Ditulis oleh Tim Konten Medis
PET scan adalah prosedur pencitraan medis yang menampilkan aktivitas organ tubuh secara real time menggunakan zat radioaktif aman. Pemeriksaan ini efektif untuk mendeteksi berbagai penyakit seperti kanker, gangguan jantung, dan kelainan otak dengan hasil yang akurat dan detail.

Dalam dunia medis modern, tindakan PET scan adalah salah satu metode pencitraan paling canggih untuk melihat aktivitas organ dan jaringan tubuh secara langsung. Pemeriksaan ini tidak hanya menampilkan bentuk organ, tetapi juga cara kerjanya, sehingga membantu mendeteksi penyakit sejak tahap awal.
PET scan banyak digunakan dalam berbagai bidang medis seperti onkologi, kardiologi, dan neurologi karena kemampuannya menunjukkan fungsi tubuh secara detail. Dengan hasil yang akurat, pemeriksaan ini membantu dokter menentukan diagnosis dan pengobatan yang paling tepat bagi pasien.
Apa Itu PET Scan?
PET scan atau Positron Emission Tomography adalah pemeriksaan pencitraan medis untuk melihat bagaimana organ dan jaringan tubuh bekerja secara langsung. Prosedur ini menggunakan zat radioaktif aman yaitu radiotracer dan alat khusus bernama pemindai PET (PET scanner) untuk menghasilkan gambar aktivitas sel dalam tubuh.
Radiotracer akan sel tubuh serap, terutama sel yang memiliki aktivitas tinggi seperti sel kanker, sehingga memudahkan dokter mendeteksi adanya gangguan. PET scan biasanya untuk membantu mendiagnosis kanker, memantau efektivitas pengobatan kanker, serta menilai kondisi tertentu pada jantung dan otak.
Baca Juga: Cara Mendeteksi Kanker Paru dengan 5 Pilihan Tes Skrinning
Perbedaan PET Scan, CT Scan, dan MRI
Untuk memahami perbedaan CT scan dan PET scan, perlu Anda ketahui bahwa CT scan menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambar struktur tubuh secara detail, sedangkan MRI memanfaatkan medan magnet dan gelombang radio untuk menampilkan gambaran organ secara jelas. Kedua teknik ini menghasilkan gambar diam yang menunjukkan bentuk dan ukuran organ tanpa menampilkan aktivitasnya.
Sementara itu, PET scan menampilkan bagaimana organ berfungsi secara real time dengan bantuan radiotracer. Pemeriksaan ini mampu mendeteksi perubahan sel atau jaringan lebih awal dibanding CT scan maupun MRI, sehingga sering dikombinasikan menjadi PET-CT agar hasil diagnosis lebih akurat.
Penyakit yang Bisa Dideteksi Oleh PET Scan
PET scan merupakan salah satu pemeriksaan medis yang memiliki fungsi utama untuk mendeteksi berbagai jenis penyakit secara lebih akurat. Melalui pencitraan aktivitas sel tubuh, PET scan membantu dokter dalam mendiagnosis, memantau, dan menentukan pengobatan terbaik bagi pasien yang mengalami gangguan serius pada organ penting seperti otak, jantung, maupun jaringan tubuh lainnya.
1. Kanker
Salah satu fungsinya yang paling umum adalah untuk mendeteksi keberadaan sel kanker di dalam tubuh. Sel kanker biasanya terlihat lebih terang pada hasil pemindaian karena memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi dari sel normal, sehingga mudah Anda kenali melalui gambar dari PET scan.
Pemeriksaan ini juga untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain, mengevaluasi efektivitas pengobatan, serta mendeteksi kemungkinan kambuhnya kanker. Beberapa jenis kanker yang dapat terdeteksi antara lain kanker otak, kanker payudara, kanker paru-paru, kanker kulit, kanker pankreas, kanker kelenjar tiroid, dan sistem limfa.
2. Penyakit Jantung
PET scan memiliki peran penting dalam menilai kesehatan jantung dengan melihat aliran darah dan fungsi otot jantung secara langsung. Melalui hasil pemindaian, dokter dapat mengetahui apakah ada bagian jantung yang mengalami penurunan aliran darah atau kerusakan jaringan.
Informasi ini membantu menentukan apakah pasien memerlukan tindakan medis seperti angioplasti atau operasi bypass jantung. Dengan demikian, fungsi PET scan juga mendukung perencanaan perawatan bagi penderita penyakit jantung agar lebih tepat sasaran.
3. Gangguan pada Otak
PET scan juga untuk memeriksa berbagai gangguan pada otak, termasuk tumor otak, epilepsi, dan Alzheimer. Melalui pencitraan aktivitas otak, dokter dapat melihat bagian otak yang aktif maupun yang mengalami penurunan fungsi, sehingga membantu menentukan penyebab gangguan tersebut.
