Ditulis oleh Tim Konten Medis
Suntik insulin adalah terapi untuk mengontrol gula darah pada penderita diabetes ketika obat minum tidak lagi efektif. Jenisnya yaitu long acting insulin, rapid acting, biphasic insulin, dan intermediate acting insulin. Meski ini sangat penting, akan tetapi perlu memperharikan efek sampingnya seperti hipoglikemia, reaksi kulit, alergi, dan terbentuknya antibodi insulin.

Suntik insulin adalah salah satu terapi penting bagi penderita diabetes untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Dengan bantuan insulin, tubuh dapat menggunakan gula darah sebagai energi dan mencegah komplikasi serius.
Memberikan terapi ini ketika obat oral tidak lagi cukup mengendalikan kadar gula darah. Jenis suntik insulin pun beragam, mulai dari kerja cepat, kerja panjang, hingga campuran, yang dapat menyesuaikan dengan kondisi pasien.
Apa Itu Suntik Insulin?
Suntik insulin adalah terapi untuk membantu mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Insulin adalah hormon yang berfungsi memindahkan gula dari darah ke dalam jaringan tubuh agar bisa Anda gunakan sebagai energi, sekaligus mencegah hati memproduksi gula berlebih.
Terapi ini ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin secara normal atau ketika obat minum saja tidak cukup mengendalikan gula darah. Dengan penggunaan suntik insulin, risiko komplikasi serius seperti serangan jantung, stroke, kerusakan ginjal, gangguan saraf, hingga masalah pada mata dapat berkurang secara signifikan.
Baca Juga: Apakah penyakit diabetes bisa sembuh total? Ini Faktanya
Jenis Suntik Insulin
Pada penderita diabetes tipe 2, suntik insulin biasanya butuh ketika obat minum tidak lagi mampu mengontrol gula darah dengan baik. Ada beberapa jenis insulin yang nereka gunakan, tergantung kebutuhan tubuh dan kondisi kesehatan setiap orang.
Penggunaannya bisa berupa insulin kerja panjang, insulin kerja cepat, hingga insulin campuran. Dengan memahami perbedaan setiap jenisnya, pasien bisa menyesuaikan pengobatan yang tepat bersama dokter.
Berikut jenis suntik insulin yang perlu Anda ketahui:
1. Long Acting Insulin
Long-acting insulin adalah jenis yang bekerja dalam jangka waktu panjang, biasanya suntik sekali sehari. Fungsinya memberikan suplai insulin stabil sepanjang hari sehingga kadar gula darah tetap terkontrol dengan baik.
Jenis ini sering direkomendasikan bagi orang yang membutuhkan bantuan dalam penyuntikan atau mengalami hipoglikemia berulang. Harga suntik insulin kerja panjang bervariasi, namun manfaatnya dapat membantu mencegah lonjakan maupun penurunan gula darah yang tiba-tiba.
2. Rapid Acting atau Short Acting Insulin
Rapid acting dan short acting insulin bekerja lebih cepat dari jenis lainnya. Memberikan suntikan ini sebelum makan agar membantu tubuh mengontrol lonjakan gula darah setelah mengonsumsi makanan.
Rapid-acting mulai bekerja dalam hitungan menit, sedangkan short-acting biasanya sedikit lebih lambat. Penggunaan jenis ini sering mengkombinasikan dengan insulin kerja panjang untuk menjaga kadar gula darah tetap seimbang sepanjang hari.
3. Biphasic (Mixed) Insulin
Biphasic insulin adalah campuran antara insulin kerja cepat atau pendek dengan insulin kerja menengah. Memberikan suntikan ini biasanya 1 hingga 3 kali sehari sebelum makan.
Jenis ini memudahkan pasien karena jumlah suntikan lebih sedikit dari pada penggunaan terpisah. Meski begitu, fleksibilitasnya lebih rendah, sehingga perlu jadwal makan yang lebih teratur agar pengendalian gula darah tetap optimal.
4. Intermediate Acting Insulin
Intermediate acting insulin juga sebagai insulin basal karena memberikan efek latar belakang yang menjaga kestabilan gula darah. Jenis ini mulai bekerja sekitar 1 jam setelah Anda suntik, dengan puncak kerja 4–12 jam, dan bertahan hingga 24 jam.
Insulin ini biasanya berbentuk cairan keruh sehingga perlu Anda kocok sebelum Anda gunakan. Harga suntik insulin jenis ini umumnya lebih terjangkau dari insulin kerja panjang, sehingga sering menjadi pilihan dokter untuk terapi jangka menengah.
Baca Juga: 10 Cara Cepat Menurunkan Gula Darah, Alami dan Efektif!
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Suntik Insulin
Suntik insulin adalah langkah penting untuk mengendalikan gula darah pada penderita diabetes. Biasanya, cara suntik insulin dapat Anda lakukan 1–4 kali sehari tergantung kondisi tubuh dan anjuran dokter.
