Gejala gangguan jantung yang seringkali tidak terdeteksi adalah rasa tidak nyaman pada dada, sering merasa pusing, nyeri pada lengan, hingga mudah merasa lelah, dan tidur mendengkur. Jika mengalami tanda-tanda sakit jantung ini, Anda perlu segera berkonsultasi pada dokter.

Ciri-ciri gangguan jantung biasanya ditandai dengan rasa tidak nyaman di dada.
Gejala gangguan jantung adalah keluhan atau tanda yang dapat muncul saat seseorang mengalami masalah pada jantung. Penyakit jantung meliputi beberapa hal, seperti penyakit arteri koroner, detak jantung tidak teratur (aritmia), dan cacat jantung bawaan.
Tanda gangguan jantung cenderung bervariasi, tergantung pada jenis penyakitnya. Gangguan ini bisa menyebabkan henti jantung secara mendadak apabila tidak segera diobati. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui gejala awal gangguan jantung.
Gejala Gangguan pada Jantung
Risiko penyakit jantung meningkat pada laki-laki berusia di atas 45 tahun dan perempuan di atas 55 tahun, serta pada orang dengan hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, dan riwayat penyakit jantung dini dalam keluarga. Ada beberapa keluhan umum yang dialami oleh penderita gangguan jantung, antara lain:
1. Rasa Tidak Nyaman di Dada
Seiring berjalannya waktu, Anda mungkin mengalami rasa tidak nyaman di dada akibat penyumbatan arteri. Kondisi ini menjadi salah satu tanda bahaya jantung yang paling umum terjadi.
Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada bukan faktor risiko, melainkan gejala bahwa otot jantung kekurangan aliran darah, dan bisa menandakan angina tidak satabil atau serangan jantung yang sedang berlangsung. Gejala ini berlangsung selama beberapa menit dan bisa muncul kembali secara mendadak.
Jika mengalami rasa tidak nyaman di dada, segera periksakan diri ke dokter untuk mencegah risiko penyakit yang semakin parah. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik sebelum mengobati gangguan jantung pada tubuh seseorang.
Baca Juga: Apa Penyebab Gagal Jantung? Waspadai 14 Faktornya Ini
2. Mengalami Gangguan Pencernaan
Gangguan pencernaan dapat dialami oleh penderita serangan jantung. Kondisi ini ditandai dengan sakit perut, mual, dan muntah.
Umumnya, gangguan pencernaan akibat serangan jantung lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan masalah jantung saja, tetapi gangguan kesehatan lainnya.
3. Nyeri di Lengan
Gejala serangan jantung bisa menimbulkan gejala rasa nyeri di bagian lengan. Kondisi ini dapat menyebar ke sisi tubuh kiri sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Nyeri di lengan akibat jantung juga menimbulkan mati rasa atau kesemutan yang terjadi berulang kali. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi kondisi ini secara optimal.
4. Sering Merasa Pusing
Gejala gangguan jantung selanjutnya adalah sering merasa pusing dan hilang keseimbangan. Kondisi ini biasanya terjadi secara mendadak meskipun memperoleh asupan makan dan minum yang cukup.
Rasa pusing atau melayang muncul ketika gangguan jantung, misalnya aritmia atau penurunan fungsi pompa jantung, menyebabkan tekanan darah turun sehingga aliran darah ke otak berkurang. Jika tidak segera mendapatkan pengobatan, kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi serius.
5. Sakit pada Tenggorokan
Sakit tenggorokan mungkin tidak berkaitan erat dengan jantung, tetapi disebabkan oleh masalah otot, pilek, dan sinus pada saluran pernapasan. Kondisi ini ditandai dengan nyeri saat menelan, sensasi gatal, dan batuk.
Nyeri serangan jantung dapat dirasakan menjalar ke rahang, leher, tenggorokan, punggung, atau lengan karena saraf jantung dan saraf daerah tersebut bertemu di segmen tulang belakang yang sama, bukan karena nyeri menekan organ lain. Kondisi ini yang menyebabkan rasa sakit sehingga Anda perlu waspada.
Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Jantung
6. Mudah Merasa Lelah
Mudah lelah atau cepat sesak saat menaiki tangga dan berjalan dapat menjadi tanda gagal jantung atau penyakit jantung koroner kronis, sehingga perlu diperiksakan ke dokter jantung; ini berbeda dengan serangan jantung yang terjadi mendadak.
Jika tidak segera mendapatkan penanganan, kondisi ini bisa menyebabkan kelelahan ekstrim dan memicu komplikasi serius. Kondisi ini terkadang berlangsung selama beberapa hari.
