkan tanda infeksi TBC atau tidak.
Tes kulit ini bisa siapa saja lakukan, termasuk anak-anak, ibu hamil, maupun orang dengan daya tahan tubuh lemah. Namun, bagi seseorang yang pernah mendapatkan vaksin BCG, hasil tes kulit bisa menunjukkan reaksi positif palsu, sehingga dokter biasanya menyarankan untuk melakukan pemeriksaan TBC melalui tes darah sebagai alternatif.
3. Tes Dahak
Tes dahak (sputum test) dilakukan dengan memeriksa dahak yang dikeluarkan saat batuk untuk mengetahui keberadaan bakteri penyebab TBC. Adapun tes ini penting terutama bagi pasien yang menunjukkan gejala TBC aktif pada paru-paru, seperti batuk berkepanjangan dan nyeri dada. Sampel dahak kemudian diperiksa di laboratorium untuk memastikan apakah terdapat bakteri TBC.
Beberapa jenis tes laboratorium lanjutan juga dapat Anda lakukan untuk mengetahui apakah bakteri TBC bersifat resisten terhadap obat. Informasi ini membantu tenaga medis dalam menentukan jenis pengobatan yang paling efektif. Pemeriksaan ini biasanya tersedia di rumah sakit dan puskesmas dengan biaya tes TBC yang terjangkau serta hasil yang cukup akurat untuk diagnosis TBC aktif.
Baca Juga: Bagaimana Kondisi Paru-Paru Penderita Tuberkulosis (TBC)?
Cara Membaca Hasil Tes TBC
Hasil positif menunjukkan adanya bakteri Mycobacterium tuberculosis di dalam tubuh. Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti rontgen dada atau tes dahak, untuk mengetahui apakah TBC bersifat aktif atau masih dalam kondisi tidak aktif (laten).
Hasil negatif menandakan kemungkinan kecil adanya infeksi TBC aktif maupun laten. Namun, pemeriksaan tambahan tetap diperlukan jika seseorang memiliki kondisi berikut:
- Mengalami gejala TBC aktif seperti batuk berkepanjangan, nyeri dada, demam, penurunan berat badan, atau mudah lelah.
- Mengidap HIV.
- Baru-baru ini memiliki kontak atau terpapar dengan penderita TBC.
Waktu untuk mengetahui hasil tes juga berbeda tergantung jenis pemeriksaannya. Tes kulit TBC biasanya membutuhkan waktu sekitar 48 hingga 72 jam untuk dibaca setelah penyuntikan, sementara hasil tes darah TBC dapat diketahui dalam 1 hingga 2 hari setelah pengambilan sampel. Untuk pemeriksaan dahak, hasil awal smear mikroskopik biasanya tersedia dalam 1–2 hari, sedangkan kultur bakteri TBC dapat memerlukan waktu beberapa minggu.
Baca Juga: 9 Ciri Penyakit TBC yang Sudah Parah, Waspada!
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gejala tuberculosis, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.




