Kanker usus besar dapat dipicu berbagai faktor risiko, mulai dari mutasi genetik, usia, riwayat keluarga, hingga gaya hidup seperti merokok, konsumsi alkohol, dan kelebihan berat badan. Penanganannya bergantung pada stadium, dokter dapat melakukan pembedahan seperti kolektomi, polipektomi, atau reseksi multiviseral, dan pada stadium tertentu pengobatan dapat dilengkapi atau digantikan dengan kemoterapi, terapi target, imunoterapi, serta radioterapi (terutama untuk kanker rektum).

Kanker usus besar sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga banyak orang baru menyadarinya setelah muncul tanda seperti perubahan pola buang air besar, darah pada feses, atau penurunan berat badan tanpa sebab. Semakin lanjut stadiumnya, gejala seperti nyeri perut dan kelelahan yang terus-menerus biasanya akan semakin terasa. Sebagian besar kanker usus besar berkembang perlahan dari polip selama bertahun-tahun, sehingga ada kesempatan untuk mendeteksi dan mengatasinya sebelum menjadi lebih serius.
Meski begitu, risiko terkena kanker usus besar dapat Ana turunkan dengan menjalani pola hidup yang lebih sehat, seperti menjaga pola makan, berhenti merokok, dan membatasi konsumsi alkohol. Melakukan skrining rutin sejak usia 45 tahun juga menjadi langkah penting untuk mendeteksi kondisi ini lebih awal, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
Apa Itu Kanker Usus Besar
Kanker usus besar (kolorektal) adalah penyakit yang berawal dari pertumbuhan polip pada dinding bagian dalam usus besar maupun rektum. Tidak semua polip akan menjadi kanker. Sebagian kecil polip, terutama adenoma atau polip bergerigi tertentu, dapat berkembang menjadi kanker bila tidak Anda angkat, lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Untungnya, polip dapat terdeteksi lebih awal melalui pemeriksaan kolonoskopi sebelum sempat berkembang menjadi kanker. Dengan pengangkatan polip sejak dini, risiko kanker usus besar bisa Anda cegah bahkan dapat sembuh sepenuhnya.
Baca Juga: 10 Faktor Penyebab Kanker Usus
Penyebab Kanker Usus Besar
Kanker usus besar muncul akibat perubahan genetik yang membuat sel-sel sehat di usus besar berubah menjadi sel kanker, lalu membelah diri hingga membentuk polip. Lama-kelamaan, polip ini bisa menembus lapisan dinding usus besar dan menyebar ke jaringan di sekitarnya. Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker usus besar, di antaranya:
- Usia 50 tahun ke atas: Risiko kanker usus besar cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, meski kasus pada usia muda kini juga semakin banyak.
- Riwayat keluarga: Memiliki anggota keluarga inti dengan polip besar atau kanker usus besar, apalagi yang didiagnosis sebelum usia 45 tahun, dapat meningkatkan risiko Anda.
- Banyaknya polip di usus besar: Semakin banyak polip yang tumbuh, semakin besar pula kemungkinan salah satunya berkembang menjadi kanker.
- Kondisi bawaan tertentu: Sindrom Lynch dan poliposis adenomatosa familial merupakan kelainan genetik yang dapat memicu kanker usus besar.
- Berat badan berlebih atau obesitas: Memiliki indeks massa tubuh (BMI) di atas 25 berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit ini.
- Kebiasaan merokok: Merokok dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker usus besar.
- Konsumsi alkohol secara rutin: Bahkan dalam jumlah ringan hingga sedang, kebiasaan ini tetap dapat menambah risiko Anda.
- Kurang aktivitas fisik serta sering mengonsumsi daging merah dan daging olahan: Keduanya merupakan faktor risiko yang telah.
Gejala Kanker Usus Besar
Pada tahap awal, kanker usus besar sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun dan baru Anda ketahui saat pemeriksaan kesehatan rutin. Perlu Anda ketahui juga bahwa beberapa gejala di bawah ini bisa saja karena kondisi lain, seperti wasir yang juga umum menyebabkan pendarahan pada dubur namun bukan tanda kanker. Beberapa gejala yang perlu Anda waspadai antara lain:
- Perubahan pola buang air besar, seperti sembelit, diare, atau frekuensi yang berubah dari biasanya
- Bentuk feses yang tampak lebih kecil atau menyempit
- Adanya darah pada feses, baik berwarna merah terang maupun gelap
- Nyeri atau kram pada perut dan panggul yang berlangsung terus-menerus
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
- Rasa mual atau muntah
- Tubuh terasa lelah sepanjang waktu
Gejala seperti nyeri perut dan penurunan berat badan biasanya baru muncul saat penyakit sudah berada pada tahap lanjut. Jika Anda mengalami salah satu tanda di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Diagnosis Kanker Usus Besar
Mendiagnosis kanker usus besar dapat Anda lakukan dengan beberapa tes dan prosedur, yaitu:
- Kolonoskopi: Pemeriksaan ini menggunakan tabung tipis dan lentur yang terdapat kamera untuk melihat kondisi usus besar dan rektum secara menyeluruh.
