Ditulis oleh Tim Konten Medis
Penyebab perut bunyi terus bisa karena lapar, gangguan pencernaan, bunyi usus lemah, bunyi usus berlebihan, intoleransi laktosa, stress, kecemasan, atau kebiasaan makan terlalu cepat. Cara mengatasinya dapat dengan minum air putih, makan cemilan, mengunyah dengan lebih baik, hindari mengonsumsi makanan dan minuman pemicu gas, dan kurangi stres.

Pernahkah Anda merasa malu karena perut bunyi krucuk-krucuk di saat yang tidak tepat? Bunyi ini bisa muncul meski Anda tidak sedang lapar dan sering membuat tidak nyaman.
Penyebab perut bunyi terus bisa beragam, mulai dari proses pencernaan normal, adanya gas, hingga kondisi tertentu yang memengaruhi sistem pencernaan. Dengan memahami penyebabnya, Anda bisa menemukan cara tepat untuk mengatasinya.
Penyebab Perut Bunyi Terus Menerus
Pernahkah Anda merasa perut bunyi krucuk-krucuk padahal tidak sedang lapar? Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja dan sering membuat tidak nyaman. Perut bunyi terus menerus biasanya berkaitan dengan proses pencernaan, gas di dalam usus, atau kondisi tertentu yang memengaruhi kerja saluran cerna. Untuk memahami lebih jelas, berikut beberapa penyebab perut keroncongan yang umum terjadi.
1. Rasa Lapar
Saat perut kosong, otak mengirimkan sinyal yang membuat otot pencernaan berkontraksi sehingga timbul suara khas keroncongan. Inilah yang sering membuat orang bertanya-tanya, kenapa perut bunyi terus meski belum makan.
Bunyi ini merupakan cara tubuh memberi tanda bahwa sudah waktunya mengisi energi. Namun jika dibiarkan terlalu lama, kondisi ini bisa menyebabkan perut bunyi krucuk-krucuk dan sakit.
Baca Juga: Mengapa Mudah Kram Perut? Waspadai 7 Penyebabnya Ini
2. Proses Pencernaan
Bunyi perut tidak selalu pertanda lapar, bisa juga karena proses pencernaan. Saat makanan, cairan, dan udara bergerak melalui usus, otot saluran cerna bekerja dalam gerakan peristaltik.
Proses ini normal, namun pada beberapa orang bisa menimbulkan bunyi perut kembung atau perut bunyi dan kembung. Jika muncul berlebihan, biasanya disertai dengan ciri-ciri perut banyak gas karena biasanya dipengaruhi oleh jenis makanan atau kebiasaan makan terlalu cepat.
3. Bunyi Usus Lemah
Hypoactive bowel sounds adalah kondisi ketika bunyi perut terdengar lebih pelan atau jarang. Aktivitas usus yang melambat bisa membuat makanan bergerak lebih lama di saluran cerna. Hal ini dapat memicu sembelit dan perut sering bunyi pertanda adanya gangguan pencernaan.
Penyebabnya bisa beragam, misalnya setelah operasi, penggunaan obat tertentu, atau saat tubuh beristirahat. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi jika perut bunyi disertai rasa sakit, sebaiknya diperiksa lebih lanjut.
4. Bunyi Usus Berlebihan
Berbeda dengan hypoactive, hyperactive bowel sounds membuat suara perut lebih keras dan sering. Bunyi ini biasanya muncul setelah makan, saat diare, atau ketika usus bekerja lebih cepat dari biasanya. Inilah salah satu penyebab perut keroncongan yang sering dikeluhkan.
Jika terjadi terus-menerus, bunyi ini bisa berkaitan dengan kondisi medis seperti irritable bowel syndrome (IBS), radang usus, atau GERD. Perut bunyi krucuk-krucuk dan sakit yang disertai diare atau kembung sebaiknya segera ditangani oleh tenaga medis.
5. Intoleransi Laktosa
Bagi sebagian orang, produk susu bisa memicu bunyi perut kembung karena tubuh tidak mampu mencerna laktosa dengan baik. Laktosa yang tidak terurai akan difermentasi oleh bakteri di usus, menghasilkan gas berlebih. Hal ini menimbulkan banyak gas, kembung, dan bunyi yang mengganggu.
Kondisi ini bisa menjadi salah satu jawaban dari pertanyaan kenapa perut bunyi terus setelah mengonsumsi susu atau produk olahannya. Mengurangi atau mengganti susu dengan produk bebas laktosa dapat membantu mengurangi keluhan.
6. Stres dan Kecemasan
Bukan hanya makanan, stres juga bisa menjadi penyebabnya. Saat cemas atau tertekan, tubuh memengaruhi sistem pencernaan dengan mempercepat kontraksi otot usus. Akibatnya, bunyi perut krucuk-krucuk dan sakit bisa lebih sering muncul.
Selain itu, stres juga bisa memperburuk kondisi seperti perut bunyi GERD atau irritable bowel syndrome. Jika perut sering bunyi pertanda tubuh sedang terpengaruh stres, coba tenangkan diri dengan relaksasi, olahraga ringan, atau tidur cukup.
7. Menelan Udara Berlebihan
Kebiasaan makan terlalu cepat, berbicara sambil makan, atau sering mengunyah permen karet bisa membuat Anda menelan lebih banyak udara. Udara yang masuk ke saluran cerna akan menghasilkan bunyi perut dan kembung. Kondisi ini juga bisa menimbulkan ciri-ciri perut banyak gas.
