Menurut Kementrian Kesehatan dan IDAI, jadwal imunisasi dasar lengkap anak bisa diberikan sejak bayi baru lahir usia 0 bulan sampai 18 tahun. Fungsi pemberian vaksin ini adalah untuk mencegah berbagai penyakit berbahaya, termasuk polio, hepatitis, pneumonia, cacar, hingga DBD.

Anak-anak perlu melengkapi dosis vaksin yang diperlukan sesuai jadwal sejak mereka lahir.
Vaksin anak sangat penting untuk dilakukan dalam membentuk antibodi dan sebagai cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara optimal. Dengan memberikan vaksin, anak dapat terhindar dari berbagai infeksi penyakit yang menyerang tubuh, seperti hepatitis, penyakit polio, dan pneumonia.
Manfaat imunisasi atau vaksin juga mampu melindungi tubuh anak dari paparan bakteri dan virus serta melindungi tubuh di masa mendatang. Sebagai orang tua, Anda perlu mengetahui jadwal imunisasi dasar lengkap anak untuk membentuk antibodi supaya kebal terhadap penyakit tertentu.
Apa Itu Imunisasi Dasar?
Imunisasi adalah proses untuk membuat tubuh lebih kebal terhadap infeksi penyakit. Proses ini mampu memberantas penyakit menular yang mampu menghasilkan respons imun yang lebih baik.
Imunisasi dasar dapat Anda berikan saat bayi baru lahir untuk mencapai tingkat perlindungan yang lebih tinggi. Biasanya, proses ini memerlukan waktu sekitar 1-3 minggu, tergantung dari jenis vaksin, usia, dan kondisi kesehatan seseorang.
Efek perlindungan imunisasi juga tidak berlangsung seumur hidup sehingga Anda memerlukan vaksin booster untuk memulihkan kekebalan tubuh secara optimal. Sebagai contoh, vaksin influenza yang memerlukan imunisasi setiap tahun karena adanya perubahan jenis virus flu yang menyebar luas di masyarakat dari tahun ke tahun.
Mengapa Perlu Melakukan Imunisasi Dasar Lengkap untuk Anak?
Pada dasarnya, anak-anak mudah terpapar ribuan kuman setiap harinya melalui makanan, udara, dan benda yang mereka masukkan ke dalam mulut. Bahkan, bayi baru lahir rentan mengalami penyakit serius dan mematikan akibat memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Anda dapat mencegah infeksi penyakit pada anak dengan pemberian imunisasi dasar lengkap untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Imunisasi sangat penting untuk membentuk antibodi pada tubuh bayi yang belum berkembang sepenuhnya. Dengan begitu, anak tidak mudah jatuh sakit dan memiliki tingkat kesehatan yang tinggi.
Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap Anak
Adapun sejumlah jadwal imunisasi dasar lengkap anak, sebagai berikut:
1. Bayi Usia 0-6 Bulan
Berikut ini adalah urutan imunisasi bayi usia 0-6 bulan:
- Vaksin hepatitis B: Sebaiknya Anda berikan kepada bayi sebelum berumur 24 jam. Dosis lanjutan diberikan bersama DPT pada usia 2, 3, 4, dan 18 bulan.
- Imunisasi polio: Terdiri dari vaksin tetes (bOPV) sebanyak 4 dosis. Dosis 0 sebelum bayi pulang, lalu usia 2, 3, dan 4 bulan, serta vaksin suntik (IPV) sebanyak 2 dosis pada usia 4 dan 9 bulan.
- Vaksin BCG: Segera berikan vaksin ini pada bayi baru lahir atau sebelum berusia 1 bulan.
- Imunisasi DPT: Pemberiannya dalam bentuk kombo berupa DTaP (terdapat DPT vaksin impor) dan DTwP (terdapat DPT vaksin produksi dalam negeri). Vaksin DPT sangat penting untuk bayi usia 2, 3, dan 4 bulan, kemudia lanjut dengan dosis booster pada usia 18 bulan, 5 hingga 7 tahun, dan 10 hingga 18 tahun
- Imunisasi pneumokokus: Dokter dapat memberikan vaksin pada bayi usia 2 dan 3 bulan, dengan booster pada usia 12 bulan.
- Vaksin rotavirus monovalen: Pemberiannya 2 kali dengan dosis pertama di usia 6 hingga 12 minggu. Kemudian, dosis kedua dengan interval minimal 4 minggu dan harus selesai pada usia 24 minggu.
- Vaksin rotavirus pentavalen: Pemberiannya sebanyak 3 kali dengan dosis pertama 6 hingga12 minggu. Kemudian, dosis kedua dan ketiga dengan interval 4 hingga 10 minggu serta dosis ketiga selesai paling lambat usia 32 minggu.
