Ditulis oleh Tim Konten Medis
Infeksi virus chikungunya adalah sebuah virus yang ditularkan melalui nyamuk. Jenis virus ini bisa menimbulkan berbagai gejala, seperti demam berkepanjangan. Jika tidak diobati, infeksi virus dapat memicu komplikasi serius sehingga perlu diwaspadai.

Infeksi virus chikungunya disebabkan oleh nyamuk yang dikenal sebagai nyamuk Aedes Aegypti.
Chikungunya pertama kali ditemukan di wilayah Tanzania pada tahun 1952. Nama ‘Chikungunya’ berasal dari bahasa Kimakonde yang memiliki arti “menjadi berkerut.”
Sejak 2004 lalu, infeksi virus chikungunya sendiri akhirnya menyebar ke-60 negara, mulai dari negara-negara di Asia, termasuk Indonesia. Kasus chikungunya sendiri terus meningkat di setiap negara hingga tahun 2020 lalu.
Apa Itu Infeksi Virus Chikungunya?
Infeksi virus chikungunya adalah virus yang menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk, khususnya melalui nyamuk Aedes aegypti dan nyamuk Aedes albopictus. Jenis virus ini tidak menyebar dari manusia ke manusia melalui kontak fisik atau pun air liur.
Meskipun begitu, penularan virus melalui darah memiliki kemungkinan bisa terjadi sehingga perlu diwaspadai. Virus chikungunya menyebabkan berbagai gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan bisa menjadi sangat parah.
Perlu diketahui bahwa tidak ada obat untuk mengatasi chikungunya. Perawatan medis biasanya berfokus pada penanganan gejala yang terjadi.
Baca Juga: 5 Faktor Penyebab DBD Selain Nyamuk Ini Perlu Diwaspadai
Penyebab Infeksi Virus Chikungunya
Infeksi virus chikungunya disebabkan oleh nyamuk yang dikenal sebagai nyamuk Aedes Aegypti, yang juga menyebarkan demam berdarah (DBD). Nyamuk ini aktif terutama pada jam 9-11 pagi, serta jam 2-5 sore.
Virus yang ada didalam tubuh nyamuk Aedes Aegypti dapat menginfeksi tubuh manusia saat nyamuk tersebut menghisap darah. Selain itu, virus ini juga bisa masuk ke dalam darah dan akan memperbanyak diri, serta menyebar ketika ada nyamuk Aedes yang menggigit manusia.
Kemudian, nyamuk Aedes dapat membawa virus chikungunya pada manusia lainnya. Biasanya, jenis nyamuk ini membutuhkan genangan air yang bersih untuk bisa berkembang biak.
Oleh sebab itu, penting untuk melaksanakan 3M, yaitu Menutup, Mengubur, dan Menguras dalam membasmi populasi nyamuk Aedes. Hasilnya, risiko penularan chikungunya bisa teratasi dengan baik.
Faktor Risiko Penyebab Infeksi Virus Chikungunya
Salah satu faktor risiko terkena penyakit Chikungunya adalah berpergian ke negara dengan wabah penularan tinggi. Sebelum berpergian, pastikan untuk mengetahui risiko tertular infeksi ini selama perjalanan.
Pada ibu hamil, infeksi virus biasanya tidak menular ke janin. Selain itu, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa virus ini bisa menyebar ke bayi melalui ASI.
Meskipun begitu, ibu hamil sebaiknya tidak berpergian ke negara-negara dengan kasus virus chikungunya tinggi. Sebab, virus ini bisa menular ke bayi saat masa persalinan.
Bukan hanya ibu hamil dan bayi lahir saja, tetapi lansia dan kondisi medis tertentu (hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung) juga berisiko tinggi mengalami infeksi virus chikungunya. Namun, Kabar baiknya, seseorang yang sudah pernah terinfeksi penyakit chikungunya akan memiliki antibodi dan kebal terhadap infeksi tersebut di kemudian hari.
Gejala Infeksi Virus Chikungunya
Tanda dan gejala infeksi virus bisa terjadi dalam waktu yang lama dan jarang menyebabkan kematian. Gejala-gejala yang muncul kurang lebih 7 hari setelah terinfeksi virus chikungunya, yaitu:
- Demam berkepanjangan
- Adanya nyeri pada sendi-sendi tulang
- Sakit kepala
- Terasa nyeri pada bagian otot-otot
- Terjadinya pembengkakan pada sendi
- Ruam-ruam merah pada area tubuh
- Mual
- Kelelahan
Baca Juga: Penyakit Demam Berdarah (DBD): Penyebab, Gejala & Pengobatan
Diagnosis Gejala Infeksi Virus Chikungunya
Dokter dapat mendiagnosis penderita infeksi virus dengan tes darah. Pemeriksaan ini mampu memastikan penyakit chikungunya secara akurat.