7. Sering Mendengkur
Mendengkur merupakan kondisi yang normal saja terjadi, terutama saat tubuh merasa lelah. Namun, kondisi ini bisa menandakan gangguan jantung apabila suara dengkuran terlalu keras dan terdengar, seperti terengah-engah.
Sering mendengkur juga menjadi salah satu gejala sleep apnea yang memberikan tekanan ekstra pada jantung. Kondisi ini berlangsung dalam waktu singkat dan terjadi beberapa kali di malam hari.
8. Mengalami Keringat Dingin
Keringat dingin tanpa penyebab yang jelas bisa menandakan serangan jantung. Jika kondisi ini terjadi, sebaiknya segera berdiskusi dengan dokter.
Gejala keringat dingin merupakan keluhan umum bagi wanita yang mengalami masalah jantung. Selain kondisi ini, penderita dapat mengalami tanda-tanda lainnya, seperti meningkatkan denyut jantung.
9. Batuk Terus-Menerus
Batuk yang tidak kunjung berhenti, terutama dengan dahak berbusa berwarna putih atau kemerahan, lebih sering menandakan penumpukan cairan di paru akibat gagal jantung, bukan gejala khas serangan jantung. Kondisi ini juga menyebabkan batuk dengan keluarnya lendir putih atau merah muda melalui mulut.
Batuk terus-menerus terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh secara optimal. Akibatnya, tekanan di pembuluh darah paru dapat meningkat dan cairan dapat menumpuk di paru-paru sehingga menimbulkan sesak atau batuk.
10. Pembengkakan Kaki
Pembengkakan kaki bisa menjadi pertanda bahwa jantung tidak berfungsi secara maksimal. Pembengkakan pada kedua tungkai bukan penyebab gagal jantung, melainkan tanda bahwa jantung sudah gagal memompa secara efektif sehingga cairan menumpuk di tubuh bagian bawah.
Selain bengkak di kaki, gagal jantung dapat menyebabkan detak jantung yang cepat dan sesak napas. Bila muncul bengkak pada kedua tungkai disertai sesak napas atau detak jantung cepat, segera periksakan diri ke dokter untuk evaluasi gagal jantung, pembatasan garam, pemantauan berat badan harian, dan olahraga hanya dilakukan sesuai anjuran dokter setelah kondisi stabil.
11. Detak Jantung Tidak Teratur
Anda perlu berhati-hati apabila mengalami detak jantung tidak teratur, seperti terlalu cepat, cenderung lambat, atau tidak konsisten. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal dengan sebutan aritmia.
Ada kalanya detak jantung cepat atau lambat tidak menunjukkan adanya indikasi masalah kesehatan tertentu. Misalnya, jantung berdetak lebih cepat saat olahraga atau lambat saat tidur.
Baca juga: Mengenal Prosedur Transplantasi Jantung
Dokter Jantung Ciputra Hospital
Rumah Sakit Ciputra menyediakan layanan pengobatan jantung atau cardiac center untuk mencegah kematian mendadak akibat serangan jantung. Layanan ini menggunakan prinsip “The Best Treatment for The Patient” yang didukung oleh berbagai fasilitas untuk memudahkan dan memberikan kenyaman bagi keluarga.
Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter jantung dan pembuluh terdekat di Ciputra Hospital, sebagai berikut:
- dr. Reymond Bernardus, Sp.JP
- dr. Jeffry, Sp.JP
- dr. Stephanie Salim, Sp.JP, FIHA
- dr. Dewi Anggraeni Setyaningrum, Sp.JP, FIHA
- dr. Emile Tumpal Hombaron Parapat, Sp.JP (K), FIHA
- dr. Rosmarini Hapsari, Sp.JP
- dr. Zainuddin Khan, Sp.JP (K), FIHA, FAsCC
- dr. Nadia Mulyadi, Sp.JP
- dr. Teguh Wahyu Purnomo, Sp.JP(K).
Segera hubungi 119 atau 112, atau pergi ke IGD terdekat apabila terdapat gejala-gejala tersebut. Anda bisa kunjungi rumah sakit Ciputra Hospital terdekat untuk konsultasi kesehatan dan pemeriksaan rutin, seperti tes tekanan darah, kadar kolesterol, serta gula darah.
Yuk, jaga kesehatan tubuh dengan rutin melakukan medical check up di Ciputra Hospital. Anda juga bisa konsultasi dan buat janji dengan dokter di Ciputra Hospital terdekat.
Cek layanan rumah sakit Ciputra Hospital mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU) selengkapnya sekarang juga.