- Vaksin HiB: Pemberian vaksin Hib sebanyak 3 kali saat anak berusia 2, 3, dan 4 bulan.
2. Anak Usia 6-12 Bulan
Anak usia 6-12 bulan dapat menjalani vaksin, sebagai berikut:
- Vaksin influenza: Pemberiannya mulai pada anak usia 6 bulan dan pengulangan dosis setiap tahun.
- Imunisasi MR atau MMR: Pemberiannya mulai umur 9 bulan untuk membentuk antibodi dan melawan virus.
- Vaksin Japanese Encephalitis (JE): Pemberiannya mulai pada anak usia 9 bulan di daerah endemis atau akan bepergian ke daerah endemis.
3. Anak Usia 12-24 Bulan
Selain itu, anak usia 12-24 bulan dapat menjalani vaksin, sebagai berikut:
- Vaksin hepatitis A: Mulai pemberiannya pada umur 1 tahun sebanyak 2 dosis, lalu dosis kedua 6 hingga 18 bulan kemudian.
- Vaksin varisela: Mulai pemberiannya pada anak usia 12 hinga 18 bulan. Kemudian, anak 1 hingga 12 tahun dapat menjalani vaksin dengan dosis interval 6 minggu sampai 3 bulan.
- Vaksin HiB: Dosis booster diberikan pada usia 18 bulan sebanyak 0,5 ml secara intramuskular.
Baca juga: Vaksin Hepatitis B: Fungsi, Prosedur, dan Efek Samping
4. Anak Usia 2-18 Tahun
Berikut ini adalah beberapa jenis vaksin yang penting untuk anak usia 2-18 tahun:
- Vaksin tifoid polisakarida: Dokter atau tim medis dapat memberikan vaksin ini pada anak usia 2 tahun dan dosis selanjutnya setiap 3 tahun.
- Imunisasi human papillomavirus (HPV): Pemberiannya bisa pada anak perempuan usia 9 hingga 14 tahun sebanyak 2 kali dengan jarak 6 hingga 15 bulan.
- Imunisasi dengue: Vaksin CYD diberikan pada usia 9 hingga 16 tahun khusus anak yang pernah terinfeksi dengue sebelumnya. Sementara itu, vaksin TAK-003 dapat diberikan pada usia 6 hingga 45 tahun baik untuk anak yang belum maupun sudah pernah terinfeksi.
Jenis Imunisasi dasar dan Manfaatnya
Berikut ini adalah beberapa jenis imunisasi dasar lengkap dan manfaatnya yang perlu Anda ketahui:
- Vaksin hepatitis B (HBV): Penyakit hepatitis B menjadi salah satu penyakit serius yang terjadi akibat virus dan menyerang organ hati. Anda bisa mencegah penyakit ini dengan vaksin HBV untuk melindungi tubuh dari infeksi penyakit.
- Vaksin polio: Polio dapat terjadi akibat virus yang menyerang saraf di sumsum tulang belakang atau batang otak. Anda bisa mencegah kondisi ini dengan vaksin polio pada anak dan orang dewasa.
- Vaksin BCG: Jenis vaksin ini bisa melindungi tubuh dari infeksi tuberkulosis (TB). Infeksi ini dapat menyerang paru-paru dan menjadi sangat serius apabila mendapatkan penanganan segera mungkin.
- Vaksin DPT: Jenis vaksin ini mampu menurunkan risiko terjadinya penyakit difteria. Penyakit ini dapat menghasilkan racun yang merusak jantung dan sistem saraf.
- Vaksin pneumokokus: Jenis vaksin ini bermanfaat untuk melindungi tubuh dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae atau kuman pneumokokus.
- Vaksin rotavirus: Rotavirus mudah menyebar di antara bayi dan anak kecil sehingga perlu Anda waspadai. Pencegahannya bisa dengan pemberian vaksin.
- Imunisasi influenza: Jenis vaksin ini cenderung paling umum dan sangat efektif untuk melindungi tubuh dari penyakit influenza.
- Vaksin MR atau MMR: Jenis vaksin ini mampu mencegah risiko terjadinya penyakit campak, gondongan, dan rubella.
- Vaksin Japanese Encephalitis (JE): Gejala penyakit JE dapat berupa peradangan pada otak akibat infeksi virus dan menimbulkan gejala berat. Pencegahannya bisa dengan pemberian vaksin JE sesuai anjuran dokter.
- Vaksin hepatitis A: Biasanya, pemberian vaksin ini sebanyak 2 dosis suntikan untuk membentuk antibodi dan melindungi tubuh dari hepatitis A.
- Vaksin varisela: Cara terbaik untuk melindungi diri dari cacar air adalah dengan pemberian vaksin varicella. Jenis vaksin ini mampu meningkatkan sistem kekebalan secara optimal dan menurunkan risiko komplikasi serius dari cacar air.