Umumnya, memberikan suntikan ketika kadar gula darah sudah sulit terkendali dengan obat minum, misalnya saat gula darah sering berada di atas 200 mg/dL. Untuk hasil optimal, penting memahami cara penggunaan insulin, termasuk teknik yang benar seperti cara suntik insulin di perut, serta memperhatikan hal-hal sebelum memulai terapi.
Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan insulin:
- Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki alergi terhadap jenis tertentu atau obat lain.
- Sampaikan semua obat resep, obat bebas, vitamin, suplemen, maupun produk herbal yang sedang Anda gunakan agar tidak terjadi interaksi obat.
- Hati-hati dengan obat nonresep seperti niasin dan salisilat yang dapat memengaruhi kerja insulin.
- Beritahu dokter jika Anda pernah mengalami kerusakan saraf akibat diabetes, gagal jantung, atau penyakit pada jantung, ginjal, hati, tiroid, adrenal, maupun pituitari.
- Jika sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui, konsultasikan terlebih dahulu penggunaan insulin.
- Jika akan menjalani operasi, termasuk operasi gigi, pastikan dokter atau dokter gigi mengetahui bahwa Anda menggunakan insulin.
- Batasi konsumsi alkohol karena dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah secara mendadak.
- Diskusikan dengan dokter jika Anda akan bepergian jauh, melintasi zona waktu, mengalami stres, sakit, atau mengubah pola olahraga karena hal ini memengaruhi kebutuhan insulin.
- Ketahui seberapa sering Anda harus mengecek gula darah untuk mencegah hipoglikemia, terutama saat mengemudi atau mengoperasikan mesin.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, penggunaan insulin akan lebih aman dan efektif. Gunakan jarum suntik insulin yang tepat, ikuti arahan dokter mengenai dosis, serta pahami fungsi hormon insulin agar terapi berjalan lancar dan membantu menjaga kesehatan jangka panjang.
Efek Samping Suntik Insulin
Meski suntik insulin sangat penting untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, penggunaannya juga bisa menimbulkan beberapa efek yang perlu Anda waspadai. Efek samping suntik insulin dapat muncul ringan hingga jarang terjadi, sehingga penting bagi penderita diabetes untuk mengenali gejalanya sejak dini.
1. Hipoglikemia (Gula Darah Rendah)
Efek samping yang paling sering terjadi adalah hipoglikemia atau kadar gula darah yang turun terlalu rendah. Kondisi ini biasanya karena penggunaan insulin yang berlebihan dari kebutuhan tubuh.
Gejala hipoglikemia bisa berupa gemetar, keringat dingin, pusing, hingga kehilangan kesadaran jika tidak segera Anda tangani. Oleh karena itu, penderita diabetes perlu rutin memantau gula darah untuk mencegah risiko ini.
2. Reaksi Kulit di Area Suntikan
Suntikan insulin yang ada di tempat yang sama berulang kali dapat menimbulkan perubahan pada kulit. Salah satunya adalah penumpukan lemak yang membuat kulit tampak menggumpal atau sebaliknya kehilangan lemak sehingga terlihat cekung.
Masalah ini terkenal dengan istilah lipodistrofi lokal, dan dapat mengganggu penyerapan insulin ke dalam tubuh. Untuk mencegahnya, penting untuk selalu mengganti lokasi penyuntikan secara bergantian.
3. Reaksi Alergi terhadap Insulin
Beberapa orang bisa mengalami reaksi alergi terhadap jenis insulin tertentu. Kondisi ini muncul dengan rasa nyeri, perih, gatal, atau bengkak di sekitar area suntikan dalam beberapa jam.
Selain itu, kulit juga bisa berubah warna atau terasa tidak nyaman setelah penyuntikan. Jika reaksi ini muncul berulang, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan alternatif terapi yang lebih aman.
4. Terbentuknya Antibodi Insulin
Dalam kasus yang sangat jarang, tubuh bisa membentuk antibodi terhadap insulin buatan. Kondisi ini membuat kerja insulin menjadi kurang efektif dalam menurunkan kadar gula darah.
Akibatnya, penderita mungkin membutuhkan dosis insulin yang lebih tinggi untuk mencapai efek yang sama. Pemantauan rutin bersama dokter sangat penting agar dosis insulin tetap sesuai kebutuhan tubuh.
Baca Juga: Apa Penyebab Diabetes? Waspadai Genetik dan Gaya Hidup
Jika Anda atau keluarga Anda memiliki efek samping setelah suntik insulin, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source:
- MedlinePlus. Human Insulin Injection. Januari 2026
- NHS. Insulin for type 2 diabetes. Januari 2026
- Cleveland Clinic. Insulin. Januari 2026






