Ditulis oleh Tim Konten Medis
Stres pada anak di sekolah bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti tekanan akademik, banyaknya tugas, tuntutan dari guru dan orang tua, serta masalah pertemanan. Ada beberapa cara mengatasi stres karena sekolah, yaitu atur waktu belajar anak dengan baik, beristirahat cukup, melakukan hobi yang menyenangkan, serta mendapatkan dukungan dari keluarga dan teman.

Anak yang stres bisa jadi cemas berlebihan.
Sekolah bisa menjadi tempat belajar dan berkembang, tetapi bagi sebagian anak, tekanan akademik, tugas yang menumpuk, dan tuntutan sosial bisa memicu stres. Anak yang mengalami stres biasanya menunjukkan tanda-tanda seperti mudah marah, sulit berkonsentrasi, sering mengeluh sakit kepala atau sakit perut, bahkan mengalami perubahan pola tidur dan nafsu makan.
Beberapa anak juga mungkin terlihat lebih pendiam atau menarik diri dari aktivitas yang biasanya mereka sukai. Sebagai orang tua, penting untuk mengenali tanda-tanda ini agar bisa membantu anak mengatasi stresnya dan menjaga kesehatan mental anak.
Perhatikan perubahan perilaku mereka, tanyakan bagaimana perasaan mereka tentang sekolah, dan ciptakan lingkungan yang nyaman untuk mereka bercerita. Dengan dukungan yang tepat, anak dapat belajar menghadapi tekanan sekolah dengan lebih baik.
Penyebab Anak Mudah Stres karena Sekolah
Menjadi remaja bukanlah hal yang mudah. Mereka mengalami berbagai perubahan fisik, emosional, dan sosial yang cukup besar.
Selain itu, tekanan dari sekolah, lingkungan pertemanan, serta media sosial juga bisa membuat mereka merasa kewalahan. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan stres pada anak sekolah, salah satunya adalah tekanan akademik.
Anak sering merasa harus mendapatkan nilai tinggi, lulus ujian penting, atau masuk ke perguruan tinggi terbaik sesuai harapan orang tua dan guru. Selain itu, tuntutan untuk selalu tampil baik di depan teman dan mengikuti standar sosial juga bisa menambah beban pikiran mereka.
Menurut survei dari American Psychological Association (APA) tahun 2017, sebanyak 83% siswa menyebut bahwa sekolah adalah sumber stres utama mereka. Selain itu, 69% siswa merasa cemas tentang masa depan mereka setelah lulus sekolah, sementara 65% lainnya khawatir dengan kondisi ekonomi keluarga.
Berikut adalah beberapa faktor utama yang membuat anak lebih mudah mengalami stres di sekolah:
- Tekanan Akademik: Banyaknya tugas, ujian, serta harapan dari orang tua dan guru bisa membuat anak merasa terbebani. Mereka juga harus memikirkan masa depan, seperti memilih jurusan atau mempersiapkan diri untuk kuliah.
- Masalah Sosial: Kehidupan sosial di sekolah juga bisa menjadi sumber stres. Anak mungkin mengalami kesulitan dalam berteman, menghadapi bullying, atau merasa tertekan untuk mengikuti standar kecantikan atau popularitas di media sosial.
- Kondisi Keluarga: Masalah seperti perceraian orang tua, tekanan ekonomi, atau konflik dalam rumah bisa berdampak besar pada kondisi emosional anak.
- Trauma: Kehilangan orang terdekat, kecelakaan, atau pengalaman kekerasan fisik dan emosional.
- Perubahan Besar dalam Hidup: Pindah rumah atau sekolah baru yang mengharuskan anak beradaptasi dengan lingkungan berbeda.
Baca Juga: Anak Depresi karena Orangtua, Ini Penyebab dan Gejalanya
Gejala Stres pada Remaja
Remaja yang mengalami stres sering kali tidak menyadari tanda-tandanya. Hal ini karena beberapa gejala stres mirip dengan perubahan hormonal dan fisik yang memang terjadi di usia mereka.
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan apakah perubahan perilaku mereka terjadi setelah mengalami tekanan tertentu. Beberapa gejala depresi pada remaja atau anak-anak meliputi:
- Lebih mudah marah, cemas, atau sedih
- Sering sakit, seperti sakit kepala atau sakit perut
- Merasa lelah terus-menerus
- Kesulitan tidur atau justru tidur berlebihan
- Pola makan tidak teratur, bisa kehilangan nafsu makan atau makan berlebihan
- Mengabaikan tugas rumah atau hobi yang biasa disukai
- Sulit berkonsentrasi dan mudah lupa
- Tekanan darah meningkat
Menurut survei APA tahun 2017, remaja yang mengalami stres umumnya mengalami kesulitan tidur, pola makan yang tidak teratur, sering merasa cemas atau marah, cepat merasa lelah, dan cenderung lebih emosional atau mudah bersikap kasar terhadap orang di sekitarnya.
Cara Mengatasi Stress pada Pelajar
Bila stres tidak dikelola dengan baik bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisik. Berikut cara mengatasi stres karena sekolah yang bisa Anda lakukan:
1. Cukup Tidur
Banyak pelajar sering mengorbankan waktu tidur demi belajar atau menyelesaikan tugas hingga larut malam. Padahal, kurang tidur bisa membuat tubuh dan otak kurang berfungsi dengan baik sehingga sulit untuk fokus, lebih mudah stres, dan meningkatkan risiko menurunnya prestasi akademik.
Tidur yang cukup, setidaknya 8 jam per malam, dapat membantu otak lebih segar dan siap menghadapi tantangan belajar. Jika merasa lelah di siang hari, cobalah untuk mengambil tidur singkat (power nap) selama 10–20 menit agar kembali bertenaga.