Bunyi perut keroncongan akibat udara biasanya tidak berbahaya, tetapi bisa sangat mengganggu. Mengunyah makanan perlahan, menghindari minum dengan sedotan, serta mengurangi rokok bisa membantu mencegah karena faktor ini.
Baca Juga: Sakit Perut Sebelah Kiri Bisa Jadi Gejala 7 Penyakit Ini
Cara Mengatasi Perut Keroncongan
Perut keroncongan memang wajar terjadi, namun kadang bunyinya bisa mengganggu dan membuat tidak nyaman. Suara ini biasanya muncul karena proses pencernaan, rasa lapar, atau adanya gas berlebih di usus. Untungnya, ada beberapa cara mengatasi perut bunyi terus yang mudah dilakukan sehari-hari.
1. Minum Air Putih
Minum segelas air putih bisa membantu meredakan bunyi perut yang muncul tiba-tiba. Air membantu proses pencernaan sekaligus membuat perut terasa lebih terisi sehingga suara keroncongan bisa berkurang.
Jika tidak sempat makan, air putih bisa menjadi solusi praktis untuk menenangkan pencernaan. Selain itu, kebiasaan ini juga baik untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
2. Makan Sesuatu
Perut bunyi biasanya jadi pertanda bahwa tubuh sedang butuh energi. Mengonsumsi camilan sehat atau makanan ringan bisa menjadi cara mengatasi agar tidak semakin keras.
Dengan adanya makanan di dalam lambung, bunyi perut bisa lebih teredam. Pastikan pilih makanan yang mudah dicerna agar tidak menimbulkan masalah baru.
3. Kunyah Makanan dengan Baik
Mengunyah makanan lebih lama membantu meringankan kerja sistem pencernaan. Hal ini bisa mencegah perut bunyi akibat gangguan pencernaan yang lambat.
Selain itu, mengunyah perlahan juga mengurangi udara yang tertelan. Dengan begitu, cara menghilangkan gas dalam perut bisa lebih efektif.
4. Batasi Gula, Alkohol, dan Makanan Asam
Gula berlebih, alkohol, dan makanan asam sering memicu perut berbunyi karena dapat mengiritasi sistem pencernaan. Beberapa contohnya adalah minuman bersoda, kopi, dan buah sitrus yang bisa meningkatkan produksi asam lambung.
Alkohol dalam jumlah banyak bahkan bisa memperlambat pengosongan lambung dan menimbulkan nyeri perut. Dengan membatasi asupan ini, suara perut bisa berkurang dan pencernaan tetap nyaman.
5. Hindari Makanan dan Minuman Pemicu Gas
Beberapa makanan bisa menghasilkan banyak gas saat dicerna sehingga menimbulkan bunyi keroncongan. Untuk mencegah hal ini, coba batasi konsumsi berikut:
- Kacang-kacangan
- Minuman berkarbonasi
- Brokoli
- Kubis brussels
- Kol
- Kembang kol
- Lentil
- Bawang
- Makanan gorengan
- Bawang putih
- Legum
- Asparagus
- Buah apel dan pisang
Mengurangi makanan pemicu ini bisa menjadi salah satu cara menghilangkan gas dalam perut dan mengurangi bunyi yang mengganggu.
6. Kenali Intoleransi Makanan
Beberapa orang mengalami intoleransi terhadap makanan tertentu, misalnya laktosa. Jika tubuh kesulitan mencerna zat tertentu, gas berlebih dan bunyi perut bisa lebih sering terjadi.
Untuk mengatasinya, coba catat makanan yang memicu gejala dan hindari secara bertahap. Dengan begitu, Anda bisa menemukan penyebab perut bunyi terus dan mengendalikannya lebih baik.
7. Atur Porsi Makan
Makan dalam porsi besar bisa membuat perut bekerja lebih keras sehingga menimbulkan bunyi. Sebaliknya, makan dalam porsi kecil lebih sering bisa membantu meringankan kerja sistem cerna.
Dengan mengatur porsi makan, tubuh bisa mencerna makanan lebih mudah. Ini juga bisa membantu cara mengatasi agar tidak berulang.
8. Tetap Aktif Setelah Makan
Berjalan santai setelah makan bisa mempercepat proses pengosongan lambung. Hal ini membuat pencernaan lebih lancar dan mencegah penumpukan gas.
Aktivitas ringan seperti berjalan juga membantu tubuh terasa lebih segar. Dengan begitu, perut tidak mudah bunyi keroncongan setelah makan besar.
9. Kurangi Stres
Stres dapat memicu aktivitas usus lebih cepat sehingga perut lebih sering berbunyi. Kondisi ini bisa terjadi meskipun perut tidak kosong.
Mengelola stres dengan baik bisa menjadi cara mengatasi perut bunyi terus. Cobalah teknik relaksasi, olahraga, atau tidur cukup untuk menjaga keseimbangan tubuh.
10. Periksa Kesehatan Pencernaan
Jika perut bunyi terus-menerus disertai gejala lain seperti nyeri atau diare, bisa jadi ada masalah kesehatan. Kondisi seperti irritable bowel syndrome (IBS) atau gangguan lain perlu diperhatikan.
Segera periksa ke dokter jika gejala terasa mengganggu. Dengan begitu, penyebabnya bisa diketahui dan dapat Anda lakukan sesuai dengan kondisi medis.
Baca Juga: Waspadai 10 Penyebab Sakit Perut Melilit Ini Berbahaya
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami gangguan pada perut, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh dr. Princess Ruth
Source:
- health. Why Your Stomach Growls and How To Stop It. Januari 2026
- Medical News Today. All you need to know about stomach growing. Januari 2026
- healthline. Why Does My Stomach Growl?. Januari 2026