Terkadang, penderita bisa salah diagnosis yang mengidap jenis penyakit lainnya, seperti demam berdarah, virus Ross River, atau virus Barmah Forest. Setelah diagnosis, dokter dapat menentukan penanganan yang tepat untuk mengurangi infeksi gejala.
Komplikasi Infeksi Virus Chikungunya
Penyakit chikungunya bisa menyebabkan komplikasi serius berupa nyeri sendi kronis apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Kondisi ini dapat terjadi selama hitungan bulan hingga bertahun-tahun setelah terinfeksi virus.
Bayi baru lahir, lansia, dan orang dengan masalah kesehatan tertentu berisiko lebih tinggi terkena komplikasi yang lebih parah. Namun, kematian akibat virus ini cenderung terjadi.
Cara Mengatasi Infeksi Virus Chikungunya
Adapun sejumlah cara mengatasi infeksi virus chikungunya, di antaranya:
1. Perawatan Mandiri di Rumah
Anda bisa mengurangi gejala penyakit chikungunya dengan menjalani perawatan mandiri di rumah. Perawatan ini meliputi:
- Istirahat yang cukup
- Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi pada tubuh
- Usahakan mendapatkan asupan makanan gizi seimbang
- Mengonsumsi obat pereda demam dan nyeri pada tubuh sesuai saran dari dokter
- Hindari obat aspirin atau obat anti-inflamasi non steroid sebagai pereda demam atau nyeri
- Jika gejala semakin parah, sebaiknya segera kunjungi layanan kesehatan terdekat
2. Mengonsumsi Vitamin
Selain mengonsumsi obat dan beristirahat, Anda juga bisa mengonsumsi buah dan sayur untuk mendapatkan asupan nutrisi dan vitamin.
Jenis makanan ini dapat meningkatkan sistem imun tubuh penderita penyakit chikungunya. Adapun sejumlah buah dan sayur yang bisa dikonsumsi, antara lain:
- Buah jeruk: Mengandung vitamin C untuk mendukung daya tahan tubuh optimal dan sistem pencernaan dalam tubuh.
- Kelapa: Mampu medetoksifikasi tubuh, melindungi tubuh dari dehidrasi, dan meningkatkan fungsi hati
- Sup ayam: Mengandung vitamin A yang dapat meningkatkan sistem imunitas. Hindari sup krim yang kental karena dan membantu memperkuat kekebalan tubuh. Hindarilah sup krim yang kental karena sistem pencernaan penderita chikungunya masih tergolong lemah.
- Sayuran hijau: Jenis makanan ini mampu melawan infeksi virus dan menyehatkan bagi tubuh. Sayuran hijau juga mudah dicerna oleh tubuh.
Baca Juga: Kenali Gejala DBD (Demam Berdarah Dengue) dan Fasenya
Cara Mencegah Infeksi Virus Chikungunya
Berikut ini adalah beberapa cara mencegah infeksi virus:
- Menutup jendela
- Menggunakan semprotan insektisida di dalam ruangan
- Mengenakan baju atau kemeja lengan panjang berwarna terang dan celana panjang
- Menggunakan obat nyamuk yang mengandung DEET (diethyl toluamide) atau picaridin
- Menggunakan kelambu atau kasa nyamuk saat tidur
- Pastikan tidak ada genangan air di sekitar
Pengobatan Infeksi Virus Chikungunya ke Dokter
Pengobatan yang spesifik untuk virus chikungunya sendiri belum ditemukan. Namun, dokter dapat merekomendasikan obat jenis paracetamol untuk menurunkan demam.
Selain minum obat, penderita juga perlu mengimbanginya dengan banyak minum air putih dan menjaga asupan makanan. Hal ini sangat penting agar terhindar dari gejala kambuh yang terjadi.
Apabila gejala infeksi virus chikungunya yang dirasakan tidak kunjung membaik setelah dilakukan perawatan rumahan dan bahkan semakin parah, sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU). Yuk, jaga dan cek kondisi kesehatan Anda sekeluarga bersama Ciputra Hospital!
Telah direview oleh dr. Edwin Halim
Source:
- Cleveland Clinic. Chikungunya. September 2024.
- Healthdirect. Chikungunya Virus. September 2024.
- WebMD. What Is Chikungunya?. September 2024.
- World Health Organization. Chikungunya. September 2024.