2. Latihan Relaksasi
Teknik relaksasi ini bisa menjadi cara mengatasi stres karena sekolah yang efektif sebab dapat menenangkan pikiran. Caranya cukup sederhana, yaitu cari tempat yang nyaman, duduk atau berbaring dengan santai, tutup mata.
Lalu, bayangkan suasana yang damai seperti pantai yang tenang atau pegunungan yang sejuk. Teknik ini membantu mengurangi respons stres dalam tubuh dan membuat pikiran lebih rileks.
Jika masih kesulitan, bisa menggunakan aplikasi meditasi yang menyediakan panduan untuk latihan relaksasi ini.
3. Rutin Berolahraga
Aktivitas fisik merupakan salah satu cara mengatasi stres karena sekolah. Saat berolahraga, tubuh melepaskan hormon endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi ketegangan.
Tidak perlu olahraga berat, cukup dengan berjalan kaki, bersepeda ke sekolah, yoga di pagi hari, atau ikut dalam kegiatan olahraga di sekolah seperti futsal, basket, atau senam. Selain membantu mengatasi stres, berolahraga juga bisa meningkatkan energi dan membuat tubuh lebih sehat.
Baca Juga: Penyebab Orang Depresi
4. Latihan Pernapasan
Saat stres, pelajar sering kali tidak menyadari bahwa mereka bernapas dengan cepat. Pola pernapasan yang tidak tepat bisa menyebabkan tubuh kekurangan oksigen yang cukup.
Kemudian memperburuk rasa cemas, lelah, dan panik. Salah satu cara cepat untuk mengatasi stres adalah dengan melakukan latihan pernapasan.
Teknik ini bisa dilakukan di mana saja dan dalam hitungan menit dapat membantu tubuh lebih rileks. Pernapasan dalam sangat efektif digunakan saat menghadapi momen-momen menegangkan, seperti sebelum ujian atau presentasi.
Selain itu, latihan ini juga bisa membantu mengurangi stres jangka panjang akibat tekanan akademik atau masalah pribadi.
5. Relaksasi Otot Secara Bertahap (Progressive Muscle Relaxation/PMR)
Teknik ini melibatkan pengencangan dan pelepasan otot-otot tubuh secara bertahap hingga tubuh benar-benar rileks. Dengan latihan rutin, PMR bisa membantu pelajar mengatasi ketegangan dalam hitungan detik.
Teknik ini sangat berguna sebelum tidur agar mendapatkan istirahat yang lebih nyenyak atau ketika merasa gugup sebelum ujian atau berbicara di depan umum. Selain itu, PMR juga bisa digunakan untuk mengatasi emosi negatif saat menghadapi konflik dengan teman atau merasa tertekan dengan tugas sekolah.
6. Mendengarkan Musik untuk Relaksasi
Musik adalah cara mengatasi stres karena sekolah yang sederhana. Mendengarkan musik yang tenang dapat membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa musik bisa membantu siswa pulih lebih cepat setelah mengalami situasi yang membuat stres. Selain itu, mendengarkan musik klasik saat belajar bisa meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.
Jika merasa lelah dan sulit fokus, mendengarkan musik yang lebih upbeat juga bisa membantu meningkatkan energi dan semangat belajar.
7. Cari Dukungan
Dukungan emosional sangat penting untuk menghadapi stres. Perubahan dalam pertemanan, masalah akademik, atau tekanan sosial bisa membuat siswa merasa kesepian. Perluas lingkaran sosial dengan bergabung dalam kelompok belajar, mengikuti organisasi sekolah, atau terlibat dalam kegiatan sosial.
Selain teman sebaya, guru, konselor, atau mentor juga bisa menjadi sumber dukungan yang membantu, baik secara emosional maupun akademik.
8. Jaga Pola Makan Sehat
Makanan yang dikonsumsi berpengaruh besar terhadap energi dan respons tubuh terhadap stres. Pola makan tidak sehat bisa menyebabkan perubahan suasana hati, kelelahan, atau bahkan memperburuk stres.
Beberapa cara menjaga pola makan sehat:
- Makan secara teratur agar tubuh tetap berenergi.
- Selalu membawa camilan sehat seperti buah atau kacang-kacangan.
- Minum cukup air agar tetap terhidrasi.
- Mengurangi konsumsi kafein, nikotin, dan makanan tinggi gula yang bisa memperburuk kecemasan.
9. Kurangi Beban yang Tidak Perlu
Terlalu banyak kegiatan bisa membuat siswa kewalahan. Evaluasi kembali aktivitas sehari-hari dan kurangi yang tidak terlalu penting atau memberikan lebih banyak beban daripada manfaat.
Misalnya, mengurangi jumlah ekstrakurikuler yang terlalu menyita waktu, membatasi penggunaan media sosial jika menambah stres, dan belajar mengatakan “tidak” pada permintaan yang terlalu membebani secara mental atau fisik.
Baca Juga: Apakah Anda Hidup dengan Kecemasan dan Kegelisahan?
10. Latih Mindfulness
Mindfulness adalah cara efektif untuk mengelola stres dengan lebih baik. Dengan melatih kesadaran penuh terhadap apa yang dirasakan saat ini, siswa bisa lebih tenang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap tekanan.
Beberapa cara yang bisa dilakukan meliputi latihan pernapasan, meditasi, atau sekadar fokus pada perasaan dan pikiran tanpa menghakimi diri sendiri.
Bila anak mengalami stres berkepanjangan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital.
Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat. Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.
Telah direview oleh dr. Sylvani Gani
Source:
- Harvard Summer School. Managing Stress in High School. Maret 2025.
- Verywell Mind. Top 10 Stress Management Techniques for Students. Maret 2025.