Pada kasus Alzheimer, PET scan membantu mendeteksi perubahan metabolisme otak yang menandakan penurunan fungsi saraf sejak tahap awal. Sedangkan untuk tumor otak, pemeriksaan ini membantu membedakan antara jaringan normal dan jaringan abnormal, sehingga diagnosis dapat lebih cepat dan akurat.
Baca Juga: Pemeriksaan untuk Diagnosis Penyakit Epilepsi
Prosedur PET Scan
PET scan adalah salah satu pemeriksaan medis canggih yang digunakan untuk melihat kondisi organ dan jaringan tubuh secara detail. Tindakan ini adalah bagian penting dalam dunia medis karena membantu dokter menilai fungsi tubuh secara menyeluruh, bukan hanya bentuknya saja.
Prosedur ini aman dan nyaman, serta memberikan hasil yang akurat untuk membantu penegakan diagnosis.
1. Sebelum PET Scan
Sebelum menjalani PET scan, pasien akan diminta melepas semua perhiasan dan benda logam agar tidak mengganggu hasil pemindaian. Pasien biasanya juga diminta berganti pakaian dengan baju rumah sakit yang telah disiapkan.
Sekitar satu jam sebelum pemeriksaan, pasien akan disuntik cairan radioaktif (tracer) dalam jumlah kecil melalui pembuluh darah di lengan. Cairan ini membantu menampilkan bagian tubuh yang mengalami gangguan.
Setelah penyuntikan, pasien perlu beristirahat dengan tenang agar tracer dapat bekerja optimal di dalam tubuh.
2. Selama PET Scan
Selama pemeriksaan, pasien akan berbaring di atas tempat tidur datar yang akan bergerak masuk ke dalam mesin pemindai berbentuk terowongan pendek. Posisi tangan bisa diminta di atas kepala atau di samping tubuh sesuai instruksi petugas.
- Petugas radiologi akan mengoperasikan mesin dari ruang terpisah, namun tetap dapat melihat, mendengar, dan berkomunikasi dengan pasien.
- Tempat tidur akan bergerak perlahan maju mundur agar mesin dapat mengambil gambar dari berbagai sudut. Pasien harus tetap diam agar hasil pemindaian tidak kabur.
Pemeriksaan ini tidak menimbulkan rasa sakit, hanya membutuhkan waktu dan ketenangan agar hasilnya maksimal. Keunggulan PET scan adalah kemampuannya menghasilkan gambar fungsi organ secara mendalam dan presisi tinggi.
3. Setelah PET Scan
Setelah prosedur selesai, pasien biasanya dapat langsung pulang dan kembali beraktivitas. Pasien juga diperbolehkan makan dan minum seperti biasa setelah pemeriksaan. Sisa zat radioaktif dari tracer akan hilang secara alami dalam beberapa jam, dan minum banyak air dapat membantu mempercepat proses pembuangan.
Untuk alasan keamanan, menyarankan pasien unutk tidak berdekatan terlalu lama dengan anak-anak kecil atau ibu hamil hingga sisa radiasi benar-benar hilang, biasanya hingga akhir hari yang sama. Biaya PET scan bervariasi tergantung fasilitas rumah sakit dan jenis pemeriksaan yang pasien lakukan.
Meski tergolong lebih mahal dari tes pencitraan lain, hasilnya jauh lebih detail dan memberikan informasi penting tentang fungsi tubuh secara menyeluruh.
Efek Samping PET Scan
Secara umum, efek samping PET Scan tergolong ringan dan jarang terjadi. Pemeriksaan ini menggunakan dosis radiasi yang hampir sama seperti CT scan, dan zat radioaktif (tracer) akan hilang dari tubuh dalam waktu sekitar 2 hingga 10 jam.
Namun, melakukan terlalu banyak pemeriksaan berbasis radiasi seperti rontgen, CT scan, atau PET scan dalam jangka panjang bisa sedikit meningkatkan risiko terkena kanker. Risiko ini tetap sangat kecil dari pada manfaatnya untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan cepat.
Sebelum menjalaninya, penting memberi tahu dokter jika sedang hamil atau menyusui karena bayi dan janin lebih sensitif terhadap paparan radiasi. Dalam kasus langka, beberapa orang bisa mengalami reaksi alergi terhadap cairan tracer atau merasa nyeri dan bengkak di area suntikan.
Selain itu, kadar gula darah yang tidak stabil, terutama pada penderita diabetes, dapat memengaruhi hasil pemeriksaan. Pemeriksaan ini biasanya berlangsung antara 30 hingga 60 menit, dan sebagian besar melakukan bersamaan dengan CT scan (PET/CT) agar hasilnya lebih akurat dalam menemukan lokasi kelainan di tubuh.
Baca Juga: 7 Skrining Tes Pemeriksaan Jantung yang Penting Dilakukan
Yuk kunjungi Ciputra Hospital, dan dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda. Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Sony Prabowo, MARS
Source
- NHS. PET Scan. Januari 2026
- Cleveland Clinic. PET Scan. Januari 2026
- Mayo Clinic. Positron emission tomography scan. Januari 2026