- Vaksin tifoid polisakarida: Jenis vaksin ini dapat melindungi tubuh dari infeksi demam tifoid dan bisa untuk anak-anak serta orang dewasa.
- Imunisasi human papillomavirus (HPV): Jenis vaksin ini mampu bekerja dengan sangat baik. Vaksin HPV dapat mencegah lebih dari 90 persen kanker yang terjadi akibat virus HPV.
- Imunisasi dengue: Jenis vaksin ini dapat mencegah timbulnya gejala demam berdarah. Pemberian vaksin dengue dapat sesuai dengan anjuran dokter.
- Vaksin HiB: Vaksin ini dapat melindungi bayi dari penyakit-penyakit serius akibat bakteri Haemophilus influenzae tipe b, seperti meningitis (radang selaput otak), pneumonia (radang paru), dan infeksi telinga tengah.
Baca Juga: Vaksin Pneumonia untuk Anak dan Dewasa
Imunisasi Kejar pada Anak
Imunisasi kejar adalah upaya melengkapi vaksin bagi anak yang belum menerima satu atau lebih dosis sesuai jadwal yang seharusnya, baik Anda lakukan bersamaan dengan imunisasi rutin maupun melalui kegiatan khusus. Meski begitu, ketepatakan waktu tetap menjadi hal utama, sebab jadwal yang terjaga akan membantu tubuh anak membentuk kekebalan optimal terhadap penyakit yang dapat Anda cegah dengan imunisasi (PD31) sekaligus mencegah munculnya wabah di masyarakat.
Efek Samping Setelah Imunisasi
Efek samping imunisasi yang paling umum, yaitu:
- Mengalami demam tinggi dengan suhu di atas 38,5 derajat celcius
- Kemerahan, bengkak, dan terasa nyeri di area kulit yang disuntik
- Merasa gelisah dan mudah mengantuk pada bayi
- Terkadang, muncul benjolan kecil dan keras (nodul) di area kulit yang disuntik
Kapan Harus ke Dokter Setelah Imunisasi
Demam ringan hingga sedang dengan suhu di bawah 39°C termasuk reaksi wajar setelah imunisasi dan umumnya mereda dalam 2 hingga 3 hari. Namun, bila demam masih naik dan turun sampai seminggu kemudian, kondisi ini perlu Anda waspadai karena bisa jadi tanda infeksi lain yang tidak terkait langsung dengan vaksin.
Selama masa pemulihan, orang tua bisa membantu meredakan demam dengan memberikan ASI lebih sering serta kompres hangat pada tubuh bayi. Pastikan juga bayi tetap terpenuhi kebutuhan cairannya, terlihat aktif, dan tidak lemas berlebihan.
Meski begitu, ada beberapa kondisi yang mengharuskan bayi segera diperiksakan ke dokter, di antaranya:
- Suhu tubuh bayi terus berada di atas 38,5°C atau demam berlangsung lebih dari 3 hari
- Bayi menjadi sangat rewel, sulit dibangunkan, atau tampak lemas
- Muncul kejang pada bayi
- Bengkak parah, ruam merah, atau tanda infeksi seperti nanah di area bekas suntikan
- Bayi menolak menyusu, muntah berkali-kali, atau mengalami sesak napas
Imunisasi di Ciputra Hospital
Ciputra Hospital menyediakan layanan imunisasi atau vaksin untuk melindungi tubuh dari berbagai infeksi penyakit dan menghasilkan antibodi pada tubuh. Layanan ini mampu menurunkan angka risiko terjadinya penyakit kronis, seperti hepatitis, polio, dan demam berdarah.
Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan. Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.
FAQ
Apa saja jadwal imunisasi dasar lengkap untuk bayi baru lahir?
Bayi baru lahir perlu mendapatkan imunisasi Hepatitis B (HB-0), Polio tetes (Polio-0), dan BCG sebelum usia 1 bulan. Imunisasi ini kemudian dilanjutkan secara rutin hingga bayi berusia 6 bulan, dan bisa diperoleh di Puskesmas atau Posyandu terdekat.
Apakah semua imunisasi dasar gratis di Indonesia?
Ya, imunisasi yang merupakan program dari pemerintah atau imunisasi rutin diberikan secara gratis di Indonesia.
Bagaimana jika anak terlambat atau melewatkan jadwal imunisasi?
Apabila anak terlambat atau melewatkan jadwal imunisasi maka cukup lanjutkan dan melakukan imunisasi kejar dengan sisa dosis yang tertinggal sebelumnya.
Berapa lama efek samping imunisasi biasanya berlangsung?
Efek samping imunisasi biasanya berlangsung satu hingga tiga hari pada anak.





