Ditulis oleh Tim Konten Medis
Cara mengatasi TBC adalah dengan konsumsi obat antituberkulosis (OAT) selama 4, 6, sampai 9 bulan tergantung kondisi kesehatan dan resep dokter. Jenis obat yang masuk ke dalam pengobatan TBC di antaranya adalah isoniazid, rifampisin, pirazinamid, hingga etambutol.

TBC bisa menular melalui udara ketika penderita batuk atau bersin.
Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit serius yang bisa menyebabkan kematian jika tidak tertangani sejak dini. Namun, risiko fatal sangat rendah jika pengobatan dijalani dengan benar sampai selesai.
TBC terbagi menjadi dua jenis, yaitu TBC laten dan TBC aktif. TBC laten tidak menimbulkan gejala dan bisa teratasi dengan terapi pencegahan berupa antibiotik harian, biasanya isoniazid (INH).
Terapi pencegahan umumnya dilakukan dengan pil tunggal selama 6 sampai 9 bulan. Sedangkan TBC aktif membutuhkan kombinasi obat antibakteri yang Anda minum selama enam hingga dua belas bulan.
Jika pengobatan tidak terjalani dengan tepat, bakteri TBC bisa menjadi kebal obat dan sulit diobati di kemudian hari. Penderita TBC sebaiknya menjaga jarak dengan orang lain untuk mencegah penularan bakteri.
Pengobatan TBC
Regimen pengobatan TBC bervariasi dalam durasi regimen, jenis dan dosis obatnya, serta frekuensi pemberian obat. Regimen pengobatan 4 bulan terdiri dari rifapentin harian dosis tinggi dengan moksifloksasin, isoniazid, dan pirazinamid.
Sedangkan, rejimen pengobatan 6 bulan terdiri dari rifapentin, isoniazid, pirazinamid, dan etambutol. CDC merekomendasikan rejimen pengobatan 4 bulan sebagai pilihan untuk mengobati penyakit TBC paru yang terjadi akibat organisme yang tidak diketahui resisten terhadap obat.
Penderita TBC dapat menerima rejimen pengobatan 4 bulan, antara lain:
- Orang berusia dua belas tahun ke atas
- Orang dengan berat badan di atas atau sama dengan 40 kg
- Penderita HIV dengan jumlah CD 4 atau di atas 100 sel/mikroliter
- Orang yang tidak memiliki kontraindikasi untuk regimen ini
- Orang dengan kultur sputum negatif atau beban mikrobakteri rendah menurut penilaian dokter
Lama pengobatan dan jenis obat tergantung pada apakah TBC bersifat laten atau aktif.
1. TBC Laten (Inactive TB)
Pengobatan TBC laten biasanya berlangsung tiga, empat, enam, atau sembilan bulan sesuai rencana dokter. Obat yang dokter gunakan bisa berupa kombinasi:
- Isoniazid
- Rifampin
- Rifapentine
Baca Juga: Gejala Penyakit TBC (Tuberkulosis) dan Cara Deteksinya
2. TBC Aktif (Active TB Disease)
Pengobatan TBC aktif membutuhkan waktu empat, enam, atau sembilan bulan tergantung kondisi pasien. Dokter akan memberikan kombinasi obat yang sesuai, seperti:
- Ethambutol
- Isoniazid
- Moxifloxacin
- Rifampin
- Rifapentine
- Pyrazinamide
Efek Samping Obat TB
Obat TBC umumnya aman dan bisa Anda konsumsi tanpa efek samping serius. Namun, beberapa pasien mungkin mengalami reaksi tertentu sehingga dokter perlu menyesuaikan dosis atau mengganti obat.
Jika Anda merasakan gejala yang tidak biasa saat minum obat TBC, segera beri tahu tenaga medis Anda. Beberapa efek samping yang perlu Anda waspadai meliputi:
- Mual atau perut tidak nyaman
- Muntah
- Kehilangan nafsu makan
- Diare berat
- Tinja berwarna pucat
- Urin berwarna gelap
- Kulit atau mata menguning
- Perubahan penglihatan
- Pusing atau gangguan keseimbangan
- Kesemutan di tangan atau kaki
- Mudah memar atau perdarahan
- Penurunan berat badan yang tidak jelas
- Rasa lelah yang berlebihan
- Perasaan sedih atau depresi
- Ruam kulit
- Nyeri sendi
Baca Juga: Gejala dan Pengobatan TBC pada Ibu Hamil
Menjalani pengobatan TBC membutuhkan pengawasan rutin dari tenaga medis untuk memastikan obat bekerja dengan baik dan tubuh Anda aman. Pemeriksaan bisa berupa darah, dahak, atau urin sesuai dengan rencana pengobatan Anda.
Jika Anda memiliki TBC aktif dan penyakit lain seperti HIV atau diabetes, pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan sebelum dan sesudah pengobatan. Pemeriksaan ini membantu dokter menilai efektivitas obat dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.
Pastikan selalu kontrol dan segera konsultasikan jika ada masalah dengan obat. Setelah pengobatan selesai, hasil tes TBC di masa depan bisa tetap positif.
Mintalah catatan tertulis dari dokter bahwa Anda telah menyelesaikan pengobatan TBC sebagai bukti untuk tes berikutnya. Anda bisa konsultasi ke Ciputra Hospital.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah direview oleh dr. Sony Prabowo
Source:
- Mayo Clinic. Tuberculosis. November 2025.
- American Lung Association. Treating and Managing Tuberculosis. November 2025.