- Biopsi: Prosedur ini dengan mengambil sedikit sampel jaringan usus besar untuk dokter periksa lebih lanjut di laboratorium, biasanya bersamaan dengan tindakan kolonoskopi, meski pada beberapa kasus perlu melalui operasi. Hasil pemeriksaan ini akan menunjukkan apakah sel bersifat kanker serta seberapa cepat perkembangannya, sehingga dokter bisa menentukan rencana pengobatan yang tepat.
- Tes darah: Meski tidak dapat memastikan diagnosis kanker usus besar secara langsung, tes darah membantu dokter menilai kondisi kesehatan tubuh secara umum, termasuk fungsi ginjal dan hati. Kadar sel darah merah yang rendah juga dapat menjadi petunjuk adanya pendarahan akibat kanker di dalam usus besar.
- Pemeriksaan pencitraan dan penentuan stadium: Setelah diagnosis, CT scan, serta MRI pada kasus kanker rektum, sering Anda perlukan untuk mengetahui sejauh mana penyakit telah menyebar. Hasilnya menjadi dasar penentuan stadium dan rencana pengobatan.
Beberapa jenis kanker usus besar dapat menghasilkan protein bernama CEA yang bisa terdeteksi melalui tes darah. Pemantauan kadar CEA secara berkala berguna untuk melihat respons tubuh terhadap pengobatan sekaligus mendeteksi kemungkinan kekambuhan setelah masa perawatan selesai.
Baca Juga: Seperti Apa Gejala Kanker Usus Besar yang Dirasakan Penderita?
Cara Mengatasi Kanker Usus Besar
Pilihan pengobatan kanker usus besar bergantung pada stadium dan kondisi Anda. Tidak semua kasus Anda tangani dengan operasi, dan sering kali beberapa jenis pengobatan dikombinasikan. Berikut beberapa prosedur yang dapat Anda lakukan:
- Kolektomi: Pembedahan dengan mengangkat bagian usus besar Anda yang terkena kanker.
- Reseksi multiviseral: Pembedahan yang kompleks ketika kanker menyebar ke organ-organ lain. Prosedur ini dengan mengangkat organ yang terkena kanker beserta struktur sekitarnya yang terdampak.
- Polipektomi: Pembedahan dengan mengangkat kanker stadium sangat awal di usus besar atau polip prakanker.
- Kemoterapi: Penggunaan obat untuk membunuh atau menghambat sel kanker, diberikan setelah operasi untuk mengurangi risiko kambuh, atau pada stadium lanjut untuk mengendalikan penyebaran kanker.
- Radioterapi: Penggunaan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker, terutama pada kanker rektum, sering kali sebelum operasi untuk mengecilkan tumor.
- Terapi target: Pengobatan dengan obat yang menyasar protein atau perubahan genetik tertentu pada sel kanker.
- Imunoterapi: Pengobatan yang membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker, umumnya untuk jenis kanker dengan karakteristik genetik tertentu.
Cara Mencegah Kanker Usus Besar
Berikut angkah-langkah yang bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari untuk menjaga kesehatan usus besar Anda.
- Perhatikan pola makan: Konsumsi lebih banyak protein rendah lemak, sayuran, dan biji-bijian utuh dalam menu harian Anda.
- Batasi daging merah dan daging olahan: Kurangi konsumsi daging merah, serta sosis, ham, dan daging olahan lainnya.
- Aktif bergerak: Lakukan aktivitas fisik secara rutin, misalnya berjalan cepat, bersepeda, atau berenang, sesuai kemampuan dan anjuran dokter.
- Berhenti merokok: Hentikan kebiasaan merokok dengan bantuan dokter yang bisa memberikan saran sesuai kebutuhan Anda.
- Batasi konsumsi alkohol: Kurangi atau hindari minuman beralkohol karena bahkan dalam jumlah sedikit tetap dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.
- Jaga berat badan ideal: Pertahankan berat badan sehat dengan memantau indeks massa tubuh (BMI) sesuai anjuran dokter.
- Lakukan skrining rutin: Mulailah pemeriksaan kanker usus besar sejak usia 45 tahun, atau lebih awal jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kondisi ini.
Baca Juga: Cara Mengobati Kanker Usus Tanpa Operasi
Pengobatan Kanker Usus Besar Ke Dokter
Konsultasi ke dokter Anda perlukan ketika mengalami sakit perut yang tidak kunjung hilang dan berdarah saat buang air besar. Segera periksakan diri jika Anda mengalami BAB berdarah, perubahan pola BAB yang berlangsung lebih dari 2 minggu, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Tidak hanya itu, konsultasi juga Anda perlukan agar dapat melakukan tes lebih lanjut.
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami Kanker Usus Besar, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.







