Ditulis oleh Tim Konten Medis
Tes ferritin adalah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk mengukur kadar ferritin dalam tubuh. Tes ini dapat mengetahui apabila Anda memiliki penyakit Anemia atau tidak.

Kesehatan tubuh sangat dipengaruhi oleh ketersediaan zat besi yang tersimpan dengan baik. Salah satu cara untuk memantaunya adalah melalui tes ferritin, pemeriksaan sederhana namun penting dalam dunia medis.
Dengan tes ini, kadar ferritin dapat diketahui sehingga dokter bisa menilai apakah tubuh memiliki cadangan zat besi yang cukup. Informasi tersebut membantu dalam mendeteksi dini kekurangan maupun kelebihan zat besi yang bisa berdampak serius pada kesehatan.
Apa Itu Tes Ferritin?
Tes ferritin adalah pemeriksaan darah untuk mengukur kadar ferritin dalam tubuh. Ferritin sendiri merupakan protein yang berfungsi mengikat dan menyimpan zat besi, sehingga tubuh memiliki cadangan untuk membentuk sel darah merah yang sehat.
Zat besi sangat penting karena sel darah merah berperan membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Selain itu, zat besi juga untuk menjaga kesehatan otot, sumsum tulang, organ tubuh, hingga mendukung perkembangan otak pada anak-anak.
Baca Juga: 10 Makanan yang Mengandung Zat Besi, Buah hingga Sayur
Manfaat Tes Ferritin
Tes ferritin memiliki peran penting dalam memantau kesehatan tubuh karena dapat memberikan gambaran mengenai cadangan zat besi yang tersimpan. Dengan mengetahui hasilnya, Anda bisa lebih cepat mendeteksi gangguan yang berkaitan dengan kekurangan maupun kelebihan zat besi.
- Membantu mengecek apakah tubuh menyimpan zat besi dalam jumlah yang cukup untuk tetap sehat. Melakukan tes ini sering bersamaan dengan pemeriksaan kadar zat besi lainnya.
- Membantu menegakkan diagnosis atau menyingkirkan kondisi tertentu, seperti hemochromatosis (kelebihan zat besi), anemia defisiensi besi, penyakit hati, restless legs syndrome.
- Memantau kondisi kronis yang dapat memengaruhi kadar zat besi dalam tubuh, misalnya penyakit ginjal, kanker, dan penyakit autoimun.
- Memeriksa kadar zat besi yang rendah sebelum gejala muncul, terutama pada orang dengan risiko tinggi seperti wanita dengan menstruasi berat, ibu hamil, orang dengan berat badan rendah, atau mereka yang kesulitan menyerap makanan akibat gangguan pencernaan maupun operasi.
- Mengevaluasi efektivitas pengobatan pada masalah yang berhubungan dengan zat besi, apakah sudah berhasil memperbaiki kondisi atau masih perlu penyesuaian.
Baca Juga: Catat, 11 Fungsi Protein yang Penting bagi Tubuh dan Otot
Prosedur Tes Ferritin
Tes ferritin dilakukan dengan pengambilan sampel darah untuk melihat berapa banyak ferritin yang tersimpan di dalam tubuh. Kemudian memeriksa sampel darah ini di laboratorium menggunakan alat khusus untuk mengukur kadarnya.
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan untuk berpuasa terlebih dahulu sebelum pemeriksaan. Hasil tes ini penting untuk mengetahui penyebab ferritin tinggi, mendeteksi risiko bahaya ferritin tinggi, serta membantu memutuskan langkah medis selanjutnya, termasuk cara menurunkan ferritin tinggi.
Mengetahui hasil tes juga bermanfaat bagi Anda yang ingin memperkirakan biaya tes ferritin dan memahami kondisi ferritin tinggi sejak dini. Selama proses tes, biasanya hanya memerlukan waktu kurang dari lima menit. Anda dapat mengantisipasi hal-hal berikut:
- Duduk di kursi, lalu petugas akan mencari pembuluh darah di bagian dalam lengan, biasanya dekat siku.
- Area tersebut akan dibersihkan dan disterilkan sebelum jarum dimasukkan.
- Memasukkan jarum kecil ke dalam pembuluh darah untuk mengambil sampel.
- Darah akan terkumpul dalam tabung kecil hingga jumlahnya cukup untuk diperiksa.
- Setelah selesai, jarum dicabut lalu area tusukan ditekan dengan kapas atau kasa.
- Terakhir, petugas akan menempelkan plester atau perban kecil pada area tersebut, dan prosedur pun selesai.
Hasil Tes Ferritin
Setelah melakukan pemeriksaan, hasil tes ferritin akan dibandingkan dengan rentang normal untuk mengetahui kondisi penyimpanan zat besi di dalam tubuh. Hasil ferritin normal biasanya berbeda pada pria dan wanita, sehingga melakukan interpretasi sesuai standar medis.
Jika hasil terlalu rendah atau justru lebih tinggi dari batas wajar, dokter akan menyarankan pemeriksaan lanjutan untuk menemukan penyebab pastinya. Berikut hasil tes feriten yang perlu Anda ketahui:
1. Hasil Ferritin Rendah
Rentang normal ferritin dalam darah adalah 24–336 mikrogram per liter pada pria, dan 11–307 mikrogram per liter pada wanita. Jika hasil tes menunjukkan angka di bawah batas tersebut, artinya tubuh mengalami kekurangan zat besi. Kondisi ini juga dapat mengarah pada anemia. Dalam kasus ini, tenaga medis akan mencari penyebab pasti dari kekurangan ferritin.
2. Hasil Ferritin Tinggi
Hasil yang lebih tinggi dari batas normal bisa karena berbagai kondisi. Pemeriksaan tambahan biasanya untuk mengetahui penyebab pastinya. Beberapa kemungkinan penyebab antara lain:
- Hemokromatosis
- Porfiria (kelainan enzim yang memengaruhi saraf dan kulit)
- Artritis reumatoid atau kondisi peradangan kronis lainnya
- Penyakit hati
- Hipertiroidisme
- Leukemia
- Limfoma Hodgkin
- Transfusi darah berulang
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Terlalu banyak mengonsumsi suplemen zat besi
Baca Juga: 18 Makanan untuk Penderita Anemia yang Boleh dan Dilarang
Jika Anda atau keluarga ingin melakukan tes ferritin, segera kunjungi Ciputra Hospital, dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh Dr. Princess Ruth
Source:
- Medline Plus. Ferritin Blood Test. November 2025
- Cleveland Clinic. Ferritin Test. November 2025
- Mayo Clinic. Ferritin Test. November 2025







