Ditulis oleh Tim Konten Medis
Efek begadang saat tahun baru berbahaya bagi kesehatan karena bisa menyebabkan naiknya tekanan darah tinggi, mengantuk di pagi hari yang sebabkan berkurangnya motivasi untuk beraktivitas, kenaikan berat badan, memicu sleep apnea, hingga berdampak buruk pada kesehatan jantung. Sebaiknya, Anda tetap tidur minimal 8 jam saat perayaan malam tahun baru.

Perayaan malam tahun baru identik dengan kebiasaan tidak sehat seperti begadang, konsumsi minuman bersoda hingga alkohol, bahkan sampai makan makanan tinggi lemak. Meski terbilang umum dilakukan, namun kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Efek begadang saat perayaan malam natal hingga tahun baru bahkan bisa membuat tekanan darah meningkat yang bisa berisiko untuk kesehatan jantung. Untuk sebab itu, sebaiknya tetap memperhatikan kesehatan tubuh di setiap perayaan, ya!
Efek Samping Begadang Saat Malam Tahun Baru bagi Kesehatan
Begadang saat merayakan malam Tahun Baru memang menyenangkan karena suasana pesta, kembang api, dan berkumpul bersama orang terdekat. Namun kurang tidur dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan tubuh, terutama jika dilakukan berulang atau sampai pagi.
Tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk memperbaiki energi dan menjaga fungsi organ tetap optimal. Ketika begadang, sistem tubuh terganggu dan risiko masalah kesehatan dapat meningkat secara signifikan.
1. Mengantuk dan Sulit Fokus di Pagi Hari
Begadang membuat tubuh kekurangan waktu istirahat yang seharusnya dibutuhkan, sehingga menyebabkan rasa kantuk berat di pagi hari. Kondisi ini juga membuat tubuh terasa lemas dan sulit berkonsentrasi saat beraktivitas.
Ketika ritme tidur terganggu, otak tidak bekerja secara maksimal untuk mengolah informasi. Efeknya, produktivitas menurun dan risiko kesalahan dalam bekerja atau berkendara menjadi lebih tinggi.
Baca Juga: 7 Efek Begadang bagi Jantung yang Membahayakan Tubuh
2. Risiko Kenaikan Berat Badan
Tidur yang kurang dapat memicu keinginan untuk makan berlebihan, terutama makanan tinggi lemak dan gula sebagai pemulih energi instan. Kebiasaan ini membuat asupan kalori meningkat drastis dan memicu penumpukan lemak tubuh.
Selain itu, kurang tidur menyebabkan ketidakseimbangan hormon lapar dan kenyang sehingga rasa lapar muncul lebih sering. Jika terjadi terus-menerus, risiko obesitas dan masalah metabolik ikut meningkat.
3. Malas Berolahraga
Kurang tidur membuat tubuh kehabisan tenaga sehingga motivasi untuk berolahraga menurun. Kondisi ini membuat aktivitas fisik menjadi sangat sulit dilakukan.
Padahal olahraga memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran dan mendukung kualitas tidur yang lebih baik. Jika jarang bergerak, tubuh menjadi lebih mudah lelah dan kesehatan jangka panjang ikut terganggu.
4. Konsumsi Alkohol dan Rokok Berlebih
Begadang sering dihubungkan dengan gaya hidup yang kurang sehat, termasuk kebiasaan minum alkohol atau merokok saat berkumpul malam hari. Hal ini bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius.
Kedua kebiasaan tersebut dapat memperburuk kualitas tidur dan mengganggu sistem pernapasan serta fungsi jantung. Jika dibiarkan, tubuh akan semakin rentan terhadap berbagai penyakit berbahaya.
Baca Juga: 11 Cara Ampuh Tidur Cepat dan Nyenyak untuk Atasi Insomnia
5. Memicu Tekanan Darah Tinggi
Tidur tidak teratur atau tidur terlalu sedikit dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Perubahan ini terjadi karena tubuh kehilangan waktu untuk memulihkan sistem kardiovaskular.
Dengan menjaga pola tidur yang konsisten setiap hari, tekanan darah dapat tetap berada dalam batas normal. Karena itu, hindari begadang terus-menerus meski sedang liburan.
6. Gangguan Mood dan Depresi
Orang yang sering begadang lebih mudah mengalami perubahan suasana hati dan mudah merasa gelisah. Kurang tidur membuat tubuh sulit mengatur emosi dengan baik.
Kondisi ini dapat memicu rasa sedih berkepanjangan dan menurunkan kemampuan berpikir positif. Dalam jangka panjang, risiko gangguan mental dapat meningkat.
7. Risiko Diabetes Semakin Tinggi
Kurang tidur dapat mengganggu kinerja hormon yang mengatur kadar gula dalam darah. Hal ini membuat tubuh lebih sulit mengendalikan gula darah secara stabil.
Jika terjadi terus-menerus, risiko terkena diabetes tipe 2 menjadi lebih besar. Tidur cukup tujuh hingga delapan jam setiap hari sangat penting untuk menjaga kadar gula tetap aman.
8. Penyakit Jantung
Begadang dalam jangka panjang dapat menimbulkan peningkatan tekanan darah, kolesterol, dan kadar hormon stres. Semua faktor ini sangat berbahaya bagi kesehatan jantung.
Selain itu, gangguan tidur juga meningkatkan peradangan dalam tubuh yang berperan besar memicu penyakit jantung. Menjaga kualitas tidur yang baik membantu melindungi kesehatan jantung.
9. Risiko Stroke Meningkat
Kualitas tidur yang buruk menyebabkan aliran darah ke otak tidak stabil. Hal ini menambah risiko terjadinya stroke pada masa mendatang.
Gangguan tidur seperti sleep apnea juga dapat memperburuk kondisi jantung dan otak. Karena itu, sangat penting menghindari kebiasaan begadang ekstrem terutama saat perayaan Tahun Baru.
Baca Juga: Mengenal Jet Lag: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi
Jika Anda atau keluarga Anda mengalami efek begadang saat malam tahun baru, segera kunjungi Ciputra Hospital. Dapatkan kemudahan untuk konsultasi dan membuat janji dengan dokter pilihan Anda.
Cek informasi lengkap mengenai layanan Ciputra Hospital, mulai dari rawat jalan hingga Medical Check Up (MCU), hanya di situs resmi atau kunjungi langsung fasilitas terdekat sekarang juga.
Telah Direview oleh Dr. Steffe Lie
Source:
- health. Is Staying Up Late Harmful to Your Health?. Desember 2025
- Harvard Health Publishing. How sleep deprivation can harm your health. Desember 2025





